
HAPPY READING
ENJOYY...
jangan lupa vote dan follow instagram kami yah @author_idn biar Qiee makin semangat dalam berkarya.
______________@@@@@______________
NEXT EPISODE
"Haha...nasib lu berarti..." jawabku sambil tertawa.
Setelah cukup lama berjalan sambil bergurau,kami pun memasuki kelas dengan tertib.
*teett...tettt..ttet!!
Suara bell berbunyi yang mendatangkan bahwa pelajaran terakhir akan segera dimulai.
Sektari 5 menit berlalu,guru yang mengajar pun masuk ke kelas.
"Baiklah anak-anak sebelum ibu memulai pelajaran,ibu ingin memberitahukan bahwa senin nanti ujian tengah semester akan dimulai." jelaskan ibu gurub di depan kami sambil berdiri.
"Udah tau ****,kenapa dikasih tau lagi..." gumam pelan Ahdi di depanku.
"Ya udah dengerin aja apa susahnya..." balasku gumam Ahdi dari belakang.
"Ibu harap kalian memanfaatkan waktu sebaik mungkin,supaya ketika ulangan nanti kalian gak bengong pada saat menjawab soalnya." ujar ibu guru itu mengingatkan kami.
"Tapi besok aku dan putri akan jalan-jalan untuk cari angin segar,hmm...kemana yah kira-kira..." pikirku bingung di dalam hati karna mencari tempat untuk jalan-jalan.
"Ndree..." ucap Ahdi.
"Ndree!!..." ucap lagi Ahdi dengan nada sedikit keras.
"Ah-ah!!.. Apa!!?" tanyaku terkejut karna sedang berpikir.
"Kenapa melamun woi..." ucap Ahdi dengan nada bertanya.
"Eh?...ngak apa-apa kok hehe..." jawabku dengan sedikit tertawa.
"Hmm..." gumam Ahdi dengan muka yang datar.
"Baiklah anak-anak,silahkan buka buku kalian halaman 1..." ucap ibu guru yang mengajar itu memulai pelajaran.
Pelajaran pun dimulai,aku mengambil buku dari dalam tas beserta alat tulis.
Setelah itu aku ngak belajar,melainkan bertanya kepada Ahdi tentang gadis super dingin tadi hehe...
"Sutss...suttss..." panggilku kepada Ahdi.
"Andre...kenapa andree..." ucap ibu guru melihatku.
"Gak bu,gak ada apa-apa kok hehe..." jawabku kepada ibu guru yang di depan
"Buku kamu mana?" tanya ibu guru itu.
"Ini bu ada..." jawabku seraih memperlihatkan buku diatas mejaku.
"Oke anak-anak ibu lanjutkan," ujar ibu guru yang mengajar itu.
Dan aku pun tidak bisa berdiskusi dengan Ahdi karna guru yang mengajar kami terlalu fokus kepada murid.
*Tett...tteet...tett!!!
Suara bell sekolah yang menandakan para murid dipersilahkan pulang.
"Ndree,nanti malam yah aku jelasin ditempat biasa..." ucap Ahdi seraih beranjak dari kursinya dan mengambil tas belakang kursi
Maksud Ahdi "ditempat biasa" dalam istilah kami yaitu loby game sebelum memulai permainan.
"Oke Di..." jawabku pula seraih membereskan alat tulis dan buku dimeja.
"Yaudah ndree,aku pulang duluan yah soalnya mager bat nih badan..." ujar Ahdi dengan bersalaman.
"Mager mulu lu ****," balasku dengan bersalaman pula.
Ahdi pun merapikan kursi serta mejanya dan keluar dari kelas dengan tertib.tetapi ketika Ahdi keluar dari kelas,Adikku yang manis nan imut pun datang untuk menjemputku.
*tap..tap..
Suara langkah kaki putri.
"Hallo kakak sayangkyuu..." sapa putri dengan begitu girang.
Aku pada saat itu sudah membereslan peralatan dan buku tulis tadi langsung menjawab sapaan adik manisku.
"Yo putri..." balasku dengan mengangkat 1 tangan dan wajah yang tersenyum.
Padahal pada saat itu aku juga sedang mager tingkat tinggi.
*mager dalam artian adalah "males gerak" jadi yah...disingkat aja katanya biar simple hehe...
"Ayo pulang kak,kita istirahat biar besok bisa jalan." ucap putri dengan senyumnya yang manis.
"Iya-iya put..." jawabku seraih merapikan tempat duduk serta meja.
"Ehem..." gumam pelan seseorang dari balik tembok didepan kelasku.
Setelah membereskan semuanya,aku langsung memakai jaketku dan memasang tas.setelah itu aku segera berjalan keluar kelas.
*tapp...tapp...
"Ayo put kita pulang..." ucapku kepada adikku.
"Oke kak," jawab putri dengan senyum bahagia.
