
HAPPY READING
ENJOYY!!!
Jangan lupa kasih tips yah biar makin semangat Qiee dalam buat ceritanya.
_____________@@@@@_______________
Cerita ini adalah cerita fiksi belaka, jika ada kesamaan waktu dan tempat mungkin. Itu hanyalah kebetulan semata saja dan jika ada salah kata atau perucapan, mohon dimaafkan, karna manusia tak luput dari yang namanya handphone :) ehh kesalahan maksudnya.
PROLO(GUE)
Namaku Muhammad Andre, sebut saja Andre, aku adalah seorang siswa SMA dan aku juga anak rumahan. Oleh karna itu aku masih single. Yahh gak papa sih karna masih ada adekku juga yang mau nemenin aku jalan. Nama adekku yaitu Putri, dia juga seorang siswi SMA, tua aku setahun sih, aku kelas 3 dianya kelas 2.
Aku juga suka main game dari kelas 3 SD. Aku juga sudah sering main di warnet sampe sekarang dan akibatnya mataku minus. Meskipun minus tapi aku gak terganggu kalo beraktivitas.
Kisah ini bercerita tentang aku yang jatuh cinta pada adekku. Namun sulit untuk mengutarakannya, karna aku belum mempunyai pengalaman untuk berpacaran alias single. Tapi lain kisah dengan adekku ini, dia selalu laku di kalangan laki-laki dengan wajahnya yang manis dan natural. Karena itulah banyak laki-laki yang nembaknya secara terang-terangan. Yah namanya juga anak bucin (budak cinta).
Kalo aku penampilan agak cool-lah, jarang bersosialisasi dengana teman-teman di kelas. Dengan adekku juga kalo ada perlunya doang, aku tinggal di Kalimantan Tengah tepat nya di kota Palangka Raya. Sekarang sih agak macet sama kek di Jakarta, tapi syukurnya kebersihan di sini cukup bagus, enak di pandang dan udara cukup sejuk, tapi kalo udah siang panasnya luar biasa. Pake 1 AC aja gak cukup, menurut ku itu menganggu banget kalo pas lagi main game. Tapi aku pantang menyerah kalo main game, dalam seminggu paling nggak 2 sampai 3 hari tidur malam, yang lainnya gak tidur karna banyak banget event game yang sayang kalo terlewatkan.
Tapi semenjak aku punya rasa ke adekku, aku udah jarang main game, paling nggak sehari itu sekitar 3 jam-an. Kalo dulu bisa 19 jam full, nonstop sampe mataku ada hitam-hitamnya gitu. Kalo di kelas, aku suka tertidur, yang lebih memprihatinkannya lagi, kalo kelelahan bisa-bisa air liurku keluar. Hahahaha…
Aku punya 2 teman doang di sekolah, adekku dan 1 teman laki-laki, walau dia beda jurusan sih. Tapi kalo aku dan adekku sama jurusannya hanya beda tingkatan.
Yahh nikmatin aja lah dulu, sebentar lagi aku juga mau lulus. Mungkin sih karna aku kebanyakan alfa. Bodo amat lah! Game pun jadi buat nemenin masa singleku.
Menurutku sih kalo pacaran itu suka sama suka terus nembak, chatan tanpa henti kalo nggak play boy sih bisa sampe 3 tahunan, kalo nggak paling juga 2 sampai 3 bulanan doang terus putus, terus nggak saling ngingat kejadian yang lalu. Acuh tak acuh kek orang asing. Bilangnya semua laki-laki itu sama. Yaa … salah sendiri nggak bisa milih pasangan kan??
lagi pula jodoh itu ditangan Tuhan, bukan dari wajah seseorang atau gombalannya.
Hari senin.
Aku dengan adikku bergegas untuk ke sekolah karena upacara akan segera dimulai. Aku dengan adikku berangkat menggunakan motor, ketika di jalan aku langsung ngebut. Biar nggak terlambat.
"Kakak jangan ngebut-ngebut!!" ujar putri sambil memegang pinggangku.
“Oh my God!!” ucap ku didalam hati dengan rasa girang.
