My sister Is My Wife

My sister Is My Wife
EPISODE 7



HAPPY READING


ENJOYY!!!


Jangan lupa kasih tips yah biar makin semangat Qiee dalam buat ceritanya.


_____________@@@@@_______________


Next episode


Kami pun mengikuti pelajaran guru killer tersebut.ngomong-ngomong,pelajaran yang di ajarkan guru killer itu adalah pelajaran Sejarah.


Jadi jangan heran,kalau guru tersebut sangat menyanjung tinggi perilaku pada masa sebelum kemerdekaan,atau lebih tepatnya masa perjuangan.


*Tett..Tett...


Suara bell yang menandakan waktunya istirahat.


"Akhirnya istirahat...!!!" seru ku dengan lega sehabis menerima pelajaran tadi.


"Yosh!! ayo kita jalankan misinya!!" sahut Ahdi dengan penuh semangat.


"Ke kantin dulu gih,aku lapar nih." beritahu ku kepada Ahdi.


"Oke baiklah," balas Ahdi.


Kami berdua Ahdi sebelum menjalankan misi untuk ke 2 kalinya,sarapan terlebih dahulu sebelum mulai pencarian orang yang mengirim pesan whatsapp tersebut.


"Hari mau makan apa lu ndree??" tanya Ahdi yang sedang berjalan di samping kanan ku.


"Hmm...,apa yah..." pikir ku dengan pelan seraih berjalan menuju kantin sekolah.


"Mie goreng aja deh," ucap ku kepada Ahdi.


"****,mana kenyang makan mie goreng doang!!!" sahut Ahdi dengan cukup keras


"Biarlah,lagi pula akhir-akhir ini aku ngak nafsu makan." beritahu ku kepada Ahdi.


"Kenapa ndree?" tanya Ahdi dengan rasa penasaran.


"Ada deh hehe..." jawab ku dengan bercanda.


"Yaudah deh kalo ngak mau jawab," balas Ahdi dengan rasa kecewa.


"Nanti lu akan tau," ujar ku seraih tersenyum kepada Ahdi.


Kami pun menuju kantin seperti biasanya.tapi,pada saat di tengah perjalanan,kami bertemu lagi dengan gadis super dingin itu ketika ia hendak keluar dari kelasnya.entah kenapa pertemuan kami ada yang merencanakan.tapi,mungkin saja dia juga sedang menuju kantin untuk sarapan.


"Mungkin hanya firasatku," ucap ku dalam hati.


Ahdi dengan rasa takut terhadap gadis super dingin tersebut,bersembunyi di belakang ku dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun kepada ku.


"Gausah takut di..." beritahu ku kepada Ahdi yang sedang ketakutan di belakang ku dengan pelan.


"Serem ****..." balas Ahdi dengan nada yang pelan pula supaya tidak terdengar oleh gadis super dingin itu.


Sesaat,gadis super dingin itu melirik ke arah ku tanpa sebab.aku pun mengacuhkan lirikan tersebut.


Karna,tak ada hasilnya membalas lirikan itu.yang ada nanti aku malah suka sama dia.(ya kan readers??)


"Ayo ah ndree,cepetan ke kantin." beritahu Ahdi seraih mendorong ku dari belakang.


"Iya **** sabar,jangan main dorong lah kocak." sahut ku sambil menahan tubuh ku dari dorongan Ahdi.


Kami pun bergegas ke kantin,karna Ahdi sudah ketakutan setengah mati dengan gadis super dingin tersebut.


Namun gadis super dingin tersebut mengikuti kami dari belakang karna tujuan yang sama yaitu,pergi ke kantin.


"Jadi tak salahkan?? kalo orang menuju tempat yang sama." pikir ku dalam hati.


Sesaat,aku melirik kebelakang untuk melihat situasi.


"Kantin...kanti...kantin..." gumam Ahdi seperti sedang kesurupan.


"Wah harus segera di ruq'yah ni anak," ucap ku dalam hati sambil melihat gadis super dingin itu.


Ketika ku lirik beberapa kali ke belakang,dia mengalihkan pandangannya entah kemana.tapi setiap aku tidak memandangnya,dia melihat ke arah kami berdua.


Dia seperti menyembunyikan sesuatu yang tak mau di lihat orang.aku pun sengaja menambah kecepatan berjalan ku,namun dia juga menambah kecepatan berjalannya sama sepertiku.


