One Night Stand With Mr. Z

One Night Stand With Mr. Z
Episode 46



Scarlett dan Zayn melihat keadaan Sebastian yang masih terlelap di brankarnya karena obat yang diberikan oleh Dokter Revan.


"Apakah semuanya berjalan dengan lancar?" tanya Scarlett pada dokter Revan yang berada bersama dengan keduanya di dalam ruangan di mana Sebastian sedang terlelap.


"Semua berjalan sesuai dengan yang Zayn instruksikan padaku. Tuan Sebastian juga akan segera dipindahkan ke ruang rawat sebentar lagi," jawab dokter Revan seperlunya, ia tak ingin bicara terlalu banyak pada Scarlett mengingat Zayn yang cemburuan ketika wanitanya didekati oleh pria lain meski itu sahabatnya sendiri, terlebih Zayn juga berada di ruanga tersebut.


"Terima kasih, Dokter, sudah membantu kami." Scarlett merasa beruntung karena ada orang yang bersedia diajak bekerja sama meski itu memang atas permintaan suaminya.


"Anda tak perlu sungkan, saya hanya membantu istri dari sahabat saya. Kalau begitu, saya permisi."


*


Sebastian sudah dipindahkan ke ruang rawat, kini ia telah sadar tapi ia berpura-pura seakan ia terkena stroke. Di sampingnya, Sarah duduk seraya terisak melihat keadaan Sebastian. Ia melakukan hal demikia karena ada Zayn dan Scarlett di ruangan tersebut bersama dengannya.


"Pah, mengapa bisa jadi seperti ini, hatiku sungguh hancur melihat kamu begini."


Sandiwara Sarah membuat Scarlett muak dan ingin muntah karenanya, andai orang yang tak tahu mungkin akan merasa iba simpati dan kasihan pada Sarah.


"Mah, bagaimana keadaan Papah?"


Belum juga rasa muak Scarlett hilang karena akting Sarah yang begitu jeleknya, kini datang pemeran pembantu yang akan menambah kadar memuakkan bagi Scarlett.


Scarlett memutar bola matanya karena terlalu jengah dan muak melihat adegan tersebut. Ingin rasanya ia membongkar semuanya, tapi ia harua bersabar.


"Sabar, Mah, mungkin ini ujian untuk keluarga kita. Mari kita rawat Papah bersama, Alia akan membantu Mamah merawatnya."


Sungguh manis sekali ucapan Alia hingga membuat orang terharu bagi yang tak mengetahuinya. Putri berbakti yang akan dengan senang hati membantu sang mamah merawat papahnya yang lumpuh. Tapi kenyataannya mereka memiliki niat busuk di dalamnya.


'Oh ayolah, berapa lama lagi kalian akan terus berakting seperti ini, aku sungguh muak melihatnya,' batin Scarlett yang hampir saja muntah karena akting ibu dan anak tersebut.


Alia menatap pada Zayn, ia sungguh terpesona pada pria tampan itu. Dalam hatinya ia masih bertekad untuk mendapatka hati Zayn.


Alia berjalan mendekati Zayn setelah menenangkan sang mamah. "Tuan muda, mengapa ini harus terjadi pada Papah. Aku sungguh tak sanggup melihat Papah seperti ini."


"Hei, jangan kau sentuh suamiku." Scarlett langsung menarik Zayn menjauh dari Alia ketika wanita itu hendak meletakan kepalanya pada lengan Zayn.


"Kau sungguh kejam sekali pada adikmu ini, Kak. Apakah kau tak merasa sedih sengan keadaan Papah yang sepeti itu? Kau mungkin tak sedih, tapi hatiku sangat hancur saat ini melihat Papah berada di atas tempat tidur rumah sakit dan tak bisa berbuat apa-apa." Alia masih memasang wajah sedih dan terpukulnya.


'Oh my god, boleh gak sih kupukul kepalanya itu hingga dia ma ti. Sungguh memuakkan rasanya mentaksikan adegan tersebut,' batin Scarlett.


"Bukan hanya kamu yang sedih, aku juga sama. Tapi aku tak selebai dirimu hingga tak tahu malu hendak memeluk suami orang dan mengambil kesempatan," protes Scarlett, Zayn tersenyum tipis melihat istrinya yang begitu sewotnya saat dirinya hendak dipeluk oleh saudara tirinya, dala hati Zayn ia tertawa penuh kemenangan dan bahagia karena istrinya cemburu.