My sister Is My Wife

My sister Is My Wife
Volume 2 Episode.1



Volume 2.1


Hai readers!!


Ini adalah Volume ke 2 dari novel My Sister is My Wife.semoga bisa menghibur para readers sekalian!!.


Cerita di Volume ke 2 ini masih berlanjut sangat panjang.Qiee harap jangan bosan yah bacanya,selalu beri Qiee dukungan dengan cara tekan like,komen dan follow akun instagram kami di @author_idn yah...serta tekan tombol favorit atau lovenya biar tidak ketinggalan update selanjutnya.


Selamat membaca...


Semoga menarik...


"****,makin erat aja nih putri megang badanku." ucapku dalam hati namun ada perasaan bahagia.


Sesekali aku lirik kebelakang untuk melihat putri.dan terlihat wajah putri kegirangan karna pergi jalan-jalan untuk pertama kalinya jalan sama aku.


Aku pun lantas cukup senang melihat putri bahagia dari biasanya,padahal biasanya dia selalu murung karna tugas sekolahnya yang menumpuk.


Oh iya,putri memiliki jabatan dikelasnya yaitu ketua kelas.jadi wajar saja setiap hari putri merasa depresi dan pusing sendiri dengan apa yang ia lakukan.semenjak ia menjadi ketua kelas,putri selalu marah-marah entah apa penyebabnya.


Meskipun begitu,aku tetap menyayangi adikku putri yang manis nan cantik hehe...


*tap!!


Putri mengelus-eluskan kepalanya dibadanku,dan terasa dibagian punggungku hawa yang hangat melunjur begitu.


"Anu put..." ucapku dari depan yang sedang mengemudi.


"Iya kak...?" tanya putri dengan masih mengelus-elus kepalanya dipunggungku.


"Ah-ahh...tidak apa-apa..." ucapku dengan pelan.


Aku berpikir,biarkan saja dia seperti itu dahulu.karna jarang-jarang aku mendapat pelayanan seperti ini hehe..


Disisi lain,kamu sebentar lagi akan sampai ke tempat tujuan.tempat tujuan yang ingin aku tunjukan kali ini yaitu pasuk kameloh.taman yang berada tepat dibawah jembatan kahayan atau lebih tepatnya lagi disamping kanan dari naiknya jembatan itu.


Taman itu baru dibuat tahun...lupa juga Qiee hehe,yah yang penting aku akan berkencan dengan adikku sendiri.


"Put kita bentar lagi hampir sampai..." ucapku kepada putri yang masih memegang tubuhku seperti orang yang sedang pacaran.


"Iya kak..." jawab putri dengan singkat seraih mengangkat kepalanya di punggungku.


Aku juga berpikir tentang gadis super dingin yang misterius tapi cantik itu,apakah mungkin dia...


Setelah beberapa lama,kami pun akhirnya sampai ditaman pasuk kameloh.


Hari ini banyak sekali yang datang dipasuk kameloh,yah mungkin karna faktor hari minggu pasti semua orang mengincar untuk mencari angin segar.


Terlihat dari kejauhan,taman itu ramai di datangi orang dari anak-anak sampai orang dewasa yang ingin bermain.dan tentu saja tak luput penglihatanku orang yang sedang berpacaran dipojokan taman hehe...


"Kita kemana dulu put..?" tanyaku ke putri seraih melepaskan helm.


"Hmm...kemana dulu yah..." pikir putri dengan sangat bingung memilih tempat pertama untul jalan-jalan.


"Kakak sarankan kita cari gorengan yang ada disana..." ucapku seraih menunjuk tempat orang yang menjual gorengan.


Biasanya orang yang jual gorengan itu berjajar di pinggiran taman disebalah kanan dan kiri taman.dan untuk orang yang spesialis orang yang suka pacaran,tempatnya berada didepan sungai kahayan.karna disana bagus untuk berduaan dengan pasangan.


