Ordinary Girl

Ordinary Girl
sampai jumpa



elis mencoba menjelaskan keadaan yang menimpa dirinya pada ketiga temannya, mereka pun mengerti dan turut bersedih.


"gue nyesel, el. andai gue gak komporin elo buat ikut waktu itu." jihan menundukkan kepalanya, dia merasa bersalah.


"gue janji bakal bantu elo cari manusia setan itu yang berani kirim fidio elo ke ortu elo." ucap lisa dengan keyakinan penuh.


"thanks kalian udah baik sama gue." Elis menatap satu persatu wajah sahabatnya.


"tenang aja Elischia, kita gak akan berpisah. gue juga akan ikut elo pindah ke asrama baru elo itu." zeeya menyahut sembari tersenyum senang.


"apa?!" ucap yang lain bersamaan.


"elo gila Zee, mau ninggalin kita berdua gitu?" ucap jihan sembari menjitak dahi Zeeya.


"gue masih waras lah. gue pengen aja temenin Elis disana, kalian kalau mau disini yaudah, imbangkan artinya? dua-dua." ucap Zeeya dengan lirikan tajam pada Lisa dan Jihan.


"maksud elo gimana?" tanya lisa yang masih belum paham.


"kita juga ikut pindah lah" balas Zeeya sengit.


"ehh gak! kalian apa-apaan sih, mau ikut gue juga, hah?" Elis membentak ketiga temannya itu terutama Zeeya.


"Elis, auziramessa akan ikut kemana elo pergi." Zeeya menepuk-nepuk lengan kanan Elis dengan sendu.


"makasih, tapi kalian semua gak usah berkorban banyak buat gue sampai kayak gini." Elis meraih telapak tangan Zeeya.


"nona elischia! sudah di tunggu mama sama papa anda." tiba-tiba saja sopir Elis datang dan meminta segera pergi.


"ya baik." ucap Elis membalas si sopir. "gue pergi dulu ya, kalian jaga diri baik-baik." Elis berpamitan kemudian berjalan menjauh dari teman-temannya itu.


"secepatnya gue bakal nyusulin elo Elischia!" teriak zeeya.


"gue juga!" sahut Jihan dan Lisa berbarengan.


Elis tersenyum senang mendengar itu. Segera dia berangkat bersama si sopir sementara orang tuanya berangkat dengan mobil lain. mereka berjalan beriringan. perjalanan ini cukup jauh karena memakan waktu sekitar empat jam'an.


"masih jauh pak?" tanya Elis pada si sopir.


"belum tahu non, kita ikutin saja mobil tuan di depan." balas si Sopir ramah.


"ouh ya." balas Elis lirih.


WELCOME TO EAGLE NATIONAL HIGH SCHOOL.


Elis membaca papan nama yang berada di luar gerbang sekolah, dia juga terkesima melihat sekolah barunya dua kali lebih bagus dari sekolah sekolah lamanya.


"mari non," sopir itu membukakan pintu mobil untuk Elis.


"terimakasih." ucap Elis ramah.


Yuana menghampiri Elis. "bagaimana, baguskan?" tanya Yuana pada elis dan hanya mendapat anggukan.


"ayo." ajak Edgar pada kedua wanita ini.


elis melihat sekeliling, ruangan yang bagus dan bersih, keamanan yang ketat dan tak ada satupun siswa yang bermain di jam pelajaran.


hebatt batin Elis.


mereka bertiga memasuki ruangan kepala sekolah. "selamat datang pak Edgar." ucap kepala sekolah ramah kemudian mempersilahkan mereka duduk.


"terimakasih, bu Widya." balas Edgar.


"saya juga berterima kasih karena pak Edgar sudah mempercayai sekolah kami untuk menjaga dan mendidik putri bapak," ucap kelapa sekolah tegas dan bijak.


"sama-sama, saya harap sekolah ini memberikan yang terbaik pada putri saya."


"akan kami usahakan untuk memberi yang terbaik." ucap kelapa sekolah ramah. "Elischia, silahkan dicoba, ini seragam kamu." kepala sekolah menyodorkan sepaket seragam sekolah.


"ya." ucap Elis singkat lalu melenggang pergi keluar ruangan.


"maafkan putri kami yang kurang sopan," ucap Yuana karena merasa tak enak.


