My sister Is My Wife

My sister Is My Wife
EPISODE 12(NEW EPS)



HAPPY READING


ENJOYY...


jangan lupa vote dan follow instagram kami yah @author_idn biar Qiee makin semangat dalam berkaya.


______________@@@@@______________


NEXT EPISODE


Setelah aku selesai berendam,aku segera membilas tubuhku dengan air hangat di shower.


"Ahh...enak sekali..." ucapku menikmati air hangat sehabis mandi air dingin.


Sehabis berbilah dan mengeringkan tubuhku,aku langsung menuju kamar karna ada jadwal event game malam nanti.


*tap..tap..tap..


Suara langkahku berjalan menuju kamar hanya menggunakan handuk sebagai penutup alat punyaku.


Tiba-tiba di persampingan rumah tepatnya ketika aku hendak berbalik arah...


*Brarkkk!!!


Aku bertabrakan dengan putri.pada saat itu aku terjadi duluan dan putri menindih badanku yang hanya menggunakan handuk sebagai kain penutup.


Entah kenapa alatku tiba-tiba mengeras ketika tertindih,tapi untungnya ketika mengeras putri sudah bangun dari jatuhnya tadi.


Namun dia melihat ada tonjolan dibalik handuk itu ketika berdiri.aku pun langsung menutup tonjolan itu dengan ke 2 tanganku dan bergegas masuk ke dalam kamar.


"Ehmm..." gumam putri dengan wajah malu-malu kucing merah merona.


Aku sangat bingung dengan kejadian tadi.


"Apakah putri akan marah lagi atau dia sudah merencanakannya sejak aku mandi tadi?" tanyaku dalam hati yang amat bingung pagi.


Keesokan harinya...


*Cring..Cring!!!


Suara alarm jam berbunyi dan waktu sudah menunjukan jam 6:15 pagi.


"Kak bangun,udah pagi nih" ucap putri seraih menggoyang-goyangkan badanku.


Perlahan mataku mulai terbuka,ketika mata ku terbuka lebar,alangkah terkejutnya wajah putri sangat dekat dengan wajahku.


*Cupp!!!


Untuk pertama kalinya putri memberiku kiss selamat pagi kepadaku,pada saat itu aku sedang melamun dan ketika di kiss oleh putri,mata ku langsung segar dan sontak aku terbangun dari kasurku.


Tetapi pada saat aku bangun,kepala ku dan kepala putri saling berbenturan.alhasil bibir kami berdua lengket bersentuhan.


Posisi pada saat itu saling memandang mata lawannya,dengan denyutan lidah yang bergerak didalam mulutku.


Sesaat kami berdua memejamkan mata,dan lidah kami menari di dalamnya.tanganku langsung memeluk putri dengan erat.


Di sisi lain...


"Aduh mana lagi ni putri,katanya mau mandi." ucap ibu seraih mencari putri.


"Put!!" ucap ibu dengan nada yang cukup tinggi.


Sontak putri langsung melepaskan kiss kami ketika mendengar panggilan itu.


Putri pun langsung keluar dari kamarku dengan wajah tersenyum manis nan merah.


Aku syok dengan kejadian ini,dan merasa tidak percaya akan adanya kejadian di pagi hari ini.Tetapi ada rasa senang dihati,dan ada juga rasa kecewa bercampur aduk didalam pikiranku.


15 menit kemudian...


*tok..tok...tok...


Suara pintu terketuk.


"Iya siapa?" tanyaku dengan santai.


"Putri kak," jawab putri setelah mengetuk pintu itu.


"Kenapa put?" tanyaku lagi.


"Cepetan mandi kak,nanti telat kita pergi ke sekolah." jawab pula putri.


"Ah...iya put bentar lagi." ujarku.


"Oke kak," ujar putri dari luar kamar.


Aku bingung dengan putri,kenapa sikapnya tidak berubah akibat kejadian tadi.aku dibuat bingung sekaligus penasaran,apa yang ada di hatinya saat ini setelah mengalami kejadian itu.


Setelah lama kebingungan,aku pun segera cuci muka untuk pergi ke sekolah.dan setelah cuci muka,aku mengenakan baju seragam.


Setelah semuanya sudah siap...


*Brumm...brumm


Suara motor ketika sudah aku hidupkan.


"Put ayo berangkat!!" ucapku dengan nada sedikit tinggi ke arah rumahku.


