
Zein dan Kimmy mendekati nenek tersebut.
"Nek, apa yang nenek lakukan di sini?" tanya noela.
"nenek diusir menantu nenek, anak nenek meninggal dan ini anak anaknya, ibunya mau menikah lagi." jawab nenek tersebut.
"Lalu kalian tinggal dimana?"
"itu kak di bawah jembatan itu, nenek sudah tua, kami membagi tugas, aku dan kakak mengamen dan nenek menjaga adik kecil." jawab anak no2.
"Ya Allah, kalian mau tinggal di rumah singgah, kakak tahu tempatnya, nanti kalian akan sekolah, diberi pelatihan, nenek dan adik juga ada yang merawat nantinya" ajak kimmy.
"Dimana itu kak?"
"tidak jauh dari sini,nama yayasannya adalah keluarga pelangi. Disana ada kakak kakak yang membantu, ada dokter dan ada ketrampilan, serta sekolah untuk kalian, insyaallah aman, kalian tidak tinggal di bawah jembatan lagi!"
"mau mau." jawab ke3 anak itu semangat, dan nenek itu mengangguk setuju, dia hanya berharap ada tempat berteduh untuk dia dan cucu cucu nya.
Kimmy dan zein membawa mereka, sebelum itu zein mengajak mereka ke sebuah kedai dekat taman tersebut. Pemilik kedai hendak mengusir mereka
"eh ini lagi para gembel mau apa kalian, tidak ada sumbangan dan sedekah hidup saja sudah susah, pergi pergi!" usir pemilik kedai, tapi usaha pemilik kedai terhenti melihat zein yang tampan dan kaya datang ke warung atau kedainya.
"Mereka datang bersama saya, "tegas zein
"eh ada orang ganteng, ayo ayo tuan, silahkan masuk!"
"tidak usah, buatkan saja makanan yang enak untuk nenek dan 3 anak ini, saya akan tunggu di luar saja." ketus zein.
"Eh iya tuan, huh mentang mentang ganteng dan kaya sombongnya minta ampun.".gerutu pemilik kedai.
"Apa anda tidak punya kaca, lihat diri anda nyonya, kaya tidak tapi sudah sombong, pantes warungnya sepi." kesal zein, sambil melangkah keluar, dan memutuskan menuju ke mobil.
"Sudahlah honey, lebih baik kita pesan taksi online, mobil kita tidak cukup untuk mereka!'
"iya bee, tapi aku tidak punya aplikasinya."
"biar aku saja yang pesan, sekarang kamu lebih baik ke mobil, aku akan temani nenek dan adik adik ini! " Zein mengangguk setuju, dia segera ke mobil takut kalau alerginya bisa kambuh, melihat tempat yang kotor dan panas itu.
Setelah selesai makan kimmy segera membayar pesanan mereka dengan uang lebih, dia juga sudah memesan taksi online. Kimny juga menulis sebuah surat yang di tujukan untuk kepala yayasan tentang ke 4 orang ini.
"pak antar mereka ke yayasan keluarga pelangi ya, dan serahkan kartu nma saya kepada satpam di sana, dan tolong antar mereka menemui bu fatimah kepala yayasan berikan surat ini ke beliau. Ini buat bapak , anggap ini rezeki bapak dan keluarga, semoga amanah dan selamat sampai tujuan."
"Iya non, bapak akan mengantar mereka selamat sampai di tujuan, dan amanah menjalankan pesan nona."
"Nek, dik, baik baik ya disana ,semoga kalian kerasan dan adik adik akan jadi anak yang sukses,jaga nenek baik baik, dia harta yang paling berharga untuk kalian"
Kimmy juga memberikan sebuah amplop untuk nenek.
"Ini buat nenek, semoga berkah, dan sehat selalu."
"Terima kasih nak, kamu adalah malaikat yang dikirim tuhan untuk kami, semoga kebahagiaan selalu kau dapatkan, dihindarkan dari segala mara bahaya, dan tolong hindari seorang laki laki bermata agak sipit, dia berbahaya, semoga kamu dan aden yang tadi bahagia."
"Terima kasih nek atas doa dan pesannya, mohon maafkan teman saya tadi ya, dia punya alergi." kata kimmy
nenek mengangguk.
