OM CEO I LOVE U

OM CEO I LOVE U
BAB 113



" Iya honey, ini semua anugerah tuhan, bagaimana jadinya kalau sebuah pernikahan tanpa dihadiri tangis seorang anak. sepi dan rawan akan perpisahan" kata kimmy, dia memegang tangan zein dan menaruhnya kembali di perut buncit itu.


"Honey" panggil kimmy.


"Hemm" jawab zein.


"Kamu tidak akan berpaling kan, begitu melihat aku yang gendut bulat seperti bola, apalagi nanti kalau hamilnya sudah 8-9 bulan, kira kira masih bisa jalan, apa tidak ya hon?"ucap kimmy sambil memandangi wajah tampan suami mesumnya itu.


Zein langsung membungkam mulut kimmy yang asal bicara itu dengan mulutnya.


"Bee, sayang. ingat ini baik baik. Zein tidak akan pernah meninggalkan kimberly dalam keadaan apapun, mau gendut, mau jelek atau bahkan nanti sudah keriput, zein tidak akan pernah berpaling dari Kimberly, selama bukan maut yang memisahkan kita" ucap zein. Dia bangkit dari tempatnya, mengusap air mata Kimmy yang sudah lolos. Memeluknya erat, menguatkan hati calon ibu muda itu, zein sadar kalau mood ibu hamil itu akan cepat berubah dan sangat sensitif.


" Bee, melihat kamu dari kejauhan saja, si upin sudah bangun, bagaimana bisa aku pergi meninggalkanmu sayang, apalagi makin seksi dan menggoda" hibur zein. tapi apa yang dia katakan memang benar adanya.


"Dasar modus, mesum" kimmy memukul pundak zein.


"Sayang rumah baru kita sudah siap di huni, ayo kita cek. Apa ada yang masih kurang. semua perlengkapan kita juga sudah ada, untuk sementara aku membuat kamar kita ada di lantai bawah, untuk memudahkan kamu beraktifitas dan bu wati nanti yang akan menghandle kebutuhan kamu dan twins beraktifitas" kata zein.


"Aku ikut apa keputusan kamu honey,aku yakin apa yang sudah kamu pilih itu yang terbaik untuk kita, ayo bantu aku bangun,jadi tidak sabar mau lihat rumah baru kita" kata kimmy yang agak kesulitan berdiri.


"Mau kemana?" tanya zein.


"Ganti baju dan ambil tas" jawab kimmy


"Kamu disini saja biar suamimu ini yang mengambilkan tas serta pakaian kamu, oke!" kata zein sambil berjalan menuju ke kamar mereka.


"Uh romantis dan baik banget suamiku ini top deh" kata kimmy dengan mengangkat 2 jempol jari tangannya.


" Terima kasih ya allah kau berikan aku hidup yang sempurna ini,kau kirimkan aku suami yang perhatian, dan setia. dan terima kasih pula kau tunjukkan yang tidak baik untukku,sehingga aku bisa mendapat pengalaman yang berharga" kimmy mengucapkan syukur pada tuhan yang sudah memberi kehidupan yang begitu sempurna.


Setelah membantu kimmy mereka berangkat ke rumah baru zein dan kimmy. ini sih bukan rumah namanya tapi mansion.


Kimmy sangat menikmati suasana rumah baru mereka, tidak berada di tengah kota, asri, dan nyaman.



"Bagus banget honey, aku suka. adem dan nyaman" kata kimmy dengan mata berbinar.


Mereka berkeliling rumah tersebut. Ternyata di sana sudah ada mami, papi, mama anisa dan juga papa mark. Mereka menyambut pasangan bahagia itu.


"Surprise " ucap mami dan mama anisa serempak. Ibu dan mertua itu sangat kompak. Apalagi kalau soal shoping, mereka bisa menghabiskan waktu berjam jam lamanya walau hanya membeli beberapa barang.


* * *


"Hallo jagoan dan bidadari papa" zein mengecup perut besar dengan lembut, tampak perut kimmy bergerak seperti gelombang, terkadang menonjol ke depan seperti sedang menendangnya.


"Bee, mereka bergerak, lihat gerakannya begitu nyata" zein mengikuti gerakan anaknya, mengelusnya perlahan supaya mereka tenang.


"Au, honey, tendangannya kuat sekali uh" kimmy meringis geli sampai agak sakit, tapi setelah dielus elus, mereka jadi tenang dan diam.


"Sayang sekarang sudah malam, kalian bobok ya, kasihan mama capek sudah menggendong kalian seharian,biarkan dia istirahat, papa dan mama akan selalu menunggu waktu itu tiba saat kalian keluar menyongsong dunia ini dengan suara merdu kalian" ucap zein tepat diatas perut kimmy. setelah sekiranya twins tenang. Zein menutup pakaian kimmy dan sekarang berpindah mengelus elus dahi kimmy hingga dia tidur. Baru setelah itu dia menyusul mereka ke alam mimpi.


"Sudah seperti seorang ibu, yang menidurkan anaknya saja " gumam zein.


Zein yang dulu kaku dingin, tidak tersentuh,sekarang menjadi pribadi yang ramah dan baik hati, tapi dia juga tegas dalam berbisnis dan mengambil keputusan.


Semua rekan bisnisnya sangat menyegani pengusaha muda tersebut.


* * *


Hari berganti dengan begitu cepat, tak terasa usia kandungan kimmy menginjak bulan ke 9. Perutnya sudah sangat besar, bahkan kimmy kesulitan untuk berjalan, malam ini dia tidak dapat tidur, setiap 30 menit dia akan ke kamar mandi untuk buang air kecil, pinggangnya sakit, serta perut bagian bawahnya terasa kaku.Sementara zein tidur terlelap, calon papa itu ketiduran saat kimmy mulai tertidur, tapi ternyata jam 2 kimmy bangun sampai sekarang tidak bisa tidur. terkadang rasa sakit datang, dan tiba tiba pergi, tapi tak berselang lama, datang lagi.


Jam 4 kimmy terpaksa membangunkan zein.


"Honey, bangun, sakit honey" rintih kimmy.


Zein seketika terbangun mendengar rintihan kimmy.


"Sayang kenapa?" cemas zein.


"Perutku, sakit, dan ini sudah sakit banget" ucap kimmy dengan menahan rasa sakit itu.


"Apa mungkin sudah waktunya bee, dr risa bilang kan bisa maju atau mundur, ayo kita ke rumah sakit saja" Calon ayah itu langsung beranjak dari tempatnya, dia menggendong kimmy keluar dari kamar, masih dengan muka bantalnya. Zein tidak peduli lagi dengan penampilannya yang terpenting sekarang adalah istri dan anaknya.


"Mang doni, siap kan mobil, kita ke rumah sakit sekarang, bu wati, tolong siapkan perlengkapan kimmy dan twins" teriak zein menggema di mansion itu.Mang doni yang batu saja bangun segera berlari ke garasi, mengeluarkan mobil untuk majikannya dan segera berangkat ke rumah sakit pandawa, dalam perjalanan Zein juga menghubungi dr risa untuk segera ke rumah sakit.


"Bu wati nanti bu wati menyusul dengan pak udin, dan hubungi mama anisa dan mami sania" kata zein dalam telpon karena bu wati sudah di tinggal duluan.


"Baik tuan" ucap bu wati.