My sister Is My Wife

My sister Is My Wife
EPISODE 8



HAPPY READING


ENJOYY!!!


Jangan lupa kasih tips yah biar makin semangat Qiee dalam buat ceritanya.


_____________@@@@@_______________


Next episode


Setelah cukup lama memperhatikan pergerakan seluruh murid kelas 10 bahasa.namun,tak ada hasil bagus yang kami dapatkan.


*tett....tet...tet..


Suara bell berbunyi yang menandakan pelajaran ke 3 dimulai.


"Gak ada hasilnya ndree," beritahu Ahdi kepada ku.


"Yaudah nanti kita diskusikan dikelas untuk istirahat ke 2," sahut ku kepada Ahdi.


"Oke ndree..." balas Ahdi seraih berdiri dari bangku yang kami duduki.


Kami pun segera kembali ke kelas,karna waktu pelajaran akan dimulai.waktu di jalan,ketika hampir sampai ke kelas,aku bertemu dengan putri.


"Ahh kakak,habis dari mana kak?" sapa putri dengan bertanya seraih tersenyum.


"Oh putri,habis jalan-jalan aja put cari udara segar." sahut ku kepada putri.


"Mau balik ke kelas nih??" tanya lagi putri.


"Iya put," jawab ku.


"Yaudah,putri mau balik ke kelas juga." beritahu putri kepada ku.


"Iya put," ujar ku sambil berjalan lagi menuju kelas.


"Tumben ndree...,putri mau bicara sama kamu." tanya Ahdi yang berada di samping kiri ku.


"Iya di...,mungkin gara-gara kejadian pagi tadi..." beritahu ku alasanya dengan nada yang pelan.


"Hmm?" gumam Ahdi dengan ekspresi bingung.


"Udah ah,ayo kita kembali ke kelas nanti telat loh." ucapku sambil mempercepat laju jalanku.


Kami bergegas kembali ke kelas.setelah sampai di kelas,kami langsung berdiskusi tentang rencana yang akan kami jalankan di istirahat ke-2 nanti.


"Jadi gimana ndree?" tanya Ahdi dengan sangat bingung.


"Jadi gini...,nah gitu." jawab ku dengan tak bersuara sedetik.


"Oke sip!" puji Ahdi dengan muka datar seraih mengacungkan jempolnya.


"Jangan bercanda ndree," ujar Ahdi dengan wajah yang serius.


"Hehe...,oke-oke seloww..." balas ku dengan tertawa pelan.


Aku pun berpikir,untuk mencari tempat pengintaian yang pas.namun ketika berpikir,aku jadi teringat dengan gadis super dingin yang misterius itu.


"Jangan-jangan..." pikir ku dalam hati.


"Ah,gak mungkin lah..." ucap ku bersiasat di dalam hati.


*MPASSHH!!!


Suara hempasan buku yang menimpa meja kami berdua.


"Buku kalian mana!!" bentak guru perempuan dengan yang cukup tinggi.


Kami pun sontak terkejut,dan langsung mengambil buku yang ada di tas masing-masing.


"**** salah bawa buku pula..." gumam ku dengan pelan.


Aku membawa buku yang bukan pelajaran hari ini.alhasil,aku terpaksa mengeluarkan buku yang berbeda dari yang ibu guru ajarkan.


"Kok buku kamu lain,dari yang lain Andre??" tanya ibu guru itu dengan bingung.


Pada saat itu,semua murid yang ada di kelasku memandang kami berdua Ahdi.mungkin,mereka bingung dengan sikap kami.


"Salah bawa buku bu..." jawab ku dengan nada yang pelan.


"Lu kenapa salah bawa buku ****," tanya Ahdi dengan pelan dan wajah yang cemas.


"Gak tau ****,tiba-tiba salah buku yang aku siapin pagi tadi." sahut ku dengan pelan.


"Yaudah,Ahdi pindah ke belakang,dan bergabung bersama Andre." pinta guru perempuan itu sambil melakukan pengarahan lewat jari tangannya.


Ahdi dengan cepat memindahkan kursinya ke samping tempat dudukku.


Dan mengangkat mejanya pula ke samping meja ku.


"****!!! lu kalo masalah pindah kebelakang cepat bat dah," ucap ku terkejut dengan ekspresi yang datar.


"Iya dong,cepat dari pada truck lagi hehe..." sahut Ahdi tertawa pelan seraih merapikan buku-bukunya yang terjatuh ketika memindahkan kursi.


"Bodo amat..." jawab ku dengan nada bercanda.


