One Night Stand With Mr. Z

One Night Stand With Mr. Z
Episode 40



Jam makan siang tiba, saat Sebastian akan pergi, Sarah datang menghampirinya dengan membawa paper bag yang kemungkinan berisi makan siang untuk Sebastian.


"Kau mau ke mana, Pah? Aku datang mengantar makan siangmu," tanya Sarah penuh selidik.


"Aku ada makan siang bersama dengan klien, kau bisa bawa makananmu pulang, atau kau bisa memakannya dengan putrimu," jawab Sebastian dengan nada dingin, Sarah menatap curiga pada suaminya itu, mengapa Sebastian bicara begitu ketus padanya.


"Ada apa denganmu? Tak biasanya kau bicara ketus padaku seperti ini, Pah. Apakah kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku? Atau kau masih marah peihal kejadian waktu itu?" tanya Sarah penuh selidik, Sebastian mencoba setenang mungkin.


"Kau pikirkan saja sendiri, andai bukan karna Scarlett, Tuan muda pasti sudah menarik dananya dari perusahaan. Kau bisa pastikan apa yang akan terjadi jika Tuan muda menarik dananya kan? Perusahaanku akan bangkrut, dan para pegawai akan kehilangan pekerjaannya. Apakah kau pernah berpikir kesana saat bertindak sesuka hatimu?" Sebastian yang memang kesal langsung memberondong ucapan yang membuat Sarah langsung terdiam.


"Maafkan aku, Pah. Saat itu aku benar-benar sedang kesal tentang masalah sahamku dan Alia yang kau berikan pada Scarlett. Aku merasa, kamu ingin menyingkirkanku dan Alia," ucap Sarah yang seakan merasa bersalah, entah ia merasa bersalah atau hanya berpura-pura saja.


"Sudahlah, beruntung Tuan muda tak mempermasalahkan hal itu karena dia mencintai Scarlett. Andai bukan karena Scarlett, mungkin kita sudah harus tinggal di pinggir jalan." Sebastian mengusap lengan Sarah untuk sekedar bersimpati pada istrinya itu, biar bagaimanapun keduanya memang isti dan putrinya.


"Aku harus pergi sekarang, lebih baik kau istirahat saja di rumah, jangan memikirkan yang macam-macam," sambungnya, ia memang harus segera pergi karena takut Zayn dan Scarlett menunggu dirinya.


"Baiklah kalau begitu, aku akan pulang. Jangan pulang terlalu malam, malam ini kita akan makan malam bersama," ucap Sarah, ia memang selalu ingin Sebastian makan di rumah dan memakan makanannya.


"Tunggu kabar nanti yah, hari ini jadwalku padat sekali. Ya sudah, aku pergi." Sebastian meninggalkan istrinya yang masih berada di ruangannya, ia pergi karena tak ingin membuat putri dan menantunya menunggu telalu lama.


Sarah diam-diam mengikuti ke mana suaminya itu pergi. Namun, ketika memasuki sebuah resto, Sarah dihadang oleh seorang pria dengan tubuh besar dan kekar.


"Maaf Nyonya, apakah Anda ada janji dengan orang di resto ini? Jika iya, maka harap hubungi kembali orangnya untuk mbatalkan janji temu Anda di jam makan siang, karena saat ini resti ditutup sementara," tanya pria tersebut dengan wajah yang menyeramkan membuat Sarah bergidig.


Pria tersebut adalah anak buah Zayn yang sengaja diperintahkan untuk berjaga di depan pintu resto, karena resto disewa secara pribadi jadi Zayn bisa menempatkan orangnya untuk tak membiarkan orang yang tak berkepentingan seperti Sarah masuk.


"Tidak, tapi mengapa suami saya diperbolehkan masuk, sementara saya tak bisa? Saya istri dari pria yang tadi masuk ke dalam," jawab Sarah membarankan diri bertanya.


"Itu karena Tuan Sebastian adalah klen penting bos saya. Jika tak ada kepentingan, harap Nyonya silakan pergi dari sini," titah sang penjaga setelah memberitahu apa kepentingan Sebastian.


