My sister Is My Wife

My sister Is My Wife
EPISODE 19



HAPPY READING


ENJOYY...


jangan lupa vote dan follow instagram kami yah @author_idn biar Qiee makin semangat dalam berkarya.


______________@@@@@______________


NEXT EPISODE


Lagi-lagi setelah percakapan selesai,suasana dibuat hening lagi.aku tak tau harus berbicara apa untuk melenyapkan kesunyian ini.


"Anu put..." tanyaku.


"Iya kak?," jawab putri dengan nada bertanya.


"Sebentar lagi kita makan malam,ngak bantuin ibu yah?" tanyaku ke putri.


"Ah-ahh...iya kak,putri keluar dulu yah bantuin ibu masak." jawab putri seraih beranjak dari kasur dan berjalan menuju pintu.


"Ya sudah kak,besok putri bangunin buat jalan-jalan nanti." ucap putri selagi didepan kamarku.


"Iya put," jawabku dengan tersenyum.


Putri pun langsung menuju ke dapur untuk bantuin ibu memasak makan malam.sedangkan aku pada waktu itu sudah menemukan tempat untuk jalan-jalan besok.


______________________________________


Tempat yang aku pilih adalah pasuk kameloh,pasuk kameloh adalah sebuah taman atau lebih tepatnya tempat orang melepas penat ketika sehabis atau sepulang dari bekerja.



Kalo Qiee sih jarang jalan-jalan sama kek andree yang hidupnya cuman ngurung diri dikamar.tapi yang membedakan andre sama Qiee yaitu,kalau andre kan ngurung diri dengan bermain game dan nonton anime tapi kalau Qiee nonton anime dan baca-baca komik.


Baca-baca komik yah buat cari referensi novel sih dan tentunya karna dukungan readers sekalian hehe...


______________________________________


Skip curhatnya,kita kembali ke cerita andre.


Setelah berpikir dan menemukan tempat untuk jalan-jalan,aku langsung membuka lemari baju dan memilih baju yang pas untuk besok jalan bersama putri.


"Hmm...yang mana yah..." pikirku dengan melihat semua baju yang ada dilemari.


20 menit kemudian...


"Yosh...yang ini aja bagus keknya hehe..." ucapku seraih mengambil baju itu.


Tentu saja untuk celananya,aku make yang gak begitu kentatnya kek pensil.lebih tepatnya aku lebih suka yang bagian kakinya lebar karna kalau lebar lebih leluasa untuk melangkah.


"Ahh...akhirnya sudah selesai untuk masalah besok buat jalan-jalan." ucapku seraih berbaring dengan baju dan celana disamping kananku.


Sesaat mataku mulai buram,tubuhku mulai lemah dan beberapa lama kemudian aku tertidur.waktu itu aku sudah mengunci pintu kamarku,jadi jika ada yang masuk pasti akan mengetuk terlebih dahulu.


"Kak ayo ke situ..." ucap putri.


"Iya put ayo..." jawabku terseyum.


Kami duduk dibangku taman seraih melihat matahari terbenam.pada saat itu aku dan putri berhadapan,menatap mata satu sama lain.


Wajah kami semakin dekat,semakin dekat.ketika sudah hampir menempel,mata kami berdua langsung terpejam dan bibir kami lagi bersentuhan satu sama lain.


"Aaaa...!!" ucapku terbangun dari tidur dengan sangat terkejut.


Rupanya,tadi aku sedang bermimpi jalan-jalan bersama putri duduk dibangku taman melihat matahari terbenam.


"Mimpi ternyata ****..." ucapku dengan sangat lega karna hanya sebuah mimpi.


*tok..tok..tok!!


Suara orang mengetuk pintu lagi.


"Siapa?" tanyaku kepada orang yang mengetuk pintu itu.


"Ndree makan malam ndree..." ucap orang yang mengetuk pintu itu yang ternyata adalah ibu.


"Iya bu bentar...!!" ucapku dengan nada sedikit keras supaya terdengar oleh ibu.


"Yaudah cepetan,nanti dingin nasinya...!!" balas ibu dengan nada yang sedikit keras pula.


Setelah mengucapkan itu,ibu kembali ke tempat makan,dan aku menaruh baju serta celana yang aku pakai besok.Aku pun bergegas untuk ikut makan malam.untung aja malam ini ayahku pulang cepat dari kerja kantornya.


Ngomong-ngomong,di novel ini ayahku orangnya pekerja keras,pulang selalu malam karna kerjaannya yang padat.tapi hari ini tumben ayahku pulang cepat.


