
HAPPY READING
ENJOYY...
jangan lupa vote dan follow instagram kami yah @author_idn biar Qiee makin semangat dalam berkaya.
______________@@@@@______________
NEXT EPISODE
Kami pun mengikuti pelajaran guru killer tersebut.ngomong-ngomong,pelajaran yang di ajarkan guru killer itu adalah pelajaran Sejarah.jadi jangan heran kalau guru tersebut sangat menyanjung tinggi perilaku pada masa sebelum kemerdekaan,atau lebih tepatnya masa perjuangan.
*Tett..Tett...
Suara bell yang menandakan waktunya istirahat.
"Akhirnya istirahat..." ucapku dengan lega sehabis menerima pelajaran tadi.
"Yosh!!,ayo kita jalankan misinya!!." ucap Ahdi dengan penuh semangat.
"Ke kantin dulu gih,aku lapar nih." kataku.
"Oke baiklah," balas Ahdi.
Kami berdua Ahdi pun sebelum menjalankan misi untuk ke 2 kalinya,sarapan terlebih dahulu sebelum mulai pencarian orang yang mengirim pesan whatsapp tersebut.
"Hari mau makan apa lu ndree??" tanya Ahdi yang sedang berjalan disamping kanan ku.
"Hmm...apa yah..." gumamku sambil berpikir untuk memasan makanan nanti.
"Mie goreng aja deh," ucapku kepada Ahdi.
"**** mana kenyang makan mie goreng doang," ujar Ahdi yang berjalan disamping kananku.
"Biarlah,lagi pula akhir-akhir ini aku ngak nafsu makan." jawabku kepada Ahdi.
"Kenapa ndree?" tanya Ahdi dengan rasa penasaran.
"Ada deh hehe..." jawabku.
"Yaudah deh kalo ngak mau jawab," ucap Ahdi dengan rasa kecewa.
"Nanti lu akan tau," ujarku.
Kami pun menuju kantin seperti biasanya.tapi pada saat ditengah perjalanan,kami bertemu lagi dengan gadis super dingin itu ketika ia hendak keluar dari kelasnya.entah kenapa pertemuan kami ada yang merencanakan,tapi mungkin dia juga sedang menuju kantin untuk sarapan.
"Mungkin hanya firasatku," ucapku dalam hati.
Ahdi dengan rasa takut terhadap gadis super dingin tersebut,bersembunyi dibelakangku dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun kepadaku.
"Gausah takut di..." ucapku kepada Ahdi yang sedang ketakutan dibelakangku.
"Serem ****..." balas Ahdi dengan nada yang pelan supaya tidak kedengaran oleh gadis super dingin itu.
Sesaat gadis super dingin itu melirik ke arahku tanpa sebab,aku pun mengacuhkan lirikan tersebut.karna tak ada hasil membalas lirikan itu,yang ada nanti aku malah suka sama dia.ya kah readers?
"Ayo ah ndree,cepetan ke kantin." ucap Ahdi sambil mendorongku dari belakang.
"Iya **** sabar,jangan main dorong lah kocak." balasku sambil menahan tubuhki dari dorongan Ahdi.
Kami pun bergegas ke kantin karna Ahdi sudah ketakutan setengah mati dengan gadis super dingin tersebut.namun gadis super dingin tersebut mengikuti kami dari belakang karna tujuan yang sama yaitu pergi ke kantin.
"Jadi tak salahkan?,kalo orang menuju tempat yang sama." gumamku dalam hati.
Sesaat,aku lirik kebelakang untuk melihat situasi.
"Kantin...kanti...kantin..." gumam Ahdi seperti sedang kesurupan.
"Wah harus segera di ruq'yah ni anak," ucapku dalam hati sambil melihat gadis super dingin itu.
Ketika kulirik beberapa kali kebelakang,dia mengalihkan pandangannya entah kemana.tapi setiapku tidak memandangnya,dia melihat ke arah kami berdua.
Dia seperti menyembunyikan sesuatu yang tak mau dilihat orang.aku pun dengan sengaja menambah kecepatan berjalanku,namun dia juga menambah kecepatan berjalannya sama sepertiku.
"Ni anak kenapa coba..." ucapku dalam hati.
Tak lama,kami pun sampai ke kantin sekolah dengan ngos-ngosan ketika berjalan tadi.