Aku pun iseng dan langsung menambah kecepatan motornya lagi dan alhasil dia berteriak sambil mengeratkan pegangannya.
"Oh my panic..." ucap ku dalam hati lagi.
Dalam khayalan ku...
"Kakak, kok ada yang keras?" ujar Putri.
Aku menjawab,"Itu adalah sumber kekuatan dalam kehidupan mu nanti."
Kemudian khayalanku buyar karena Putri berteriak, "Kakak ... kakak!! Woi kakak pe'a!!"
Aku terkejut, "Apa, Put?" Kata ku sambil melihat spion.
Putri berkata, "Kelawatan sekolahnya!!"
"Ehhh, maaf-maaf nggak ngeliat," jawab ku padanya.
Dan aku pun memutar balik arah motorku untuk sampai ke sekolah.
"Akhirnya sampai juga," ujarku sambil ketawa nggak jelas.
"Kakak ngehayal yang aneh-aneh yaa pas dijalan?" tanya Putri.
"Nggak kok ... nggak!"
"Bilang aja kalo Kakak ngehayal yang mesum!" ucap adikku dengan nada yang cukup keras.
"Yahh nggaklah, njirr!" aku berkata sambil menaruh helm ku.
"Ya sudah aku mau ke kelas duluan," kata Putri.
Sambil mengangguk, "Ya sudah belajar yang bener yahh."
Putri menyahut sambil berjalan menghadapku, "Tolong koreksi kata-kata kakak lagi."
Aku sedikit tertewa mendengar ucapan itu, lalu aku segera melangkah menuju kelasku. Sesampainya di kelas, aku pun segera manaruh tasku. Dan tak lama bel sekolah pun berbunyi.
Teeeettttt... Teeettttt... Teeetttttt...
Suara guru dari mic pun berbunyi, “Di harapkan untuk seluruh siswa berkumpul di lapangan, karna upacara akan segera di mulai.”
Aku langsung menuju ke lapangan sekolah. Ketika keluar kelas, aku melihat adikku juga sedang menuju ke lapangan dengan teman perempuannya. Ketika dia melihat ku, dia mengedipkan matanya sekilas, lalu berbicara lagi dengan temannya. Aku memasang muka datar, lalu dia pun meresponnya dengan muka datar pula.
Upacara dimulai.
Pada saat upacara, barisanku dengan Putri tak jauh jaraknya, cuma berjarak 1 barisan saja.
Putri terus saja melihatku tanpa alasan yang jelas.
‘Kalo aku mah bodo amat,’ batinku.
Dia terus saja melihatku, sampai-sampai dimarahin guru yang melihatnya. Aku pun lantas tertawa kecil melihatnya.
______________________________________
Seandainya kalian punya adik perempuan mau kalian apakan??
Kalo aku sih, mau aku jaga supaya gak ikut-ikutan pergaulan yang gak bener, apa lagi sekarang zamannya milenial. Aku prihatin aja gitu ama anak zaman sekarang, baru umur 9 atau 13 tahun udah bisa pacar-pacaran gitu. Yang lebih parahnya ampe peluk-pelukan, di depan umum lagi. Bayangkan ke depannya itu anak mau jadi apa coba?
Tapi kembali lagi ke orang tuanya yang mendidik dan bagaimana lingkungannya. Mungkin gak semua anak yang gitu, tapi hampir setengah umat dari negera kita udah tau yang namanya pacaran, mungkin karna faktor pergaulannya yang tidak diperhatikan.
Setidaknya orang pacaran itu paling umum dilakukan pada saat SMA. Bukannya sok tau sih, tapi karna aku sudah melihat hal tersebut sejak kecil.
Tapi disini aku hanya berpendapat saja yah, maaf jika ada yang tersinggung.
______________________________________
Hari selasa.
Hari dimana aku malas belajar karna pelajarannya yang terlalu susah. Pelajaran hari selasa ada Fisika, Kimia, Matematika dan Biologi.
"Oii, Put! Bangun dah pagi!" seru ku membangunkan Putri.
"Baru jam 4 pagi kak," jawab Putri yang santai, masih mengantuk.
