My sister Is My Wife

My sister Is My Wife
EPISODE 3



HAPPY READING


ENJOYY!!!


Jangan lupa kasih tips yah biar makin semangat Qiee dalam buat ceritanya.


_____________@@@@@_______________


Next episode


"Ternyata hari kamis tidak seperti yang aku kira," pikir ku di dalam hati.


Aku berdiri mengunakan 1 kaki,serta kedua tangan menyilang memegang telinga,menghadap bendera di tengah lapangan.


"Kamu akan bapak perbolehkan ke kelas ketika jam istirahat," perintah guru BK di tengah-tengah lapangan sekolah.


"Iya pak," ucap ku dengan menundukan kepala,seolah-olah menyesal dengan perbuatan ku.


Kejadian ini berawal tadi pagi ketika aku berangkat menuju sekolah.


"Bu aku berangkat dulu yah!!!" ucap ku kepada ibu.


"Iya ndree,hati-hati!!!" jawab ibu dengan tersenyum.


"Iya bu..." balas ku.


*BRUM...BRUMM!!!


Suara motor ketika dihidupkan.


Aku pun berangkat dari rumah menuju ke sekolah.pada saat itu tidak terjadi apa-apa,namun ketika di tengah-tengah perjalanan.


*BRUBRUMM...


Motor ku tiba-tiba mati,aku pun berhenti di pinggir jalan dan menghidupkan kembali motor itu.


*SREETTTSETSET...


Suara motor ketika hendak dihidupkan.


Ternyata motor ku tidak bisa hidup lagi,merk motor ku adalah tiitt(sensor gan hehe).aku membeli motor itu ketika masih SD pada tahun 2013 yang lalu,yah..termasuk motor tua menurutku,aku pun mencoba untuk menghidupkan terus-menerus motor itu.


*SRESESETSET...


Namun tidak kunjung menyala juga.


"Wahh...,kelar dah hidup gue," ucap dalam hatiku.


"Auto di marahin bapak Killer lagi gue," pikir ku lagi dalam hati.


(Maksudku dari bapak killer itu adalah bapak BK yang memarahi ku dan menghukum ku beberapa hari yang lalu.)


Aku sudah sering di marahin bapak BK tersebut,jadi udah terbiasa mendengarkan ceramah rohani ketika pagi hehe.


Setelah itu aku pun membawa motor tersebut ke bengkel terdekat.


Setengah jam kemudian,


"Mana sih ni bengkel,tidak menampakan diri sama sekali!!!" bentak ku dalam hati.


"Wahai bengkel!!!,tunjukan eksestensi mu,keluar lah!!!" seru ku didalam hati dengan niat menghibur diri ketika sedang kesulitan.


"**** kek paranorak aja lagi,ehh,paranormal maksudnya" canda ku dalam hati untuk bermaksud menghibur diri.


Setelah membaca mantra tadi,akhirnya bengkel itu pun menampakan diri di hadapan ku.


*DREKK...DREKK!!!


Suara ketika aku menstandarkan motor ku di depan bengkel itu.


"Amang...bisa memperbaiki motor ini ngak??" tanya ku kepada Amang itu.


"Amang" berasal dari bahasa banjarmasin,kalimantan selatan yang berarti "Paman."


"Oh,bisa Ading," jawab Amang itu kepada ku.


Dan kata "Ading" juga berasal dari banjarmasin,yang berarti Adek.


Dari dulu aku sudah berlangganan dengan Paman bengkel tersebut,karna motor udah sekitar lebih dari 15 kali di perbaiki Paman bengkel itu.


"Kira-kira berapa lama Mang??" tanya ku kepada Paman bengkel tersebut.


"Mungkin habis Sholat dzuhur bisa di ambil Ding," beritahu Paman Bengkel tersebut.


"Ohh iya Mang,nanti aku ambil ketika sehabis dzuhur." pinta ku kepada paman bengkel itu.


"Oke ding!!!" jawab Paman bengkel itu dengan semangat.


Aku pun berangkat menggunakan angkot dan jam sudah menunjukan 7.45.aku bergegas dan untungnya nunggu angkotnya tidak terlalu lama.


Setelah beberapa lama,


Akhirnya,aku sampai di sekolah dengan wajah berkeringat akibat mendorong motorku tadi,dan berakhir dengan di jemur di tengah lapangan.mampusnya lagi,aku di suguhkan dengan ceramah rohani yang bagus dari bapak BK.


