
HAPPY READING
ENJOYY!!!
Jangan lupa kasih tips yah biar makin semangat Qiee dalam buat ceritanya.
_____________@@@@@_______________
Next episode
"Oke,terima kasih Lisa." jawab putri dengan tersenyum.
Di sisi lain,aku dan Ahdi sedang menuju bengkel.
"Gimana putri tadi??" tanya Ahdi ketika di jalan.
"Ah,dia sudah pulang duluan tadi." jawab ku kepada Ahdi.
"Apa dia udah tau pesan whatsapp di handphone mu??" tanya Ahdi.
"Kayaknya udah tuh,soalnya ketika aku membuka whatsapp,pesannya udah kebuka duluan." jelaskanku kepada Ahdi.
"Wah pantesan dia marah," beritahu Ahdi kepada ku.
"Iya mungkin," sahut ku ucapan Ahdi.
Gak beberapa lama,kami berdua sampai ke bengkel tempat ku memperbaiki sepeda motor.dan kebetulan paman bengelnya buka,aku pun langsung membayar perbaikan itu.
"Berapa paman,biayanya?" sapa ku bertanya kepada paman bengkel itu.
"150 ribu dek," sahut dan beritahu paman bengkel itu.
Aku pun mengambil uang di dalam tas dan memberikan kepada paman bengkel itu.
"Ini paman uangnya," ucap ku kepada paman bengkel.
"Oh iya ndree,makasih ya...!!!" jawab dan terima paman bengkel tersebut.
"Iya paman,aku juga berterima kasih karna sepeda motornya udah di perbaiki." pinta ku.
"Oke ndree,sama-sama." jawab paman bengkel itu.
Aku pun dan Ahdi pulang ke rumah masing-masing.meskipun rumah kami cukup jauh untuk berteman,tapi karna game kami jadi akrab seperti 2 bersaudara pecinta game.
Tapi kami bisa juga berkunjung setiap hari minggu,biasanya di rumah aja sih kami bermain game.karna gak mungkin kami keluar di hari panas tersebut.
Setelah beberapa lama,aku pun sampai ke rumah.aku langsung menuju kamar putri karna ingin menjelaskan kesalah pahaman pesan whatsapp tersebut.
*tok..tok..tok!!!
Ketuk ku pintu kamar putri.
"Masuk aja," beritahu putri.
"Permisi..." ucap ku dengan sopan seraih membuka pintu itu.
Putri sontak terkejut mendengar suaraku.pada saat itu,putri sedang berbaring di kasur dengan memakai seragam olah raga.
"Ah-ahh...kakak ternyata." ucap putri kepada ku seraih bangun dari berbaringnya.
"Yo putri,apa kabar?" ucap ku sambil mengangkatkan 1 tangan seperti orang pada umumnya menyapa lawan biacara.
"Ada apa kak?" tanya putri tanpa memberi jawaban soal kabarnya.
Aku langsung melempar tas ku entah kemana dan memegang tangan putri.terasa,tangan putri yang lembut seperti kue mochi.
"Maafkan kakak put..." pinta ku dengan pelan kepada putri.
Wajah putri yang selalu kesal dari kemarin,kini tersenyum lebar kepada ku.
"Iya gak papa kok kak," jawab putri seraih tersenyum manis.
"Sebenarnya,kakak juga gak tau siapa yang mengirim pesan whatsapp tersebut." jelaskan ku kepada putri.
"Iya kak,putri juga minta maaf karna salah paham terhadap kakak," pinta pula putri dengan rasa bersalah.
"Ahh...,terima kasih put!!" ucap ku dengan memegang erat tangannya dan mendekatkan wajahku ke wajah putri.
Muka putri langsung memerah.
"Ah-iyaa...,muka kakak terlalu dekat." beritahu putri dengan wajah yang merah.
"I-iya maaf put,soalnya kakak senang sudah bisa berbaikan lagi sama kamu." jelaskan ku sambil menjauhkan wajah ku dari putri.
"Ngomong-ngomong tangan kakak...-" ucap putri terputus.
"Ah-ah maaf!!!" sahut ku dengan cukup keras seraih melepaskan pegangan ku dari tangan putri.
Pada waktu itu,wajah kami berdua memerah seperti strawberry yang sudah matang.
