
Setelah menarik napasnya dengan dalam dan menghembuskannya dengan perlahan, Scarlett membuka tali penutup segitiganya yang terikat di pinggul kanan dan kirinya. Zayn meraih penutup tersebut dan membuangnya ke sembarang tempat. Tangannya membelai milik Scarlett setelah membuat penutup tersebut, pekikan tak dapat Scarlett tahan karena rasa yang bagaikan tersetrum menjalar ke seluruh tubuhnya saat miliknya dibelai.
Ia memejamkan matanya dan menikmati sentuhan suaminya itu untuk beberapa saat. Ketika ada yang keluar dari miliknya, ia sedikit menahan suaranya agar tak terlalu kencang.
“Lepaskanlah, Sayang. Lepaskanlah suara indahmu agar aku semakin memanas,” pinta Zayn dengan suaranya yang sudah parau, tangan satunya lagi ia gunakan untuk meremas salah satu benda kenyal milik istrinya itu.
Sungguh tak dapat diungkapkan dengan kata-kata rasa yang Scarlett rasakan saat ini, matanya ia pejamkan dan kepalanya ia dongakkan dengan bibir yang menganga mengeluarkan des*an yang indah di telinga Zayn.
Ketika Scarlett sedang menikmati sentuhan Zayn, tiba-tiba saja Zayn memasukkan miliknya pada milik Scarlett membuat wanita cantik itu memekik terkejut.
“AH! Ada yang masuk!” pekik Scarlett tiba-tiba, Zayn terkekeh geli dengan reaksi istrinya itu yang terkejut karna ulahnya, untung saja Scarlett sudah melalui pelepasannya jadi tak terlaku sulit untuk Zayn memasukkan miliknya.
“Kamu nakal sekali sih, terkejut aku.” Scarlett memukul dada bidang suaminya itu karena terkejut, Zayn malah kembali terkekeh dengan tingkah istrinya yang menurutnya lucu itu, jarang-jarang ia menjahili istrinya.
“Maaf, Sayang. Aku sudah tak tahan ingin segera dimasukkan,” jawab Zayn dengan wajah yang sememelas mungkin. “Bisakah kamu menggoyangkan pinggulmu? Kamu bilang katanya ingin memimpin,” sambungnya sengaja penuh harap agar istrinya itu bersedia melanjutkan apa yang menjadi keinginannya tadi.
“Akan aku coba, tapi aku belum pernah yang seperti ini,” jawabnya yang benar-benar sungguh polos seperti keadaannya saat ini, ingin sekali Zayn menepuk jidatnya dengan penuturan istrinya itu.
“Perlahan saja, nanti juga akan terbiasa. Rasakan dan nikmati setiap goyangan yang kamu lakukan, lama kelamaan kamu akan merasa nyaman dan nikmat,” ucap Zayn dengan lembut.
Zayn menuntun Scarlett untuk bergoyang dengan memegang pinggul wanitanya itu dan menggoyangkannya perlahan. Scarlett mengikutinya, hingga beberapa detik ia menjadi terbiasa dan bergoyang dengan sendirinya ketika Zayn melepaskan pegangannya pada pinggul wanita cantik itu. Tanpa sadar, suara indah mengakun dari bibir merah Scarlett dengan begitu merdunya membuat Zayn semakin dan semakin berhas*at.
Des*an keduanya saling bersahutan seiring rasa nikmat yang mereka rasakan. Tangan Zayn bermain pada dua benda kenyal milik Scarlett semakin menambah rasa nikmat yang wanita itu rasakan. Goyangannya semakin ia percepat dan hingga beberapa menit berlalu Scarlett memekik karena ada yang keluar dari miliknya, akhirnya Scarlett ambruk di atas tubuh Zayn dengan napas yang memburu.
Zayn tersenyum puas dengan apa yang dirasakan oleh wanitanya itu meski ia sendiri belum mencapai puncaknya. Ia membelai rambut Scarlett dengan lembut, miliknya masih terbenam di dalam sangkarnya. Scarlett seketika bangkit ketika ia terkejut ada yang berkedut di dalam miliknya.
“Apakah kamu belum *******?” tanya Scarlett dengan bodohnya.
(Astaga, Scarlett, pertanyaan macam apa itu. Duh, othor benar-benar ingin menepuk jidatmu loh. Kamu itu polos terlalu polos. Performamu di atas ranjang tak sesuai dengan bar-barmu🤦🏼♀️🤦🏼♀️🤦🏼♀️)
Zayn bangkit, ia merebahkan tubuh wanitanya di atas tempat tidur, kini Zayn yang akan mengambil alih permainan itu karena melihat Scarlett yang sudah kelelahan.
“Sekarang giliran aku, kau harus siap dengan semburannya nanti.” Zayn menyeringai, meski tak begitu jelas karena remang-remang, tetap saja Scarlett merasa malu dan wajahnya merona.