Ibuku pekerjaannya ngak ngapa-ngapain atau lebih tepatnya ibu rumah tangga biasa.yang kerjanya membersihin rumah setiap hari,membangunkan putri dan putri membangunkanku.


Yah susah sih pekerjaan ibu dirumah,karna harus melakukam pekerjaannya sendirian.tetapi putri juga ikut membantu kalau dia tidak kelelahan sehabis pulang sekolah.namun ibu melakukan pekerjaan itu dengan senyuman dan senang.ada kalanya ibuku marah kepadaku karna aku melakukan kesalahan.


"Wah ayah...tumben pulang cepat?" tanyaku kepada ayah.


"Bisa aja ayah nih..." ucap ibuku yang berada disamping ayah.


"Yaudah ayo kita berdoa dulu sebelum makan..." ujar ayahku seraih memimpin doa.


"Berdoa dimulai..."


2-3 menit kemudian...


"Berdoa selesai..." ucap ayahku.


"Selamat makan!!"


"Selamat makan!!"


Ucap kami berempat dengan penuh bahagia dan senyuman.sebab,jarang-jarang ayahku pulang cepet dari kerjanya.jadi oleh sebab itu kami bertiga harus menikmati kejadian langka ini hehe...


"Oh iya Ayah..." ucapku seraih mengambil lauk makan.


"Iya kenapa ndre?" balas ayahku dengan bertanya.


"Besok aku dan putri ingin jalan-jalan ke pasuk kameloh,ayah mau nitip apa?" tanya baliku kepada ayah.


"Hmm...apa yah..." pikir ayahku selagi makan.


"Aaa...nitip sate ayam aja deh ndre..." jawab ayah dengan nada santai.


"Duitnya yah?" tanyaku lagi sambil mengacungkan 1 tangan seperti meminta.


"Hmm...sudah ayah duga." balas ayahku.


Gini nih kalo mau minta uang sama orang tua buat jalan,haha kan alasannya bagus.kalian dari para readers pernah ngelakuin ini ngak?,komen dibawah yah...


"Haha..."


"Haha!!"


Ucap kami tertawa bahagia karna candaan yang aku tunjukan tadi.benar-benar keluarga yang bahagia,aku merasa senang berada disebuah keluarga yang harmonis ini.dengan penuh canda tawa,meskipun jarang sekali makan makan bersama namun kami percayakan soal keuangan kepada ayah hehe...canda.


Setelah makan malan selesai...


"Nih ndree,sekalian buat kamu jalan besok sama putri." ucap ayahku seraih memberi uang kepadaku.


"Terima kasih ayah..." jawabku dengan senyuman.


"Jangan lupa tapi sate ayamnya," balas ayahku dengan nada bercanda.


*hehe...iya ayahku tersayang..." balasku dengan candaan pula.


"Yaudah,ayah mau istirahat dulu karna udah capek banget nih badan..." ujar ayahku seriah melepas pakaiannya lalu menonton televisi diruang tamu.


"Hmm...istirahat kek gini ternyata..." gumamku melihat ayah dengan muka datar.


"Ah ya sudah lah yang penting bahagia dapet uang banyak hehe..." ucapku dalam hati dengan muka yang awalnya datar kini berubah menjadi wajah yang licik.


Aku pun segera kembali ke kamar pula untuk istirahat dan mempersiapkan tenaga untuk besok jalan-jalan sama putri.


Setelah sampai dikamar,aku langsung mengunci pintu dan menghidupkan AC dengan suhu yang paling dingin serta melepaskan pakaianku.Yah sama seperti yang dilakukan ayahku.


"Baju dan celana udah,tempatnya udah,apa lagi yah yang belum..." pikirku seraih berbaring dikasur.


"Ah iya hampir lupa...bensin belum aku isi,yaudah besok aja sekalian..." ucapku lagi dengan sangat lega.


"Yosh saatnya main game!!"


Setelah cukup lama bermain game dan tumben bat Ahdi gak main malam ini.apa disita oleh ibunya yah hehe...mungkin aja,soalnya ibu Ahdi sedikit galak sama anaknya namun tidak dengan orang lain.ibu Ahdi ketika berbicara dengan orang,nada yang galak tadi ketika berbicara dengan Ahdi berubah menjadi lembut seperti kapas sutra.


*Cringg...cringg..cring!!!


Suara alarm berbunyi.


Bersambung...


_____________@@@@@_______________


Mau tau kelanjutannya seperti apa??


Nantikan di chapter selanjutnya


Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author


jika kalian menganggapnya menarik


See you next time


Byee...bye...