"Tapi sebelum putri memaafkan kakak,kakak harus pergi jalan-jalan bersama ku,hari minggu ini gimana??" pinta putri kepada ku.
"Oke put!!" sahut ku dengan mengacungkan jari jempol.
"Ya udah,kakak mau ke kamar dulu yah." beritahu ku.
"Iya kak," jawab putri dengan tersenyum yang manis.
Aku pun kembali ke kamar ku untuk berganti pakaian.
Seperti biasa kegiatan orang rumahan,aku sehabis berganti pakaian,aku langsung membuka web untuk update anime terbaru dan update game.
Anime kesukaan ku yaitu,assassin pride,kono yuusha dan orewo suki nano.Mungkin diantara readers sekalian ada yang suka dari anime itu.
Beberapa lama kemudian.
Hari sudah mulai sore dan langit sudah mulai gelap,aku bergegas untuk mandi.namun ketika hendak ke kamar mandi,aku bertemu dengan putri.
"Ah-ah...,kakak mau mandi yah?" tanya putri dengan sangat terkejut
"Iya nih,kalo kamu??" tanya balik ku kepada putri.
"Iya aku juga mau mandi kak," sahut putri.
"Yaudah kamu aja yang duluan put," ujar ku.
"Ngak,kakak aja yang duluan sana." ujar putri.
"Ngak ah,kakak mau ngadem dulu di kamar." beritahu ku beralasan supaya putri duluan mandi.
"Yaudah putri aja yang duluan berarti," jawab putri dengan wajah lesu.
Putri pun masuk ke kamar mandi dengan membawa handuk di bahunya.di sisi lain.aku kembali ke kamar seraih berAC menunggu putri selesai mandi.
Sambil menunggu putri,aku meluangkan waktu sebentar untuk bermain game.dan tentu Ahdi pasti bermain juga pada sore hari.
20 menit kemudian...
*tokk...tokk...tok...
Suara pintu kamar ku ada yang mengetuk.
"Iya,siapa??" tanya ku kepada orang yang mengetuk pintu.
"Putri kak," sahut putri yang mengetuk pintu itu.
"Iya,ada apa put?" tanya ku lagi.
"Cepat mandi kak,hari sudah mulai gelap." beritahu putri.
"Oke put," sahut ku seraih menaruh kembali handphone ku.
Aku pun bergagas untuk mandi.seperti biasa,aku berendam dulu di bak mandi untuk menikmati sensasi sejuk air yang mengalir deras.
Ketika aku berendam dan merenung sejenak,aku teringat gadis super dingin tadi yang melihatku ketika ia hendak masuk kelasnya.
Gadis cantik dengan kuncir kuda yang berparas cantik,serta sikapnya yang dingin itu aku mulai tertarik kepadanya.
Ditambah lagi hidung yang mancung seperti orang barat dan kulit putih yang berasal dari ke 2 orang tuanya.
Semuanya lengkap apa yang dimiliki gadis super dingin tersebut,apa lagi dia anak kelas 12 bahasa yang di kenal dengan kelas "cewek yang aduhay" oleh kebanyakan siswa cowok.
"Apakah aku harus mengatakan yang sebenarnya aja yah kepada putri,kalau aku suka sama seorang gadis disekolahku??" pikir ku dalam hati seraih menikmati sensasi sejuk.
Tapi,untuk mendekati gadis itu susah,karna sikapnya yang dingin terhadap lawan jenis,apa lagi aku baru sadar kalau dia seangkatan dengan ku di sekolah.
Setiap detik,wajah gadis itu terlihat di bayang-bayang ku.terutama bibir yang indah seperti gua berisi permata,ingin rasanya menelusuri isi dari bibirnya dan mengambil permata yang bersinar itu.
*tokk..tokk...tokk
Suara pintu kamar mandi terketuk.
"Kak,handuknya putri taruh diluar." ujar putri.
Sontak aku terkejut,karna lagi asik-asiknya mengkhayal gadis super dingin itu.
"Ah-ah...,iya put,taruh aja di situ." sahut ku dengan cepat kepada putri dengan nada yang cukup tinggi sehingga terdengar sampai keluar kamar mandi.
"Jangan terlalu lama mandinya,nanti sakit kak." beritahu putri seperti biasa sebelum ia kembali ke kamar.
