My sister Is My Wife

My sister Is My Wife
EPISODE 4



HAPPY READING


ENJOYY!!!


Jangan lupa kasih tips yah biar makin semangat Qiee dalam buat ceritanya.


_____________@@@@@_______________


Next episode


Aku pun harus melewati tantangan terakhir itu dengan susah payah.


"tapi yang lebih anehnya,aku lupa kalo Ahdi pake sepeda motor juga untuk ke sekolah maupun pulang,ahh biarlah." pikir ku seraig berjalan menuju rumah dengan keringat yang mengalir deras.


*kwiuk...kwiukk


Suara burung berkiauan di atas pohon.


Hawa panas yang bergelombang dari aspal,lalu suara keringat yang mengalir di sebelah telinga ku,


"2 menit lagi kelar dah hidup gue," ucap ku di dalam hati.


ketika berjalan,aku terus terpikir tentang kejadian tadi,dan selang 15 menit berjalan dengan


hawa panas yang menjerit di sertai sebuah gelombang yang terdapat di aspal,akhirnya aku


sampai dirumah.


"Ahh...,melelahkan sekali." ujar ku seraih menghela nafas yang dalam.


"Aku pulang!!!" sapa ku kepada orang yang ada di rumah.


"Selamat datang ka," sahut putri dengan tersenyum saat menghampiriku.


"Lah put,udah sembuh nih??" tanya ku dengan sangat kebingungan.


"Udah ka,putri mah kuat." jawab putri dengan lidah keluar di samping kiri dan mata berkedip.


"Hmm...,padahal kakak udah ngasih surat mu tadi,dan berlaku 3 hari put," beritahu ku seraih melepas


sepatu dan kaos kakinya.


"Biarlah ka,besok putri pokoknya mau sekolah." beritahu pula putri dengan wajah yang sedikit kesal.


"Oke kalo begitu,kakak mau mandi dulu...," ucap ku dengan menarik nafas yang dalam,lalu


mengeluarkannya secara perlahan seraih berjalan ke kamar ku.


"Ah-ahh...iya," jawab putri dengan kebingungan.


Aku pun menuju kamar dan melepas tas beserta baju seragam ku,dan langsung menuju


kamar mandi.


*SREKK..!!!


Suara pintu kamar mandi terbuka.


Tak membutuhkan waktu yang lama,aku langsung berendam di bak mandi yang cukup besar sehingga bisa menampung


tubuh ku.tapi sebenarnya aku sudah dilarang ibu untuk tidak berendam di bak tersebut, tapi


yahh...bagaimana lagi,aku kelelahan akibat berjalan sehabis naik angkot tadi.


"Ahh...,segar sekaliii" seru ku sedikit pelan dengan menghembuskan nafas yang cukup


panjang.


Suara air mengalir dari kran dan hawa yang sejuk di kamar mandi,aku berasa seperti sedang


di kutub utara.


______________________________________


Dalam khayalan ku,


*Huhhh...huhh....


Suara salju dikutub utara.


*Tapp...Tapp...


Suara ku ketika sedang bermain seluncuran di sana.


"Aku ngefans sama mu kak!!!" teriak seorang murid perempuan dari kejauhan ketika aku sedang


bermain seluncuran.


Aku pun langsung tersadar,dan ternyata aku tertidur beberapa detik karna menikmati


sensasi sejuk ketika berendam di siang hari yang panas.


"Kak,handuknya aku taroh diluar," ucap putri dari luar kamar mandi seraih meletakan handuk itu di ganggang pintu.


"Ahh iya put,taruh aja di situ." sahut ku dengan sangat terkejutnya.


"Jangan lama-lama mandinya kak,nanti demam loh...," beritahu putri dari luar kamar mandi.


"Iya put,bentar lagi kakak mau bilas nih." balas ku kepada putri.


Putri pun kembali ke kamarnya setelah memberikan handuk itu kepada ku.


Aku kembali menikmati rasa sejuk ketika berendam,entah kenapa aku selalu kepikiran


tentang murid yang sekelas dengan putri tadi,ibarat kata aku sedang mengalami syok berat akibat ucapan


murid perempuan tadi.


"Ahh...biarkan saja lah,bukan urusan ku" gumam ku di dalam hati seraih berdiri dari bak mandi.


Aku pun berbilas dan tak lupa memakai sabun sedikit supaya tubuh ku harum dan kinclong


hehe.


Setelah selesai mandi,aku bergegas menuju tempat tidur,jendela yang di buka ibu ketika pagi


langsung ku tutup dengan rapat,seraih menyalakan AC dengan suhu yang paling sejuk,ku


matikan lampu untuk lebih leluasa berbaring,dan tak lupa pula untuk melihat aktifitas game


ku saat ini.


