
HAPPY READING
ENJOYY...
jangan lupa vote dan follow instagram kami yah @author_idn biar Qiee makin semangat dalam berkaya.
______________@@@@@______________
NEXT EPISODE
"Kamu udah bisa keluar put sekarang," ucap Lisa kepada putri.
"Oke,terima kasih Lisa." jawab putri dengan tersenyum.
Disisi lain aku dan Ahdi sedang menuju bengkel.
"Gimana putri tadi?" tanya Ahdi.
"Ah,dia sudah pulang duluan tadi." jawabku kepada Ahdi.
"Apa dia udah tau pesan whatsapp di handphone mu?" tanya Ahdi.
"Kayanya udah tuh,soalnya ketika aku membuka whatsapp,pesannya udah kebuka duluan." jelaskanku kepada Ahdi.
"Wah pantesan dia marah," ucap Ahdi kepadaku.
"Iya mungkin," kataku balas ucapan Ahdi.
Gak beberapa lama kami berdua sampai ke bengkel tempat ku memperbaiki sepeda motor.dan kebetulan paman bengelnya buka,aku pun langsung membayar perbaikan itu.
"Berapa paman biayanya?" tanyaku ke paman bengkel itu.
"150rb dek," jawab paman bengkel.
Aku pun mengambil uang didalam tas dan mengasihnya kepada paman bengkel itu.
"Ini paman uangnya," ucapku kepada paman bengkel.
"Oh iya ndree,makasih ya..." jawab paman bengkel tersebut.
"Iya paman,aku juga berterima kasih karna sepeda motornya udah diperbaiki." kataku.
"Oke ndree,sama-sama." jawab paman bengkel itu.
Aku pun dan Ahdi pulang kerumah masing-masing,meskipun rumah kami cukup jauh untuk berteman.tapi karna game,kami jadi akrab seperti 2 bersaudara pecinta game.
Tapi kami bisa juga berkunjung setiap hari minggu,biasanya di rumah aja sih kami bermain game.karna gak mungkin kami keluar di hari panas tersebut.
Setelah beberapa lama,aku pun sampai kerumah.aku langsung menuju kamar putri karna ingin menjelaskan kesalah pahaman pesan whatsapp tersebut.
*tok..tok..tok
Suara aku mengetuk pintu dengan pelan.
"Masuk aja," ucap putri.
"Permisi..." kataku seraih membuka pintu itu.
Putri sontak terkejut mendengar suaraku,pada saat itu putri sedang berbaring dikasur dengan memakai seragam olah raga.
"Ah-ahh...kakak ternyata." ucap putri kepadaku seraih bangun dari berbaringnya.
"Yo putri,apa kabar?" ucapku sambil mengangkatkan 1 tangan seperti orang pada umumnya menyapa lawan biacara.
"Ada apa kak?" tanya putri tanpa memberi jawaban soal kabarnya.
Aku langsung melempar tasku entah kemana dan memegang tangan putri,terasa tangan putri yang lembut seperti kue mochi.
"Maafkan kakak put..." ucapku kepada putri.
Wajah putri yang selalu kesal dari kemarin,kini tersenyum lebar kepadaku.
"Iya gak papa kok kak," jawab putri kepadaku.
"Sebenarnya kakak juga tidak tau siapa yang mengirim pesan whatsapp tersebut." jelasku kepada putri.
"Iya kak,putri juga minta maaf karna salah paham terhadap pesan whatsapp yang lalu itu," jawab putri kepadaku.
"Ahh...terima kasih put!!" ucapku dengan memegang erat tangannya dan mendekatkan wajahku ke wajah putri.
Muka putri langsung memerah.
"Ah-iyaa...muka kakak terlalu dekat," jawab putri.
"Iy-iya maaf put,soalnya kakak senang sudah bisa baikan lagi sama kamu." ucapku sambil menjauhkan wajahku dari wajah putri.
"Ngomong-ngomong tangan kakak..." ucap putri terputus.
"Ah-ah maaf!!!" jawabku sambil melepaskan peganganku dari tangan putri.
Pada waktu itu,wajah kami beruda memerah seperti strawberry yang sudah matang.
"Tapi sebelum putri memaafkan kakak,kakak harus pergi jalan-jalan bersama ku hari minggu ini gimana?" jelas putri kepadaku.
