
HAPPY READING
ENJOYY...
jangan lupa vote dan follow instagram kami yah @author_idn biar Qiee makin semangat dalam berkarya.
______________@@@@@______________
NEXT EPISODE
*Cringg...cringg...cringg!!
Suara alarm jam berbunyi.
Perlahan aku membuka mataku dari tidurku yang nyenyak,terlihat wajah bidadari yang sangat cantik melihatku bangun.
"Ahh sungguh cantik sekali bidadari ini..." ucapku dengan kesadaran yang masih buram seperti mimpi.
Aku pun langsung memegang bidadari itu dipipinya yang halus seperti kapas,lembut bagaikan bunga yang memekarkan daunnya dipagi mentari cerah.
Perlahan kesadaranku mulai jelas.sebelum aku bangun dari mimpiku ini,aku ingin memeluknya terlebih dahulu.
*tap..!!!
"Akkhh..."
Terdengar suara bidadari itu ketika kupeluk badannya.dan tanpa kusadari,aku sudah memasuki zona nyaman yaitu bau harum dari rambut bidadari itu.
Wajahnya yang mulai merah ingin segera melampiaskan hasrat kemarahannya kepadaku.walau sesaat,aku tidak mau kehilangan kesempatan ini.
Namun apa daya,kesadaranku sudah pulih seketika.tapi yang kulihat,aku masih memeluk seseorang dengan bau harum yang sama seperti rambut bidadari yang telah hilang tadi.
"Udah puas kak meluknya?" tanya putri dengan wajah yang sangat merah.
"Ahhh!!!" ucapku terkejut.
"Selamat pagi put,hehe..." sapaku ke putri.
"Yo...selamat pagi," balas putri dengan tatapan yang sinis seperti ingin membunuh seseorang.
*tapp!!!
Putri langsung memukulku dibadan dengan cukup keras.aku langsung menjauh dari putri.
"A-aduh...duh..." ucapku merintih kesakitan karna dipukul putri.
"Pagi-pagi udah ngajak gelud aja!!" ucap putri dengan sangarnya dan tidak menggunakan bahasa formal yang biasa ia pakai.
"Maaf put,maaf..." jawabku dengan rasa bersalah.
"Ya sudah cepetan mandi,nanti macet lagi jalan kalau telat berangkat." ujar putri dengan menarik bajuku.
"Iy-iya put...ini lagi mau berdiri." balasku dengan badan yang masih melayang-layang akibat ngantuk.
Aku pun bergegas menuju kamar mandi.namun pada saat itu,aku lupa membawa handuk.ketika sudah berbilas,aku baru sadar kalau ada yang kurang.
"***** lupa bawa handuk pula..." gumamku ketika sedang mengeramasi rambut.
Dan terpaksa,aku pun langsung mengenakan celana yang aku pakai buat tidur tadi malam.dengan basah disekujur tubuhku,aku menuju kamar dengan berlari.meskipun dingin,aku sangat terpaksa berlari karna nanti kalau ketahuan ibu,aku bisa dimarahin.
Ketika sudah sampai didepan kamarku,aku pun langsung memasuki kamar tanpa perduli hawa dingin yang mehadang didepan.Namun ketika sudah memasuki kamar,alangkah terkejutnya aku melihat putri masih menunggu dikamarku seraih bermain handphone.
"Hmm...?" gumam putri kebingungan melihatku basah kuyup dengan hanya memakai celana bekas tadi malam.
"Anu put...,kok masih dikamar kakak?" tanyaku dengan nada yang pelan.
Putri mendengar pertanyaanku itu langsung beranjak dari kasur dan keluar dari kamarku.aku lantas mengunci pintu dan langsung mengeringkan badanku yang basah.
"Ahh...hangatnyaaa..." ucapku dengan merasakan sensasi yang hangat dari AC.
Pada saat itu,waktu sudah menunjukan pukul 8:40 dan hawa masih terbilang dingin untuk melakukan mandi.setelah puas mengeringkan badan,aku langsung bergantin pakaian,memakai parfum yang wangi dan tak lupa pula memakai rexona biar setia setiap saat hehe...
Setelah semua sudah siap,aku langsung menuju meja makan untuk sarapan.putri ternyata sudah duluan sarapan sejak pagi tadi sebelum dia masuk ke kamarku.
"Selamat pagi put," sapaku dengan senyuman.
"Selamat pagi kak," balas putri pula dengan senyuman.