"Ni anak kenapa coba..." pikir ku dalam hati.


Tak lama,kami pun sampai ke kantin sekolah dengan ngos-ngosan ketika berjalan tadi.


Seperti biasa,aku membiarkan Ahdi memesan makanan kami.


"Bang mau pesan makanan," jelaskan Ahdi kepada Abang kantin.


Gak beberapa lama,abang kantin itu datang menghampiri Ahdi dengan pakaian seragam kerjanya.


"Iya,mau pesan apa ka??" sahut abang kantin itu kepada Ahdi dengan bertanya.


Ahdi pun berpikir sangat keras memilih menunya.kalo aku sih,udah aku bilangin tadi kalo mau makan mie goreng.


10 menit sudah berlalu.


"Hmm..." gumam Ahdi memikirkan menu makanannya.


"Wah...,minta bacok ni manusia." ucap ku dalam hati dengan ekspresi yang datar.


Di sisi lain,gadis super dingin tadi mengantri di belakang ku dengan sikap dinginnya.tak berbicara sepatah kata pun sebelum memesan makanannya.


Entah kenapa,aku pun tak sengaja melirik ke arah belakang untuk melihat situasi ketika di kantin.bisa saja orang yang mengirim pesan whatsapp tersebut sedang berada di kantin untuk sarapan pagi.dengan tujuan yang lain,yaitu untuk menstalkerku.


Ketika aku melirik ke belakang,wajah gadis super dingin itu yang awalnya melihatku terus dari belakang,kini memalingkan pandangannya ke arah lain,seperti tidak melihat apa-apa saja.


"Mana Ahdi lama banget lagi memilih menunya," ucap ku dalam hati seraih melirik ke arah belakang.


"Ah,mie goreng aja deh sama es teh 2 bang." ujar Ahdi seraih menujuk gambar yang tertera di daftar menu tersebut.


"Sumpah ni anak,golok mana golok." ujar ku dalam hati dengan rasa jengkel.


Tapi dengan sabar,abang kantin itu menunggu Ahdi memilih menunya.


"Oke kak,silahkan menunggu di kasir pembayaran." jawab abang kantin itu.


"Iya bang," balas Ahdi sambil berjalan menuju kasir pembayaran.


Aku juga menuju kasir pembayaran untuk membayar makanan ku tadi.sedangkan gadis super dingin yang tidak ku tau namanya maju ke depan untuk memilih menunya.


Dan tak disangka,gadis super dingin itu memilih menu yang sama dengan kami berdua.


Gak lama sekitar 4-5 menit lebih,mie goreng dan es teh kami sudah siap.


Abang kantin pun membawa pesanan kami dengan ramahnya,dia tersenyum ibarat tak terjadi apa-apa ketika Ahdi memilih menu tadi.


"Makanan dan minumannya sudah siap!!!" beritahu abang kantin tersebut.


Kami berdua Ahdi pun langsung mengeluarkan uang dari saku celana,dan membayarnya ke abang kantin itu.


"Ini Di,sekalian bayarin punya ku." pinta ku seraih memberikan uang itu kepada Ahdi.


"Oke ndree," sahut Ahdi seraih mengambil uang itu dari ku.


Ahdi pun membayar makanan itu.


"Ini bang uangnya," ucap Ahdi seraih memberikan uang itu.


"Baiklah kak,silahkan tunggu kembaliannya." beritahu abang kantin itu seraih mengambil kembalian dari pembayaran tadi.


"Oke bang..." sahut Ahdi dengan tersenyum seolah tidak melakukan kesalahan.


Beberapa menit kemudian.


"Ini kembaliannya kak," sapa abang kantin itu.


Ahdi pun mengambil kembalian tersebut dan membawa makanan kami.


"Oke terima kasih bang," balas Ahdi seraih mengambil uang kembalian itu. Dan membawa makanannya.


Dalam proses kerja di kantin,pegawainya berjumlah 5 orang untuk melayani seluruh murid di SMA kami.tiga orang bekerja di dapur,satu orang mengurus pembayaran serta satu orangnya lagi mengurus tentang pembayaran.


Kelima pegawai kantin tersebut cukup ramah terhadap semua murid,meski kadang menjengkelkan seperti Ahdi.


"Hacim..." Ahdi bersin.


Namun dengan senyumnya,abang kantin itu melayani kami dengan sangat baik.aku takjub dengan sifat yang dimiliki abang kantin tersebut.