Beberapa lama kemudian,


Tak terasa hari sudah hampir gelap,mungkin saatnya untuk belajar karna sebentar lagi kami


akan melakukan ujian semester ganjil.


aku pun menyiapkan alat tulis berserta buku untuk belajar.


tak lupa pula di suguhkan dengan


biskuit dan susu di samping ku.


Sementara handphone ku tinggal dulu,karna jika ada handphone di sebelah ku,itu bisa mengganggu kefokusan belajar.


"Hmm...X dikali X dikurang 1 sama dengan 0," gumam ku bingung dengan pelajaran matematika.


*TOKK..TOKK..TOKK!!!


Suara orang mengetuk pintu dari luar kamar ku.


"Kakak,aku boleh masuk nga??" tanya putri setelah mengetuk pintu itu.


"Boleh...,masuk aja silahkan." sahut ku sambil fokus ke pelajaran.


*KREKK!!


Suara pintu terbuka.


"Permisi..." ucap putri ketika ingin masuk kamar ku.


"Gak usah formal gitu put," pinta ku seraih memutar kursi ku ke belakang.


"Ah-ahh...,iya kak." sahut putri dengan wajah yang memerah.


"Kenapa put,kok muka mu merah??" tanya ku dengan sangat bingung.


Putri terkejut dan langsung menjawab pertanyaanku tadi dengan cepat.


"Ahh...,tidak apa-apa kak,aku baik-baik saja kok," beritahu putri dengan wajah yang masih


merah.


Aku di buat bingung dengan tingkah putri tersebut.pasalnya,jarang-jarang wajah putri


merah tanpa sebab.


"Ohh...,kalo besok gak bisa sekolah jangan dipaksa put." ucap ku seraih mengusap


kepalanya.


"Aku ngak apa-apa kok kak," jawab putri dengan wajah yang kesal seperti anak kecil.


"Ohh,kalo begitu mau belajar bersama??" tawar ku kepada putri.


"Boleh nih kak??" tanya putri dengan tersenyum.


"Boleh kok,asal ngak ribut aja," beritahu ku dengan nada yang santai.


"Tenang kak,putri gak bakal ribut kok." ucap putri dengan mengacungkan jempolnya.


Sekitar 5 menit,putri berdri dan berjalan menuju kamarnya yang ada di sebelah kamar ku.kamar kami berdua


terbilang cukup dekat dengan jaraknya,cuma sekitar 3 meter saja dari sebelah ke ke kamar ku.di sisi lain,aku melanjutkan belajar ku seraih menunggu putri kembali dari kamarnya untuk membawa


peralatannya ke kamar ku.


Setelah cukup lama sekitar 10 menit, putri pun datang dengan membawa peralatan belajarnya ke kamar ku.


"Woi!!!kenapa banyak sekali peralatan mu??" tanya ku dengan wajah datar dan nada yang cukup tinggi.


"Gak boleh ya kak??" tanya balik putri dengan mengekspresikan wajahnya yang hendak menangis


seperti anak kecil.


Aku meresponnya dengan muka yang datar seperti orang yang tidak peduli.


"Bawa yang kamu perlu saja put," beritahu ku kepada putri.


"Tapi...,ini semuanya perlu kak...," sahut putri.


"Kakak ngak mengizinkan kamu membawa buku sebanyak itu," beritahu ku lagi kepada putri.


"Baiklah kak,aku akan mengembalikannya sebentar." jawab putri dengan wajah yang murung.


Putri kemudian kembali ke kamarnya untuk mengembalikan semua buku tadi,tidak memakan waktu yang lama,putri kembali dengan membawa 2 buku pelajaran,1 buku tulis dan beberapa peralatan


lainnya.


"Nah itu yang kakak maksud put,jangan terlalu keras untuk belajar." ucap ku dengan wajah


tersenyum.


"Iya kak!!!" seru putri dengan bersemangat untuk belajar bersama.


Aku pun melanjutkan belajar ku,di temani adik yang manis nan anggun di sebelah ku.


Tak lupa juga bila ada kesulitan,kami berdua tidak segan untuk sharing tentang pelajaran itu,walaupun beda jurusan sih.


"Kak,ini gimana yah cara penulisannya??" beritahu putri seraih memperlihatkan soal tersebut.


Aku mendekat ke tempat putri,beranjak dari kursi ke meja belajar putri untuk melihat pertanyaan yang putri berikan tersebut.


Badan kami dekat sekali,bisa dihitung beberapa jari lagi badan ku dan badan putri bersentuhan secara


langsung.


