Ordinary Girl

Ordinary Girl
malam yang buruk!



malam ini, circle auziramessa berkumpul dengan teman sekelasnya untuk merayakan ulang tahun Lisa di salah satu villa.


mereka bersenang-senang dan bergembira hingga waktu menunjukkan tengah malam.


di atas karpet di seberang kolam renang, semua duduk berhadapan sambil berbincang-bincang.


"kalau cuma ngobrol gini kurang seru, gaess." ucap elis karena merasa sangat bosan.


"bagaimana kalau kita melakukan permainan?" usul Jihan.


"ya aku setuju, bagaimana kalau permainan kartu?" ucap jihan sumringah kemudian mengeluarkan sejumlah kartu.


"yaa mari bermain." elis dengan semangat menyetujui begitupun dengan teman-teman yang lainnya.


"tunggu-tunggu, gak asik kalau gak ada ini!" Ares datang membawa beberapa botol minuman alkohol.


"maksudnya apa niih?" jihan menatap dalam-dalam pada ares, tangan kanannya meraih botol minuman itu.


ares merebut botol itu dari genggaman jihan." siapa yang kalah dalam permain harus minum satu gelas, gimana menurut kalian?" tanya Ares pada yang lainnya sambil mengangkat tinggi-tinggi botol minuman.


"gue setuju!" teriak nyaring seorang wanita dari arah jauh. dia adalah Keysa.


"elo gila apa, masa pakai minuman sih?" ujar elis tak suka, pasalnya ia tak pernah menyukai minuman alkohol.


"kenapa, elo takut kalah el?" keysa memasang wajah sombong dengan senyuman yang merendahkan.


"gue gak takut kalah, elo tahukan gue hebat dalam permainan kartu?" ucap elis dengan mimik wajah jutek dan tak suka.


"yayayaa" gumam keysa tak peduli.


"el tunjukin bakat elo dalam permainan kartu, enak banget dia ngeremehin elo." kata Jihan lirih di telinga elis.


"gue mau ikut permainan inii!" ucap elis penuh semangat.


"elis, tunggu!" zeya menarik lengan elis, bermaksud menghentikannya.


elis menoleh ke arah zeya."ada apa?" tanyanya singkat.


"yakin elo mau ikut, taruhannya minuman beralkohol loo" ucap zeya mengingatkan.


"tenang aja ya, gue bakalan menang dan gak bakal minum minuman beralkohol ituu" elis memegangi tangan zeya untuk meyakinkannya.


"benera elo mau ikut, El?" Lisa menambahi.


"ya, gue yakin mau ikut!" ucap elis dengan senyuman kepercayaan akan dirinya sendiri.


"semoga elo menang, elis." ucap jihan lalu diikuti beberapa penggemar elis.


apaan sih alay, gitu doang pake semangat². gumam keysa tak suka melihat pemandangan di depannya ini.


beberapa saat kemudian, permainan dimulai. permainan diikuti oleh lima orang termasuk elis. permainan dilakukan dengan 3 ronde.


ronde pertama, orang yang menyelesaikan permainan pertama adalah ares dan diikuti beberapa orang lain setelah itu, kini hanya tersisa elis dan Keysa.


"gue harap, gue bukan yang terakhir" batin elis penuh kecemasan, jika terakhir maka dia kalah."


"akhirnya, gue menang!" keysa bersorak ria ketika berhasil melawan elis, otomatis elis harus minum minuman beralkohol itu.


akhhkk,sialan!! umpat elis dalam batinnya.


"ayo elo harus minum, sesuai aturan!" ares menyodorkan segelas minuman pada elis.


"ya, gue bakal minum." elis meraih gelas minuman itu dari tangan ares.


"elo beneran mau minum el?" tanya lisa khawatir. "mau aku bubarin aja acaranya biar elo gak minum?" bisik lisa.


"tenang aja kalian, gue gak papa." ujar elis kemudian meneguk habis minuman itu.


"yaah Eliss" zeya dan lisa sangat menyesali apa yang dilakukan temannya.


"hebat sahabat gue," gumam Jihan mengagumi.


"gimana, elo mau lanjut atau berhenti?" tanya ares pada elis.


"gue lanjut!" ucap elis dengan keras.


"elo harus percaya sama gue, gue enggak akan kalah di ronde kedua."