"Dia pemuda yang setia dan jagalah dia juga, banyak sekali rintangan hidupnya, kamu adalah pelindung yang dikirim yang maha kuasa untuk kekuatannya."
Kimmy mendengarkan kata kata nenek tadi dengan seksama. Mereka berpisah disana, sopir taksi itu yang akan mengantar nenek dan cucunya ke tempat tujuan,s
"ngomong apa saja kamu sama nenek tadi, sepertinya serius banget?" tanya zein.
"nenek tadi bilang aku harus menghindari pemuda yang bermata agak sipit,katanya dia
berbahaya, siapa ya honey?" kimmy mengingat kata kata nenek tadi
"bukan aku kan, mataku tidak sipit,bee?" heran zein.
"Bukan honey, kita percaya pada Allah karena dia pasti melindungi hambanya, dan nenek tadi juga bilang kalau kamu itu tipe pria setia, tapi hidupnya penuh rintangan,.dan aku penyemangatnya, percaya tidak?"
"Percaya banget, aku memang tipe setia bee, pacaran saja belum pernah dan kamu bukan hanya penyemangatku tapi segalanya untukku." Zein mencium pipi kimmy sekilas, masih sambil menyetir.
"Honey kamu nyetir lo, mau di tilang lagi!" kesal kimmy.
"kalau begitu kamu yang nyium aku bee!" menunjuk pipinya.
"Modus." jawab kimmy tpi dia juga mencium pipi zein." Bee, kamu kok baik banget ya, beruntung banget zein bisa mengenal gadis sebaik ini, dan sepertinya aku harus berterima kasih deh ke mantanmu dan kakakmu itu."
"Kok." sewot kimmy.
"Iya berkat mereka selingkuh di belakangmu, membuat aku bisa mengenal berlian ini, kalau tidak mungkin aku masih menjadi Zein yang arogant dan tidak tersentuh." jawab Zein.
tangan kirinya mengelus rambut dan pipi kimmy.
"Bagaimana kamu tahu yayasan itu"
"kakek dan nenek yang membangunnya, untuk mengenang pelangi, putri pertamanya, dia kakak dari papi, pelangi punya cita cita ingin membantu anak anak jalan supaya mereka bisa sekolah dan punya ketrampilan serta tidak berkeliaran di jalan raya,.makanya yayasan itu diberi nama keluarga pelangi, saat ini keluargaku adalah donatur utama di sana."
"Wah hebat dan mulia keluargamu bu, aku jadi malu sendiri, dan mulai sekarang aku juga akan ikut menjadi donatur disana!" semangat zein.
"Terima kasih honey, dan uang yang kita sisihkan untuk mereka akan berkah, jangan khawatir akan habis, tapi Allah akan menggantinya berkali kali lipat, dan rezeki kita akan berkah." jawab kimmy.
Zein menitikkan air matanya mendengar petuah kimmy, dia sangat sangat bersyukur bisa mengenal gadis sehebat kimmy.
"Honey, kok nangis sih, tidak pantes, badan segede ini masih nangis!" canda kimmy.
"Tidak apa apa, aku sangat bersyukur saja bee, dan aku juga akan berterima kasih pada kulitku, dia bisa memilih yang terbaik untukku." kata zein.
"halah modus tu, sudah tahu rasanya di sentuh perempuan gila maunya nempel nempel terus." cemberut kimmy
"hahaha, tapi enak kan!" goda zein. Kimmy hanya manyun dan memutar bola matanya jengah, membuat zein makin terkekeh.
Mereka sampai di sebuah butik terkenal d jakarta.
"Bee, jangan pilih baju yang terbuka ya aku tidak suka!"
"hmm." bukan kimmy namanya kalau tidak bisa mengerjai zein, dia malah mencoba sebuah gaun yang terbuka dan kurang bahan sebenarnya dia geli juga melihat dirinya di depan cermin, dengan pakaian seksi
kimmy keluar dari ruang ganti dan menunjukkan pada zein
"Bagaimana honey, cantik kan, pasti banyak yang ngantri nih, " sambil berpose di depan Zein.
"No"