OM CEO I LOVE U

OM CEO I LOVE U
BAB 86



Zein mengambil air mineral di dapur,membawa stok sekalian barulah kembali ke kamar,tapi tidak melihat kimmy.


"Bee ini air putihnya"sambil menuang air putih di gelas.


"kemana dia?"gumam zein,pria itu membuka kamar mandi tapi kosong .


"Bee,jangan main petak umpet,zein menuju walk in closed tapi pintunya terkunci,zein mengetuk pintu tersebut,tok tok tok.


"Bee,kamu ngapain,ini air putihnya sayang!"panggil zein.


"Iya taruh di meja honey"ucap kimmy.


Zein melangkah ke meja dia menaruh gelas itu di sana dan duduk di sofa,zein mengambil gawainya,memeriksa apakah ada pesan penting.


Kimmy mengatur nafasnya,dia merapalkan sebuh doa,barulah dengan hati hati membuka pintu ruangan itu,diperhatikannya zein sibuk dengan hpnya,kimmy berjalan mendekatinya,mengambil air putih dan meneguknya hingga separuh.


Zein baru sadar kalau kimmy sudah keluar,dia menutup hpnya dan mendongak memperhatikan kimmy,Zein menelan slavinanya dengan kasar,melihat pemandangan luar biasa itu membangunkan sesuatu yang dibawah .Zein menarik tangan kimmy hingga jatuh di pangkuannya.


"Wah istriku sudah siap!"Zein memandangi tubuh indah pangkuannya.


"Indah sekali sayang,aku suka seperti ini"tangan zein mulai mengelus paha putih itu.kimmy mulai meletakkan tangannya di leher zein.Muka kedua insan ini saling mendekat,Zein mulai menyesap bibir indah yang sudah menjadi candunya sedari pertama kali mereka bertemu di kantor.tangan zein tidak mau diam,dia menekan tekuk kimmy dan memperdalam ciumannya,tangan kirinya bergerilya di paha area bawah kimmy


tanpa melepas pagutannya zein menggendong tubuh kimmy ala bridalnya ke ranjang empuk kamar itu.zein meletakkan tubuh indah itu perlahan di kasur dan mengungkungnya.ciuman itu mulai turun kebawah diarea telinga dan leher.


Tubuh kimmy meremang rasanya seperi Teraengat aliran listrik arus tekanan tinggi.suara indah lolos dari mulut kimmy.


"Arghh honey"


"Hmm,zein masih asyk membuat ukiran di leher putih itu,tidak cuma satu tapi ada banyak,lalu turun kebawah.zein menarik lingerie itu hingga robek dan membuangnya asal.dia bergerilya disana memberi stempel di wilayah itu,nanti pasti banyak bercak merah disana.tubuh kimmy terus mengeluarkan suara suara seksi itu.


Zein kembali menuju ke bukit kembar itu,dia mulai meremas bukit kenyal menjulang itu,tidak besar dan tidak terlalu kecil,pas sekali di genggamannya,Zein mulai menjilat dan menyesapnya.


"Argh honey"


"Teruskan bee,aku suka sekali,kau membuatku mabuk sayang,melebihi alkohol kadar tinggi"zein kembali menyesap madu bukit kembar itu,sementara tangannya terus bergerilya.


"Argh kimmy menjerit,dia menekan kepala zein makin dalam seolah tidak ingin zein menyudahinya.


Zein tersenyum tipis dia sangat menyukai suara indah tersebut.Zein merobek segitiga bermuda yang masih menutup pusat kimmy.Dia memandanginya sesaat,tempat itu yang akan menjadi favoritnya sekarang,tubuh kimmy sudah polos.


Zein membuka pakaiannya dan membuangnya ke lantai,barulah dia bermain disana sebentar sebelum memulai pekerjaan yang sesungguhnya.


"Honey aku mau pipis"


"Keluarkan saja bee"


Kimmy sudah keluar duluan,zein menjilatnya mencoba sensasinya seperti petunjuk di film biru yang dia tonton semalam.dia merangkak keatas lagi,mencumbu bibir kimmy dan memulai aksinya,upin yang sudah sangat keras itu terus meronta.Zein memulai aksinya,kimmy yang merasakan ada benda keras mulai menerobosnya kaget.