Kami berdua Ahdi bergegas untuk mencari tempat duduk yang strategis.karna hanya tempat duduk itu yang bisa memperlancar jalannya misi kami hari ini.


Pertama-tama,kami akan mengawasi setiap pergerakan semua murid di kantin tersebut.


"Tuh ndree,tempat duduknya kosong." beritahu Ahdi seraih menunjuk tempat tersebut dengan tangan kirinya.


Kami pun segera duduk di tempat seperti biasa,yaitu tempat paling pojok menghadap kelas membelakangi dinding,di sebelah kiri,tempat kantin itu berada di depan sebelah kanan kami.


Kami akhirnya bisa duduk dengan tenang,dan tak ada gangguan dari siapa pun.


"Mie goreng dengan es tehnya sudah siap..." terdengar dari kejauhan ucap abang kantin kepada gadis super dingin tersebut.


Gadis super dingin tersebut ke kasir pembayaran.setelah itu dia langsung melihat ke seluruh meja yang ada di kantin waktu.


Terlihat semua meja hampir di penuhi oleh siswa-siswi lain dan hanya tersisa 2 meja yang kosong.yaitu,meja yang di depan ku dengan meja kami dengan Ahdi saja.


Awalnya dia bingung ingin menepati tempat duduk yang mana.namun, beberapa lama kemudian,dia langsung menuju tempat duduk kami dengan santainya.


"Ndree!!! itu cewek,datang lagi kesini." beritahu Ahdi dengan rasa khawatir.


"Gak mungkin dia ke sini untuk memarahi kita...,kita kan ngak ada masalah sama dia,mungkin dia kesini cuman untuk makan saja." pikir ku dalam hati sambil memperhatikan gadis super dingin itu menuju tempatku.


"Gimana ini ndree??" tanya Ahdi kebingungan.


"Yaudah lu diam aja," sahut ku seraih memegang bahu Ahdi.


Gadis super dingin itu langsung duduk menghadap dinding,lebih tepatnya kami berdua sedang berhadapan.


Ahdi dengan penuh rasa takut langsung beralasan pergi ke toilet.


Dan meninggalkanku berdua dengan gadis super dingin itu dikantin tanpa berucap sepatah kata kepada ku.


Suasana pada saat itu sedang ramai ketika istirahat,namun di sekitaran meja yang kami duduki terlihat sepi karna adanya gadis super dingin tersebut.


Aku pun memakan mie yang ku beli tadi.


"Ehemm..." gumam gadis super dingin tersebut.


Sontak aku melihat gadis super dingin itu.ia pun juga melihatku namun dengan tatapan yang biasa.


"Ada apa ya??" tanya ku kepada gadis super dingin itu.


Wajah gadis itu pun langsung memerah tersipu malu ketika aku bertanya.


"Anu...hmm...gak papa..." balas gadis super dingin itu.


Baru kali ini aku melihat gadis yang dinginnya minta ampun tersipu malu ketika aku bertanya.


Tak lama aku melihat Ahdi dari kejauhan berisyarat supaya cepat menjauh dari situ.


Aku pun mempercepat lajui makan ku,tanpa melihat ke arah gadis super dingin itu.lagi pula kami sehabis makan ingin cepat-cepat menjalankan misi.


Setelah beberapa lama,makanan ku pun habis dan langsung ke tempat Ahdi tadi tanpa menghiraukan gadis super dingin itu.


*tap..tap..tap!!!


Suara langkah kaki ku meninggalkan meja makan menuju tempat Ahdi.


"Kenapa ****??" tanya ku ke Ahdi dengan rasa penasaran.


"Lo ngak apa-apa ndree??" tanya balik Ahdi seraih meraba-raba tubuh ku.


"Ngak apa-apa ****," jawab ku dengan menghindari rabaan Ahdi tadi.


"Lu ngak di apa-apain kan??" tanya lagi Ahdi dengan cemas.


"Udah ah mending kita jalankan misinya," beritahu ku ke Ahdi


"Yosh,ayo ndree!!" sahut Ahdi dengan penuh semangat.


Kami berdua Ahdi mendiskusikan tempat untuk menjalankan misi,dan sudah diputuskan untuk kelasnya bertempat di kelas 10 bahasa.


