My sister Is My Wife

My sister Is My Wife
EPISODE 16(NEW EPS)



HAPPY READING


ENJOYY...


jangan lupa vote dan follow instagram kami yah @author_idn biar Qiee makin semangat dalam berkarya.


______________@@@@@______________


NEXT EPISODE


"Disini ya tempatnya..." ucapku dengan nada bertanya seraih melihat papan kelas berserta jurusan diatas dekat pintu.


"Iya ndree," jawab Ahdi.


Kami berdua duduk santai didepan kelas 12 bahasa sama seperti apa yang kami lakukan dikelas sebelumnya.


"Oh iya ndree," ucap Ahdi yang duduk disamping kiri.


"Kenapa??..." tanyaku dengan nada santai.


"Hari minggu kosong ngak?" tanya balik Ahdi.


Maksud dari pertanyaan Ahdi di atas yaitu,Ahdi ingin ke rumahku untuk bermain game bersama.yang sudah baca dari awal bab mungkin sudah tau,bagi yang belum atau ngak ingat,coba baca deh dari awal lagi hehe...


"Hmm...ada sih,putri katanya ngajak jalan." jawabku kepada Ahdi.


"Yah...padahal minggu nanti ada event bagus..." ucap Ahdi dengan wajah lesu.


"Mau gimana lagi,nanti dia marah malah kerepotan akunya." balasku ke Ahdi.


"Oke deh ndree,berarti minggu depan aja..." ujar Ahdi sambil tersenyum.


"Yokai di..." balasku sambil senyum.


"Eh ndree,gadis super dingin itu ngeliatin kita terus loh...aneh..." ucap Ahdi seraih menunjukan dimana gadis super dingin itu berada.


"Oh iya,baru liat aku kalau ada dia..." jawabku dengan rasa sedikit terkejut.


"**** lu dari tadi ngintai ngak sih?" tanya Ahdi dengan wajah yang datar.


"Sorry,tadi aku terlalu fokus..." jawabku dengan wajah yang serius.


"Fokus kemana hayo..." ujar Ahdi dengan nada mengejek.


"Ke *ughh perempuan..." jawabku dengan wajah datar.


"Sensor woii,nanti ada label 21+nya loh ni novel..." ucap Ahdi.


"Haha...sorry-sorry ye..." jawabku.


"Yaudah ah,mending lu perhatiin yang lu anggap mencurigakan dari pada yang lain." ujar Ahdi dengan wajah yang serius.


"Oke siap kapten!!." jawabku dengan nada tegas.


Kami setiap menit terus mengintai kelas 12 bahasa itu,namun tak ada hasil yang bagus pula seperti sebelumnnya.


*ting..nong..!!


Suara pesan whatsapp yang muncul dilayar handphoneku.


"Lah lu bawa handphone ndre...?" tanya Ahdi dengan wajah yang datar.


"Ah-ahh iya Di...hehe..." jawabku dengan tertawa pelan.


"Katanya ngak boleh bawa handphone salama penyelidikan berlangsung," ucap Ahdi dengan nada bertanya.


"Buat jaga-jaga aja Di..." jawabku kepada Ahdi seraih mengambil handphone itu didalam saku celanaku.


"Iya deh..." jawab Ahdi dengan muka yang murung.


Ketika membuka kunci handphoneku,gadis super dingin yang duduk manis dikelas tadi tiba-tiba berdiri dari kursinya dan langsung keluar entah kemana tujuannya.


"Di...mending lu ikutin deh itu gadis..." ucapku seraih melihat pesan whatsapp dan memberi perintah kepada Ahdi.


"Kenapa harus diikutin ndree?" tanya Ahdi kebingungan.


"Udah lu ikutin aja..." jawabku dengan nada dan wajah yang serius.


"Iya oke ndree," jawab Ahdi seraih berdiri dari kurisnya dan mengikutin gadis super dingin itu diam-diam.


Ahdi pun mengikuti gadis super dingin itu berjalan.dengan mode senyap Ahdi,itu sangat berguna untuk mengikuti orang dari belakang tanpa diketahui oleh orang yang diikuti tersebut.


______________________________________


Isi pesan whatsapp yang baru muncul:


Kak,kok duduk disitu sih.ngak duduk disamping ade aja,ade lagi kesepian loh duduk sendiri dikelas.


______________________________________


"Emang kamu dimana?," balasku terhadap pesan whatsapp misterius tersebut.


"Lagi ke toilet nih kak,panggilan alam." jawab dari pengirim misterius itu dengan emoticon tertawa.


Di sisi lain,Ahdi sedang mengikuti gadis super dingin itu dengan perlahan dan tak mengeluarkan suara pun.


