One Night Stand With Mr. Z

One Night Stand With Mr. Z
Part Khusus



Hai kak, mampir kecerita baru aku yuk yang kut even dengan genre yang berbeda tapi masih dengan romansa cerita cinta di dalamnya🙏😊🤗


*****


Antara ada dan tiada


Prolog


Anika Addison adalah seorang mahasiswi di suatu universitas ternama di kota J. Sewaktu kecil setelah hilang di sebuah desa kampung halaman orang tuanya Anika tiba-tiba bisa melihat makhluk halus. Awalnya Anika merasa takut dan parno, tapi berjalan seiringnya waktu Anika sudah terbiasa dengan kehadiran mereka di sekitarnya.


Beranjak dewasa saat Anika duduk di sekolah menengah atas tahun terakhir ia bertemu dengan seorang makhluk halus pria yang sangat tampan bernama Tara. Mereka kemudian berteman, karena seiring berjalannya waktu mereka terus bersama akhirnya Anika dan Tara saling jatuh cinta. Namun, mereka menyadari bahwa mereka berbeda alam.


Walau pun berbeda alam tapi Anika dan Tara tak pernah mempermasalahkan semua itu. Setiap kesulitan yang di alami oleh Anika karena perbuatan makhluk halus Tara selalu membantu menyelesaikannya. Mereka berdua bertualang bersama dengan tiga sahabat Anika lainnya yaitu Vira sang wajah datar yang tanpa ekspresi, Raka pria tajir yang penakut, Ghani pria yang religius dan tak takut akan hantu.


Bagaimana petualangan mereka berlima? Apakah mereka bisa membantu para arwah penasaran kembali beristirahat?


Bagaimana pula kisah cinta beda alam antara Anika dan Tara? Apakah mereka akan bersatu? Ikuti terus kisah mereka.


Pengenalan karakter


Anika Addison adalah mahasiswi jurusan bisnis angkatan pertama di sebuah universitas ternama di kota J. Ia memiliki dua sahabat yang selalu setia bersamanya dari masih duduk di bangku sekolah menengah atas, yaitu Vira dan Raka. Sedangkan Ghani, mereka berteman saat memasuki universitas. Anika juga memiliki satu teman dekat pria tak kasat mata yang ia kenal dari waktu masih sekolah di sekolah menengah atas tahun terakhir.


Vira, gadis cantik dengan rambut sebahu yang selalu ia ikat cepol ke atas, ia selalu menampilkan wajah datarnya yang tanpa ekspresi. Terkadang teman-temannya tak bisa mengartikan ekspresinya. Apakah Vira sedang marah, takut, atau bahagia karena saking datarnya ekspresi wajahnya.


Meski pun Vira selalu berwajah datar ia adalah teman yang sangat penyayang. Ia tak akan tinggal diam kalau salah satu temannya berada dalam kesulitan. Vira juga tipe gadis yang pemberani walau pun gaya dan penampilannya seperti laki-laki dan preman tapi ia tak pernah mengusik orang terlebih dulu.


Raka, cowok tampan yang berasal dari keluarga tajir melintir yang hartanya gak bakal habis tujuh turunan walau pun di hambur-hamburkan. Orang tuanya adalah seorang pengusaha perhiasan terkaya nomor satu di kotanya. Namun, sayangnya Raka adalah cowok yang penakut apalagi berhubungan dengan makhluk halus, ia selalu mengeluarkan suara paling keras dan selalu gemetaran kalau sudah dalam posisi berhadapan dengan makhluk halus.


Pernah sekali ia mengompol di celana karena ketakutan oleh makhluk halus yang muncul tepat di depannya. Namun, meski begitu Raka adalah teman yang sangat royal pada ketiga sahabatnya itu. Ia tak pernah sungkan untuk mengeluarkan uang untuk teman yang kesusahan.


Ghani, cowok religius anak dari seorang kiai pemilik pesantren ternama di kota S. Mereka bertemu di universitas sebagai mahasiswa dan mahasiswi. Ghani sosok cowok yang pemberani sehingga saat menghadapi makhluk halus ia dan Anikalah yang paling dulu maju.


Ghani berteman dengan ketiga sahabatnya karena awalnya mereka sedang menghadapi seorang makhluk halus yang sedang mengganggu orang. Mereka bekerja sama dalam mengusir arwah penasaran tersebut. Setelah arwah penasaran tersebut kembali ke dunia asalnya akhirnya mereka berkenalan dan memutuskan untuk bersahabat.


Beberapa bulan berjalan mereka saling mengenal, Ghani sebenarnya mulai menyukai Anika. Namun, Ghani mengurungkan niatnya untuk menyatakan perasaannya pada Anika karena ia melihat Anika sangat dekat dengan Tara. Ghani bisa melihat keberadaan Tara di antara mereka berempat.


Awalnya Ghani mengira kalau Tara adalah manusia dan teman mereka bertiga, tapi setelah Ghani perhatikan lebih jauh lagi setiap mereka kumpul bareng ternyata yang respon Tara hanya Anika seorang dan kedua teman Anika tak meresponnya.


Tara, sosok hantu pria tampan yang selalu berada di dekat Anika. Mereka bertemu saat Anika masih duduk dibangku sekolah menengah atas angkatan akhir. Anika dan Tara bertemu saat Anika dalam kesulitan karena makhluk halus yang Anika temui digudang kosong terbengkalai di belakang sekolahnya.