Tentunya disuguhkan pemandangan yang indah dari pesona air yang berada disungai itu,jukung yang lalu lalang yang mencari ikan dan banyak rumah yang terapung yang berjejeran dari kejauhan terlihat dari sungai tersebut.


"Jukung" sejenis perahu ringan yang berasal dari kayu yang ada dipalangka raya.sama seperti perahu yang ada dibanjarmasin kalimantan selatan.


Biasanya jukung digunakan sebagai alat tranportasi laut untuk menyebrang,itu pun jika tidak ingin jauh berputar melewati jembatan kahayan.dan jukung biasa digunakan juga untuk para nelayan mencari ikan disekitar sungai.


"Kakak lapar yah??" tanya putri dengan wajah yang manisnya


"Iya nih hehe..." jawabku dengan tertawa pelan seraih menggaruk kepalaku.


"Padahal tadi pagi udah makan..." gumam putri seraih memperlihatkan ekspresi datarnya.


"Hehe...itu yang kakak saranin sih,tapi kalo putri mau jalan-jalan dulu kakak ngikut aja." ucapku dengan rasa tak enak.


"Hmm...yaudah kita cari gorengan aja dulu untuk kakak,kalo makannya nanti kita cari tempat duduk yang pas untuk berduaan." jelaskan putri kepadaku.


"Ah-ahh...iya deh hehe..." balasku ke putri dengan rasa bersalah karna sudah menyarankan keegoisanku.


Yah mau gimana lagi,aku kalo pagi ngak bisa makan sedikit.kalo sedikit makannya bisa-bisa nanti aku kena mag atau lebih tepatnya penyakit mag ku kambuh kalo ngak cukup makan.


"Yaudah ayo kak kita cari gorengannya..." ucap putri seraih memegang tanganku.


Sontak aku terkejut dan langsung baperan karna putri memegang tanganku secara tiba-tiba dan waktunya juga tidak tepat untuk berpegangan tangan.


Soalnya juga aku baru pertama kali melihat putri memegang tanganku.aku merasakan telapak tangan putri yang sangat lembut dan halus seperti tangan anak kecil pada umumnya.


Dan ada sedikit kasar dibagian ujung telapak tangan,mungkin itu karna putri selalu membantu ibu memasak didapur.jadi wajar saja kalo dipinggir telapak tangannya ada rasa sedikit kasar.


Namun tetap saja nyaman untuk dipegang.berasa seperti sepasang kekasih yang baru menjalani hubungannya sekitar 1 bulan lamanya.


Dengan wajah yang malu-malu kucing dari kami berdua,kami berdua takut untuk melihat wajah lawan jenis waktu itu.padangan kami lurus kedepan menuju tempat orang yang jualan gorengan tersebut.


Biasanya harga gorengan dipalangka raya pada umumnya adalah 1000 rupiah saja dari banyaknya jenis gorengan yang disajikan.mungkin ditempat para readers sekalian harga gorengan jalanan 1000 rupiah atau lebih.kalian bisa komet dibawah biar Qiee gak penasaran hehe...


Setelah cukup lama berjalan dengan berpegangan dengan wajah yang malu-malu kucing,akhirnya kami berdua sampai ketempat orang yang jualan gorengan itu.


Putri pun langsung melepaskan tangannya dari pegangan tadi untuk menunggu aku membeli gorengan untuk dicemil nanti ketika sudah menemukan tempat duduk yang pas untuk berduaan.


"Mang...ada plastik ngak buat dibungkus?" tanyaku kepada orang yang jualan gorengan itu.


"Iya ada..." balas paman yang menjual gorengan itu seraih mengambilkan plastik.


Aku pun diberi plastik oleh paman itu,dan aku langsung mencari gorengan yang enak dimakan menurut selaraku.


Gorengan yang tersedia pada waktu banyak,seperti tempura goreng,nuget dan sejenisnya yang ringan dimakan untuk orang yang jalan-jalan ditaman.


