
Setelah menelan 2 suapan nasi,tiba tiba angel tersedak,makanan itu sampai keluar dari hidungnya,angel segera mengambil air putih,dia sulit menelan air putih tersebut,rasanya panas,hidungnya panas,seperti terbakar,tenggorokannya juga kering dan sakit,Tangan angel meraba raba mencari tombol,dan memanggil suster,tapi angel keburu pingsan duluan.
Tidak ada yang tahu keadaan angel,karena barusaja dokter dan perawat sudah mengunjunginya,5 menit yang lalu,dan keadaannya lumayan baik.
Di dalam mimpinya,angel merasa di sebuah tempat yang sangat luas,tidak ada tanaman,rumah,hewan ataupun manusia selain dia,angel merasa panas sekali di sana,seperti di gurun pasir,Angel merasa sangat haus,dia merangkak mencari air tapi tidak menemukan air.Dari kejauhan angel melihat sebuah ular yang sangat besar,matanya merah lidahnya menjulur tajam seperti ingin memangsanya.Sekuat tenaga angel berlari tak tentu arah,ular itu terus memburunya,dia bertemu dengan seorang kakek reyot,pakaian compang camping,sedang duduk di.atas tikar bambu,angel segera menemui kakek tersebut.
"Kek tolong aku,ada ular raksasa mengejar ku,aku harus sembunyi dimana?"tanya angel sambil terengah engah.
"Coba kamu lari ke bukit itu nak,siapa tahu bisa sembunyi di sana!"kakek tua itu menunjuk ke sebuah bukit.
Dengan segera angel berlari atas bukit,tapi apa yang di temukannya,sebuah jurang yang sangat dalam,bagaikan tidak ada dasar.
Angel berlari kembali menemui kakek tersebut.
"Kakek menipuku ya,bukannya selamat dari ular itu tapi malah mati masuk ke jurang"kesal angel.
"Kalau begitu,kamu sana saja,ada danau disana,kamu bisa minum disana?"tunjuk kakek ke arah barat.
Dengan segera angel berlari ke danau yang di tunjuk kakek,bukannya danau dengan air yang dia harapkan tapi danau itu penuh dengan api yang besar.
"Ini sih bukan danau tapi neraka,sial kakek itu menipu gue."kesal angel.Dia tidak terima dengan kakek tadi dan kembali ke tempat kakek reyot tadi.
"Hei kakek tua,dari tadi kamu menipuku,kau menunjuk bukit ternyata disana adalah jurang,sekarang kau menunjukkan ku danau ,tapi apa,itu danau api,neraka itu kek"kesal angel.
"Bukannya kau ingin berlindung dari ular itu,maka itulah jalanmu,kamu tidak akan pernah bisa lari darinya"kata kakek.
"Kenapa,sebenarnya ini tempat apa?"tanya angel penasaran.
"Ini adalah alam barzah keselamatanmu tergantung pada perbuatanmu di dunia,ular raksasa yang selalu mengejar dan ingin memakan dirimu itu adalah dosamu,dia akan terus berada di sisimu selamanya,sampai kiamat nanti"ucap kakek.
"Kalau kakek sendiri siapa?"tanya angel.
"Aku adalah secuil amal baikmu,lihat bagaimana dirimu merawat ku,bagaimana aku bisa menolong kamu dari ular raksasa itu,kalau hanya secuil saja amalmu,diibaratkan diriku,sudah tua,renta,compang camping bahkan tidak bisa berjalan"kata kakek sambil tertawa.
Angel sangat ketakutan jadi ular raksasa itu adalah dosa dosa ya selama ini.Angel kembali berlari dan berteriak sekencang kencangnya."Tidaaaak"
Angel sadar dari pingsannya,keringatnya mengucur dengan deras,dia kembali di rumah sakit serta selang pernafasan terpasang di hidungnya.dadanya terasa sesak,dia menggigil ketakutan,mimpi itu seperti nyata,ular raksasa itu ternyata diibaratkan dosa dosanya yang dia pelihara selama ini semakin besar dan garang,sementara amal baiknya sudah tua renta,kurus kering karena tidak di pelihara sama sekali.
