OM CEO I LOVE U

OM CEO I LOVE U
BAB 100



"Katakan bee apa itu lato lato?"gemes zein.


Dia meletakkan tubuh polos kimmy di wastafel sambil mengisinya dengan air hangat dan aroma terapi.


"Jangan aroma itu honey,pakai aroma coklat saja,aku suka"kata kimmy.Zein hanya mengangguk dan menuang aroma terapi coklat disana.baru kimmy masuk ke dalamnya.


"Bee ayolah,apa itu lato lato?"zein masih penasaran dengan kata kata itu,sebenarnya dia beberapa hari ini pernah mendengar beberapa karyawan membicarakan lato lato,tapi sampai sekarang belum paham.


Dengan malu dan muka yang memerah kimmy menunjuk upin yang masih belum di kantongi.


"itu lato lato nya dari tadi tidak dikantongi,sana mandi di shower dan tidak boleh pakai parfum kecuali aroma coklat!"pinta kimmy supaya zein segera berlalu dari situ.Zein tertawa terbahak bahak mendengar panggilan baru upin.


"Bha haha,upin upin kamu mendapat panggilan baru sekarang,lato lato,kamu bisa saja bee"zein mengecup kening kimmy dan menuju ke ruang kaca,dia mandi junub di shower sambil tertawa sendiri mengulang nama baru upin.


Zein menyudahi acara mandinya dan keluar dengan memakai bath robe sambil mengingatkan kimmy supaya mandinya tidak lama lama.


"Sayang,mandinya jangan lama lama,tidak bagus"zein mengingatkan.


"Iya siap suami"ucap kimmy dan menyudahi acara berendamnya,lalu beralih mandi junub di shower.


Setelah rutinitas selesai semua pasang yang uwu itu mulai merebahkan diri di ranjang,bersiap untuk tidur.


"Bee aku masih penasaran apasih sebenarnya lato lato itu,beberapa hari ini aku pernah denger,beberapa karyawan membicarakannya?"tanya zein yang masih penasaran dengan arti lato lato yang sebenarnya.


Kimmy membuka aplikasi youtube dan menunjukkan keseruan orang orang bermain lato lato.


"Oh,game,tapi kenapa upin kamu panggil lato lato hayo!"imbuh zein.


"Tuan zein kamu bisa bayangkan sendiri,au ah ngantuk,nanti di kamar mandi bisa di bayangkan ya tuan zein"Kimmy segera masuk ke dalam selimut dan diikuti zein.


"Tunggu aku"zein segera mengikuti kimmy dan mendekapnya erat.


* * *


Malam berubah menjadi pagi,cahaya bulan berganti menjadi cahaya matahari yang masih malu untuk menampakkan wujudnya.pagi itu zein yang bangun duluan dia sudah wudhu dan bersiap dengan baju wajibnya,zein membangunkan kimmy untuk sholat subuh.


"Bee bangun yuk,sudah subuh,aku tunggu nih!"ucap zein.Kimmy menggeliat malas,dia kemudian duduk dulu menyambungkan nyawanya.kepalanya agak berat dan tubuhnya agak lemas.dia mencoba merangkak ke dinding menuju kamar mandi dan segera buang hajat dan wudhu.


Kepalanya masih pusing dan matanya berkunang kunang.dia berjalan hati hati menyusul zein yang sudah menunggu sambil membaca beberapa ayat al-quran.


"Bee kamu kenapa,sakit,wajahmu pucat?"cemas zein.


"Agak pusing,tapi masih kuat kok,ayo!"kata kimmy mengkode agar zein segera memulai sholat mereka.


Setelah selesai sholat zein mengangkat tubuh kimmy yang lemas.


"Sayang,kamu kecapean ya,apa ada keluhan lain selain pusing?"zein meletakkan punggung telapak tangannya di dahi kimmy.


"Mual dan mataku berkunang kunang,mungkin masuk angin,kita kelamaan bermain di luar tadi malam"kata kimmy.


