
Satu minggu berlalu, Sebastian telah pulang ke kediamannya. Scarlett juga sudah kembali ke aktivitasnya sebagai wakil presdir dari perusahaan milik sang papah. Sedangkan salonnya kini di handle oleh Violet yang sesekali dibantu oleh Raka.
Mengingat tentang Violet dan Raka, kini keduanya semakin dekat karena terkadang Violet yang membutuhkan bantuan Raka untuk belanja kebutuhan salon. Tentu saja Zayn pun mengizinkan asistennya itu membantu sahabat istrinya karena mereka harus mengurusi salon milik istrinya.
Seperti hari ini ketika Violet akan belanja kebutuhan untuk salonnya, ia kini sudah berada di dalam mobil bersama dengan asisten dari Mr. Z atau Zayn. Keduanya sangat akrab dan bahkan terlihat bagaikan sepasang kekasih. Apakah keduanya menjalin kasih?
"Siang ini, mari kita makan siang bersama. Kau tak sedang diburu-buru oleh Tuan muda kan?" ajak Violet seraya bertanya untuk memastikannya.
"Hari ini aku ditugaskan untuk berada di salon. Kecuali Tuan muda yang meneleponku, maka aku akan tetap stay di salon hingga malam, karna aku juga akan memeriksa keuangan untuk dilaporkan pada Tuan muda dan Nyonya muda," jawab Raka yang mengatakan kalau hari ini ia khusus akan mengerjakan kerjaan yang terkait dengan salon mengingat sudah akhir bulan.
"Baiklah, berarti kita bisa makan siang dan makan malam bersama dong," asumsi Violet.
"Mungkin kalau makan siang aku bisa, tapi kalau makan malam nanti akan aku kabari, oke. Jika Tuan muda tak minta dijemput sore ini, dan juga tak ada jadwal malam ini, maka aku bisa menemanimu makan malam," sahut Raka dengan jelas, baginya memang keputusan dari Zayn lah yang paling utama.
"Ish, kamu ini selalu saja Tuan muda yang utama," cebik Violet seakan merajuk pada kekasihnya, sedangkan Raka hanya tersenyum tanpa ingin menjawabnya.
What! Sayangku? Sejak kapan mereka berdua menjadi sepasang kekasih?
Raka mengusap punggung tangan Violet yang berada dipangkuannya untuk menenangkan hati wanita cantik yang kini sudah menjadi pujaan hatinya itu.
"Huh, baiklah, aku akan menerima hal ini karena ini Tuan muda dan juga sahabatku. Tapi tidak dengan wanita lain." Violet menghela napasnya dan dengan berat hati ia mencoba mengerti posisi kekasihnya itu yang tak bisa mengutamakan dirinya di atas segalanya.
Raka tersenyum, ia bersyukur karena Violet bisa mengerti posisinya meski dengan berat hati.
"Terima kasih, love you," ucap Raka.
Setelah belanja keperluan salon, keduanya makan siang bersama. Meski di tempat yang sederhana, tapi tak mengurangi keromantisan keduanya. Bagi Violet, Raka bisa meluangkan waktu seperti ini saja sudah sangat luar biasa mengingat dia adalah orang kepercayaan bos besar sebuah perusahaan.
Setelah selesai makan siang, keduanya kembali ke salon dan mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing. Raka sibuk memeriksa keuanga salon, sedangkan Violet sibuk melayani customer yang hendak mempercantik dirinya untuk perawatan. Hingga malam menjelang dan salon tutup, nyatanya Zayn tak menghubungi dirinya, jadi Raka memutuskan untuk makan malam bersama dengan sang kekasih dan menghabiskan malam deng jalan-jalan menemani kekasihnya seperti layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara.