
Hari ini suasana hati Daniel tidak baik, Daniel tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaannya dan ini baru jam 1 siang tapi ia sudah tidak tahan lagi berada di dalam ruangan ini.
Suara ketukan pintu mengalihkannya.
“Masuk.”
“Selamat siang pak, saya ingin mengingatkan bapak. Pukul 2 nan....”
“Tolong kamu atur ulang semua pertemuan saya hari ini, saya akan keluar kantor dan tidak akan kembali sampai jam kantor selesai. Tolong siapkan mobil saya di depan dan minta supir saya pulang karena saya yang akan menyetir sendiri.”
“Baik pak, saya permisi.” Devi, sekertaris Daniel segara keluar ruangan untuk melaksanakan permintaan Daniel.
~
Sebenarnya Daniel tidak tau harus pergi ke mana, lalu karena ia sekarang sedang berada di jalan yang dekat dengan salah satu mall. Maka ia mengarahkan mobilnya ke mall tersebut. Lagian ini hari kerja semoga saja tidak seramai hari libur, pikirnya.
Ya, dugaan Daniel benar. Pengunjung mall hari ini tidak begitu ramai. Lalu Daniel berjalan tidak tentu arah mengelilingi mall. Daniel berhenti di depan salah satu toko dan melihat benda di depannya yang hanya terhalang oleh kaca transparan. Daniel tersenyum membayangkan Queen mengenakannya dengan perut yang membesar. Lalu Daniel memutuskan masuk ke dalam toko tersebut, memilih-milih mana yang cocok untuk Queen kenakan dan membeli beberapa barang tersebut. Dengan penuh semangat Daniel ingin segera pulang untuk menemui Queen di rumah dan memberikan hadiah ini kepada Queen. Langkah Daniel terhenti lagi di sebuah toko perlengkapan bayi.
~
Queen sangat senang hari ini, ia membeli banyak sekali buah-buahan dan beberapa tangkai bunga, entahlah ia tiba-tiba saja ingin membeli bunga di pasar tadi. Setelah sampai di rumah, ibu Mita langsung meminta Queen untuk istirahat padahal Queen ingin membantu ibu Mita menyusun barang-barang yang mereka beli. Tetapi karena pegal di kaki Queen yang mulai terasa membuat Queen mengikuti permintaan ibu Mita, sebelum Queen kembali ke kamarnya. Queen minta tolong untuk di buatkan pancake dan beberapa potong buah segar yang mereka beli tadi. Queen segera ke kamarnya, lalu masuk ke kamar mandi mengisi bathtub dan menambahkan aroma mawar ke dalam air. Sementara menunggu air bathtub penuh, Queen menghapus dulu riasannya.
Setengah jam kemudian Queen sudah selesai mandi, Queen melihat makan siangnya sudah ada di meja kamarnya begitu ia keluar dari kamar mandi. Queen memakai kimononya, lalu mengambil leptop, meletakkan leptopnya diatas tempat tidur dan menghidupkan laptopnya. Selanjutnya, Queen mengambil makan siangnya dan meletakkannya di atas tempat tidur. Saat ini Queen ingin makan siang sambil bermalas-malasan di tempat tidur.
~
Jam 7 malam Daniel sampai di rumah, Daniel masuk dengan membawa tas belanjaan di tangannya, lalu seorang pelayan datang kearah Daniel ingin membawa tas belanjaan itu dari tangan Daniel.
“Tidak apa-apa, saya saja.” Pelayan itu mundur.
“Apa Queen sudah di rumah?” tanya Daniel kepada pelayan itu.
“Nyonya sudah di rumah dari tadi siang tuan, dan sekarang nyonya berada di kamarnya.”
“Apa Queen sudah makan malam?”
“Belum tuan, nyonya menunggu tuan.”
“Kalau begitu segera siapkan makan malam.”
“Baik tuan.”
