Ordinary Girl

Ordinary Girl
makan malam



cahaya malam memantulkan kecantikan elischia malam ini di depan kaca, dengan balutan dress hitam dan hils putih dia nampak bak bidadari bagi siapapun yang melihatnya.


elis melirik ke arah jam tangan di tangan kirinya, nampak jelas jam menunjukkan waktu ia bertemu dengan temannya. segera ia menghubungi satu persatu temannya itu, memastikan kalau mereka siap.


circle auziramessa berfikir mereka akan bertemu dengan elis berdua saja. tapi nyatanya mereka akan bertemu bersama di tempat yang sama.


"saatnya." elis mengambil kunci mobil dan segera melajukan nya ke tempat janji bertemu itu, dia sangat khawatir dan berharap akan ada perubahan dari temannya.


beberapa saat kemudian, elis telah sampai di tempat itu. masih tampak sepi dan belum ada siapapun.


"elischia?" lisa datang bersama dua orang pengawal di belakangnya.


"haii, apa kabar?" elis menghampiri lisa lalu berpelukan beberapa saat. "tolong beri kami waktu, hanya akan ada wanita disini." ujar elis pada kedua pengawal itu.


mereka saling bertatapan lalu mengangguk tanda setuju. "kami izin pergi nona, akan kami tunggu di mobil saja, jika ada apa-apa langsung hubungi kami." ujar si pengawal lalu pergi.


"duduklah di kursi bertirai disana, jangan timbulkan suara apapun, aku ada kejutan" elis menunjuk kursi-kursi yang berbaris tertutup tirai, hmm kayak mau cari jodoh saja.


tak lupa elis mengirimi kedua temannya pesan untuk tetap hening ketika sampai. tujuannya adalah agar tidak saling sadar akan kehadiran satu sama lain.


beberapa saat kemudian, zeeya datang lalu diikuti jihan berikutnya. kini semuanya telah berkumpul dan acara siap dimulai.


seluruh lampu di padamkan beberapa saat, tirai di antara mereka terbuka dan lampu kembali menyala.


"elis?" ucap zeeya kaget dan syok ketika melihat kedua orang yang tidak ingin ia temui.


"lisa!" gumam jihan dengan raut wajah merah dan marah.


dan lisa hanya menunduk diam tak berani berkata, dia sangat malu berhadapan dengan kedua sahabatnya ini.


"hai teman-teman, apa kabar?" elis melangkah mendekati mereka, ia menarik tangan satu persatu temannya agar saling berdekatan.


"maaf aku berbohong sama kalian, cuma cara ini aku bisa ngajak kalian berkumpul bersama." elis tersenyum tipis sembari menatap ketiga temannya.


"pengawalku?" gumam lisa lirih, ia takut ketahuan dengan para pengawalnya.


elis memegang pundak lisa. "tenang, aku menyuruh mereka pulang, kamu aman denganku." sesekali elis menepuk pundak lisa.


lisa tersenyum tipis, ia mengangkat kepalanya menatap ketiga temannya. "a-aku mau--" sebelum lisa selesai, jihan sudah menyahut.


"mau apa elo, anjing. kalau elo gak pacaran mulu hari ini kita gak akan kayak gini!" sentak jihan pada lisa dengan nada tinggi, dirinya t'lah tersulut api amarah.


lisa menundukkan kembali wajahnya, ia tak berani menatap jihan. "i-iya gue minta maaf ji, gue nyesel" ujar lisa lirih.


"udahlah teman-teman. jihan tolong maafin lisa dia gak sengaja, dia juga udah nyesel." elis memegangi kedua tangan jihan.


"elo gak jijik waktu tahu kelakuan bejat temen elo ini?" jihan menatap pekat² wajah elis.


"aku-"


"jelaskan elo juga--" sahut jihan.


"aku gak merasa jijik sama kelakuan lisa, wajar semua orang melakukan kesalahan. aku juga udah maafin dia kok." terang elis yang membuat wajah jihan semakin suram.


jihan menepis tangan elis. "kalau elo nyuruh gue kesini buat dengerin elo belain dia, sorry gue gak bisa." jihan hendak pergi dan menarik tangan zeeya. namun zeeya tak merespon hanya diam.


jihan menoleh ke arah zeeya. "elo juga belain dia?" jihan melirik sinis ke lisa. "OKE FINE!"