"Honey apa itu?"


"upin sayang,kamu tahan sebentar ya."


kimmy meremas kuat punggung zein,


"Argh sakit honey"


Itu adalah darah keperawanan kimmy.


"Terima kasih bee,kau sudah menjaganya untukku"mengecup dahi kimmy.


Dia bermain sebentar di area bukit kembar,setelah kimmy rileks barulah zein bergerak maju mundur.


"Bee,ini enak sekali,kamu luar biasa sayang,argh bee"Kimmy yang sudah mulai menikmatinya mengimbangi permainan zein.


"Kalau perlu aku siap menjadi jalank untukmu honey".


Suara suara erotis dua sejoli di mabuk asmar itu terus menggema saling bertautan.menjadi musik indah di malam pengantin itu,peluh dan keringat tidak mereka pedulikan.


Tidak cukup sekali,mereka melakukan penyatuan,zein sungguh zein seperti anak kecil yang menemukan mainan baru,jadi lagi dan lagi.hingga kimmy sudah lemas di atas ranjang,barulah zein menyudahinya.


"Maaf kan aku bee,aku sudah membuatmu seperti ini"mencium kening kimmy dan mencabut upin dari rumah barunya.


Kimmy sudah lemas dia mulai memejamkan matanya,zein menutup tubuh polos mereka dan mendekap tubuh polos itu.eh ini upin sudah bangun lagi saja.


Zein menyentil nya pelan.


"Sudah,besok lagi,lihat dia sudah kecapekan,tega kamu"ucap zein pada upin.


Zein ikut memejamkan matanya menyusul sang istri yang sudah terlelap tidur.


* *


Pagi menjelang,zein bangun dari tidurnya,badannya terasa berat,dia melihat sekeliling,nampak tubuh polos kimmy,tangan dan kakinya berada diatas zein.


"Ya Allah kuatkan aku"melihat tubuh kimmy yang polos dan selimut pun sudah entah kemana,nampak sangat jelas pemandangan indah tersebut,bahkan si upin sudah sangat tengang,Zein menggeser tubun kimmy kesamping,yang yang tadinya memeluk zein kini terlentang sempurna, Zein yang sudah tidak kuat lagi menahan godaan,dia merangkak ke atas kimmy,dan mencumbunya. Kimmy yang kaget reflek menendang Zein hingga jatuh kelantai.


"Au bee kok di tendang"Zein mengelus pantatnya yang baru saja mencium tanah,tadi malam di belai belai,paginya mendapat tendangan maut,untung bukan upin yang terkena tendangan,bisa bisa bisa patah dia.


Kimmy terduduk mendengar suara teriakan zein.


"Honey,kenapa tidur di bawah,tidak memakai baju pula?"tanya kimmy tanpa dosa.


Zein berdiri.


"Aarghhh honey apa itu,kenapa ada hidung Squidward disana?"kimmy menutup matanya dan menunjuk ke pusat zein yang masih belum di tutup apapun,kimmy bahkan belum sadar kalau dirinya juga sama.


"Ini lagi Squidward,ini upin sayang,yang bisa membuatmu mendesah semalaman,dan tadi malah kamu tendang,untung bukan dia yang kena,kalau patah bagaimana,hmm!"zein mendekati kimmy yang masih menutup matanya tapi dia mengintip di balik jari jarinya.


"Apa jadi itu yang masuk tadi malam,pantesan perih sekali honey,lihat nih bengkak,mana tidak cuma sekali,ini malah mirip kuda liar."cemberut kimmy.Zein langsung mencium mulut monyong kimmy,dia selalu gemas melihat bibir itu ketika monyong.


"Tapi enakkan?"Zein semakin mendekat.


"Tapi aku mau mandi honey,perutku juga lapar kita,melewatkan makan malam kita".ucap kimmy ingin menghindar tapi tidak bisa.zein malah melahapnya sekali lagi.


"Sekali saja ya dan kita mandi"kata zein.


"Mandi sekarang,badanku sudah lengket,dan itunya masih perih"ucap kimmy.