*Sleett...bakk!!!


Suara Ahdi terpleset ditikungan ketika mengikuti gadis super dingin itu.


Sontak,gadis itu terkejut karna dia sedang memainkan handphone genggamnya ketika menuju toilet


Gadis super dingin itu langsung melihat kebelakangnya,namun tak ada orang yang terpleset pada waktu itu.


"****,untung aja bisa bersembunyi..." ucap Ahdi dengan wajah dan baju yang lecet hitam.


Gadis super dingin itu langsung melanjutkan jalannya menuju toilet perempuan.begitu juga dengan Ahdi,Ahdi juga langsung mengikuti gadis itu dengan sangat hati-hati akan lantai yang licin.


Di satu sisi,aku sedang whatsappan dengan pengirim pesan misterius tadi yang menggunakan kata "kak" dalam isi pesan tersebut.


"Ke toilet kok bawa handphone sih?" tanyaku di dalam pesan whatsapp itu.


Gak lama pesan whatsapp masuk lagi.


*ting...nong!!


Suara nada dering ketika pesan whatsapp masuk.


"Hehe...takutnya kalo handphone ditinggal nanti hilang kan sayang..." isi dari pesan masuk itu.


Di lain kejadian,Ahdi terus mengikuti gadis super dingin itu berjalan.namun ketika mendekati toilet perempuan,gadis itu langsung masuk kedalam toilet dan terpaksa Ahdi dengan berat hati menunggunya diluar toilet.


Ketika Ahdi menunggu diluar


toilet,terdengar suara seorang perempuan yang kegirangan.


"Hahahehe..." ucap seorang perempuan itu yang tak lain adalah gadis super dingin.


"Lah...baru kali ini aku mendengar gadis yang dinginnya minta ampun sedang tertawa." ucap Ahdi didalam hati dengan rasa tidak disangkanya.


"Jangan-jangan dia..." ucap lagi Ahdi dalam hatinya.


Beberapa saat kemudian gadis super dingin itu keluar dari toilet dan kembali menuju kelas karna jam istirahat sudah mulai berakhir.


Dengan cepat,Ahdi langsung berlari kembali ke tempatku berada saat ini.


2 menit kemudian...


*Tapp...tap..tap..


Suara langkah kaki yang tak lain adalah Suara langkah kaki Ahdi yang sedang menuju tempatku.


"Gimana Di?" tanyaku ketika Ahdi sudah sampai ke tempatku.


"Anuuh...ituuhh...huh..hahh" ucap Ahdi terengah-engah kecapean ketika berlari.


"Tarik nafas lu dalam-dalam dulu baru keluarkan lewat pantat," ucapku dengan candaan yang garing.


"Udah ah jangan bercanda," ucap Ahdi dengan wajah dan perkataannya yang sangat serius.


"Iya-iya sorry..." ucapku dengan wajah tersenyum.


"Jadi gimana?" tanyaku ke Ahdi.


"Haaahhuuuuhhh..." Suara Ahdi ketika menarik nafas dan menghelanya dengan lega.


"Tadi aku mendengar,"- ucap Ahdi terputus ketika melihat gadis super dingin itu kembali ke dalam kelasnya.


"Ah...nanti aja ndree..." ucap Ahdi dengan sedikit takut dan perasaan yang tidak disangka.


"Yaudah,kita mending ke kelas aja dulu karna waktu istirahat juga hampir habis." jawabku ke Ahdi.


Kami berdua langsung beranjak dari tempat duduk itu menuju kelas karna pelajaran akan segera dimulai.aku dibuat penasaran dengan sikap gadis super dingin tadi ketika dia masih didalam kelas sebelum keluar untuk pergi entah kemana.


Karna dia ketika duduk dikelas,gadis tersebut terlihat sedang memainkan handphonenya setidak pengetahuan kami ketika duduk tadi.ditambah dia sedang menatap kami berdua dengan tatapan dingin tak berperasaan sama sekali.


Tapi aku sangat tidak sabar mendengar penjelasan Ahdi ketika dia mengikuti gadis super dingin itu.


"Oh iya,itu muka dan baju kenapa lecet? Wkwk..." tanyaku sambil tertawa kecil ketika berjalan kembali menuju kelas.


"Aku jatuh tadi ****,gara-gara lantainya licin..." jawab Ahdi dengan wajah yang datar seraih membersihkan debu yang ada di wajahnya.


Bersambung...


_____________@@@@@_______________


Mau tau kelanjutannya seperti apa??


Nantikan di chapter selanjutnya


Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author


jika kalian menganggap nya menarik


See you next time


Byee...bye...