"tapi, el?" tanya zeya.


elis melirik ke arah Jihan untuk mengode sesuatu. "urus mereka." ujar elis singkat dan mendapatkan persetujuan lewat lirikan mata Jihan.


"teman-teman aku tersayang, kita cari makan yukk." secara tiba-tiba saja Jihan menarik tangan kedua temannya untuk keluar dari kerumunan.


"apa-apaan sih elo!" lisa menepis tangan Jihan dengan kasar.


"kita gak akan kemana-mana, pokoknya gue mau pantau terus elis" ucap zeya hendak kembali melihat permainan elis.


"bentaran doang, kita ngambil makan cuma disitu kok." Jihan merangkul zeya dari samping.


"tapi Jihan, gimana kalau terjadi--"


"bentaran aja, emangnya elo gak laper?" sahut Jihan saat lisa berucap.


"ya laper juga sihh," ucap zeya saat mendapati perutnya berteriak-teriak ingin diisi.


"gak usah lama ya.." ucap lisa menyetujui.


"nah gitu dong, yuk!" Jihan menggandeng tangan kedua temannya lalu pergi dari tempat permainan.


disisih lain, permain kartu telah dimulai. di ronde kedua ini elis kembali mengalami kekalahan dan akhirnya minum satu gelas lagi.


ronde ketiga dimulai, elis masih tetap ingin bermain walau hampir tak sadarkan diri. akibat kepalanya pusing dan pandangan yang kabur, kefokusan elis teralih jadi dia kembali mengalami kekalahan.


hahaha akhirnya gue menang, Elo gak mungkin bisa ngalahin gue, elischia. batin Keysa bersorak senang.


"kita tambah ronde lagi sampai gue menang." pinta elis dan semuanya pun setuju.


dasar cewek bodoh, Sampek beberapa kali ronde pun elo gak bakal menang! umpat ares pada elis dalam batinnya.


beberapa ronde tambahan di mulai dan elis masih terus mengalami kekalahan.


disisih lain, Jihan sengaja melama-lamakan makannya. "elo bisa cepetan dikit gak?" ujar lisa tak sabar.


"sabar dong, bentar lagi." ucap jihan menikmati makanannya.


"lelet banget elo, udah ah kita duluan aja." lisa menarik zeya pergi meninggalkan Jihan makan sendirian.


Jihan meletakkan piring makanannya. "Weh tunggu!" teriak Jihan mengikuti kedua temannya.


ketika ketiganya datang, keadaan begitu ricuh. semua berbisik-bisik dan mengambil beberapa poto dan fidio.


"ada apa ini?" gumam lisa khawatir melihat kericuhan yang terjadi.


"elis!" ketika lisa memasuki kerumunan itu dia mendapati elis sudah mabuk berat dan tetap kekeh bermain kartu.


"gadis bodoh, udah minum berapa kali?" lisa menjitak dahi elis kuat².


"baru delapan gelas zeya." sahut Keysa dengan senyuman sombong.


"anj*ng gila elo, berapa ronde?" ucap lisa penuh Amarah.


"santai dong, jelek tahu kalau marah!" zen datang dari samping dengan lirikan nakalnya pada zeya.


sangat genit, bikin muak sajaa. batin lisa tak suka.


zen adalah cowok reshek dan genit sahabat ares. mereka berdua hampir mirip.


"dihh cowok brengsek!” ujar lisa tak suka.


zeya mengajak elis yang setengah sadar itu menjauh dari kerumunan. "elischia ayoo" dengan sekuat tenaga zeya membawa elis menuju salah satu kamar villa untuk istirahat.


disisih lain, Jihan memastikan bahwa seluruh teman-temannya sudah menghapus foto/fidio yang direkam ketika kejadian tadi.


"apapun foto atau fidio yang elo rekam tadi, harus kalian hapus secepatnya. kalian sendiri tahukan konsekuensinya?!" ucap jihan tegas, aura menakutkan terpancar dari dirinya, lirikan yang sengit mampu mengintimidasi semua orang untuk menghapus rekaman mereka.


semua orang menghapus rekamannya kemudian pergi secara bergantian, satu persatu hp di cek oleh satpam yang ditugaskan lisa, untuk memastikan bahwa bahwa mereka benar-benar menghapus rekamannya.


"thankyou udah datang." ucap jihan dan lisa secara terpaksa pada trio pengganggu acara yang seharusnya seru ini.