Dengan kesal dan rasa penasaran yang tinggi, Sarah akhirnya pergi. Ia tak mungkin bisa menerobos pria berbadan kekar tersebut.


Di dalam resto, Zayn dah Scarlett sudah menunggu kedatangan Sebastian. Sebastian yang baru datang, langsung menghampirinya dan meminta maaf.


"Maafkan keterlambatan saya, Tuan muda," ucap Sebastian.


"Tak perlu sungkan, Papah mertua, duduklah," sahut Zayn agak sedikit hangat membuat Sebastian merasa terharu, baru kali ini Zayn memanggilnya dengan sebut Papah meski ada embel mertuanya.


"Baiklah, terima kasih." Sebastian mendudukkan bokongnya di kuris sebelah Zayn dan Scarlett.


Tak lama makanan yang telah dipesan Zayn dan Scarlett datang. Scarlett memang sengaja memesankanan terlebih dulu, agar begitu Sebastian datang bisa langsung makan.


"Iya, Sayang." Sebastian gugup berada diantara putri dan menantunya.


Setelah makan siang selesai, anak buah Zayn masuk dan membisikan sesuatu di telinga Zayn. Terlihat Zayn tersenyum miring sambil menatap pada Sebastian dan Scarlett secara bergantian.


"Baiklah, kamu boleh lanjut berjaga," titah Zayn dan pria itu pun pergi.


"Ada apa?" tanya Scarlett penasaran.


"Ternyata ada tikus yang penasaran hingga mengikuti Papah mertuaku sampai ke sini," jawab Zayn seraya mengelap bibirnya dengan sapu tangan, Sebastian terkejut dan menatap pada menantunya.


"Apakah Sarah mengikutiku? Apakah dia tahu aku bertemu dengan kalian?" dengan khawatir Sebastian bertanya, ia bisa menebak siapa tikus yang dimaksud oleh menantunya.


"Dia memang mengikuti Anda, tapi anak buahku berhasil menghadangnya. Anda tenang saja, dia tak tahu dengan siapa Anda bertemu, dia hanya tahu kalau Anda bertemu dengan klien Anda," jawab Zayn memberitahu, Sebastian benapas dengan lega karena Sarah tak tahu dengan siapa ia bertemu.


"Sukurlah."


Tak lama, datang seorang wanita dan pria menghampiri mereka.


"Pah, mereka adalah anak buahku yang akan bekerja di kediaman Anda sebagai asisten rumah tangga dan tukang kebun. Anda tenang saja, dia akan bekerja dengan baik untuk mengawasi gerak gerik istri Anda." Zayn memberitahu siapa kedua orang tersebut.


"Apakah Anda yakin kalau Sarah tak akan curiga pada mereka? Di rumah sudah ada asisten rumah tangga yang bertugas membersihka rumah." Sebastian balik bertanya.


"Tidak, katakan saja seperti ini." Zayn menjelaskan rencana yang akan dijalankannya, dan juga meminta untuk Sebastian bekerja sama dengannya dan juga kedua anak buahya saat berada di rumah.


"Baiklah, saya akan mengikuti alur yang Anda buat, Tuan muda."


"Jangan panggil aku Tuan muda ketika kita sedang dalam suasana kekeluargaan seperti ini. Aku adalah menantu Anda, panggil Zayn saja atau istri tercintaku akan terus melotot padaku." Zay sengaja merangkul Scarlett di depan Sebastian untuk menunjukkan betapa ia mencintainya.


"Maaf, maafkan saya, Nak Zayn. Pria tua ini belum terbiasa dengan panggilan sepeti itu, karena mengingat betapa terhormatnya menantu saya ini." Sebastian merasa sungkan.


"Tak perlu sungkan dan merasa tak enak hati, Pah. Bukankah kita keluarga, iya kan Mas?" kini Scarlett yang bersuara dengan memanggil Zayn dengan sebutan Mas, sungguh rasajya Zayn ingin memaka istrinya itu jika tak ada Sebastian di antara mereka.


Sungguh menggemaskan sekali, begitulah pikir Zayn kala mendengar Scarlett memanggil dirinya dengan sebutan Mas.


*****


Happy reading


Kira-kira apa yah rencana Zayn🤔🤔🤔