"Ya udah,kakak mau ke kamar dulu yah." kataku.
"Iya kak," jawab putri dengan tersenyum yang manis.
Aku pun kembali ke kamarku untuk berganti pakaian.
Seperti biasa kegiatan orang rumahan,aku sehabis berganti pakaian pun langsung membuka web untuk update anime terbaru dan update game.
Anime kesukaanku yaitu,assassin pride,kono yuusha dan orewa suki nano.Mungkin diantara kalian ada yang suka dari anime itu.
Beberapa lama kemudian...
Hari sudah mulai sore dan langit sudah mulai gelap,aku bergegas untuk mandi.namun ketika hendak ke kamar mandi,aku dan putri bertemu.
"Ah-ah...kakak mau mandi yah?" tanya putri.
"Iya nih,kalo kamu?" tanya balikku kepada putri.
"Iya aku juga mau mandi kak," jawab putri atas pertanyaanku tadi.
"Yaudah kamu aja yang duluan put," kataku.
"Ngak,kakak aja yang duluan sana." ujar putri.
"Ngak ah,kakak mau ngadem dulu dikamar." ucapku beralasan supaya putri duluan mandi.
"Yaudah putri aja yang duluan berarti," jawab putri kepadaku.
Putri pun masuk ke kamar mandi dengan membawa handuk di bahunya,di sisi lain aku kembali ke kamar seraih berAC menunggu putri selesai mandi.
Sambil menunggu putri selesai mandi,aku pun meluangkan waktu sebentar untuk bermain game.dan tentu Ahdi pasti bermain juga pada waktu sore.
20 menit kemudian...
*tokk...tokk...tok...
Suara pintu kamarku ada yang mengetuk.
"Iya,siapa?" tanyaku kepada orang yang mengetuk pintu.
"Putri kak," jawab putri yang mengetuk pintu itu.
"Iya,ada apa put?" tanyaku lagi.
"Cepat mandi kak,hari sudah mulai gelap." jawab putri.
"Oke put," kataku sambil menaruh handphoneku.
Aku pun bergagas untuk mandi.seperti biasa aku berendam dulu di bak mandi untuk menikmati sensasi sejuk air yang mengalir deras.
Ketika aku berendam dan merenung sejenak,aku teringat gadis super dingin tadi yang melihatku ketika ia hendak masuk kelasnya.
Gadis cantik dengan kuncir kuda yang berparas cantik serta sikapnya yang dingin itu aku mulai tertarik kepadanya.
Ditambah lagi hidung yang mancung seperti orang barat dan kulit putih yang berasal dari ke 2 orang tuanya.
Semuanya lengkap apa yang dimiliki gadis super dingin tersebut,apa lagi dia anak kelas 12 bahasa yang di kenal dengan kelas "cewek yang aduhay" oleh kebanyakan siswa cowok.
"Apakah aku harus mengatakan yang sebenarnya aja yah kepada putri,kalau aku suka sama seorang gadis disekolahku??" gumamku dalam hati seraih menikmati sensasi sejuk ketika berendam.
Tapi untuk mendekati gadis itu susah karna sikapnya yang dingin terhadap lawan jenis,apa lagi aku baru sadar kalau dia seangkatan denganku disekolah.
Setiap detik,wajah gadis itu terlihat di khayalanku.terutama bibir yang indah seperti gue berisi permata,ingin rasanya menelusuri isi dari bibirnya dan mengambil permata yang bersinar itu.
*tokk..tokk...tokk
Suara pintu kamar mandi terketuk.
"Kak,handuknya putri taruh diluar." ujar putri.
Sontak aku terkejut,karna lagi asik-asiknya mengkhayal gadis super dingin itu.
"Ah-ah...iya put taruh aja disitu." jawabku kepada putri dengan nada yang cukup tinggi sehingga kedengaran sampe luar kamar mandi.
"Jangan terlalu lama mandinya,nanti sakit kak." ucap putri seperti biasa sebelum ia kembali ke kamar.
Bersambung...
_____________@@@@@_______________
Mau tau kelanjutannya seperti apa??
Nantikan di chapter selanjutnya
Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author
jika kalian menganggap nya menarik
See you next time
Byee...bye...