*tap..tap..tap


Suara langkah kaki putri berjalan.


"Iya kak bentar,putri lagi mau memasang sepatu nih." jawab putri seraih mengambil sepatu dari raknya.


"Oke kak," balas putri dengan sudah memasang sepatunya.


Beberapa lama kemudian,putri sudah memasang sepatunya.dengan wajah cantik nan manis,rambut hitam yang lurus ditambah dengan bibir yang merona,aku tak ingin melepaskan bidadari ini di mataku.


Bulu mata yang begitu lentik dengan bola mata coklatnya,apa lagi ada tonjolan di dada yang pas untuk dilihat.tak ada yang kurang dari adikku ini.


"Ibu,kami berangkat!!" ucapku dengan nada sedikit keras ke arah rumah.


Tak lama ibuku datang...


*tap...tap...tap..


Suara langkah kaki ibu.


"Iya ndree,put,hati-hati yah..." balas ibu ku di teras rumah.


*brumm...


Suara motor ketika ku jalankan.


Ketika dijalan,tangan putri seperti biasanya memegang badanku dengan erat.menyandarkan kepalanya di punggungku,menutup matanya.


Orang-orang bingung melihat kami bermesraan memakai baju seragam,tapi mereka tidak tau kalau di belakangku itu adalah adikku sendiri.


Meskipun orang menatap kami seperti itu,kami berdua tidak memperdulikannya.karna tidak ada hasilnya juga membalas tatapan mereka.


Setelah cukup lama di perjalanan sambil diperhatikan banyak orang,akhirnya aku dan putri sampai ke sekolah dengan tepat waktu,meskipun waktu masuk kami tipis dari biasanya akibat kejadian pagi tadi.


*tapp...


Suara ketika aku menstandarkan motor di parkiran.


"Yaudah kak,aku duluan yah ke kelas." ujar putri dengan tersenyum kepadaku.


"Iya put,silahkan..." ucapku dengan formal.


Putri pun masuk ke kelasnya,tiba-tiba...


*ngeng...ngeng...sreettr!!!


Suara motor dari kejauhan yang tiba-tiba stop di parkiran.


"Hmm..." gumamku dengan wajah yang datar ketika duduk dimotorku.


"Yo Andre," sapa orang dari balik kaca helm tersebut.


"Yo Ahdi," balasku sapaan orang itu yang tak lain adalah Ahdi.


*Teett.. Teet...tett!!


Suara bell berbunyi yang menandakan pelajaran sudah dimulai.


"Eh **** udah masuk," ucapku kepada Ahdi dengan cemasnya.


"Iya ****,mana hari ini guru killer pula yang ngajar." balas Ahdi dengan turun dari motornya.


"Ayo ah,nanti telat kena hukum lagi." ucapku seraih turun dari motor juga.


"Gaskan bosku!!" jawab Ahdi dengan sedikit semangat.


Aku dan Ahdi pun bergegas untuk masuk ke dalam kelas,karna kalau kami telat sedikit saja pasti akan kena hukum.biasalah,wajah-wajah kami selalu diingat oleh guru killer bukan karna kebaikan dan kerajinan,melainkan karna kelalaihan hehe..


Ketika menuju kelas,aku dan Ahdi berpapasan dengan wanita super dingin semalam.aku terus memandangi wajahnya selagi berjalan.dari matanya saja,nampak seperti tidak mengizinkan siapapun menyelami dirinya.


"Ehemm..." gumam Ahdi di sampingku.


Aku sontak memalingkan wajah dari dari tatapan tadi,dan fokus lanjut berjalan menuju kelas.


"Baik anak-anak,pelajaran akan kita mulai..." ucap guru killer yang sudah masuk lebih cepat dari kami.


"Permisi..."


"Permisi!!"


Ucap kami berdua Ahdi.


"Oh Ahdi dan Andre...silahkan duduk." balas guru killer tersebut.


"Tumben pak,ngak ceramah dulu?" tanyaku dalan hati.


"Iya pak,terima kasih." ucap lagi kami berdua Ahdi.


"Baik,silahkan buka buku halaman..."


Bersambung...


_____________@@@@@_______________


Mau tau kelanjutannya seperti apa??


Nantikan di chapter selanjutnya


Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author


jika kalian menganggap nya menarik


See you next time


Byee...bye...