Awalnya Tara hanya berniat untuk menolongnya saja, tapi ia selalu merasa perasaan tak enak saat Anika sedang berada dalam masalah akibat makhluk halus. Secara tak sadar perasaan tak enaknya membimbing Tara untuk menemukan di mana Anika berada. Anika pun merasa aneh karena setiap dirinya berada dalam kesulitan akibat sang makhluk halus Tara selalu muncul membantunya.


Berjalannya waktu mereka pun saling berkenalan satu sama lain. Anika merasa nyaman dan aman saat Tara berada di dekatnya. Ia merasa Tara sangat melindunginya dan menjadi tak takut lagi jika bertemu arwah penasaran yang ingin balas dendam.


Lambat laun karena mereka selalu bersama Anika dan Tara pun mulai mempunyai perasaan lain selain perasaan sahabat. Anika tak ingin jauh dari Tara begitu pula Tara, ia tak pernah meninggalkan Anika sedetik pun. Namun, mereka sadar kalau mereka tak mungkin bisa bersama dalam ikatan lebih dalam lagi.


Contohnya Vira, ia tak bisa melihat makhluk halus secara langsung, tapi ia bisa merasakan keberadaannya dari bulu kuduknya yang merinding. Saat Vira merasakan bulu kuduknya merinding meski ia tak bisa melihatnya tapi ia bisa mendengar suaranya, bagaimana makhluk itu berbicara dan bagaimana makhluk itu berjalan Vira bisa merasakan dan mendengarnyanya. Namun untuk Tara, Vira tak bisa merasakan keberadaannya, baik suara mau pun langkah kakinya.


Sedangkan Raka, ia pun tak bisa melihat makhluk halus secara langsung, tapi ia punya keistimewaan sendiri untuk merasakan keberadaan makhluk halus tersebut. Keistimewaan tersebut juga dirasakannya pada saat ia berdekatan dengan Tara, tapi Vira selalu menyangkal adanya makhluk halus di dekatnya kalau Raka mengatakan padanya, pasalnya karena memang Vira tak bisa merasakan keberadaan Tara. Keistimewaan yang Raka miliki ialah hidungnya akan bersin saat ia merasakan keberadaan makhluk halus.


Masuk dalam kegiatan sehari-hari mereka baik di universitas mau pun di rumah atau di tempat lain.


Pagi hari di hari Senin yang cerah, Anika membuka matanya saat ia rasa sinar matahari menusuk di wajahnya. Setelah Shalat subuh seperti biasa Anika akan terlelap kembali menyambung mimpinya yang terpotong. Setiap pagi Tara akan membukakan gorden yang menutup jendela kamar Anika, hampir seluruh tembok kamar Anika adalah kaca bening yang tembus pandang dari dalam tapi gelap dari luar.


“Bangun gadis pemalas, ini sudah pagi, matahari sudah terik, mau sampai kapan kau akan tidur hm.” Tara duduk di samping Anika sambil mengusap pipi Anika, yah Tara memang bisa menyentuh Anika begitu pula sebaliknya Anika juga bisa menyentuh Tara. Tara seperti manusia bagi Anika, sangat nyata dan bisa disentuh serta dirasakan.


“Aku masih sangat mengantuk, Sayang,” ucap Anika manja sambil mengulet.


“Sampai kapan kamu akan terus tidur? Ini udah jam enam pagi, Sayang. Sebentar lagi Raka dan Vira akan segera tiba untuk jemput kamu ke kampus loh.” Tara mengingatkan.


Yah setiap pagi Raka akan datang menjemputnya bersama dengan Vira karena rumah mereka berdekatan. Sedangkan rumah Anika sedikit lebih jauh tapi searah menuju ke kampus, jadi sekalian jalan sekalian mampir buat mereka menjemput Anika. Lain halnya dengan Ghani, rumah Ghani berlawanan dari rumah mereka makanya Ghani selalu berangkat sendiri, tapi kalau pulang mereka akan mengantarkan Ghani terlebih dulu ke rumahnya.


“Iya-iya bawel, aku bangun sekarang.” Anika bangun dari zona nyamannya menuju ke kamar mandi, tapi sebelum itu ia mengambil pakaiannya terlebih dulu di lemari.


Tak lama Anika keluar dari dalam kamar mandi sudah rapi dengan celana jeans dan kaos hitamnya. Ia memoles wajahnya secara natural agar tak kelihatan pucat. Kemudian ia keluar dari kamarnya dengan membawa jaket jeans dan tas ditangannya sambil diikuti oleh Tara di sampingnya yang menggenggam tangannya erat.


“Pagi Mah, Pah.” Anika mencium pipi kedua orang tuanya yang sudah berada di meja makan.


“Pagi Sayang,” balas mereka secara bersamaan.


Anika pun duduk dan memakan sarapan paginya dengan lahap di temani Tara yang duduk di kursi sampingnya. Tepat selesai Anika makan sarapannya Raka dan Vira datang.


“Pagi Om, Tante,” sapa mereka berdua bergantian.


“Pagi Raka, Vira,” balas orang tua Anika secara bergantian. “Sudah sarapan?” sambung Luci ibu Anika.


“Sudah kok Tan,” jawab Raka dan Vira.


“Mah, Pah, Anika berangkat dulu yah.” Anika mencium pipi dan tangan mereka bergantian.


“Iya Sayang,” ucap Luci. “Hati-hati bawa mobilnya yah Raka.” Roy menimpali mengingatkan.


“Siap Om.” Raka menjawab dengan gaya hormatnya, mereka akhirnya pergi ke kampus bertiga, berempat dengan Tara yang duduk di belakang bersama dengan Anika.



Jangan lupa mampir yah kak🙏😊🤗