
"Huh." Scarlett menggeletakkan tasnya di meja dan menjatuhkan tubuhnya di sofa denga raut wajah kesal sepulang dari rumah sakit, Zayn hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu yang terbilang cukup menggemaskan, ia mendekatkan Scarlett dan duduk di sampingnya.
"Jangan cemberut terus, wajahmu terlihat jelek sekali," goda Zayn tersenyum geli.
"Jangan menggodaku, aku tahu kamu sangat menikmati saat Alia bertingkah seperti itu padamu kan," ketus Scarlett yang masih kesal mengingat bagaimana adik tirinya itu bagaikan ulet bulu yang kegatalan minta digaruk karena selalu menempel pada suaminya.
Zayn bukannya balik memprotes istrinya, ia malah menarik Scatlett ke dalam pelukannya dan memagut bibir ranum yang terus saja mengoceh itu.
Scarlett awalnya memberontak dan berniat menolak ciuman suaminya itu, tapi karena Zayn memperlakukannya dengan sangat lembut, akhirnya ia luluh dan menikmati permainan bibir suaminya itu.
"Janganlah merajuk terus, bagiku tak ada wanita yang lebih menarik selain dirimu tak terkecuali adik tirimu itu. Dia tak bisa membuat jantungku berdebar seperti saat aku bersama denganmu. Dia tak bisa membuat hasratku memuncak. Dia bahkan tak bisa membuat pandangan mataku teralihkan darimu. Jadi, bagaimana mungkin aku merasa senang ketika dia menggodaku. Sejujurnya aku merasa risi dan jijik, maukah kau mandi bersama dengaku untuk menghilangkan bekas sentuhannya?"
Wajah Scarlett langsung merona kala Zayn mengatakan hal demikian, terlebih suaminya itu mengajaknya mandi bersama. (kalo kamu gak mau, biar otor ajah yang mandi sama babang Zayn yah Lett🌚)
"A--aku takut masuk angin, ini sudah malam," ucap Scarlett dengan nada yang terbata-bata dan wajah memerah bak kepiting rebus, Zayn terkekeh dalam hati, bibirnya tersenyum tipis, ia sungguh gemas melihat reaksi istrinya itu.
"Aku mengantuk, mau tidur lebih dulu."
Scatlett yang jantungnya terus berpacu berdiri hendak meninggalkan Zayn, tapi Zayn tak membiarkan hal itu terjadi. Zayn menarik lembut tangan Scarlett hingga istrinya itu terjatuh di pangkuannya dan bibirnya bertemu dengan bibir Zayn.
Zayn tersenyum, ia tak menyia-nyiakan hal itu da langsung meraup bibir Scarlett kembali untuk kedua kalinya. Tangannya menahan tengkuk leher Scarlett untuk memperdalam ciumannya, tangan satu lagi menyelinap dengan nakalnya ke balik pakaian Scarlett di bagian belakang membuat wanita itu terkejut dan membolakan matanya.
"Aku menginginkanmu, wanita mesum," bisik Zayn kembali setelah pagutan mereka selesai.
Tanpa menunggu jawaban dari Scarlett, Zayn menggendong tubuh istrinya menuju tempat peraduan mereka. Tempat di mana keduanya saling memadu kasih, memetik yang begitu manis madu dari sarangnya langsung.
Scarlett tak bisa menolak keinginan suaminya, terlebih Zayn selalu memperlakukan dirinya dengan begitu lembut dan membuat dirinya selalu melayang ke langit ke tujuh. Sentuhan yang diberikan oleh Zayn, sungguh membuat candu bagi Scatlett, perasaan cinta yang dulu tak ada, kini perlahan bersemi dalam hati Scarlett.
Ditemani oleh sang raja penguasa malam, keduanya saling berbagi cinta, berbagi peluh dan berbagi kenikmatan dengan diringi indah syahdunya nada yang begitu merdu dan menggairahkan dari keduanya. Sepasang suami istri yang tengah dimabuk cinta itu beharap, malam tak akan segera berganti dengan sang fajar.