
Satu minggu sudah anak buah Zayn berada di kediaman Sebastian. Selama satu minggu ini, semua berjalan dengan lancar pekerjaan keduanya. Sarah tak mencurigai Sri dan Johan sama sekali, malah Sarah seakan menaruh kepercayaan padanya karna Sri selalu menunjukkan sikap yg penurut.
Malam ini, jam makan malam telah tiba dan makanan sudah ditata dengan rapi di atas meja makan. Apa yang dilakukan Sarah juga sudah diperbaiki oleh Sri seperti biasa tanpa ada kecurigaan dari majikannya itu.
"Malam ini adalah rencananya, saya harap semuanya berjalan dengan lancar," ucap Zayn dengan raut wajah serius.
Saat jam makan siang Zayn, Sebastian, Johan, Scarlett dan Sri menyusun rencana yang akan dilakukan selanjutnya untuk menipu Sarah. Zayn, Scarlett dan Sebastian hanya ingin melihat sampau di mana Sarah akan melakukan rencananya.
Jika Sarah memang akan menjalankan rencananya untuk mengendalikan perusahaan dan membuatnya bangkrut, maka Sebastian mau tak mau akan mengambil tindakan untuk menceraikannya.
Sebastian sudah siap untuk melepaskan Sarah, ia sudah sepenuhnya sadar kalau selama ini perbuatannya sungguh sudah terlewat batas dalam memperlakukan Sarah dan kedua putrinya hingga Sarah dan Alia menjadi haus akan kekuasaan.
"Anda tenang saja, saya selalu siap untuk menjalankannya," sahut Johan dengan tegas.
"Papah juga sudah siap, siap untuk menjalankan rencana ini dan siap untuk melepaskan semuanya jika memang perbuatan mereka sudah keterlaluan. Papah serahkan semuanya pada kalian, papah hanya akan mengikuti alur yang sudah kalian buat saja," balas Sebastian pasrah.
Dalam hati Sebastian tak percaya jika istri yang selama ini ia manjakan dan sayangi itu akan tega membuatnya lumpuh hanya demi sebuah kekuasaan.
"Papah yang sabar, ada kami yang selalu berada disisi Papah." Scarlett mengusap lengan Sebastian, terlihat raut wajah tua itu tersenyum kecut menerima kenyataan pahit dalam hidupnya.
"Terima kasih, karena kamu masih bersedia berada disisi papah setelah apa yang telah papah lakukan padamu. Papah bahkan dengan teganya menjodohkanmu dengan Tuan muda hanya demi perusahaan," ucap Sebastian dengan raut wajah penuh penyesalan pada putrinya itu.
Zayn dapat memaklumi apa yang dirasakan oleh mertuanya itu meski memang apa yang dilakukan oleh Sebastian salah, terlebih Sebastian membawa dirinya untuk dijodohkan dengan Scarlett hanya demi uang.
Zayn tak menyesali perjodohan yang dilakukan oleh mertuanya yang demi uang itu, di samping karena untuk perusahaan milik Sebastian, Zayn juga memang mencintai Scarlett dan berniat menikahinya jika Sebastian tak menawarkan perjodohan tesebut pun.
"Apa yang Papah bicarakan, aku hidup bahagia dengan suamiku dan itu berkat Papah. Andai Papah tak menjodohkan aku denganya, mungkin saja aku akan mendapatkan pria brengsek yang seperti Jerry."
Hati Zayn berbunga mendengar penuturan Scarlett perihal dirinya yang bahagia hidup bersama dengannya. Terlebih, sekarang setidaknya Scarlett sudah merubah panggilannya pada dirinya, meski hanya memanggilnya dengan sebutan Mas, tapi sukses membuat Zayn sangat bahagia.
"Makanlah, Pah, ini makanan kesukaan kamu, mamah sengaja masak makanan kesukaan Paph malam ini." Sarah menyuguhkan piring yang telah ia isi dengan makanan yang dimasaknya di hadapan Sebastian.
"Terima kasih, kamu memang istriku yang sangat perhatian." Sebastian langsung menyantap makanan tersebut dengan tanpa khawatir, karena piring yang seharusnya dipakai oleh Sebastian sudah ditukar dengan yang aman oleh Sri, atau mungkin piring tersebut malah ditukar dengan piring milik Sarah atau Alia🤔🤔🤔
Sarah tersenyum tipis melihat suaminya makan dengan begitu lahapnya, ia masih berpikir kalau rencana yang selama ini ia lakukan berjalan dengan lancar.
'Makanlah, Pah. Aku berharap obat tersebut akan menampakkan hasilnya dengan cepat agar aku bisa segera menguasai perusahaan dan asetmu yang lainnya,' batin Sarah dengan senuman licik nampak di wajahnya.
Alia yang juga mengetahui rencana busuk ibunya hanya bisa ikut menikmatinya. Ia tak berpikir bagaimana Sebastian memperlakukannya dengan penuh cinta selama ini. Bahkan kasih sayang yang diberikan oleh Sebastian melebihi kasih sayang pada Scarlett.
'Maafkan aku, Papah, aku hanya ingin hidup enak tanpa harus berbagi dengan Scarlett. Dia sudah menggagalkan rencanaku untuk menjadi istri dari Tuan muda. Andai wanita itu tak menggagalkannya, aku pasti sudah hidup bahagia dengan Tuan muda sekarang, menikmati kemewahan yang diberikan oleh Tuan muda tanpa harus memikirkan apa pun,' batin Alia seakan kesal mengingat saat dirinya hampir saja menjadi pengantin Zayn.
Meski ada pria yang mencintainya, tapi tetap saja Alia masih mengharapkan Zayn yang bersama dengannya. Baginya, pria lain tak ada bandingannya dengan Zayn yang tampan dan juga seorang pengusaha yang sukses.
Sebastian makan dengan lahap, ia begitu menikmati makanannya karena sebentar lagi ia akan melakukan sandiwara yang telah ia dan Zayn juga Scarlett susun.
Setelah selesai makan, Sebastian mengajak istrinya untuk duduk di balkon kamarnya guna menikmati malam yang indah.
"Papah kenapa?" tanya Sarah yang melihat Sebastian memegang kepalanya dan terlihat kesakitan.
"Entah Mah, kepala papah belakangan sering sekali sakit, rasanya seperti mau pecah," jawab Sebastian, wajahnya sudah memerah dan tiba-tiba saja Sebastian terjatuh tak sadarkan diri.
Sarah yang melihat hal itu bukannya panik, ia malah tersenyum lebar.
"Yang aku nantikan akhirnya tiba juga, selangkah lagi rencanaku pasti akan berhasil," gumam Sarah, tentu saja ucapannya itu didengar oleh Sebastian.