One Night Stand With Mr. Z

One Night Stand With Mr. Z
Episode 43



Sarah yang sudah siap bersandiwara langsung memasang wajah panik dan berteriak histeris memanggil asisten rumah tangganya.


"Tolooong... Bi, Bi Jum... Sri, Johan... Tolooong...." Teriak Sarah memanggil para pekerjanya.


"Pah, Papah kenapa, Pah. Bangun, Pah, bangun...." Sarah masih bersandiwara memasang wajah paniknya sambio menggoyangkan tubuh Sebastia yang terkapar dilantai karena takut tiba-tiba salah satu dari mereka masuk.


Tak lama Johan dan Sri datang menghampirinya di balkon kamar mereka dan menyaksikan tubuh Sebastian sudah tergeletak dilantai.


"Nyonya, Tuan kenapa? Ada apa dengan Tuan, Nyonya?" tanya Sri yang memasang wajah panik dan terkejut, padahal ia tahu apa yang tengah dilakukan oleh majikannya.


"Saya tak tahu, suami saya berkata kalau kepalanya pusing dan tiba-tiba saja trjatuh tak sadarkan diri. Johan, tolong siakan mobil untuk membawa Tuan ke rumah sakit. Dan Sri, bantu saya untuk membawa Tuan ke mobil, cepat," titah Sarah, ia tak sabar ingin memastikan keadaan Sebastian dengan membawanya ke rumah sakit.


Johan langsung belari menuju di mana mobil berada dan Sri membantu Sarah membawa tubuh Sebastian untuk menju mobil. Bi Jum yang memang sudah tua baru saja tiba ketika Sarah dan Sri yang membawa tubuh Sebastian keluar dari kamar.


"Astaga, Nyonya! Bapak kenapa? Ada apa dengan Bapak?" tanya Bi Jum dengan wajah khawatir yang memang selalu memanggil Sebastian dengan sebutan Bapak.


"Entahlah, Bi. Bapak tiba-tiba saja pingsan, saya dan Sri akan membawanya ke rumah sakit. Bi Jum temani Alia saja di rumah yah," sahut Sarah meminta Bi Jum menjaga rumah.


"Baik, Nyonya."


Sarah dan Sri pergi membawa Sebastian meninggalkan Bi Jum, sedangkan Bi Jum tersenyum melihat kepergian ketiganya. Ada apakah dengan sikap Bi Jum ini yah🤔🤔🤔


Mobil meninggalkan kediaman Sebastian menju rumah sakit yang telah ditentukan oleh Zayn. Sekitar dua puluh menit lamanya perjalanan karena jalanan sepi, akhirnya mobil tiba di depan rumah sakit dan dokter yang diminta Zayn sudah menunggu karna sebelumnya Johan sudah meneleponnya. Beruntung Sarah tak curiga sedikit pun karena Johan mengatakan sebelumnya sudah menelepon ke rumah sakit terdekat.


"Pah, kamu tak boleh kenapa-kenapa pokoknya," ucap Sarah seakan dirinya begitu mengkhawatirkan Sebastian, padahal dalam hatinya ia begitu senangnya karena sebentar lagi ia bisa menjalankan rencana selanjutnya.


Sampainya di depan ruang gawat darurat, dokter meminta Sarah dan yang lainnya untuk menunggunya di luar.


"Maaf, Nyonya, harap Anda tunggu di luar, kami akan memeriksa pasien," ucap sang dokter seraya melirik pada Johan dan Sri secara bergantian.


"Baiklah, Dok, saya harap suami saya baik-baik saja. Dia mengatakan kepalanya sakit beberapa hari ini, tolong sembuhkan suami saya, Dok, saya tak bisa tanpanya," ucap Sarah dengan wajah yang dibuat sesedih dan serapuh mungkin, sungguh hal itu membuat Johan, Sri dan sang dokter yang mengetahui rencana tersebut ingin muntah dibuatnya.


"Anda tenang saja, Nyonya. Yang Anda perlu lakukan saat ini adalah berdoa untuk kesembuhannya. Saya masuk dulu." Dokter tersebut masuk meninggalkan Johan dan Sri bersama dengan Sarah.


*****


Happy reading, 2bab untuk kalian jangan lupa like, komen positif dan hadiahnya yah🙏😊🤗


Maapken author yang tak pernah update🙏😁



Oh iya, jika ada yang berkenan mampir keceritaku yang ini dan ramaikan yah kak, minta sarannya apakah cerita ini bagus atau enggak, kalau banyak pemintanya rencana mau ajukan kontrak ulang setelah revisi, karena cerita ini sempat ditolak kontrak dengan alasan penulisan yang kurang rapi, tapi menurut author tulisannya sudah rapi kok tanda bacanya😂