"Baiklah anak-anak,silahkan buka buku halaman 132..." pinta guru perempuan itu ketika memulai suatu pelajaran.


Ahdi pun membuka buku pelajarannya,dan aku di sebelah kirinya terpaksa melihat buku Ahdi.namun ketika di tengah-tengah pelajaran tersebut.


*Tapp...


Suara Ahdi menutup buku tulisnya.


"Jadi gimana ndree rencana kita?" tanya Ahdi dengan semangat.


"Tumben bat lu semangat gitu??" tanya ku kepada Ahdi.


"Soalnya nanti ada event game ndree,lu gak login yah pagi tadi?"


"Pagi tadi yah..." pikir ku dengan menghadap langit-langit.


"Pagi tadi aku sedang..." ucap ku dengan pelan.


"Sedang?" tanya Ahdi kebingungan.


"Ah lupakan,aku pagi tadi sedang ngak mood main game." beritahu ku seraih mengalihkan topik pembicaraan.


"Jadi gimana nih untuk istirahat ke-2 nantinya??" tanya lagi Ahdi.


"Kalo untuk istirahat ke-2 nanti,kita akan mengintai kelas 12 bahasa." beritahu ku kepada Ahdi.


"Yakin lu kelas 12 bahasa?" ujar Ahdi dengan nada bertanya.


"Iya bisa jadi saja dia cuma menggunakan kata "kak" di pesan whatsapp tersebut supaya terlihat seperti adik kelas yang naksir dengan kakak tingkat." jelaskan ku kepada Ahdi


"Benar juga yah..." pikir Ahdi dengan tangan kanannya seraih memegang dagu.


"Yaudah gitu aja,jelaskan??" tanya ku setelah menjelaskan rencana nanti secara rinci.


"Iya ndree," jawab Ahdi.


"Eh bukannya di kelas 12 bahasa ada gadis super dingin?" tanya Ahdi dengan wajah yang cemas.


"Udah tenang saja," ujar ku seraih memegang bahu Ahdi.


Suasan sana kelas ketika belajar mengajar seperti biasa dipenuhi dengan kegiatan suka cita.ada yang suka bercanda sama guru,suka bikin ribut,ngegosip satu sama lain dan masih banyak hal yang dilakukan murid ketika megikuti pelajaran.


Yang paling parahnya adalah bolos ketika pelajaran dimulai.pasti diantara readers sini ada yang suka bolos pada saat jam pelajaran berlangsung?? ayo jawab aja nanti dapet hadiah hehe...,canda.


*Tett..teett...tettt!!!


Suara bell berbunyi menandakan murid dipersilahkan istirahat.


"Oi Ahdi!!!" panggil ku untuk membangunkan Ahdi yang tertidur ketika pelajaran tadi.


"Hmmmeem..." gumam Ahdi ketika tidur.


"Udah istirahat nih,ayo ke toilet dulu cuci muka." suruh ku sambil mengoyang-goyangkan badannya.


Ahdi pun terbangun dari tidurnya yang nyenyak itu,ia lalu membereskan peralatan belajarnya dan menggendong tas itu seraih berjalan ke arah pintu kelas.


"Oi Ahdi...lu kenapa?" tanya ku dengan wajah datar dan nada yang cukup keras.


"Hmm?" tanya Ahdi seraih berdiri terengah-engah melayang.


"Belum pulang oi!!" beritahu ku ke Ahdi dengan wajah yang datar lagi.


"****,belum yah??" tanya Ahdi dengan terkejut dan matanya yang mengantuk langsung segar kembali.


"Malu-maluin aja lu," ucap ku kepada Ahdi.


"Readers yang baca aja ngak malu yakan kalian?," ujar Ahdi.


"Masih seputar novel oi,bukan dikomentar...,ini." jawab ku.


"Haha,iya-iya canda boss."


"Yaudah yuk kita ke toilet dulu cuci muka," ujar Ahdi seraih berjalan kembali ke meja menaruh tasnya.


"Oke." sahut ku.


Kami berdua pun langsung berjalan menuju toilet untuk cuci muka.dan ketika diperjalanan,aku dan Ahdi mendengar siswa meributkan pengumuman yang mengatakan kalau ujian semester ganjil akan dimulai senin nanti.


"Wah senin ternyata kita mulai ujian ndree," beritahu Ahdi seraih membuang lendir di matanya yang menempel.


"Iya nih Ahdi," sahut ku kepada Ahdi seraih melanjutkan berjalan menuju toilet.


Setelah sudah mencuci muka di toilet,kami langsung bergegas menuju kelas 12 bahasa untuk melakukan pengintaian.terhadap pelaku pesan whatsapp yang tidak dikenal.