Daniel segera bergegas menaiki tangga menuju kamar Queen. Sesampainya didepan kamar Queen, Daniel berhenti sebentar untuk mengatur pernapasannya. Lalu, di ketuknya pintu kamar Queen.
“Masuk.” Suara lembut Queen terdengar dari dalam.
Daniel masuk ke dalam kamar. Dilihatnya Queen keluar dari kamar mandi dengan memunggunginya. Daniel tersenyum melihat Queen menggunakan pajamas satin pink dengan potongan lengan pendek dan celana pendek. Queen terlihat seperti gadis remaja yang Menggemaskan!
Ya Tuhan, baru satu hari ia tidak melihat Queen, ia sudah merindukan wanita ini, benaknya.
Queen membalikkan tubuhnya.
“Daniel.”
Daniel tersadar.
Queen berjalan mendekati Daniel.
“Silahkan duduk Daniel, kenapa berdiri terus.” Daniel menuruti perkataan Queen dan duduk di sofa.
“Bagaimana harimu Queen?” tanya Daniel.
“Saya sangat senang bisa pergi ke pasar bersama ibu Mita hari ini, banyak sekali buah-buahan segar di sana.” Ucap Queen senang.
“Kamu tidak terlalu kelelahan kan?”
“Tidak Daniel.”
Daniel menganggukkan kepalanya.
Hening.
“Kamu sudah makan malam?” lanjut Daniel memecahkan keheningan.
“Belum, saya menunggu kamu pulang.”
Daniel salah tingkah mendengar langsung, Queen menunggunya pulang.
“Kamu mau mandi dulu? kalau iya saya akan menunggu kamu selesai mandi.” lanjut Queen.
“Tidak, kita akan makan dulu.” Jawab Daniel. Daniel tidak mungkin membiarkan Queen menunda lagi makan malamnya karena harus menunggu Daniel selesai mandi. Dan Daniel juga lapar karena ia melewatkan makan siangnya.
Teringat dengan alasannya ke kamar Queen, Daniel segera mengambil tas belanjaan di sampingnya. “Oh iya, Queen.” Daniel membungkuk mengambil tas belanjaan dan mengeluarkan beberapa kotak.
Sepatu!
Queen terkejut melihat Daniel mengeluarkan beberapa pasang sepatu dari kotaknya. Semua sepatu itu sangat cantik, indah dan berasal dari merk ternama.
“Saya membeli beberapa pasang sepatu untuk kamu Queen.” Daniel mulai duduk di bawah. “Boleh saya pegang kaki kamu? saya ingin memasangkan sepatu ini.” Tanya Daniel dengan sopan. Queen mengangguk mendengar pertanyaan Daniel.
Lalu Daniel menyentuh kaki Queen dan melepaskan sendal rumah yang Queen gunakan. Queen menahan nafas saat Daniel menyentuh kulitnya. Daniel dengan sangat lembut memakaikan sepatu itu ke kaki Queen. Queen terharu melihat Daniel begitu lembut kepadanya.
“Selesai.” Ucap Daniel senang.
Daniel membantu Queen berdiri. Queen menunduk ke bawah melihat sepasang sepatu yang sangat cantik dan sangat nyaman ia gunakan.
“Bagus sekali Daniel, terima kasih.” Ucap Queen dengan mata berbinar.
Daniel tersenyum menatap Queen, “Kamu suka?” Queen mengangguk.
“Saya membelinya karena saya membayangkan ketika perut kamu sudah membesar nanti, kamu akan kesulitan memakai sepatu yang bertali.” Tersenyum membayangkan Queen dengan perut besarnya.
Queen terharu mendengar perkataan Daniel, “Terima kasih Daniel.” Ucapnya tulus.
Daniel melihat ke arah Queen dan tatapan mata mereka bertemu. Daniel tersenyum “Syukurlah kalau kamu suka.”
“Ayo kita makan dulu, kamu pasti sudah lapar karena menunggu saya.” Ajak Daniel, tanpa sadar Daniel menggenggam tangan Queen.
Queen mengangguk.