Setelah aku selesai berendam,aku segera membilas tubuh ku dengan air hangat di shower.
"Ahh...,enak sekali!!!" seru ku ketika menikmati air hangat yang mengalir di tubuh ku.
Sehabis berbilas dan mengeringkan tubuh ku,aku langsung menuju kamar karna ada pemberitahuan event game malam nanti.
*tap..tap..tap..
Suara langkah ku berjalan menuju kamar hanya menggunakan handuk sebagai penutup alat punya ku.
Tiba-tiba di persampingan rumah,tepatnya ketika aku hendak berbalik arah...
*Brarkkk!!!
Entah kenapa,alat ku tiba-tiba mengeras ketika tertindih. tapi,untungnya ketika mengeras putri sudah bangun dari jatuhnya tadi.
Namun,dia melihat ada tonjolan di balik handuk itu ketika berdiri.aku pun langsung menutup tonjolan itu dengan ke 2 tangan ku dan langsung bergegas masuk ke dalam kamar.
"Ehmm..." gumam putri dengan wajah malu-malu kucing yang merah merona.
Aku sangat bingung dengan kejadian tadi.
"Apakah putri akan marah lagi,atau dia sudah merencanakannya sejak aku mandi tadi?" pikir ku dalam hati yang amat bingung ini.
Keesokan harinya.
*Cring..Cring!!!
Suara alarm jam berbunyi,dan waktu sudah menunjukan jam 6:15 pagi.
"Kak bangun,udah pagi nih" ucap putri seraih menggoyang-goyangkan badan ku.
Perlahan mata ku mulai terbuka,ketika mata ku terbuka lebar,alangkah terkejutnya wajah putri sangat dekat dengan wajah ku.
*Cupp!!!
Untuk pertama kalinya putri memberiku kiss selamat pagi kepada ku.pada saat itu,aku sedang melamun dan ketika di kiss oleh putri,mata ku langsung segar dan sontak aku terbangun dari kasur ku.
Tetapi pada saat aku bangun,kepala ku dan kepala putri saling berbenturan.alhasil,bibir kami berdua lengket bersentuhan.
Posisi pada saat itu saling memandang mata lawannya,dengan denyutan lidah yang bergerak di dalam mulut.
Sesaat kami berdua memejamkan mata,dan lidah kami menari di dalamnya.tangan ku langsung memeluk putri dengan erat.
Di sisi lain...
"Aduh mana lagi ni putri,katanya mau mandi." gumam ibu seraih berjalan mencari putri.
"Put!!" panggil ibu dengan nada yang cukup tinggi.
Sontak,putri langsung melepaskan kiss kami ketika mendengar panggilan itu.
Putri pun langsung keluar dari kamar ku dengan wajah tersenyum manis nan merah.
Aku syok dengan kejadian ini,dan merasa tidak percaya akan adanya kejadian di pagi hari ini.Tetapi ada rasa senang di hati,dan ada juga rasa kecewa bercampur aduk di dalam pikiran ku.
15 menit kemudian...
*tok..tok...tok!!!
Suara pintu terketuk.
"Iya siapa?" tanya ku dengan santai.
"Putri kak," sahut putri dengan santai pula.
"Kenapa put?" tanya ku lagi.
"Cepetan mandi kak,nanti kita telat pergi ke sekolah." beritahu putri kepada ku.
"Ah...iya put,bentar lagi." ujar ku.
"Oke kak," jawab putri dari luar kamar.
Aku bingung dengan putri,kenapa sikapnya tidak berubah akibat kejadian tadi.aku di buat bingung sekaligus penasaran,apa yang ada di hatinya saat ini setelah mengalami kejadian itu.
Setelah lama kebingungan,aku pun segera cuci muka untuk pergi ke sekolah.dan setelah cuci muka,aku mengenakan baju seragam.
Setelah semuanya sudah siap...
*Brumm...brumm
Suara motor ketika sudah aku hidupkan.
"Put,ayo berangkat!!" beritahu ku dengan nada sedikit tinggi ke arah rumah ku.
*tap..tap..tap
Suara langkah kaki putri berjalan.
"Iya kak bentar,putri lagi memasang sepatu nih." sahut putri seraih mengambil sepatu dari raknya.