Angel susah untuk bernafas,rasanya sangat sesak.dia mencoba menarik nafas tapi sengal.
"Dok pasien kejang"kata bu wati di telpon
Dokter dan suster segera masuk ke ruangan,memberikan pertolongan pertama,hingga nafas angel mulai tenang.
Alat pernafasan masih terpasang rapi untuk membantunya.Setelah angel lebih baik Dr keluar dari ruang inap tersebut,tersisa bu wati dan angel.
Angel memanggil bu wati dengan tangannya supaya mendekat.Angel meraih tangan bu wati,mendekapnya di dada.
"i ibu"panggil angel pada bu wati.
"ta tadi aku bermimpi,di kejar ular raksasa"kata angel pelan.
"Itu cuma mimpi jangan difikirkan"hibur bu wati.
"Ularnya mengejar angel,katanya itu dosa dosa angel yang terus di pelihara sehingga sebesar itu"ucap angel.
"Mungkin saja itu hidayah untuk kamu dari allah,supaya kamu berhenti berbuat jahat,sifat iri,dengki,mau menang sendiri,dan seenaknya sendiri dengan orang tua serta orang orang di bawahmu,hidup selalu berputar,tidak terus di atas,contohnya kamu mengalaminya sendiri kan,sekarang apa yang kamu dapatkan dari semua yang kamu lakukan selama ini,kepuasan?"Bu wati berhenti sejenak.
"Kepuasan itu hanya imaginasi,cuma rasa,dan terus dengan kamu merasa puas,apalagi yang kamu dapatkan,tidak ada nak,kosong semua.ibaratkan minum,kamu haus dan ninum,dimana kamu merasakan lega,seger,di mulut bukan,tapi setelah masuk ke dalam,setelah minuman,makanan kamu telan,apa yang kamu rasakan masih maniskah,asin kah?"kata bu wati.
Angel menggeleng lemah.
"karena hanya di mulut rasa itu ada,tapi kalau sudah kita telan semua rasa itu hilang semua.sekarang ibu tanya,apa yang kamu peroleh dari tindakanmu itu, membesarkan ular yang menjadi raksasa?"tanya bu wati.
Angel terdiam,dia merasa tercubit oleh kata kata bu wati,semuanya benar,kepuasan yang selam ini dia inginkan,tapi bukannya dia malah puas tapi malah terjatuh sedalam dalamnya,harta yang diinginkan menjauh,kekasih yang diinginkan,dia sudah mendapatkan tapi cuma sesaat,dia malah menularkan sebuah kenangan,penyakit yang mematikan,terakhir dia kecelakaan dan kakinya patah,sementara orang yang di bencinya sampai saat ini sehat,ceria,tidak kurang suatu apapun juga.
"Iya bu,ibu benar,angel tidak mendapatkan apa apa,kecuali semua ini,apa ini balasan dari tuhan bu,atas semua dosaku?"ucap angel lemah,air matanya luruh.
"Tapi kamu masih beruntung nak,tuhan memberimu kesempatan untuk hidup dan memperbaiki semuanya, allah memberimu hidayah dalam mimpimu nak,mengibaratkan ular yang terus tumbuh seperti raksasa,bagaimana jika kalau kamu meninggal saat kecelakaan itu,sebelum bertaubat,sebelum meminta maaf pada orang orang yang kamu sakiti"ucap bu wati sambil mengelus elus rambut Angel.
Angel makin tergugu dalam tangisnya.
"Hua hua,hik hik,dosa angel sangat besar bu,dari kecil angel sudah sombong,congak, ibu sudah memperingati angel dengan menceritakan kalau angel bukan anak kandung mami dan papi,tapi angel malah mengusir ibu,dengan memfitnah ibu,hik hik"
Angel mencoba untuk bangun,dia melepaskan alat bantu nafas di hidungnya.bu wati membantunya dengan menaikkan sandaran ranjang pasien,untuk memudahkan dia duduk.