Seperti biasa,aku membiarkan Ahdi memesan makanan kami.
"Bang mau pesan makanan," ucap Ahdi kepada Abang kantin.
Gak beberapa lama,abang kantin itu datang menghampiri Ahdi dengan pakaian seragam kerjanya.
"Iya,mau pesan apa ka?" tanya abang kantin itu kepada Ahdi.
10 menit sudah berlalu...
"Hmm..." gumam Ahdi memikirkan menu makanannya.
"Wah...minta bacok ni manusia." ucapku dalam hati dengan ekspresi yang datar.
Di sisi lain,gadis super dingin tadi mengantri dibelakangku dengan sikap dinginnya.tak berbicara sebelum memesan makanannya.
Entah kenapa,aku pun tak sengaja melirik ke arah belakang untuk melihat situasi ketika dikantin.bisa saja orang yang mengirim pesan whatsapp tersebut sedang berada dikantin untuk sarapan pagi.dengan tujuan yang lain,yaitu untuk menstalkerku.
Ketika aku melirik ke belakang,wajah gadis super dingin itu yang awalnya melihatku terus dari belakang,kini memalingkan pandangannya ke arah lain,seperti tidak melihat apa-apa saja.
"Mana Ahdi lama banget lagi memilih menunya," ucapku dalam hati seraih melirik ke arah belakang.
"Ah,mie goreng aja deh sama es teh 2 bang." ujar Ahdi seraih menujuk menu yang tertera didaftar menu tersebut.
"Sumpah ni anak,golok mana golok." ujarku dengan rasa jengkel.
Tapi dengan sabar,abang kantin itu menunggu Ahdi memilih menunya.
"Oke kak,silahkan menunggu di kasir pembayaran." jawab abang kantin itu.
"Iya bang," ujar Ahdi sambil berjalan menuju kasir pembayaran.
Aku juga menuju kasir pembayaran untuk membayar makananku tadi.sedangkan gadis super dingin yang tidak ku tau namanya maju ke depan untuk memilih menunya.
Dan tak disangka,gadis super dingin itu memilih menu yang sama dengan kami berdua.
Gak lama sekitar 4-5 menitan,mie goreng dan es teh kami sudah siap.
Abang kantin pun membawa pesanan kami dengan ramahnya,dia tersenyum ibarat tak terjadi apa-apa ketika Ahdi memilih menu tadi.
"Makanan dan minumannya susah siap," ucap abang kantin tersebut.
Kami berdua Ahdi pun langsung mengeluarkan uang dari saku seragam.dan membayarnya ke abang kantin itu.
"Ini Di,sekalian bayarin punyaku." ucapku seraih memberikan uang itu kepada Ahdi.
"Oke ndree," jawab Ahdi dengan mengambil uang itu dariku.
Ahdi pun membayar makanan itu.
"Ini bang uangnya," ucap Ahdi seraih memberikan uang itu.
"Baiklah kak,silahkan tunggu kembaliannya." balas abang kantin itu seraih mengambil kembalian dari pembayaran tadi.
"Oke bang..." ujar Ahdi dengan tersenyum seolah tidak melakukan kesalahan.
Beberapa menit kemudian...
"Ini kembaliannya kak," kata abang kantin itu.
Ahdi pun mengambil kembalian tersebut dan membawa makanan kami.
"Oke terima kasih bang," balas Ahdi seraih mengambil uang kembalian itu. Dan membawa makanannya.
Dalam proses kerja dikantin,pegawainya berjumlah 5 orang untuk melayani seluruh murid di SMA kami.3 orang bekerja didapur,1 orang mengurus pembayaran serta 1 orangnya lagi mengurus tentang pembayaran.
Kelima pegawai kantin tersebut cukup ramah terhadap semua murid,meski kadang menjengkelkan seperti Ahdi.
"Hacim..." Ahdi bersin.
Namun dengan senyumnya,abang kantin itu melayani kami dengan sangat baik.aku pun takjub akan sifat yang dimiliki abang kantin tersebut.
Aku dan Ahdi bergegas mencari tempat duduk yang paling strategis.
Bersambung...
_____________@@@@@_______________
Mau tau kelanjutannya seperti apa??
Nantikan di chapter selanjutnya
Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author
jika kalian menganggap nya menarik
See you next time
Byee...bye...