Aku pun melihat permasalahan dari soal itu,


"Hmm...,bentar kakak pikirin dulu," beritahu ku dengan tangan kanan ku di dagu.


Putri melihatku dengan pandangannya yang lurus ke wajah ku.tetapi aku pura-pura tidak melihat.semakin lama aku berpikir,semakin lama juga dia memperhatikan wajahku.


"Anu put..." tanya ku.


Dengan sontak putri terkejut,


"Iya kak,ada apa!!??" tanya putri dengan sangat terkejutnya.


"Kakak ngak tau jawabannya hehe...," beritahu ku dengan sedikit tertawa seraih mengaruk


kepala.


"Hmm...,aku kira kakak bisa menjawab." gumam putri dengan wajah kesal yang datar.


"Maaf-maaf...,kaka lupa soal pelajaran bahasa put," jelaskan ku kepada putri.


"Ahh-ahh..,maaf juga nanya ke kakak,putri lupa kalau kakak bukan jurusannya lagi." pinta putri dengan rasa bersalah.


"Ngak kok put,kakak juga yang salah karna gak bisa menjawab soal itu," ucap ku kepada putri.


Kami berdua merasa tak enak.tiba-tiba setelah percakapan itu,suasana langsung hening tak


bersuara.


"Ahh...,kakak mau lanjutkan belajar dulu put hehe." ucap ku supaya suasana kembali berwarna.


"Iy-iya kak,silahkan,putri juga mau lanjut belajar nih." jawab putri dengan rasa tak enak.


Setelah kejadian tadi,kami berdua melanjutkan pelajaran kami masing-masing,tak ada


percakapan sama sekali.


Kami sibuk dengan pelajaran yang ada,berbicara pun jika ada yang diperlukan saja.ibarat


kata,kami sedang memasuki mode serius.


Selang beberapa lama...,


*Tapp...!!!


Suara ketukan meja.


Ternyata,putri tertidur di meja belajarnya,mungkin dia sudah mengantuk atau


kelelahan.waktu pun sudah menunjukan jam 20:15 malam.


Aku langsung menyelimutinya supaya tidak kedinginan,karna sekarang sudah masuk musim


hujan.


*Sett...Set..


Suara selimut ketika kubuka.


"Selamat tidur put...," ucap ku dengan pelan seraih menyelimuti badan putri.


Tiba-tiba,mata putri terbuka kembali akibat ucapanku tadi.putri terkejut dan langsung


bangun dari mejanya.


"Hah!!! aku tertidur." bentak putri dengan sangat terkejut.


Aku pun juga terkejut ketika putri bangun dari tidurnya.


"apakah dia mendengar apa yang aku ucapkan tadi??" ucapku dalam hati.


"Sudah berapa lama aku tertidur kak??" tanya putri.


"Yahh sekitar 5 menit put," jawab ku.


"Benarkah?? maaf ka,aku tertidur di kamar dan merepotkanmu," pinta putri dengan mata yang masih mengantuk


"Iya tidak apa-apa put,lagian kakak lihat kamu sudah kelelahan belajar." beritahu ku kepada putri.


"Ahh...,iya kak hehe." jawab putri seraih tertawa pelan.


"Kalo kamu mau tidur lagi,tidur aja put", ucap ku dengan merasa tak enak dengan putri.


"Ngak kok kak,putri mau melanjutkan belajar saja." sahut putri


seriah memperlihatkan wajah yang semangatnya.


"Hmm...,kantung mata kamu kelihatan tuh," beritahu ku dengan yang wajah datar.


"Hah?? yang benar kak??" tanya putri dengan rasa tak percaya.


"Coba ngaca sana," suruh ku sambil menunjuk kaca yang ada di meja belajarku.


"Iya kak,aku minjam bentar yah kacanya...," pinta putri kepada ku.


Putri pun berdiri dari mejanya menuju meja belajarku.selagi dia ngaca,aku mau ke toilet


sebentar buat panggilan alam.


Putri pun berkaca,dia melihat kantung matanya sudah kelihatan hitam seperti orang tidak tidur


semalaman.


"Ahh..,iya yah kantung mata ku sudah mulai terlihat nih."


ucap putri ke dirinya sendiri.


"Apa aku sudahi dulu aja ya belajarnya kali ini,besok kan bisa juga aku lanjutin...," pikir putri dengan nada yang pelan.


Tinngg...Nongg...!!!


Tiba-tiba suara Handphone berbunyi.


Ternyata,suara itu berasal dari handphone ku yang ku taruh di kasur tadi.terlihat,sebuah


pesan whatsapp muncul.


Pada waktu itu,aku tidak tau ada pesan whatsapp yang muncul,karna aku sedang buang air ditoilet.Putri pun mencoba


untuk melihat isi pesan whatsapp tersebut.


