
2 gadis cantik itu menuju ke lift khusus petinggi.
"Lihat gaya mereka,sok penting,sok cantik,pasti setelah tuan zein tahu,mereka memakai lift itu,besok akan di pecat"
"iya tuh,lihat tu si sindy,kemaren dia juga posting honda civic di parkiran itu,sebenarnya punya siapasih mobil itu?"kata si c
"iya,dia gaya banget,seperti mobil dia saja,eh tapi tuh ****** bisa masuk ke dalam mobil,jangan jangan"
Kimmy mengangkat tinggi kunci mobilnya.
"lihat itu kuncinya,berarti memang mereka yang punya,lihat pegawai baru itu,belum seminggu dia disini sudah punya mobil mewah,pasti merayu pak alek atau tuan zein"
"Dasar cewek gatel,murahan" dan masih banyak lagi.
kimmy menghentikan langkahnya sebelum sampai di lift,dan menoleh ke arah mereka semua.
"Hello kakak senior yang terhormat,sudah bosan ya bekerja disini,apa kalian tidak melihat cctv ada dimana mana,dari tadi kerjaannya ngrumpi,jadi ini pekerjaan di abraham teknologi ini.dan satu lagi nona nona yang terhormat,tidak usah ya mengurusi orang lain,mau saya modal tampang,jadi simpanan,siapa tadi pak alex,tuan zein.suka suka saya,diri diri saya sendiri,tubuh tubuh kimmy sendiri,kok kalian yang heboh,ini sih belum apa apa,bagaimana ya kalau nanti kimmy married dengan mr zein,nangis darah deh kalian,daa semuanya"kimmy masuk ke lift bersama sindy.
"Hahaha,gila kamu,pakai bilang mau nikah sama mr zein,bisa heboh 7 turunan"kekeh sindy.
"Sekalian biar viral,kan mulut ember itu perlu diisi penuh airnya,nanggung kalau cuma seiprit"
Sindy menggeleng gelengkan kepalanya,sambil tersenyum tipis
"Dasar otak sedeng,kok bisa ya bos dekat dengan gadis gemblong ini"batin sindy".
"Tidak perlu di batin bicarakan saja jadi jerawat lho"sindy terhenyak,dia kaget kok kimmy bisa tahu kalau di membatin dirinya.
"Memang kamu cenayang,bisa baca fikiran orang"tanya sindy
"Ya enggak sih,cuma dari ekspresi wajah kak sindy,ketahuan kalau membatin sesuatu,oh ya gimana persiapan nanti malam,oke kan?"
"Deg degan aku"sindy memegang dadanya.
"Gimana ya ekspresi pak alek menyatakan cinta ke kak sindy,ehm ehm begini(oh sindy,dimalam ini,tanpa bisa merangkai sebuah kata menjadi sebuah puisi,dimalam yang indah ini,ingin ku utarakan rasaku untukmu,sindy,sebenarnya sudah lama ku pendam perasaan ini padamu,tapi saat ini,malam ini ku beranikan diri untuk mengatakannya,sindy,i love u"
sindy malah memukul kimmy dengan tasnya sambil terpingkal pingkal,mendengar ocehan kimmy,
"Aduh aduh,kenapa semua orang suka memukul kimmy sih,paling kalau pak alex bilang seperti itu lucu kali,ya.tapi sebenarnya dia humoris kak,kocak jug lo,tapi jaim,saja seperti si bos,hehe"
Lift terbuka mereka menuju tempat masing masing,setelah meletakkan tasnya kimmy menuju ke ruang CEO membereskan tempat itu lalu menyiapkan kopi.
Kimmy membuka ruangan tersebut tapi lampu masih menyala.
"Kok lampunya nyala,perasaan kemaren sudah mati deh"kimmy masuk ke ruangan,dia kaget melihat zein dan alek masih memandangi laptopnya,penampilan mereka sudah acak acakan.
mata mereka mulai hitam,seperti mata panda,pandangan mereka sayu.