"Ya sudah aku telpon dr sam dulu,dr keluargaku,kamu harus di periksa"ucap zein,dia menyelimuti tubuh kimmy dan segera menelpon dr sam.


"Om,datang ke penthouse saya swkarang ya,kimmy sakit"ucap zein di telpon.


Sambil menunggu dr sam datang zein memijat kaki kimmy dengan penuh perhatian.


"Bee,sejak tadi malam kamu aneh deh!"kata zein.


"Aneh kenapa?"heran kimmy.


"Iya juga ya bee,apa bawaan mau haid ya,sejak kita nikah,aku belum mens lagi"ucap kimmy.dia mengingat siklus haidnya,waktu menikah dia sudah haid seminggu sebelumnya dan kalau di hitung hitung dia telat kini terlambat seminggu.


"Apa aku hamil ya"batin kimmy dan tanpa sadar air matanya menetes dia terharu sendiri,tapi kimmy tidak memberi tahukan zein dulu sebelum ada kepastian dari dokter.


"Sayang kenapa menangis,mana lagi yang sakit"heboh zein melebihi ibunya.


"Enggak honey,aku bahagia memilikimu,i love u"ucap kimmy.


"Too,kita tunggu dr sam dulu ya supaya segera di periksa atau kita langsung ke rumah sakit?"kata zein yang masih khawatir.


"Kita tunggu dr sam saja,mungkin sebentar lagi sampai" kata kimmy.Dan benar di luar ada yang membunyikan bell.


"ting tong ting ting assalamualaikum"Suara bell di penthouse zein.Segera zein membukakan pintu,muncullah seorang pria seusia mark,menunggu di luar,dengan muka bantal,mark yang baru pulang dri rumah sakit jam 3 tadi harus datang pagi pagi buta ke tempat zein.


"Ya allah om,zein kira hantu,lihat muka om!"cerocos zein


"Nyawa om masih loading,baru pulang jam 3 pagi ini sudah main panggil saja,ada apa tuan zein?"kata dr sam


"Istriku sakit,tapi om cuci muka dulu sana,nanti belum beneran bangun malah salah periksa lagi"Kata zein.


"Jangan salah, meski ngantuk begini om profesional dan sudah ahli,jangan meremehkan om!"kesal dr sam.


"Tapi cuci muka dulu, mana wibawa seorang dr masak muka bantal begitu periksa pasien" imbuh zein.


"Iya juga ya,bisa turun pamor dr samuel"narsis dr sam.dia segera ke kamar mandi bawah,cuci muka dan merapikan rambutnya baru dia keluar dengan keadaan fresh.


Zein mengajak dr sam ke kamarnya untuk memeriksa kimmy.


"Pagi nyonya zein!"sapa dr sam.


"Pagi dok,jawab kimmy lemas.


"Mana yang sakit ?"tanya dr sam.


"On ini bagaimana sih,kan om sam dokternya kok malah bertanya ke pasien!"kesal Zein. kimmy jadi terkikik mendengar kata kata zein sementara dr sam memukul punggung zein agak keras.


"Diam kamu atau keluar saja sana!" geram dr sam.


"Lho iya kan,makanya kita panggil anda untuk memeriksa malah ini di tanya mana yang sakit"elak zein.


"Zein diam,atau om pulang,periksa saja sendiri"kata dr sam dengan nada lebih tinggi mendengar kebodohan zein.


"Honey,diam dulu biar dr sam bisa segera memeriksa sakitnya,oke"ucap kimmy lembut sambil meraih tangan zein.


Samuel memeriksa suhu tubuh kimmy,tapi tidak terlalu tinggi,masih di batas normal.


"Apa yang dirasakan saat ini?"tanya dr sam


"Pusing,mata berkunang kunang dan mual dok!"kata kimmy.


"Bisa muntah?"


"Baru saja muntah tapi liur saja" kimmy menjelaskan keluhannya.


"Tuan zein,tolong di buka sedikit piyamanya?" kata dr sam.


Zein segera memegangi piyamanya erat.