Alangkah terkejutnya,putri melihat pesan tersebut.


Dari:08214489xxxx


Isi pesan:


______________________________________


"kak kamu udah makan gak?? belajar yang rajin yah,biar nanti bisa dapat nilai yang bagus


waktu ujian semester.


kalo udah belajar,siap-siap untuk tidur yahh.gak baik kak buat


kesehatan kakak kalo bergadang.


Selamat beraktifitas kakak tersayang..."


______________________________________


Putri langsung menaruh handphone itu kembali ke kasur ku.


Setelah 5 menit kemudian,aku baru saja kembali dari panggilan alam.


"Yosh,saatnya tidur!!!" seru ku sambil berjalan menuju meja belajar.


"Kak,aku duluan yah...,putri udah ngantuk nih," sapa putri ketika melihatku kembali dari toilet.


"Ahh...,iya put selamat malam" sahut ku untuk membalas sapaan putri tadi.


"Iya kak,selamat malam." balas putri sambil mengambil kembali peralatan yang ia bawa


tadi.


Putri pun langsung kembali ke kamarnya seraih membawa peralatannya.begitu pula dengan ku,aku membereskan buku yang ku pelajari tadi dan mempersiapkan buku pelajaran untuk besok.


Besok sebelum masuk,seperti biasa setiap jum'at m,kami melakukan senam pagi untuk


melemaskan otot-otot setelah satu minggu beraktifitas.


Biasanya orang yang jarang olah raga termasuk orang yang pemalas,termasuk aku


hehe.


Dulu aku susah banget diajak olah raga,tapi sekarang lumayan lah gerak-gerak dikit.


Pada akhirnya aku di marahin guru karna jarang bergerak ketika senam.


Semua orang pasti pernah melakukannya.ketika ada guru ketika lewat pasti kita langsung gerak.tetapi ketika guru


hilang dari penglihatan kita,otw nyantai dah hehe.


Setelah putri keluar dari kamar,aku pun sudah pula mempersiapkan buku-buku pelajaran


untuk besok sisanya tinggal meluncur ke kasur ku.


Tak lama,aku pun tertidur...


"Kak,mau ngak jadi pacar aku??"


"Kamu siapa ya??"


"Aku Lisa,teman sekelas putri."


"Jadi,kamu nembak aku nih??"


"Iya kak,kakak mau ngak??"


"Boleh nih,"


Tanpa ku sadari,murid yang bernama Lisa masuk ke dalam mimpi ku,aku langsung


terbangun dari tidur,dan terlihat banyak sekali keringat yang bercucuran membasahi


tubuh ku,rupa-rupanya ibu mematikan AC di kamar ku,dan alhasil aku kepanasan pada malam


itu.


"****,sampai ke bawa mimpi segala!!!" seru ku sambil mengusap keringat yang bercucuran di wajah ku.


Aku pun menghidupkan kembali AC itu dan tidur telanjang dada.sensasi sejuk dari AC membuatku kelilipan pada malam itu.


Ketika aku membuka mataku kembali,tak di sangka-sangka hari sudah mulai terang.


Aku di buat merinding akibat tragedi kelilipan tersebut.


Jam sudah menunjukan 06:05,aku pun bergegas untuk mandi.dan tumben pagi itu udaranya


panas sekali,tidak seperti biasanya.


Setelah selesai mandi,memakai baju seragam dan memakai sepatu,dengan sontak aku ingat


sepeda motor ku masih di tempat paman bengkel kemarin.


"Ahh,siall,kenapa pake di bengkel segala sih!!!" seru ku dengan pelan.


Pagi itu aku merasa kerepotan,karna sepeda motor belum ku ambil.hari sudah makin


terang,pokoknya pagi itu aku sungguh di buat repot.


Aku mencari putri di kamarnya,tetapi putri sudah berangkat lebih awal.terpaksa aku naik


angkot seorang diri.


"Mending aku berangkat saja,nanti terlambat...," pikir ku dalam hati.


Aku pun seperti biasa berjalan dulu ke jalan utama,karna itu adalah jalan tol atau jalan raya yang biasa angkot beroperasi.


Setelah 6 menit menunggu angkot,akhirnya dari kejauhan terlihat angkot berwarna orange.


Di palangka raya,jika ingin menaiki angkot,biasanya orang melambaikan tangan atau seperti


polisi yang ingin memperlambat laju motor ketika macet.


Ketika angkotnya hampir sampai,aku melambaikan tangan dan angkot itu pun berhenti.


Bersambung....


______________@@@@@______________


Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author


jika kalian menganggap nya menarik


See you next time


Byee...bye...