
Scarlett terdiam dengan kepala yang ia tundukkan, hati dan pikirannya sedang memikirkan permintaan suaminya itu. Selama menikah dengannya, Zayn selalu saja membantu dirinya. Ia merasa sungguh tak adil bagi Zayn jika ia terus saja beralasan tentang traumanya yang dihianati.
'Zayn mungkin memang bukan pria yang seperti itu, dia lebih terhormat dari Jerry. Tak mungkin Zayn akan melakukan hal yang membuatku kecewa seperti Jerry,' batin Scarlett yang sedang berpikir Zayn tak seburuk yang ia pikirkan meski nyatanya kehormatannya memang direnggut oleh Zayn, tapi pada akhirnya, Zayn menikahinya.
"Baiklah, jika kau memang memerlukan waktu yang lama untuk berpikir, aku akan memberikan waktu sebanyak yang kau butuhkan. Aku akan bersabar untuk hal yang satu itu. Yang terpenting, kau bersedia melayaniku dan mengurusku dengan tulus, itu sudah cukup bagiku."
Terdengar seakan Zayn mengalah, tapi ada nada yang membuat terenyuh orang yang mendengarnya.
Scarlett menyadari hal itu, ia langsung meraih tangan Zayn ketika pria tampan itu hendak pergi. Zayn tersenyum tipis, sangat tipis sehingga Scarlett tak menyadarinya.
Apakah ini taktik Mr. Z๐ค
Ish, sungguh licik sekali pria itu yah๐
"Jangan pergi, dengarkan aku bicara," pintanya, Zayn mendudukkan kembali bokongnya di sofa yang baru saja ia duduki.
"Baiklah, aku akan mendengarkanmu bicara. Apa pun yang ingin kau bicarakan, aku siap mendengarkannya. Aku juga siap dengan keputusanmu." lagi, Zayn bicara dengan nada lesu seakan ia kehilanga semangat hidupnya.
Terdengar Scarlett menghela napasnya sebelum ia angkat suara mengatakan apa yang ingin ia katakan.
"Aku bersedia untuk mengandung benihmu. Tapi... Kau harus berjanji tak akan mencampakkanku suatu saat nanti karena aku sudah tak menarik lagi. Jangan pernah kau selingkuh dan bermain wanita di belakangku. Jika kau sudah tak menyukaiku lagi, kau bisa katakan padaku secara baik-baik, aku akan bersedia pergi dari kehidupanmu kelak tanpa harus kau menyakitiku," ucap Scarlett dengan nada yang bergetar dan terbata-bata.
Zayn tersenyum, ia mendekati istrinya dan memeluknya erat.
"Siapa bilang aku tak akan menyukaimu lagi. Aku akan selalu menyukaimu, bahkan mencintaimu. Aku akan selalu tergila-gila padamu, kau wanita pertama bagiku dan akan selalu menjadi yang pertama hingga terakhir sampai aku menua. Kita akan menua bersama, saling menyayangi dan mencintai bersama dengan buah cinta kita," ucap Zayn, sungguh ucapan manis Zayn membuat Scarlett sangat terharu hingga ia meneteskan air matanya, rasanya bagaikan mimpi.
"Promise." Scarlett mengacungkan jari kelingkingnya setelah pelukan mereka terurai, sungguh seperti anak muda yang tengah jatuh cinta yang sedang mengikrarkan janji di antara keduanya.
"Promise." Zayn dengan senang hati menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking istrinya itu, Scarlett tersenyum lebar dan ia berinisiatif memeluk Zayn dengan erat.
Sungguh Zayn sangat terkejut, belum pernah istrinya itu berinisiatif memeluk dirinya seperti saat ini. Bagaikan keajaiban untuk Zayn, ia sangat bahagia, baginya ini adalah langkah selanjutnya untuk Scarlett benar-benar membuka hatinya untuk Zayn.
***
"Jangan lupa, jam makan siang nanti aturkan pertemuanku dengan Tuan Sebastian." Zayn mengingatkan istrinya itu untuk bertemu dengan Sebastian.
"Tak bisakah kau memanggilnya Papah? Biar bagaimanapun, dia adalah Papahku, yang artinya dia adalah Papah mertuamu," protes Scarlett yang selalu saja Zayn menyebut Papahnya dengan sebutan Tuan.
"Lalu, bagaimana denganmu? Kapan kau akan menyebut namaku saat kita bicara? Atau lebih tepatnya, kapan kau akan memanggilku dengan sebutan sayang seperti yang biasa kulakukan?"
Skak mat, rasanya bibir Scarlett terasa terkunci kala Zayn membalikkan ucapannya itu. Ia seketika merasa bersalah pada Zayn. Yang niat awalnya ingin mengingatkan Zayn, malah ia sendiri yang terpojok.
"A-akan ku usahakan," jawab Scarlett dengan mada terbata-bata karena gugup, Zayn malah tersenyum dan memegang tangan Scarlett.
"Maaf, bukan maksud hatiku ingin memojokkanmu. Hanya saja, aku ingin lebih dicintai olehmu meski pada kenyataannya kau belum membuka hatimu padaku," ucapnya.
"Aku akan berusaha lebih mencintaimu lagi. Bisakah memberikanku kelonggaran dan kesempatan?"
"Tentu, untukmu akan selalu bisa."
Setelah drama di meja makan, keduanya berangkat menuju kantor. Zayn akan mengantarkan Scarlett terlebih dulu, baru setelah itu ia akan pergi ke perusahaannya.
Belakangan, Zayn sedang tak ingin disetirkan oleh Raka, ia ingin lebih bebas dengan istrinya itu.
***
"Pah, siang ini suamiku ingin bertemu, apakah Papah ada waktu?"
***
Bagaimana jawaban Sebastian? Dan apakah yang akan dibicarakan oleh Zayn pada Sebastian?
*
Happy reading, maapken aku yang update seenaknya ini yah kak๐ insyaallah mulai hari ini akan update rutin, doakan semoga tambah ramai yah pembacanya, jadi meski tak ada pemasukan dari cerita ini, jika ceritanya ramai aku akan semangat buat update๐๐๐ค