
Di dalam ruang tindakan, Sebastian yang hanya berpura-pura pingsan akhirnya bernapas lega.
"Saya harus tetap memasang alat pada Anda, Tuan, atau istri Anda akan curiga," ucap sang dokter yang sudah siap memasang alat seperti infus dan oksigen pada Sebastian.
"Lakukanlah Dokter Revan, ini sudah menjadi bagian dari rencananya."
Dengan perlahan dokter pria yang dipanggil Dokter Revan itu memasang alat infus yang sebenarnya berisi cairan vitamin di tangan kiri Sebastian dan dilanjut memasang oksigen. Setelahnya, Dkter Revan juga menyuntikkan obat tidur dalam dosis rendah pada Sebatian agar pria paruh baya itu terlelap untuk istirahat.
"Anda bisa istirahat sekarang, Tuan, selebihnya serahkan saja pada orang kepercayaan Mr. Z," ucap dang dokter yang sudah baru saja menyuntikkan obat tidur pada Sebastian.
"Trima kasih, Dokter." Sebastian perlahan menutup matanya karna obatnya sudah mulai bereaksi.
Setelah Sebastian terlelap, Dokter Revan bergegas keluar untuk menyampaikan diagnosis perihal Sebastian pada Sarah dan yag lainnya yang sedang menunggu di luar ruangan. Ia siap untuk ikut bersandiwara mengikuti rencana yang telah dibuat oleh Zayn.
"Setelah ini kau harus membayar mahal padaku, Zayn, karena telah melibatkanku dalam rencana gilamu ini." Dkter Revan tersenyum penuh makna seraya membuka pintu ruangan.
Dokter Revan adalah salah satu sahabat dari Zayn, ia juga merupakan direktur dari rumah sakit tersebut, tapi semua identitasnya sengaja ia tutupi karena tak ingin bayak orang yang mengetahuinya dan mencari muka padanya.
"Dokter, bagaimana keadaan suami saya?" tanya Sarah yang langsung menghampiri Dokter Revan dengan wajah yang dibuat sekhawatir mungkin, Dokter Revan yang mengetahui pun memasang wajah lesunya mengikuti sekenario jalannya cerita yang sedang dimainkan oleh Sarah.
"Mari kita bicarakan di ruangan saya, Nyonya Sebastian," ajak Dokter Revan yang lalu berjalan menuju di mana ruangannya berada, Dokter Revan menoleh pada Johan dan mengedipkan sebelah matanya tanda tugasnya sudah dijalani.
"Baik, Dokter." Sarah mengikuti Dokter Revan di belakang.
Sampainya di dalam ruangan, dokter Revan menjelaskan keadaan Sebastian sesuai dengan apa yang memang telah diharapka oleh Sarah. Sarah seketika merubah raut wajahnya menjadi begitu senang, tapi dalam waktu singkat ia merubah kembali menjadi sedih dan sendu. Namun, Dokter Revan sudah melihat semua itu, ia tak tertipu dengan apa yang diperani oleh Sarah.
"Sepertinya akan sulit untuk Tuan Sebastian kembali pulih seperti sedia kala, sebagian otak Tuan Sebastian sudah lumpuh dan sudah menjangkit pada bagian organ tubuh lainnya, kini Tuan Sebastian mengalami stroke dan dengan sangat menyesal saya sampaikan kalau Tuan Sebastian hanya dapat berada dikursi roda untuk saat ini," sahut dokter Revan dengan wajah dibuat semenyesal mungkin, Sarah yang sebenarnya bahagia dengan kabar tersebut, terpaksa harus memasang wajah sesedih mungkin.
'Andai saja berada di rumah, aku sudah menari karena saking bahagianya,' batin Sarah menahan rasa bahagia dalam dadanya.
"Terima kasih, Dokter, kalau begitu saya permisi dulu ingin melihat keadaan suami saya." Sarah pamit untuk meninggalkan ruangan dokter Revan.
Sarah berjalan menuju ruang di mana Sebastian berada, di depan ruangan masih terlihat Sri dan Johan berjaga.
"Bagaimana keadaan Tuan, Nyonya?" tanya Sri yang berakting khawatir.
"Dokter bilang kalau suami saya mengalami stroke, huhuhu." Sarah menangis tersedu-sedu seakan ia sangat berduka dengan apa yang menimpa Sebastian, padahal ia adalah orang yang paling bahagia saat ini karena berpikir rencananya berjalan dengan mulus, ia tak tahu saja jika sebenarnya ialah yang masuk dalam permainan Sebastian bersama dengan putri dan menantunya.
"Yang sabar, Nyonya." Sri mengusap pundak Sarah seakan ia menenangkan majikannya itu. "Apakah perlu saya beritahu kabar duka ini pada Nona Alia, Nona Scarlett dan suaminya?" sambungnya bertanya.
"Yah, kau boleh mengabari Scarlett dan suaminya. Untuk Alia, biar saya yang mengabarinya," sahut Sarah membiarkan Sri menghubungi Scarlett dan Zayn.
'Kalian hubungilah putrinya itu agar dia melihat keadaan papahnya yang sudah tak bisa berbuat apa-apa, karena sebentar lagi aku akan membuat hidup papahnya bagai dineraka,' batin Sarah dengan seringai tipisnya.
*****
Holla akak sayang, maaf yah Mr. Z dan Scarleet baru hadir kembali etelah lebih dari 1minggu gak update🙏😁 author sempat sakit dan juga ada acara keluarga, adek author habis lamaran jadi repot banget ditambah setelah acara anak author yang kecil sakit pula selama 5hari dan ini sudah sembuh ada hampir 1minggu, jadi baru sempat update🙏😊