"Yaudah jangan lama-lama nanti kita telat masuk sekolah," ucap ku kepada putri.
"Oke kak," balas putri dengan sudah memasang sepatunya.
Beberapa lama kemudian,putri sudah memasang sepatunya.dengan wajah cantik nan manis,rambut hitam yang lurus ditambah dengan bibir yang merona,aku tak ingin melepaskan bidadari ini di mata ku.
Bulu mata yang begitu lentik dengan bola mata coklatnya,apa lagi ada tonjolan di dada yang pas untuk di lihat.tak ada yang kurang dari adikku ini.
"Ibu!!! kami berangkat!!" teriak ku dengan nada sedikit keras ke arah rumah.
Tak lama ibuku datang.
*tap...tap...tap..
Suara langkah kaki ibu.
"Iya ndree,put,hati-hati yah!!!" sahut ibu dari teras rumah.
*brumm!!!
Suara motor ketika ku jalankan.
Ketika di jalan,tangan putri seperti biasanya memegang badan ku dengan erat.menyandarkan kepalanya di punggung ku,dan menutup matanya.
Orang-orang bingung melihat kami bermesraan memakai baju seragam,tapi mereka tidak tau kalau di belakangku itu adalah adikku sendiri.
Meskipun orang menatap kami seperti itu,kami berdua tidak memperdulikannya.karna tidak ada hasilnya juga membalas tatapan mereka.
Setelah cukup lama di perjalanan seraih di perhatikan banyak orang,akhirnya aku dan putri sampai ke sekolah dengan tepat waktu,meskipun waktu masuk kami tipis dari biasanya akibat kejadian pagi tadi.
*tapp!!!
Suara ketika aku menstandarkan motor di parkiran.
"Yaudah kak,aku duluan yah ke kelas." beritahu putri seraih tersenyum kepada ku.
"Iya put,silahkan..." sahut ku dengan formal.
Putri pun masuk ke kelasnya,dan tiba-tiba...
*ngeng...ngeng...sreettr!!!
Suara motor dari kejauhan yang tiba-tiba berhenti di parkiran.
"Hmm..." gumam ku dengan wajah yang datar ketika duduk di motor.
"Yo Andre," sapa orang dari balik kaca helm tersebut.
"Yo Ahdi," sahut ku sapaan orang itu yang tak lain adalah Ahdi.
*Teett.. Teet...tett!!
Suara bell berbunyi yang menandakan pelajaran sudah dimulai.
"Eh **** udah masuk," ucap ku kepada Ahdi dengan cemasnya.
"Iya ****,mana hari ini guru killer pula yang ngajar." balas Ahdi seraih turun dari motornya.
"Ayo ah!!! nanti kita kena hukum!!!" beritahu ku seraih turun pula dari motor.
"Gaskan bosku!!" sahut Ahdi dengan sedikit semangat.
Aku dan Ahdi pun bergegas untuk masuk ke dalam kelas.karna kalau kami telat sedikit saja,pasti akan kena hukum.biasa...,wajah-wajah kami selalu di ingat oleh guru killer bukan karna kebaikan dan kerajinan,melainkan karna kelalaian hehe.
Ketika menuju kelas,aku dan Ahdi berpapasan dengan wanita super dingin semalam.aku terus memandangi wajahnya selagi berjalan.dari matanya saja,nampak seperti tidak mengizinkan siapapun menyelami dirinya.
"Ehemm..." gumam Ahdi di samping ku.
Aku sontak memalingkan wajah dari dari tatapan tadi,dan fokus melanjutkan berjalan menuju kelas.
"Baik anak-anak,pelajaran akan kita mulai..." ucap guru killer yang sudah masuk lebih cepat dari kami.
"Permisi..."
"Permisi!!"
Ucap kami berdua Ahdi.
"Oh Ahdi dan Andre...silahkan duduk." sahut guru killer tersebut.
"Tumben pak,ngak ceramah dulu?" tanya ku dalan hati.
"Iya pak,terima kasih." ucap lagi kami berdua Ahdi.
"Baik,silahkan buka buku halaman..."
Bersambung...
_____________@@@@@_______________
Mau tau kelanjutannya seperti apa??
Nantikan di chapter selanjutnya
Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author
jika kalian menganggap nya menarik
See you next time
Byee...bye...