Setelah beberapa lama.


"Iya ndree," sahut Ahdi.


Kami berdua duduk santai di depan kelas 12 bahasa.sama seperti apa yang kami lakukan di kelas sebelumnya.


"Oh iya ndree," ucap Ahdi yang duduk di samping kiri.


"Kenapa??" tanya ku dengan nada santai.


"Hari minggu kosong ngak?" tanya balik Ahdi.


Maksud dari pertanyaan Ahdi di atas yaitu,Ahdi ingin ke rumah ku untuk bermain game bersama.yang sudah baca dari awal bab mungkin sudah tau,bagi yang belum atau ngak ingat,coba baca deh dari awal lagi hehe.


"Hmm...ada sih,putri katanya ngajak jalan." beritahu ku kepada Ahdi.


"Yah...,padahal minggu nanti ada event bagus." beritahu pula Ahdi dengan wajah lesu.


"Mau gimana lagi,nanti dia marah." balas ku ke Ahdi.


"Oke deh ndree,berarti minggu depan aja..." ujar Ahdi sambil tersenyum.


"Yokai!! Di!!" jawab ku seraih senyum.


"Eh ndree,gadis super dingin itu ngeliatin kita terus loh...,aneh!!!" ucap Ahdi seraih menunjukan dimana gadis super dingin itu berada.


"Oh iya,baru liat aku kalau ada dia..." jawab ku dengan rasa sedikit terkejut.


"****,lu dari tadi ngintai ngak sih??" tanya Ahdi dengan wajah yang datar.


"Sorry-sorry,tadi aku terlalu fokus..." jelaskan ku dengan wajah yang serius.


"Fokus kemana hayo..." ujar Ahdi dengan nada berncanda.


"Ke *ughh perempuan..." beritahu ku dengan wajah datar.


"Sensor woii!! nanti ada label 21+nya lagi ni novel..." ucap Ahdi.


"Haha!!! sorry-sorry ye..." jawab ku.


"Yaudah ah,mending lu perhatiin yang lu anggap mencurigakan dari pada yang lain." pinta Ahdi dengan wajah yang serius.


"Oke,siap kapten!!" jawab ku dengan tegas.


Kami setiap menit terus mengintai kelas 12 bahasa itu,namun tak ada hasil yang bagus pula seperti sebelumnnya.


*ting..nong!!


Suara pesan whatsapp yang muncul di layar handphone ku.


"Lah lu bawa handphone ndre...?" tanya Ahdi dengan wajah yang datar.


"Ah-ahh,iya Di,hehe..." jawab ku dengan tertawa pelan.


"Katanya ngak boleh bawa handphone salama penyelidikan berlangsung," tang Ahdi dengan wajah yang datar.


"Buat jaga-jaga aja Di..." beritahu ku kepada Ahdi seraih mengambil handphone tadi yang berbunyi di dalam saku celana ku.


"Iya deh..." sahut Ahdi dengan muka yang murung.


Ketika membuka kunci handphone ku.gadis super dingin yang duduk manis di kelas tadi,tiba-tiba berdiri dari kursinya dan langsung keluar entah kemana tujuannya.


"Di,mending lu ikutin deh itu gadis..." pinta ku kepada Ahdi seraih melihat pesan whatsapp itu.


"Kenapa harus di ikutin ndree??" tanya Ahdi kebingungan.


"Udah lu ikutin aja!!!" jawab ku dengan nada dan wajah yang serius.


"Iya,oke ndree,siap kapten!!" sahut Ahdi seraih berdiri dari kurisnya dan mengikuti gadis super dingin itu diam-diam.


Ahdi pun mengikuti gadis super dingin itu berjalan.dengan mode senyap Ahdi,itu sangat berguna untuk mengikuti orang dari belakang tanpa di ketahui oleh target tersebut.


______________________________________


Isi pesan whatsapp yang baru muncul:


"Kak,kok duduk di situ sih.ngak duduk disamping ade aja."


"ade lagi kesepian nih!! duduk sendiri di kelas."


______________________________________


"Emang kamu dimana??" balas ku dengan bertanya.


"Lagi ke toilet kak,panggilan alam." jawab dari pengirim misterius itu dengan emoticon tertawa.


Di sisi lain,Ahdi sedang mengikuti gadis super dingin itu dengan perlahan dan tak mengeluarkan suara pun.


"Buat apa coba ****,Andre meminta ku untuk mengikuti gadis super dingin ini." pikir Ahdi dalam hati.


Tiba-tiba.


*Sleett...bakk!!!


