
Pagi itu, Scarlett yang ditemani oleh Zayn berkunjung ke kediaman sang papah untuk berbasa basi melihat keadaan papahnya.
Ketika sampai di kediaman Sebastian, Alia dengan begitu semangatnya menyambut kedatangan Zayn membuat Scarlett mu dibuatnya.
"Yang namanya ulet bulu, kalau belum dibasmi pakai pestisida pasti selalu saja menempel terus. Tak tahu kalau orang yang melihatnya saja tangannya sudah gatal pingin ngegaruk mukanya yang sudah seperti badut," sindir Scarlett kala melihat Alia mencari perhatian pada Zayn, Alia yang mendengar itu hanya mencibirkan bibirnya tapi masih terus mencari perhatian pada Zayn.
"Percuma saja, mau kau telanjang di depannya juga, suamiku tak bakal tergoda oleh tubuhmu yang membuat orang jijik karena kegatalan," lagi, Scarlett mengatakan hal yang begitu menusuk pada Alia, tapi kali ini ia sengaja seraya memeluk lengan suainya itu, tentu saja Zayn membalasnya dengan usapan lembut pada wajah cantiknya membuat Alia kesal.
"Kamu tuh gak pantas bersanding dengan Tuan muda, kenapa tak sadar diri saja dan tinggalkan Tua muda agar bisa bersama denganku," cibir Alia yag seketika membuat Scarlett tertawa geli, hal itu membuat beberapa orang yang berada di tempat tersebut kebingungan dengan tingkah Scarlett.
"Hahaha... Lalu, yang pantas untuk Zayn-ku siapa? Kamu?"
Zayn tesenyum tipis kala mendengar istri cantiknya itu menyebutkan dinya adalah miliknya.
Scarlett berjalan mendekat pada Alia, "Mimpi," bisiknya yang seketika membuat Alia meremang karena kesal, sedangkan Zayn tersenyum senang melihat istrinya itu bertingkah seperti itu, dimatanya Scarlett terlihat begitu cantik dan menggemaskan.
"Kau-" Alia bahkan tak bisa membalas perlakuan Scarlett padanya.
Scarlett berjalan mendekati Sebastian dengan wajah yang penuh kemenangan karena telah membuat Alia kesal. Entah mengapa rasanya sangat menyenangkan melihat saudara tirinya itu kesal karena ulahnya. Ditatapnya sang Ibu tiri yang kini sedang memegangi kursi roda sang papah dengan tajam.
"Hai, Pah. Apa kabar? Putrimu yang tak berbakti ini datang untuk melihat bagaimana keadaanmu. Apakah Papah merindukanku?" ucap Scarlett dengan berjongkok di depan Sebastian, ia masih berlagak bagaikan putri yang terbuang dan masa bodo pada papahnya seperti selama ini.
"Maafkan putrimu yang tak berbakti ini, Pah, karena aku jarang datang menjengukmu. Kau tahu sendirilah yah, sekarang aku adalah seorang presdir, jadi aku tak memiliki banyak waktu untuk mersay hello dengamu," ucapnya kembali serasa terdengar bagaikan putri yang kejam dan tak berperasaan.
"Jika kau begitu sibuk, biarkan Alia membantumu, Scarlett. Dia bisa menjadi wakil presdirmu yang akan meringankan pekerjaanmu." Sarah tiba-tiba saja angkat suara, mengingat posisi wakil presdir masih kosong karena Scarlett yang tiba-tiba saja naik jabatan sebagai presdir, Sarah mengambil kesempatan ini.
"Maaf Tante, sayangnya... Posisi itu akan kukembalikan pada Pak Sugeng yang sudah lama menduduki jabatan tersebut dimasa lalu. Aku tak ingin memberikan jabatan yang negitu penting itu pada orang yang belum memiliki pengalaman akan bisnis. Jika Alia ingin masuk ke dalam perusahaan, posisi cleaning servis atau office girl akan cocok untuknya agar Alia bisa belajar dari bawah," jawab Scarlett yang seketika membuat Sarah murka, Sebastian yang mendengar hal itu ingin sekali rasanya ia tertawa, tapi hal itu tak mungkin ia lakukan karena akan membongkar sandiwara yang sedang mereka jalani itu.
"Lancang!" pekik Sarah yang seketika berjalan mendekati Scarlett, tangannya sudah terangkat ke udara siap menampar wajah cantik Scarlett.
"AAHHH!"
Apakah yang terjadi, apakah ada yang tahu🤔