"Put,kamu mau gorengan yang mana?" tanyaku kepada putri yang berada dibelakangku yang sedang menungguku memilih gorengan.


"Putri udah kenyang kak..." balas putri dengan tersenyum manis setelah aku bertanya tadi.


"Oh yaudah berarti kakak aja yang milih gorengannya," balasku dengan tersenyum balik pula ke putri.


*ting..nong!!


Suara handphone ku berbunyi ketika aku sudah memilih gorengan yang aku beli.


"Siapa pula yang chat coba..." ucapku dengan pelan seraih mengambil handphone disaku celana.


Terlihat isi pesan dengan nomor yang sama dengan nomor gadis super dingin,atau lebih tepatnya pesan tersebut dari gadis super dingin yang misterius itu.


Isi pesan whatsapp :


"Kakak lagi jalan-jalan yah sama seseorang??,kok ngak ngajak-ngajak sih..." ucap gadis misterius yang ada dipesan whatsapp itu.


"Bodo amat lah..." ucapku dalam hati seraih menyimpan handphoneku kembali ke saku celana.


"Siapa kak?" tanya putri dari belakang yang melihatku sedang menyimpan handphone ku kembali ke saku.


"Oh ini Ahdi sedang menchatku diwhatsapp..." jawabku dengan santai supaya putri tidak curiga denganku.


"Oh..." balas pula putri dengan nada yang santai.


"Untung aja percaya..." ucapku dalam hati dengan sangat cemas.


Setelah cukup lama membeli gorengan yang ada dipinggiran taman,akhirnya aku dan putri langsung jalan-jalan ditaman itu.


Dan lagi,putri langsung memegang tanganku dengan erat seolah kami berdua seperti sedang berpacaran.


Aku pun membiarkan saja,karna aku juga sedang menunggu saat tanganku dipegang perempuan.


Terlihat ketika sedang berjalanan ditaman pasuk kameloh,aku melihat anak-anak sedang bermain bersama teman sebayanya.dan juga aku melihat orang yang sedang makan-makan bersama dengan semua anggota keluarganya.


Andai saja keluarga kami seperti setiap minggunya.tapi yah mau gimana lagi punya ayah yang sangat sibuk dengan pekerjaannya,yang sedang banting tulang untuk memenuhi kecukupan untuk keluarga.tapi aku senang punya ayah seperti itu,karna ayah tidak pernah mengeluh untuk mencari uang untuk kami.


*hacimm!!


Ayah bersin


Setelah cukup lama berjalan-jalan disekitaran taman,aku dan putri memutuskan mencari tempat duduk untuk bersantai mencari udara pagi yang segar dan makan gorengan yang aku beli tadi sebelum jalan-jalan.


"Ayo kak,kita cari tempat duduk..." ucap putri seraih melihat bangku disekitaran taman tersebut.


"Iya put..." balasku seraih mengikuti putri berjalan dan masih memegang tanganku supaya tidak lepas atau tersesat.


Setelah beberapa lama,kami pun mendapati tempat duduk yang bagus dan strategis untuk bersantai.dengan tempat duduk yang menghadap sungai dan hembusan angin pagi yang cukup segar untuk dihirup.


terlebih lagi terlihat aktifitas nelayan yang sedang mencari ikan pada saat itu.benar-benar tempat yang bagus untuk berduaan dengan putri seraih melepas lelah setelah berjalan-jalan tadi.


"Ahh...leganya..." ucapku seraih melepaskan pegangan kami dan merenggangkan badanku yang sudah mengalami mager itu.


"Iya nih kak...,aku juga cape sehabis jalan-jalan tadi..." balas putri dengan wajah yang tersenyum.


Kami pun menyantap gorengan yang aku beli tadi ketika sampai ditaman.


Putri yang berkata tidak lapar tadi pun ikut menyantap gorengan yang enak tersebut.