"Tuan,berhenti dulu,kenapa kalian menyiksa diri kalian seperti ini,kerja keras sih boleh,tapi jangan terlalu terforsir,nanti bisa sakit,lihat mata kalian,merah,menghitam,kalau begini kerjaan tidak akan kelar,ayo di tutup laptopnya.Kimmy menutup laptop mereka
"Jangan di tutup sebentar lagi kelar"jawab alex dan zein.
"tidak,kalian sekarang mandi,ganti pakaian,kimmy akan siapkan sarapan dan kopi,baru tidur"tegas kimmy,yang cerewet seperti seorang istri yang marah pada suaminya yang bandel.
"Pak alex kembali ke ruangan dulu,mandi"bentak kimmy,alex segera kabur daripada singa betina marah,pasti lebih serem dari singa jantan.
Kimmy menuju ke sebuah kamar di balik ruangan zein,dia menuju ke kamar mandi menyiapkan air hangat dan aroma terapi,zein tersenyum melihat kelakuan gadis ini.
"Lihat,sudah seperti istri yang lagi marah"
"Tuan,segera mandi,dan istirahat,kita tunda saja dulu rapat dengan tim perencanaan,menjadi nanti siang,lebih baik sesudah mandi,sarapan anda tidur,dulu paling tidak 1 jam,supaya tenaganya pulih,bukan kerja tidak tahu waktu,kalau sakit siapa yang rugi...!"
Belum berhenti kimmy mengoceh zein segera memeluknya dan membungkam mulut kimmy dengan bibirnya,walau singkat,itu bisa membuat kimmy,diam
"Iya bee,aku mandi dulu ya,biar harum dan wangi,terima kasih lebahku yang manis"
Kimmy jadi malu sendiri dan memukul dada zein.Zein meraih jemari itu dan mencium punggung tangan mungil itu.
"Teruslah seperti ini,dan jangan pernah meninggalkanku"
"tu tuan!"kimmy gugup
"I love u bee"kimmy segera keluar ruangan itu,jantungnya berdetak kencang seperti sebuah genderang,dia segera berlari ke pantry.menyiapkan sup daging dan kopi rempah untuk zein dan alex.
Tubuh kimmy seakan melayang,seperti tak bertulang,pantry seakan begitu jauh,dia segera,menormalkan jantungnya,kimmy tidak ingin terlalu GR,dengan 1 kata yang baru zein ucapkan.
"Tenang kim,tenang,mungkin itu hanya mimpi,kamu tidak boleh percaya begitu saja,fokus fokus dengan pekerjaanmu"kimmy mengambil nafas buang,dan mengulanginya sampai 3 kali baru menyiapkan sup dan kopi untuk mereka.
Zein berendam di kamar mandi kantor,dengan aroma terapi yang kimmy siapkan.
"Kenapa air ini terasa berbeda dengan yang sebelumnya,tubuhku rasanya begitu rileks dan nyaman,ah tadi apa yang aku lakukan,benarkah perasaanku ini,kenapa setelah mengucapkan 1 kalimat pendek saja,beban yang mengganjal di dadaku seakan meledak dan hilang,kimmy,gadis aneh,jorok,konyol,bisa membuat zein yang kaku bisa berubah,kim semoga yang ku lakukan ini benar,dan memang aku membutuhkanmu,lebahku,kau sudah menyengat ku,dalam"Zein membilas tubuhnya di shower,dia seakan lupa kalau pekerjaannya harus segera selesai,nasib keuangan perusahaan ayahnya terancam bahaya.
Zein keluar kamar mandi,di kasur sudah ada 2 pakaian yang satu pakaian kerja lengkap,yang satu lagi pakaian santai,zein mengambil kaos abu abu itu dan di kenakannya, kemudian dia keluar kamar itu,di sofa sudah ada alex yang nampak sudah segar pula duduk disana.
"Wah bos,sekretaris kim ternyata cerewet banget orangnya,sori bos tadi gue kabur saja,bos tidak apa apa?"
Zein malah tersenyum lebar mendengar celoteh alex.