Aku sontak terkejut dengan reaksi putri menyapaku balik.padahal,tadi sebelum aku kesini atau lebih tepatnya pada saat membangunkanku dia sedang marah.
"Bodo amatlah..." ucapku dalam hati seraih duduk berhadapan dengan putri.
Aku pun langsung mengambil nasi serta lauk untuk sarapan pagi.menu sarapan yang ibu suguhkan pada pagi hari adalah berupa makanan 4 sehat lima sempurna dengan susu putih yang bagus untuk pertumbuhan anak usia remaja.
Setelah sarapan,aku langsung bergegas untuk memanaskan motorku digarasi rumah.
*brum...brum!!
Suara ketika aku menarik gas motor.
Aku kembali masuk kedalam rumah dan mencari putri untuk memberitahukan bahwa aku mau mengisi bahan bakar terlebih dahulu.
"Nah itu dia..." ucapku lagi dalam hati seraih melihat putri duduk didepan televisi atau lebih tepatnya duduk disofa sambil melihat televisi.
"Put..." sapaku dengan pelan.
"Iya kak?" balas putri seraih melihat ke arahku.
"Kakak mau ngisi bahan bakar dulu yah bentar," ucapku ke putri.
"Iya kak jangan lama tapi." jawab putri seraih kembali melihat acara televisi dipagi hari.
"Oke put!!" jawabku dengan sangat semangat.
Aku pun langsung keluar dan menaiki motor untuk mengisi bahan bakar.jarak pertamina dengan rumahku cukup jauh,oleh karna itu sebelum berangkat,aku harus menggunakan helm terlebih dahulu.takutnya nanti ada polisi dan kena tilang.
Dalam perjalanan,aku ingat ada pesan whatsapp muncul pagi tadi sebelum aku sarapan pagi.aku penasaran dengan isi pesan tersebut,apakah itu seorang gadis misterius yang tiba-tiba manggil aku "kakak" tanpa izin,atau Ahdi yang mau ke rumahku.
Tapi Ahdi ketika waktu itu sudah aku beritahu bahwa ada kegiatan pada hari minggu nantinya.jadi sisanya berarti gadis misterius itu doang.
Setelah cukup lama berkendara...
*brum..brum!!
Suara motor ketika aku berhenti dipertamina.
"Wah...panjang juga antriannya..." ucapku dengan pelan seraih melihat keadaan didepan.
Alhasil aku menunggu cukup lama untuk mengisi bahan bakar untuk motorku.
Setelah beberapa saat...
Antriannya pun mulai pendek,semakin pendek.dan aku pun mengisi bahan bakar motorku.
"Isi berapa?" tanya orang yang bertugas untuk mengisi minyak pada waktu itu.
"Isi full tank," jawabku dengan sangat cepat.
Orang yang betugas itu pun langsung menarik selang minyaknya dan sedangkan aku sedang membuka jok motor dan membuka tanki minyaknya.
Skip mengisi minyaknya,aku pun kembali ke rumah dengan cepat.
Aku pun masuk ke dalam rumah,dan melihat putri sedang menungguku dikamarnya setelah menonton televisi.waktu sudah menunjukan pukul 10:15 pagi.
Dengan cepat,aku langsung menuju kamar putri.
*tap...tap...
"Ayo put kita berangkat!," ucapku dengan semangat.
Putri menoleh dan beranjak dari duduknya.
"Oke kak." jawab putri seraih tersenyum.
Kami berdua pun langsung memakai helm dengan mengunci helmnya.dan menuju motor untuk berangkat.
*brumm..brum...
Suara ketika aku menghidupkan kembali motorku.
Dengan senangnya dalam perjalanan,putri memelukku dari belakang dengan erat seperti orang yang sedang kencan.
"Kita mau kemana kak?" tanya putri dari belakangku.
"Ada deh..." jawabku dengan nada bercanda.
"Kasih tau dong kak," tanya lagi putri kepadaku.
"Udah nanti kamu tau kalo udah nyampe tujuan." balasku seraih mempercepat laju kendaraan.
Di sisi lain,putri dengan sontak terkejut dan langsung mengeratkan pegangannya ditubuhku.
Bersambung...
_____________@@@@@_______________
Mau tau kelanjutannya seperti apa??
Nantikan di Volume ke 2
Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author
jika kalian menganggap nya menarik
See you next time
Byee...bye...