Ahdi terjatuh karna lantai keramik yang licin ketika di tikungan.


Sontak,gadis itu terkejut karna dia sedang memainkan handphone genggamnya ketika menuju toilet


Gadis super dingin itu langsung melihat kebelakangnya,namun tak ada orang yang terpleset pada waktu itu.


"****!! untung aja masih sempat bersembunyi..." ucap Ahdi pelan dengan wajah dan baju yang lecet kusam


Gadis super dingin itu langsung melanjutkan jalannya menuju toilet perempuan.begitu juga dengan Ahdi,Ahdi juga bergegas untuk mengikuti gadis itu dengan sangat hati-hati akan lantai yang licin.


Di satu sisi,aku sedang berbalas pesan dengan pengirim misterius tadi yang menggunakan kata "kak" dalam isi pesan tersebut.


"Ke toilet kok bawa handphone sih?" tanya ku lagi kepadanya.


Tak lama,pesan whatsapp masuk lagi,*ting...nong!! Suara nada dering ketika pesan whatsapp masuk.


"Hehe...,takutnya kalo handphone di tinggal,nanti hilang kan sayang..." isi dari pesan masuk itu.


Di lain kejadian,Ahdi terus mengikuti gadis super dingin itu berjalan.namun ketika mendekati toilet perempuan,gadis itu langsung masuk ke dalam toilet.dan terpaksa,Ahdi dengan berat hati menunggunya di luar.


Ketika Ahdi menunggu di luar


toilet,terdengar suara seorang perempuan yang kegirangan.


"Hahahehe..." tawa seorang perempuan,yang tak lain adalah gadis super dingin.


"Lah...,baru kali ini aku mendengar gadis yang dinginnya minta ampun sedang tertawa." terkejut Ahdi di dalam hatinya dengan rasa tidak di sangka.


"Jangan-jangan dia..." pikir Ahdi dalam hatinya.


Beberapa saat kemudian gadis super dingin itu keluar dari toilet dan kembali menuju kelas,karna jam istirahat sudah mulai berakhir.


Dengan cepat,Ahdi langsung berlari kembali ke tempat ku berada saat itu.


2 menit kemudian.


*Tapp...tap..tap!!!


Suara langkah kaki yang tak lain,adalah Suara langkah kaki Ahdi yang sedang menuju tempatku.


"Gimana Di??" tanya ku ketika Ahdi sudah sampai.


"Anuuh...ituuhh...huh..hahh" ucap Ahdi terengah-engah kelelahan ketika berlari.


"Tarik nafas lu dalam-dalam dulu,baru keluarkan lewat pantat." beritahu ku dengan candaan yang garing.


"Udah ah,jangan bercanda..." sahut Ahdi dengan wajah dan perkataannya yang sangat serius.


"Iya-iya sorry..." balas ku dengan wajah tersenyum.


"Jadi gimana?" tanya ku ke Ahdi.


"Haaa!!! huuuuhhh..." Suara Ahdi ketika menarik nafas dan menghelanya dengan lega.


"Tadi aku mendeng–,"ucap Ahdi terputus ketika melihat gadis super dingin tadi kembali ke dalam kelasnya.


"Ah...,nanti aja ndree..." beritahu Ahdi dengan sedikit takut.


"Yaudah,kita mending ke kelas aja dulu karna waktu istirahat juga hampir habis." jawab ku ke Ahdi.


Kami berdua pun langsung beranjak dari tempat duduk,dan menuju kelas karna pelajaran akan segera dimulai.


Aku dibuat penasaran dengan sikap gadis super dingin tadi ketika dia masih di dalam kelas,sebelum keluar untuk pergi entah kemana.


Karna dia ketika duduk dikelas,gadis tersebut terlihat sedang memainkan handphonenya kesetidak pengetahuan kami ketika duduk tadi.ditambah,dia sedang menatap kami berdua dengan tatapan dingin tak berperasaan sama sekali.


Tapi aku sangat tidak sabar mendengar penjelasan Ahdi ketika dia mengikuti gadis super dingin itu.


"Oh iya,itu muka dan baju kenapa lecet?? Wkwk..." tanya ku seriah tertawa ketika berjalan kembali menuju kelas.


"Aku tadi jatuh ****!! gara-gara lantainya licin." jelaskan Ahdi dengan wajah yang datar seraih membersihkan debu yang ada di wajahnya.


Bersambung...


_____________@@@@@_______________


Mau tau kelanjutannya seperti apa??


Nantikan di chapter selanjutnya


Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author


jika kalian menganggap nya menarik


See you next time


Byee...bye...