Karna menurut petunjuk dalam whatsapp tersebut memakai kata "kakak" dan bahasanya bisa di bilang formal.alhasil kelas yang menjadi incaran kami adalah kelas bahasa yang lebih rendah tingkatnya.


Aku dan Ahdi pun langsung menuju tempat lokasi,yang jaraknya cukup dekat dengan kantin sekolah.kurang lebih,jarak antara kelas 10 bahasa dengan kantin sekitar 45 meter.


*tapp...tap...tap!!


Suara langkah kami berdua sedang menuju kelas 10 bahasa.


Setelah cukup lama akhirnya kami sampai di kelas 10 bahasa.kelas 10 bahasa yang katanya salah satu murid di kelas tersebut mendapat nilai tertinggi ketika melaksanakan ujian masuk SMA kami.


SMA negeri 1 palangka raya,SMA yang bertujuan untuk mendidik siswa berpontensi.sekolah yang terdiri dari banyaknya jurusan dan banyak pula yang gugur ketika seleksi ujian masuk.


Hanya sedikit yang berhasil masuk ke dalam sekolah ini,dan banyak juga orang yang berani mengeluarkan uang untuk mendidik anak-anaknya supaya lebih mahir dalam berkarya.


Sekolah yang dilengkapi fasilitas-fasilitas yang canggih serta modern.oleh karna itu,tak sedikit siswa yang mau masuk ke sekolah favorit tersebut.


Sekolah yang menjamin kesuksesannya dimasa yang akan mendatang.tentu saja tergantung siswanya yang berjuang mati-matian ketika berada di sekolah tersebut


"Lu yakin kalau di kelas 10 ada orangnya??" tanya Ahdi.


"Semoga saja!!!" jawab ku dengan semangat.


"Yosh,sudah diputuskan." ucap Ahdi membuatku bingung.


"Apaan?" tanya ku dengan bingung.


"Mau ke wc bentar hehe..." jawab Ahdi dengan tertawa kecil.


"Lu tadi kan habis ke wc ****," ucap ku dengan wajah datar.


"Ngak,tadi aku ke wc cuman login game doang." jawab Ahdi dengan santainya.


"Hmm..." gumam ku dengan wajah datar lagi.


"Yaudah cepat balik tapinya," pinta ku ke Ahdi.


"Oke tunggu yah..."


5 menit kemudian.


"Wah lega juga rasanya sehabis panggilan alam..." beritabu Ahdi seraih memperbaiki baju seragamnya yang tidak rapi.


"Udah?" tanya ku.


"Udah ndree..." jawab Ahdi seraih duduk di sampingku.


Pada saat itu suasan kelas 10 bahasa sangat sunyi.karna,para murid di kelas itu berbicara dengan pelan.tapi terkadang ada yang keras itu pun ditegur oleh teman sekitarnya.


"Eh itu kan anak kelas 12 Mipa??"


"Mana? mana?"


Ucap murid yang ada di dalam kelas tersebut.


Seketika,para murid perempuan yang ada di dalam kelas itu pun langsung melihat kami seperti melihat pertunjukan topeng monyet.


"Wah ganteng!!"


"Iya ganteng banget yah..."


"Dia udah punya pacar belum ya??"


Ucap para murid perempuan dikelas tersebut.


"Perasaan kita cuman jadi tontonan mereka ndree??" tanya Ahdi kepada ku.


"Biarin aja,kita harus tetap fokus ke misi kita yang sekarang." sahut ku dengan wajah serius.


"Oke baiklah ndree," jawab Ahdi seraih fokus kembali melakukan pencarian.


Kami pun kembali fokus melakukan misi,tanpa menghiraukan murid-murid yang menatap kami.


Aku di kelas terkenal sebagai murid yang suka terlambat,banyak melakukan kesalahan dan ngak suka keluar kelas ketika istirahat.


Jika keluar kelas,itu pun karna makan di kantin atau pergi ke toilet untuk panggilan alam.ditambah aku tidak suka bergaul dengan kelompok-kelompok yang dibentuk oleh murid kelas.oleh karna itu aku dijuluki sebagai murid yang misterius.


Tapi,aku tetap santai saja menghadapi julukan itu,atau lebih tepatnya kalau orang nolep bilang "bodo amat".


Bersambung...


_____________@@@@@_______________


Mau tau kelanjutannya seperti apa??


Nantikan di chapter selanjutnya


Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author


jika kalian menganggap nya menarik


See you next time


Byee...bye...