Setelah lama berjemur di lapangan...


*TETTT...TTTEETT!!!


Suara bel menandakan istirahat.


"Akhirnya!!!" seru ku di dalam hati.


*tapp...tapp...


Suara langkah seseorang berjalan.


"Andre,kamu sudah bebas dari azab bapak yang pedih,bertobatlah!!!" ujar guru BK itu seperti di dalam drama televisi.


"Ngelawak pak??" tanya ku dengan wajah datar.


"Ngak lucu ya ndree??" tanya balik guru BK itu.


"Haha,lucu sekali!!!" jawab ku dengan nada orang lesu.


Itulah yang terjadi di dalam khayalan ku,namun tidak dengan kenyataannya.


*tapp...tapp...


Suara langkah kaki.


Terlihat seseorang berambut sedikit panjang terbelah dua dengan tubuh yang besar sedang menuju tempat ku, dengan memakai baju batik biru yang sama seperti guru-guru lain.


Wajah ku berkeringat seperti orang yang hidup di padang pasir tanpa ada air sedikit pun.


"Ndree,kamu udah bapak bolehkan masuk ke kelas," jelaskan guru BK itu.


"Baik pak,terima kasih" jawab ku seraih bersalaman dengan guru BK tersebut.


"Tapi ingat,jangan di ulangi lagi," perintah guru BK itu dengan mencengkram tanganku ketika bersalaman dengannya.


"Ah-ahh,iya pak hehe." ujar ku dengan tertawa pelan seraih menahan rasa sakit.


Aku pun langsung kembali ke dalam kelas dengan keringat yang bercucuran di sekujur tubuh ku,serta dengan rambut yang acak-acakan.


Ketika aku memasuki kelas,terlihat para murid di kelas terheran-heran melihatku datang terlambat dengan berkeringat.


Aku langsung melepas tas ku dan duduk menghadap jendela.


*tap...tap..


Suara langkah kaki Ahdi berjalan.


"Kenapa ndree??" tanya Ahdi dengan duduk di depan ku.


"Yahh,biasa,motor mati lagi." beritahu ku dengan sangat santai.


______________________________________


Haii semuanya!!!


Perkenalkan,nama ku yaitu Ahdi,nama lengkapku adalah Ahdi sardwou.di episode yang lalu aku lupa perkenalan dengan para readers sekalian,itu karna aku telat bangun akibat bergadang main game.


Aku adalah teman masa kecil Andre.waktu kecil,kami sering bermain.hmm...,emang hobi kami sih bermain waktu kecil.bukan kek sekarang,masih kecil mainnya teteww!!!


Yang kami sering mainkan waktu kecil itu seperti bermain layang-layang,petak umpet dan sebagainya.


Karna dulu heandphone gak secanggih sekarang,kalo udah canggih mah bisa-bisa kami juga main teteww!!! hehe.


Untungnya dulu ngak ada,kalo ada auto jadi anak micin kami berdua,rumah ku dengan rumah Andre terbilang cukup jauh jaraknya sekitar 5 km jauhnya.


Untuk episode kedepannya,aku bakal hadir terus menemani Andre,walaupun jadi pemeran pembantu tapi bakal seru kok nantinya.


Penampilanku tak jauh beda dengan Andre,dengan rambut hampir gak pernah pake sisir atau lebih tepatnya berantakan,anti sosial dengan teman sekelas,pokoknya bodo amatlah sama tu kelas.


______________________________________


"Udah buang aja tuh motor wkwk," perintah Ahdi sambil tertawa.


"****,aku sekolah pake apa coba??" tanya ku dengan cepat.


"Pake mobil ndree," jawab Ahdi dengan tersenyum.


"Mobil,mobil angkot mah iya." jelaskan ku dengan wajah datar.


"Nah,itu lu tau hehe...," jawab Ahdi dengan tertawa pelan.


"Males ah,mending pake motor sama putri,auto ena-ena gan," balasku dengan tertawa pelan pula.


"Siscon mulu oi lu ndree!!!" bentak Ahdi dengan nada yang cukup keras seraih menepuk bahu ku.


Siscon "sister conplex" adalah orang yang terlalu berlebihan menyayangi/menyukai adik perempuan.


"Bodo amat,ehh Ahdi temenin aku bentar ke kelas putri." jawab ku seraih meminta bantuan Ahdi


"Ngapain ndree??" tanya Ahdi dengan penasaran.