"jihan." elis mengikuti jihan, menarik tangannya. "kamu gak mau kita kayak dulu lagi, tolong ngertiin kitaa."


jihan menatap elis dengan sendu lalu memeluknya erat. "gue nyesel banget." ujarnya lirih sembari menangis.


"uhh sayangku, sahabat paling baikku," elis menepuk-nepuk punggung jihan.


kini mereka saling bertatapan. "aku mau hari ini kita saling memaafkan." elis tersenyum lalu beralih menatap kedua temannya yang menyimak di belakang. "sini dong guyss, gak mau peluk?"


zeeya dan lisa menghampiri mereka berdua lalu berpelukan bersama. "rindu." ujar elis lirih sembari menangis haru.


beberapa saat kemudian, mereka duduk bersama dan makan makanan yang sudah di sediakan sembari bercanda ria.


"kapan balik, ell?" tanya lisa.


"apa?!" ujar ketiganya kompak.


"kenapa?" elis tak mengerti kenapa reaksi temannya seperti itu.


"iyaa cepet banget, lusa elo balik?" sekali jihan bertanya.


"he-emm" elis sedikit menekan kata-katanya.


"gue juga ikut elo balik, ell" sahut zeeya.


"ha?!" ketiganya langsung menatap zeeya heran, tak mengerti maksudnya.


"gue mau pindah sekolah ke asramanya elis." terang zeeya pada temannya yang keheranan itu.


"gila elo?" ucap jihan sinis.


"gak"


"yaudah gue juga ikut pindah deh." sahut lisa dengan tersenyum lebar.


"apaan sih, gue juga ikut." ucap jihan agak sinis lalu menyantap makanannya.


"apasihh." ujar ketiga temannya lalu mereka tertawa bersama.


dalam hati terdalam elis ia merasa senang dan lega, ia kembali berkumpul dan bersenang-senang lagi dengan ketiga temannya.


setelah acara makan malam selesai, mereka membuat video permintaan maaf yang di share ke chat grub sekolah.


di vidio itu menyatakan bahwa ke empat anggota circle auziramessa kembali bersama dan akan pindah sekolah. sontak hal itu disambut kaget oleh banyak orang.


terutama Keysha, kini ia sedang misuh-misuh gak jelas sembari menonton Vidio geng auziramessa itu. "bisa-bisanya mereka baikan." ujarnya geram dan kesal.


di dalam kamarnya, Keysha mondar mandir lalu menelepon ares. "res elo udah lihat?" tanya Keysha setelah telepon tersambung.


"udah, kenapa?" balas ares singkat.


"gimana pendapat elo?" tanya Keysha.


"gak gimana-gimana." ucap ares datar.


"gak marah elo?" tanya Keysha bingung.


"gak, ngapain gue marah. gak ada hubungannya sama gue, gue gak peduli." balas ares sinis lalu menutup teleponnya.


"Gilak nih orang!" Keysha membanting hpnya di kasur, mengacak-acak rambutnya seperti orang gila.


"awas aja kalian." gumam Keysha dengan kebencian dan amarah.


......................


kini para anggota circle auziramessa telah kembali ke rumah masing-masing dengan tujuan meminta izin pada ortu masing-masing.


zeeya dan jihan langsung mendapatkan izin dari kedua orang tuanya. namun tidak dengan lisa, dia dilarang karena jauh dari pantauan orang tuanya.


"mom I sama elis, dia akan jaga I dan I janji gak akan berulah lagi." ujar lisa pada momy nya dengan raut wajah memohon.


"Dady bilang gak, ya enggak!" ucap dady lisa tegas dan sedikit membentak.


lisa mengerucutkan bibirnya dengan mimik wajah tak suka. " pliess dad," ujar lisa lirih pada dadynya.


"Dady ngertiin lisa." sahut momy lisa.


"why? momy dukung lisa? aah thanks." lisa tampak sumringah sembari ingin memeluk erat momynya.


"cukup! dad izinin tapi you harus laporan tiap minggu ke Dady, ngerti??"


"aah ya, thank you mom and dady" lisa mencium satu persatu pipi orang tuanya lalu berlari ke kamar guna menghubungi ketiga temannya.