
Di kediaman Zayn, Scarlett yang mendapat kabar dari Sri bahwa semuanya telah berjalan sesuai rencana hanya tersenyum.
"Apakah kau ingin datang ke rumah sakit sekarang, Sayang?" tanya Zayn mencium tengkuk wanita yang duduk di pangkuannya.
"Pakaian apa yang harus kita kenakan, Mas?" Scarlett malah balik bertanya, ia sudah terbiasa dengan panggilan Mas pada Zayn.
"Apa yang ingin kau kenakan?" Zayn bukannya memberikan solusi malah ikut bertanya balik.
"Sebenarnya aku ingin mengenakan pakaian yang cantik dan elegan agar Alia dan nenek lampir itu mengiri padaku, tapi karena kita akan datang ke rumah sakit untuk berduka karena Papah mendapat musibah, jadi aku akan memutuskan mengenakan pakaian yang sederhana saja," sahut Scarlett dengan tatapan yang entah mengarah ke mana.
"Apa pun yang kau kenakan, bagiku dan di mataku kau selalu cantik." Zayn mencium rambut Scarlett dengan begitu mesranya, siapapun yang melihat perlakuan Zayn pada Scarlett pasti akan iri dengan wanita cantik itu.
"Baiklah, ayo kita bersiap dan mari kita mainkan peran kita dalam drama membosankan ini." Scarlett bangun dari pangkuan Zayn dan berjalan menuju alk in closet untuk memilih pakaian mana yang akan ia kenakan untuk datang ke rumah sakit, sedangkan Zayn tersenyum melihat istri cantiknya itu.
"Apa pun yang kau inginkan, akan selalu menjadi perioritas untukku, Sayang," gumam Zayn mencium tangannya yang tadi memegag rambut Scarlett, wangi istrinya itu masih menempel pada tangannya yang membuat Zayn selalu menggila hanya dengan wanginya saja.
***
Sampainya di rumah sakit, Scatlett yang mengenakan pakaian sederhana berjalan dengan begitu elegannya meski ia mendapat kabar duka dari orang rumah papahnya.
"Tak bisakah kau menampakkan perasaan sedih karena papahmu sedang dalam keadaan yang tak baik-baik saja? Apakah begini sikapmu sebagai putrinya?" bentak Sarah yang bersikap bagaikan istri yang berbakti, ia angkat suara sebelum Sri sempat menjawabnya. Scarlett menolehkan kepalanya pada Sarah dengan tatapan tajam sehingga kerutan didahinya terlihat.
"Papah tak pernah bersikap peduli padaku, jadi apakah salah jika aku bersikap seperti ini? Bukankah selama ini Papah selalu peduli padamu dan juga putrimu yang murahan itu? Apa yang kalian lakukan padanya hingga Papah bisa sampai berada dalam keadaan seperti sekarang ini? Apakah kau menuntut sesuatu yang berlebihan sehingga membuat Papah dalam kondisi seperti ini?" Scarlett menyerang balik Sarah dengan beberapa pertanyaan yang menyudutkan Sarah.
"Apa yang kau katakan? Aku tak menuntut apa pun darinya, lagi pula dia adalah suamiku, wajar jika aku meminta hakku padanya. Sedangkan kau, kau putrinya tapi tak pernah berbakti padanya. Beruntung saat dalam keadaan seperti ini ada aku yang berada di sampingnya, andai saja Papahmu bersama denganmu mungkin kau sudah mengambil keuntungan saat papahmu dalam keadaan tak berdaya, mengingat suamiku sudah tak menyayangi putri tak berbakti sepertimu," geram Sarah menyerang balik Scarlett tanpa sadar ia membicarakan dirinya sendiri.
"Apakah kau sedang membicarakan dirimu sendiri? Untuk apa aku melakukan hal seperti itu. Apakah kau lupa siapa suamiku?" Scarlett sengaja langsung mengamit tangan Zayn dengan mesra di depan Sarah membuat Sri dan Johan tersenyum tipis melihat adegan tersebut.
"Kau-"
'Awas saja kau wanita ja lang, setelah aku membereskan papahmu, aku akan membuat suamimu meninggalkanmu dan berpaling pada putriku. Dan saat itu terjadi, kau menangis darah dan memohon padaku pun sudah tak ada gunanya,' batin Sarah mengepalkan tangannya erat, ia tak bisa berbuat seenaknya saat ini karena ia sedang berakting menjadi istri yang baik demi tujuannya.
***
happy reading yah akak, 2bab saja malam iniππ