Zayn memulai permainannya dengan memaju mundurkan bokongnya memompa milik Scarlett. Des*han kembali keluar dari bibir seksi istrinya itu membuat Zayn semakin bersemangat.
Setelah bosan dengan gaya yang seperti itu, Zayn membalik tubuh Scarlett dan mengangkat pinggulnya. Ia memasukkannya melalui belakang hingga membuat Scarlett tersentak, rasanya sungguh mentok dan berbeda dari yang tadi. Rasa yang Scarlett rasakan sama seperti saat dirinya berada di atas, berasa penuh dan nikmat.
Hentakan dan des*han beriringan bersamaan membuat Zayn semakin bersemangat, hingga beberapa menit lamanya akhirnya ia akan mencapai puncaknya. Zayn mempercepat goyangannya hingga pada akhirnya sebuah tembakan ia luncurkan dengan begitu sempurna. Lahar panasnya menyembur ke dalam perut Scarlett dan memenuhinya, Zayn mengusap perut istrinya yang rata itu berharap benihnya cepat tumbuh dan berkembang.
Zayn menciumi punggung mulus istrinya membuat Scarlett kegelian. Setelahnya keduanya ambruk di atas tempat tidur, Zayn memeluk erat tubuh polos istrinya setelah menyelimutinya. Mereka terlelap setelah kelelahan.
*
“Aku belum pernah berada diposisi itu sebelumnya, dan sekarang aku merasakan sakit pada pinggang dan pegal di pahaku. Memang rasa nikmat yang dirasakan begitu luar biasa, tapi rasa pegalnya juga sangat luar biasa,” gumamnya yang sudah berada di dalam kamar mandi.
Ia melihat tubuhnya di dalam cermin, terlihat bersih tanpa bekas tanda kepemilikan Zayn. Biasanya setelah sesi bercinta, pagi harinya ia akan mendapati beberapa bekas kepemilikan yang dibuat Zayn pada kulitnya yang putih mulus. Tapi kini tanda itu tak ada karena semalam mereka fokus dengan Scarlett uang belajar memimpin.
Scarlett langsung membasuh tubuhnya di bawah shower. Air membasahinya dari ujung kepalanya hingga ujung kakinya. Pikirannya melayang mengingat betapa ia sakitnya ketika memergoki prianya tengah bercinta dengan wanita lain. Namun, seketika bayangannya berubah kala Zayn datang sebagai penolongnya meski Zayn telah merenggutnya lebih dulu.
“Kehidupanku yang sekarang suda lebih baik. Aku sudah berada dititik di mana aku akan bisa merebut Mutiara Group dari tangan Papah. Aku tak akan biarkan nenek sihir dan putrinya itu mengambil alih apa yang seharusnya menjadi milikku. Dengan statusku saat ini, aku akan dengan mudah membalaskan rasa sakit yang pernah mereka berikan. Kasih sayang Papah dan juga kehidupanku yang seharusnya bahagia malah menjadi sengsara,” ucapnya, ia bertekad untuk mengambil apa yang harusnya menjadi miliknya.
Scarlett tak tahu saja kalau perusahaan milik papahnya kini sudah berpindah ada dirinya. Andai ia mengetahuinya, Scarlett pasti tak akan membenci lagi Papahnya itu. Andai ia juga mengetahui kalau Sarah dan Alia sedang merencanakan sesuatu pada papahnya, ah tapi semua itu hanya andai dan tak akan terungkap dalam waktu dekat.
Pagi itu, setelah sarapan Zayn mengantar Scarlett sepeti biasa ke kantornya. Saat di rumah, Zayn menyadari kalau istrinya itu terlihat aneh.
“Are you oke, Baby?” tanya Zayn sebelum Scarlett turun.
Scarlett menganggukkan kepalanya. “Hm, aku tak apa. Haya sakit pinggang saja, mungkin karena aku tak terbiasa dengan posisi seperti itu tadi malam, jadi pinggang dan pahaku pegal.”
“Perlukah kita ke dokter untuk meminta obat?”
“Tak perlu, nanti aku akan meminta tolong pada Lisa membelikan cream pegal dan salonpas tempel,” jawabnya menolak.
“Baiklah, jika masih sakit dan kau ingin pulang, maka telepon aku oke,” pinta Zayn, Scarlett mengangguk.
“Hm, kamu tenang saja. Aku masuk dulu yah.”
“Aku antar.” Zayn berencana membantu dan mengantar istrinya untuk menuju kantor dan ruangannya.
*****
Wah, romantisnya Mr. Z😱
Pasti banyak pasang mata yang melihatnya nanti, kira-kira apakah Scarlett bakal malu atau cuek yah🤔🤔🤔
Oh iya, kabar dari makanan yang diminta oleh Sebastian periksa bagaimana yah🤔
Apakah makannya baik-baik saja, atau memang seperti yang dicurigai oleh Sebastian nih🤔