"Ehh benar juga yahh," ujarku dengan tertawa pelan lalu kembali memejamkan mata.
Tak lama aku kembali berkedip sebentar dan setelah membuka mata ternyata sudah jam 7 kurang 15 menit, "Astaga!! Aku terlambat!!" seru ku.
Ketika aku keluar kamar, terlihat putri sudah bersiap-siap memasang sepatunya.
"Put!! Kenapa aku nggak dibangunin sih?" tegurku kepada Putri dengan nada sedikit keras.
"Tadi udah aku bangunin kak, tapi kakaknya doang gak bangun-bangun," sahut Putri ketika hampir selesai memasang sepatunya.
"Ohh…."
Aku pun langsung bergegas mandi, gak mandi sih cuma cuci muka doang. Karna aku malas mandi pada pagi hari. Rumahku dekat dengan perbukitan, namanya Bukit Tangkiling. Jadi kalo pagi itu airnya sangat dingin kek batu es!!
Setelah ritual pagiku, aku segera untuk berpakaian dan pergi kesekolah. Putri sudah tidak ada lagi, mungkin dia pergi naik angkot, pikirku. Setelah sampai ke sekolah aku langsung dimarahi guru karna terlambat.
"Kamu kenapa telat masuk?" ucap guru BK (bimbingan konseling) dikantornya.
"A-anu...,Pak," ujarku gugup.
"Anu...!!! anu!!!" bentak guru BK menyela ucapan ku.
Saat itu aku melihat Putri yang menuju ke toilet, untuk melakukan panggilan alamnya. Dan sialnya ia melihatku yang sedang dimarahi. Dia tertawa mengejekku dari luar ruangan.
"Itu yang di luar ngapain ketawa-ketawa!!" tegas guru BK dengan nada sedikit keras.
Putri pun kaget dan langsung berjalan lagi menuju toilet. Kini giliranku yang tertawa.
"Udah kamu jangan tertawa juga!!!" kata guru BK tersebut.
"Iya, Pak, maaf," ucapku dengan nada penuh kesedihan.
"Yang bener, Pak?? Toilet perempuan lo??" tanyaku kepada guru BK itu.
"Iya, memangnya salah??" jawab guru BK itu.
"Nanti kalo saya dituduh macam-macam gimana, Pak?" tanyaku lagi.
"Itu berarti kamu bikin masalah lagi!" ucap guru BK itu.
"Hmm, iya Pak, iya." Kesalku.
Aku di perbolehkan masuk kelas, ketika keluar dari kantor ternyata Putri gak jadi ke toilet. Dia malah menungguku di depan kantor itu sambil bersandar di tembok.
"Yang bersandar di tembok, tadi kenapa ketawa?" ucapku seperti nada guru BK saat aku di marahin.
"Terserah aku lah... Bleeee...," jawab putri dengan menjulurkan lidahnya kedepan, mengejekku.
"Ah bodo ah... Aku mau ke kelas aja...," ucapku kesal kepadanya.
"Tungguin kak!!" pinta Putri dengan nada sedikit tinggi.
Ia berjalan di samping ku, "Kakak marah yah sama aku?" tanya putri kepada ku.
"Gak," ucap ku dengan cueknya.
"Itu kenapa jutek??" tanya putri kepadaku lagi.
"Aku cuma kesal doang!!!" jawab ku sambil melihat wajah putri yang mulus disamping ku.
"Yaudah,nanti aku temenin kakak bersihin toiletnya," bisik putri di telinga ku. Putri pun langsung berlari setelah berbisik ditelinga ku tadi.
Tettt... Ttettt... Tett...!!!
Suara bell berbunyi menandakan para siswa dan siswi diperbolehkan pulang.
Akhirnya aku dan putri membersihkan toilet perempuan.
Pada saat itu aku sudah duluan pulang dan langsung menuju ke toilet perempuan sambil menaruh papan peringatan yang berisi kata-kata yaitu,'toilet sedang di bersihkan.'
Ketika aku masuk.
"Oh my god...,bau surga!!!" seru ku dalam hati.
Aku pun membersihkan toilet-toilet itu satu persatu dan ngak lama sekitar 10 menit,putri pun datang menghampiri ku.