"Mau nganterin surat nih," jawab ku dengan santai.


"Surat cinta ndree??" tanya lagi Ahdi.


"Udah...jangan kebanyakan canda oi," ucap ku dengan berdiri seraih menarik bahu Ahdi.


"Ah-ahh,iya oi jangan main tarik nanti rob,-" ucap Ahdi terpatah-patah.


*Sreekkk!!!


"Tuhkan robek!!!" bentak Ahdi dengan wajah datarnya.


Baju Ahdi robek di bagian ketiaknya,akibat aku terlalu kencang menarik bahunya.


"****,robek,Gomennasai Ahdi," pinta ku dengan menepuk kedua tanga ku seraih meminta


maaf.


*Gomennasai,adalah bahasa jepang yang berarti "maafkan saya."


"Ngak papa ndree...,nanti aku minta tolong ke ibu ku buat jahitin di bagian yang robeknya," jawab


"Yaudah,nih pake jaket ku aja dulu," ucap ku seriah mengambil jaket dan meminjamkannya


kepada Ahdi.


Ahdi pun memakai jaket ku untuk sementara waktu,supaya ketiaknya ngak kelihatan orang


hehe.


"Ngomong-ngomong,udah berapa kali lu ngerobekin baju ku??" tanya Ahdi dengan wajah


datarnya.


"Hmm...,udah tiga kali Di hehe," jelaskan ku kepada Ahdi seraih mengaruk kepala.


"Hmm...," gumam Ahdi dengan wajah datarnya.


"Yaudah,mending temanin aku ke kelas putri buat nganterin suratnya." pinta ku dengan nada


bersemangat.


"Oke deh!!!" jawab Ahdi dengan tersenyum.


Aku dan Ahdi pun langsung berjalan menuju kelas putri.


dalam perjalanan menuju kelas putri,seperti biasa ketika istirahat,para siswa dan siswi di


suguhkan dengan berita-berita hangat seputar media sosial dan sebagainya.


Ada yang ngebucin,ada yang ke perpustakaan dan sampai waktu istirahat di isi dengan main


game bareng teman sekelas.


Ada satu hal yang tak pernah luput dari pengamatan ku yaitu,setiap kelas atau sekolah pasti


ada orang yang bertubuh gemuk,ada yang sukanya baca novel dan komik,ada yang


pendiam,ada yang rajin sampai ada yang menjadi sorotan kelas lain.


Masih banyak lagi karakteristik murid yang pernah ku teliti,mungkin aku juga termasuk di


dalam salah satu kategori mereka,namun aku selalu berpikir untuk ke depannya bagaimana


hidup ini akan terjadi.


mulai dari situ lah,aku berpikir untuk mengurangi waktu ku untuk bermain game.


Selang beberapa lama berjalan,akhirnya kami sampai ke kelas IPA,aku pun meminta tolong kepada salah satu teman putri yang tidak ku kenal namanya dan tidak mau kenal namanya


hehe.


"Anu...,kamu teman putri yah??" tanya ku kepada salah satu murid perempuan tersebut yang


tak lain teman putri.


"Iya benar kak,ada apa yah??" tanya balik teman putri itu.


"Ini,ada surat izin putri,dia lagi sakit dan masih terbaring lemah di rumah." jelaskan ku keadaan putri kepada


temannya itu.


"Pantesan,putri ngak hadir hari ini," tebak teman putri tersebut.


"Tolong yah,berikan surat izin ini kepada wali atau guru yang mengajar kalian," pinta ku kepada teman putri itu.


"Oke kak!!!" jawab teman putri itu.


Setelah memberikan surat itu,aku pun kembali ke kelas untuk memgikuti pelajaran selanjutnya,karna


waktu istirahat sebentar lagi mau habis.


Tapi dalam perjalanan kembali ke kelas,aku merasa ada yang memerhatikan ku dari kejauhan.


"Ahdi??" tanya ku.


"Kenapa ndree??" tanya balik Ahdi.


"Kamu duluan aja ke kelas,aku kebelet panggilan alam nih." jelaskan ku kepada Ahdi.


*panggilan alam yang dimaksud di atas adalah "buang air"


"Yaudah,aku duluan yah...," jawab Ahdi seraih melanjutkan jalannya.


Setelah jarak Ahdi cukup jauh dari jangkauan penglihatan ku,aku pun langsung menebak


orang yang memerhatikan kami berdua tadi ketika berjalan.


