My sister Is My Wife

My sister Is My Wife
EPISODE 18 Yuhuu...



HAPPY READING


ENJOYY...


jangan lupa vote dan follow instagram kami yah @author_idn biar Qiee makin semangat dalam berkarya.


______________@@@@@______________


NEXT EPISODE


Setelah mendengarkan penjelasan panjang lebarnya dari Ahdi,aku menyimpulkan bahwa gadis super dingin itu memakai topeng untuk menutup sifat aslinya ketika bergaul dengan orang.


(Arti dalam memakai topeng adalah,gadis super dingin itu memiliki 2 sifat yang berbeda dan diwaktu yang berbeda dia berubah sifat dari yang dingin menjadi gadis yang manis.)


"Hmm...makin curiga aku..." gumamku dalam hati dengan wajah yang serius.


*tokk...tok...tok!!


Suara pintu kamarku terketuk.


"Iya?" tanyaku kepada orang yang mengetuk pintu kamarku.


"Udah sore ka,kakak ngak mandi?" tanya orang yang dibalik pintu itu yang tak lain adalah putri.


"Ah-ahh...iya bentar lagi put..." jawabku dengan nada yang pelan.


"Yaudah kak,ini handuknya putri taruh di ganggang pintu." ucap putri seraih menaruh handuk itu.


"Oke put thanks," jawabku dengan nada yang cukup keras.


"Iya masama ka," balas putri.


Putri langsung kembali ke kamarnya entah mau ngapain waktu itu.


Dan aku beranjak dari tempat tidur,bersiap-siap untuk mandi.tapi sebelum mandi,seperti biasa aku membereskan kamarku terlebih dahulu.


Mulai dari kasur,buku-buku,tas yang aku lempar ketika pulang sekolah,dan masih banyak lagi yang aku bereskan sebelum menuju surga yang sejuk,yaitu berendam dikamar mandi hehe...


Setelah beberapa lama...


"Akhirnya selesai juga huh..." ucapku dengan menghela nafas yang panjang.


"****,udah jam 16:20 aja." ujarku dengan rasa terkejut.


Aku pun bergegas untuk mandi.ketika sudah membuka pintu kamar,aku langsung mengambil handuk yang sudah ditaruh putri tadi dan berjalan ke kemar mandi.


"Oh iya,besok kan aku dan putri jalan-jalan." ucapku dalam hati sambil berjalan menuju kamar mandi.


"Yaudah malam ini aku pilih-pilih baju dulu," pikirku lagi dalam hati.


Tak lama,aku pun sampai kelewatan ke kamar mandi gara-gara berpikir tadi dan tidak melihat jalan.


"****,kelewatan..." ucapku dengan wajah yang datar.


"Gini nih kalau sudah fokus ke suatu masalah,dan masalah yang lain tak terpikir lagi hehe..." gumamku dalam hati.


"Ah kakak..." ucap putri.


Pada waktu itu aku kelewatan dan sampai ke depan kamar putri,namun kebetulan putri pada saat itu sedang mau keluar kamar entah kemana tujuannya.


"Ah-ahh yoo...put?" sapaku kepada putri.


"Mau mandi nih kak?" tanya putri.


"Iya nih put..." jawabku ke putri.


"Kok kelewatan jalannya?" tanya lagi putri.


"Iya itu anu...hehe..." balasku bingung untuk menjawabnya.


"Hmm??" gumam putri kebingungan dengan tingkahku.


"Haha yaudah kakak mau mandi dulu put..." ucapku dengan berjalan cukup cepat ke arah kamar mandi.


"Ah-ahhh iya..." balas putri melihatku sambil kebingungan.


Aku langsung bergegas cepat ke kamar mandi.dan setelah beberapa saat kemudian...


*pclokkk...


Suara air ketika aku berendam di bak mandi


"Ahh...akhirnya..."


"Mantap djiwa..." ucapku dengan merasakan kemikmatan sensasi sejuk seperti di pegunungan.


Tak ada yang lebih nyaman dari berendam di bak mandi dengan suasana sejuk seperti berada dikutub utara dengan suhu yang sangat dingin.


"Grrrgrr..." gumamku menggigil.


"Udahan ah..." ucapku seraih beranjak dari bak mandi menuju shower untuk berbilas.


Aku pun berbilas dengan cepat dishower,karna udara sudah semakin sejuk aja kalo malam.tapi kalo udah dikamar,entah kenapa kamarku terasa panas dan hangat.