"Ahh...,kakak udah duluan ternyata," sapa putri kepada ku dengan wajah manisnya.
"Telat kamu put...," balas ku dengan wajah sedikit datar.
"Maaf ka...,tadi yang ngajar guru killer makanya kami semua telat pulangnya," jawab Putri,dengan wajah sedih tapi manisnya minta ampun.
Aku pun terbawa suasana pada saat itu. "Ahhhh...,jangan tergoda!!!" bentak ku didalam hati.
Aku pun mencoba mengalihkan suasana itu. "Ohh begitu??" ucap ku dengan nada bertanya seraih memperlihatkan wajah datar tidak perduli.
"Jangan 'oh begitu' aja dong!!!" balas putri sambil mengoyang-goyang badan ku ketika sedang mengepel lantai.
"Ayoo put...jangan tarik-tarik nan..,"- ucap ku sambil menyeimbangkan badan.
Tiba-tiba, *Srreeett...brakkk!!!
Kami berdua terjatuh,dan posisi jatuh saat itu aku di atas badan putri dan dia di bawah
ku.
Dalam khayalan ku, "Aku mencintai mu put," bisik ku ke telinga putri dengan pelan.
"Aku juga kak." balas pula putri seriah berbisik di telinga ku.
"Maukah kamu jadi pacarku?" tanya ku di dalam khayalan.
"Kakak lagi demam yah??" tanya putri.
Rupanya aku mengkhayal terlalu tinggi,sampai-sampai terucap dikehidupan nyata.
"Menjauh dari badan ku kakak pe'a!!!" kata putri sambil menjauhkan badanku darinya.
"Ah-ahh...,maaf...," balas ku kepada putri dengan rasa bersalah.
"Mengkhayal terooss!!!" bentak putri dengan nada sedikt keras.
Aku pun terdiam melihat putri pada saat itu,karna baju putri basah hampir seluruh baju serta roknya terkena air.
"Apaan sih liat-liat!!??" bentak putri dengan nada yang cukup keras
Dalam khayalan ku,"Kak jangan cuma liat aja,cepat gantikan pakaian ku dengan pakaian mu," ucap putri di dalam khayalan ku.
"Woii!!" bentak putri dengan nada yang tinggi sambil nyubit badan ku.
"Ah-ahh...,sakit...," ucapku merintih.
Setengah jam berlalu...,
"Akhirnya beres juga...,melelahkan sekali...," seru ku dengan sangat leganya.
Putri langsung pulang meninggalkan ku tanpa mengucap sepatah kata pun, dan dia pulang.
Aku pun bergegas pula untuk pulang.
Dan setelah sampai rumah kami berdua terlihat kaku berbicara karna kejadian tadi.
"Mungkin putri trauma akibat kejadian tadi," pikir ku dalam hati.
Malamnya setelah selesai makan malam, "A-anu...put,"- sapa ku. kepada putri.
*Drekkk... Suara meja.
Putri langsung menuju kamarnya tanpa mendengarkan ku berbicara.
"Ada apa andre??" tanya ibu ku dengan sangat kebingungan melihat kami berdua putri tadi.
"Tidak apa-apa bu," jawab ku kepada ibu.
"Kalo ada masalah nanti cerita aja,mungkin ibu bisa sedikit membantu." pinta ibu ku dengan sangat tulus.
"Iya bu makasih,tapi emang gak ada masalah kok." beritahu ku kepada ibu.
Aku pun terpikir malam itu sebelum tidur,aku berpikir bagaimana caranya supaya aku bisa lagi berbaikan dengan putri.
"Mana mungkin bisa lah...,lu kan orangnya cabul," bisik sifat jahat ku di dalam kepala ku.
"Jangan gitu dong...semangatin aja,siapa tau nanti bisa berbaikan lagi," balas sifat baik di dalam pikiran ku.
Gak beberapa lama,mata ku mulai buram,*crriinngggh....crrriigghhh!!! (Suara alarm jam berbunyi.)
Bersambung...
______________@@@@@______________
Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author
jika kalian menganggap nya menarik
See you next time
Byee...bye...