"Yang dari tadi ngikutin ku kenapa??" tanya ku dengan nada yang cukup tinggi.


*Tapp...tapp...


Suara langkah kaki berjalan.


"Ternyata keluar juga..." ucap ku dalam hati.


"Maaf sebelumnya,perkenalkan nama ku adalah Lisa Anggraini,aku kelas 11 IPA sama


seperti putri atau lebih tepatnya teman sekelas putri." jelaskan orang yang membuntuti ku tadi


seraih memperkenalkan diri.


"Baiklah,ada keperluan apa??" tanya ku dengan cepat kepada murid perempuan itu.


"Hmm...anu,sebenarnya tidak ada apa-apa sih hehe." jelaskan murid perempuan itu seraih bercanda


"Terus,kenapa kamu mengikuti ku??" tanya ku lagi kepada murid perempuan itu.


"Aku ngefans sama kaka!!!" jawab perempuan itu.


Aku pun langsung kembali ke kelas,karna syok mendengar pernyataan perempuan tersebut.masa sih ada orang yang ngefans sama aku,dari TK sampai SMA,baru kali ini aku


mempunyai fans,dan fansnya pun teman sekelas putri.


Aku merasa berada di dalam mimpi saja.jika iya ini mimpi,mungkin aku akan


memutar balikan mimpi itu supaya tidak terjadi.


"Apakah aku harus merebut hatinya??atau biarkan saja dia diam-diam mengikuti ku terus-menerus setiap hari??" tanya ku di dalam hati.


"Tapi bagaimana cinta ku selama ini kepada putri??apakah akan menghilang dalam


sekejap??" tanya ku lagi di dalam hati.


*TETT...TETT...TETT!!!


Suara bell berbunyi menandakan pulang.


"****,kok kepikiran mulu aku tentang kejadian tadi." ucap ku dalam hati.


Aku pun langsung pulang ke rumah,karna sekolah sudah mulai sunyi akan keberadaan


orang.aku membereskan buku pelajaran lalu berjalan menuju parkiran sepeda motor.


*tapp...tapp


Suara langkah berlari.


Ketika ku melihat parkiran,alangkah terkejutnya,aku baru sadar kalau motor ku masih di


bengkel untuk di perbaiki.


Waktu sudah menunjukan 14.30 siang.


"Hmm...,apakah udah tutup yah bengkelnya??biasanya di


tempat paman itu bengkel tutup pada waktu dzuhur." pikir ku dalam hati.


Yah aku pulang naik angkot saja lah,biar besok saja aku mengambil sepeda motornya


di tempat paman.


Aku pun pulang menaiki angkot.tarif angkot buat pelajar di palangka raya cuma 3rb saja,tapi


ngak tau sama kota-kota yang lain."para reading semua pernah naik angkot gak??"


Selang beberapa menit menunggu,terlihat angkot berwarna orange dari kejauhan


menghampiri ku.


Aku pun menaikinya,


Hal yang paling tidak aku suka ketika naik angkot adalah,hawa angkot yang panas dan


jalannya yang lambat.apa lagi kalo angkotnya penuh,pasti bergesak-gesakan.


Tapi,untung angkot yang kali ini kencang tarikannya,dan juga tidak ramai.jadi aku bisa


leluasa buat duduk.


Ketika di dalam angkot,aku kepikiran bagaimana keadaan putri saat ini,dan jika aku beritahu


kejadian tadi,apakah dia akan marah??


Tapi firasat ku mengatakan untuk tidak memberitahukan dulu kejadian yang aku alami tadi.


Setelah lebih dari 15 menit di perjalanan,akhirnya aku sampai di depan jalan rumah ku.


Dan tantangan yang terakhir dalam pulang naik angkot ini adalah,berjalan untuk bisa sampai


ke rumah,melewati hari yang panas.syukurnya aku ngak tinggal di mars hehe...,kalo ngak


mah matahari yang di atas bisa jadi 2.


Di bawah sinar matahari yang terik,dengan peluh yang bercucuran di sekujur tubuh ku.aku berjuang untuk sampai ke rumah dengan selamat.


"Seandainya bidadari menjemputku," pikir ku dalam hati.


"Andre,maukah kau ikut dengan ku??"


tanya bidadari khayalan ku.


"Kemana itu wahai bidadari ku??" tanya balik ku ke bidadari itu.


Bersambung...


______________@@@@@______________


Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author


jika kalian menganggap nya menarik


See you next time


Byee...bye...