Karna udah nasib punya kamar berisi barang-barang,atau emang nasib punya kamar kek gini.


"Bodo amat yang penting punya kamar,untung aja ada AC-nya hehe..." gumamku seraih mengeramasi rambut dishower.


Setelah berbilas,aku langsung segera berhanduk.takutnya menggigil tingkat tinggi nanti kan susah.nanti ngak jadi lagi jalan-jalan ama adik terkawaiiku.


Setelah selesai semuanya,aku langsung berjalan menuju kamar untuk menghangatkan tubuhku.


"Ahh lega sekalii..." ucapku seraih berbaring dikasur dengan menggunakan handuk sebagai penutup alatku.


*tokk...tok..tok!!


Suara orang mengetuk pintu kamarku.


Sontak aku terkejut dan langsung berduduk kembali.


"Iya?..." tanyaku kepada orang yang mengetuk pintu itu.


"Putri kak," jawab orang yang mengetuk pintu itu yang tak lain putri.


"Kenapa put??" tanyaku lagi ke putri.


"Boleh masuk ngak kak?" tanya balik putri.


"Bentar kakak mau make pakaian dulu..." jawabku seraih beranjak dari kasur berjalan menuju lemari baju.


"Iya kak." ujar putri dari luar kamarku.


Dengan cepat aku langsung memakai pakaian.handuk entah kemana aku lempar karna tergesa-gesa.


10 menit lamanya...


*krekk...


Suara pintu ketika terbuka.


"Silahkan put..." ucapku kepada putri.


"Terima kasih kak," jawab putri dengan sopannya.


Putri pun langsung duduk diatas kasur bersandar di tembok dengan duduk yang sangat sopan seperti halnya pada perempuan duduk.


"Jadi,ada apa put?..." tanyaku seraih duduk disamping putri.


"Ngak apa-apa kok kak,cuman bosen aja dikamar sendiri." jawab putri dengan santai.


"Oh begitu,kakak kira ada keperluan penting tadi." balasku ke putri.


"Ngak ada kak." jawab putri.


Setelah percakapan itu,suasana langsung hening seketika seperti sedang berada dihutan.hanya suara jam dinding serta serangga jangkrik yang berbunyi.


Aku pun juga bingung ingin membicarakan apa dengan putri.namun putri seperti menahan pertanyaan didalam hatinya karna dia takut jika mengucapkannya bisa salah kaprah.


Tapi setelah beberapa lama,sekitar 5 menitan terdiam tak bersuara.putri akhirnya angkat bicara denganku pada waktu itu.


"Anu kak..." ucap putri dengan sangat gugup.


"Ah-ah iya ada apa put?" tanyaku dengan sangat cepat.


"Besok kita jadi kan jalannya?..." tanya balik putri pelan dengan wajah yang sangat gugup.


"Oh cuma itu..." gumamku dalam hati.


"Iya put jadi kok kita jalan-jalan," jawabku pertanyaan tadi.


"Emangnya kenapa put?" tanya balikku ke putri dengan wajah tersenyum.


"Ngak kok kak,kirain aja kakak lupa." jawab putri dengan wajah yang santai karna aku ingat dengan rencana jalan-jalan besok.


"Tenang aja put,kakak ngak bakal lupa kok sama janji kita." jawabku dengan penuh semangat.


Seketika wajah putri merah seperti sedang demam karna mendengar ucapanku tadi.


"Eh?,kenapa put?,kok wajah kamu merah?" tanyaku dengan sangat bingung karna ekspresi yang dikeluarkan putri.


"Kamu demam yah put?" tanyaku lagi dengan sangat cemas.


"Ngak kok kak,ngak apa-apa."


Dengan cepat aku tersadar apa yang aku ucapkan tadi.


"Ah-ahh...maaf put,kamu jadi salah paham kakak ngomong tadi." ujarku meminta maaf ke putri.


"Iya ngak apa-apa kak." jawab putri dengan wajah tersenyum.


"Hmm...sungguh cantik ciptaan mu itu..." gumamku dalam hati seraih melihat wajah putri yang tersenyum manis didepanku.


Bersambung...


_____________@@@@@_______________


Mau tau kelanjutannya seperti apa??


Nantikan di chapter selanjutnya


Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author


jika kalian menganggap nya menarik


See you next time


Byee...bye...