Ketika berjalan menuju parkiran,aku berpikir mencari tempat untuk jalan-jalan besok.tapi aku berpikir lagi untuk meluangkan waktuku belajar nantinya.
"Atau aku bawa buku aja yah ketika jalan nanti..." gumamku dalam hati berpikir.
"Hmm...nanti putri marah lagi,yaudah malamnya aja sehabis jalan aku belajar." ucapku dalam hati dengan mengambil keputusan terakhir.
Setelah beberapa lama berjalan,aku pun sampai ke parkiran sepeda dan motor.aku langsung memasang helm dikepalaku dan begitu juga putri.
Aku memundurkan motorku dan langsung menghidupkannya.
*brumm...brum!!
Suara motor ketika dihidupkan.
Dengan seketika putri langsung menaiki dan memegang badanku dengan erat.
"Cih..." ucap seseorang dari kejauhan sambil bersembunyi melihat kami berdua putri pulang.
Seperti biasa diperjalanan,aku merasa sedang berpacaran dengan orang yang aku suka.memegang tubuhku dengan erat,menyandarkan kepalanya dipunggungku.rasa nikmat apa lagi yang kurasakan ini.
"Oh my panic..." ucapku dalam hati dengan perasaan yang bahagia.
Skip di perjalanannya,kami pun sampai dirumah dengan selamat dan perasaan yang berbunga-bunga didalam hati.
*tapp...
Suara kaki putri turun dari motor.
Aku memarkirkan motor dibagasi rumah dan langsung masuk ke dalam rumah.
Entah kenapa hari ini aku sangat lelah sekali,apa akibat melakukan pengintaian tadi terhadap pesan whatsapp misterius atau karna ni badan udah terlalu lama beraktivitas dan lagi kena magernya hehe...
Ketika masuk kamar,aku dengan sangat cepat langsung melempar tasku ke arah kasur serta melepaskan pakaian seragam,ditambah lagi aku menghidupkan AC dengan derajat yang paling dingin.
Aku menutup gorden yang terbuka lebar karna ibu selalu membukanya setiap pagi supaya gak gatal ketika berbaring.mungkin diantara para readers ibu kalian melakukan yang sama,entah itu sebelum kalian berpisah dari ibu atau yang sudah beranjak dewasa.
"Aaahhuuhhh..." ujarku menghembuskan nafas yang panjang akibat kelelahan.
"Whuuahh...mager jiwa..." ucapku dengan merenggangkan seluruh tubuhku serta menguap atau ngantuk.
sesaat sekitar 5 menit,mataku mulai buram dan langsung terpejam atau tidur.namun aku tersadar dan langsung membuka mataku,ketika melihat handphone ternyata jam sudah menunjukam pukul 15:45 sore hari.
Sontak aku bergegas untuk masuk ke dalam game.karna hanya didalam game,aku dan Ahdi bisa berdiskusi dengan tenang dan diselingi bermain untuk refreshing otak sebelum memasuki ujian nanti.
*tingg...
Suara chat digame masuk.
"Yo ndree...udah bangun nih?" isi pesan game itu yang tak lain adalah Ahdi.
"Hehe...iya nih." jawabku ke Ahdi.
"Tapi masih ngantuk ****," ucapku lagi dichatting game.
"Ngantuk mulu ah lu ****," jawab Ahdi dengan emoticon wajah yang datar.
"Haha...sorry-sorry." balasku ke Ahdi dengan emoticon merasa bersalah.
"Jadi gimana nih masalah gadis super dingin tadi yang lu ikutin?" tanyaku ke Ahdi.
"Jadi gini ndree,kan aku waktu itu ngikutin gadis super dingin itu tuh..." balas Ahdi dichatting game.
"Iya udah tau ****,kan aku yang menyuruh lu buat ngikutin." jawabku dengan emoticon wajah datar sebanyak 3 emot.
"Ah-ah...iya juga yah." ujar Ahdi dengan emoticon tertawa.
Aku pun mendengar penjelasan Ahdi secara rinci dan panjang,yah...seperti 1 bab novel panjangnya.sekitar 1000 kata lebih Ahdi menjelaskannya.
Namun ketika sudah mengambil kesimpulan.
"Di...aku out dulu yah..." ucapku ke Ahdi.
"Lah?,ngak main dulu nih?" tanya Ahdi 2 kali.
"Lagi ngak mood nih aku," balasku dichatting game.
"Ohh yaudah gapapa,lagian kita tadi memang bekerja sangat keras sih..." ucap Ahdi.
Maksud dari "bekerja sangat keras" itu dalam artian adalah melakukan pengintaian terhadapa pesan whatsapp misterius.
Bersambung...
_____________@@@@@_______________
Mau tau kelanjutannya seperti apa??
Nantikan di chapter selanjutnya
Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author
jika kalian menganggap nya menarik
See you next time
Byee...bye...