"tak apa, bagi saya kelakuan remaja seperti itu wajar sesuai umurnya." bu Widya tersenyum lebar. "mari saya antar keluar." ujar bu Widya ketika orang tua Elis hendak pulang.


setelah berganti pakaian, elispun keluar kamar mandi. "bu Widya?" sontak elis kaget ketika mendapati Bu Widya berdiri di luar kamar mandi. "ngapain?" tanya Elis.


"ya nunggu kamu."


"nunggu saya, ngapain?" tanya Elis terheran-heran.


ini orang tua aneeh banget, ngapain nungguin gue disini? batin Elis.


"mom and dad aku mana?" Elis menyadari akan tidak adanya kehadiran orang tuanya.


"dia pulang. mari saya ajak berkeliling." ucap bu Widya lalu berjalan mendahului elis.


"kemana?" tanya elis.


"room tour sekolah, biar kamu tahu denah sekolah." ucap bu Widya.


bu Widya mengajak Elis berkeliling dan menjelaskan fungsi setiap ruangan yang ada di gedung sekolah.


"selanjutnya ruang kelas kamu, untuk asrama kamu bisa minta bantuan teman-teman mu untuk berkeliling." ucap bu Widya ketika sampai di depan sebuah ruang kelas.


"permisi," ujar bu Widya ketika memasuki ruang kelas diiringi elis di belakangnya.


beberapa siswa kefokusannya teralih sebab kehadiran Elis, mereka terkesima melihat kecantikan Elis.


"mohon maaf Bu, hari ini ada murid baru tolong dibimbing ya." ucap Bu Widya pada guru yang mengajar di dalam kelas.


"baik Bu." ucap guru itu sambil menundukkan kepala.


"saya permisi." ujar Bu Widya berpamitan.


setelah Bu Widya pergi, guru itu mempersilahkan elis untuk memperkenalkan diri. "silahkan kenalkan diri kamu ke teman-teman kamu."


"kenalin gue Elischia Auverra Tjara, elo semua bisa panggil gue elis." ucap elis singkat lalu menoleh ke arah guru itu.


"sudah?" tanya guru itu dan dapat anggukan dari elis. "silahkan duduk di kursi kosong sebelah sana." guru itu menunjuk salah satu kursi kosong di depan seorang cowok.


dengan santai, Elis berjalan ke arah kursinya lalu duduk dan mengikuti pembelajaran sampai akhir.


setelah selesai jam sekolah, Elis pergi ke tempat dimana barang-barangnya disimpan sebelum dia pergi ke asrama. "kamar kamu nomor 23 di lantai tiga." ucap seorang yang menjaga tempat penitipan lalu memberikan kunci dan nomor ruangan.


atas panduan dan arahan dari si penjaga tadi, Elis berhasil sampai di depan gedung asrama.


gilaak ternyata jauh juga asrama sama gedung sekolah, bisa mati gue kalau tiap hari harus jalan sejauh inii. batin Elis menggerutu.


Elis langsung menuju ke lantai tiga dan mencari nomor kamarnya.


cekleek..


pintu kamar nomor dua tiga terbuka, sontak Elis kaget melihat ada orang di dalam kamar itu. "ngapain elo disini?" tanya Elis pada gadis itu.


"gue?" tanya gadis itu sinis. "elo yang ngapain main bukak kamar orang sembarangan." ujarnya sinis.


elis menautkan alisnya dan menatap tajam gadis itu. "ini kamar gue ya, gue di suruh tinggal disini." ucap Elis.


gadis itu mencerna ucapan Elis. "ouhh elo anak baru itu, teman sekamar gue yang baru?" tanya gadis itu penasaran.


"Teman sekamar elo, maksudnya?" tanya elis tak paham.


"ya katanya elo disuruh pindah kesini kan, itu artinya elo temen sekamar gue." ucap gadis itu sumringah. "akhirnya gak sendirian lagii." gadis itu senang lalu membantu membawakan koper elis masuk.


"maksudnya gue tidur berdua sama elo?" tanya Elis kaget.


"ya iyalah satu kamar dua orang, kenalin gue Geena. semoga kita akrab ya" Geena mengulurkan tangannya.


"whaat?! berdua??" elis kaget mendengar pernyataan itu.


...****************...


**hallo sahabat, makasihh sudah mampir di lapak aku dan baca karya aku ya..


di bab selanjutnya aku mau pakai POV, elischia yaaa**..