"Katanya ngak lapar..." ucapku dengan nada bercanda.


"Terserah putri lah...mblee..." jawab putri seraih meledekku dengan mengeluarkan lidahnya.


Ingin sekali aku merasakan lagi lidah yang menari-nari didalam mulutku.


"Kak?" tanya putri ketika aku sedang melamun.


"Ah-ahh...iya put?" tanyaku dengan sangat terkejut.


"Kakak mikir yang aneh-aneh ya tentang putri..." ucap putri dengan wajah yang datar.


"E-ehh...ngak kok put." jawabku dengan nada terputus-putus karna gugup.


Tiba-tiba putri mendekatiku dan berbisik,


"Bohong aja kakak..." ucap balas putri berbisik ditelingaku dengan pelan dan tersenyum.


Sontak wajahku merah dan terkejut karna wajah putri terlalu dekat dengan wajahku.


Kami pun melanjutkan makan gorengan itu dengan disuguhkan pemandangan indah yang ada disungai tersebut.


"Anu kak...,"- ucap putri dengan terpatah-patah.


"Iya put?" tanyaku dengan sangat kebingungan.


"Ahh...gak jadi kak." jawab putri dengan wajah yang tidak percaya diri.


"O-ohh...iya..." jawabku dengan semakin kebingungan dengan tingkah putri yang tidak seperti biasanya.


Setelah gorengannya aku makan habis berdua putri,putri pun ingin jalan-jalan lagi sebelum hari sudah semakin siang.pada waktu itu jam sudah menunjukan pukul 11:40 siang.


Sebelum pulang,putri ingin sekali lagi berjalan-jalan disekitaran taman itu.karna jarang-jarang juga bagiku untuk jalan diluar.


Aku juga memutuskan untuk ngikut putri jalan-jalan.pada waktu jalan-jalan,banyak sekali orang pacaran yang sedang bermesraan dipojok taman dengan pasangannya.


Seperti sendal yang satu pasang setiap aku berjalan disekitaran taman itu.yah tapi aku dan putri juga seperti sendal satu pasang hehe...


Setelah beberapa lama...


"Ayo kak kita pulang,hari udah makin panas nih." ucap putri seraih menggengam tanganku.


"Ah-ahh..oke put." jawabku dengan rasa terkejut lagi ketika putri memegang tanganku.


Kami pun langsung menuju tempat parkiran motor,dan tak lupa pula sebelum ke parkiran.kami membeli sate ayam yang ayah pesan tadi malam.


"Paman beli sate ayamnya 1 bungkus..." ucapku kepada paman yang sedang mengkipas sate dipanggangan.


"Oke dek!" jawab paman itu dengan semangat.


Setelah membeli saye ayam,aku dan putri bergegas ke parkiran motor karna hari sudah semakin panas ketika sudah memasuki siang.


Diperjalanan,kulihat putri dibelakang yang sedang memegang badanku.wajah putri terlihat murung dan menyesal entah kenapa.


"Kenapa put?" tanyaku kepada putri.


Dengan cepat,wajah putri yang tadi terlihat murung tiba-tiba tersenyum.


"Ah-ahh..tidak apa-apa kak." jawab putri dengan tersenyum.


"Oh..." ucapku dengan penasaran.


Cukup lama diperjalanan,kami pun akhirnya sampai ke rumah dengan selamat dan juga kelelahan.wajah putri terus saja murung hingga masuk ke dalam kamarnya tanpa berbicara kepadaku.


Sedangkan aku mencari ayah untuk memberikan sate ayam yang ia pesan tadi malam.


"Ah itu ayah..." ucapku dengan lega.


Ayah pada saat itu sedang menonton acara televisi dengan sangat santai,tak mengenakan baju dan hanya menggunakan kolor saja.dan AC yang dinyalakan dengan suhu yang paling dingin untuk menutupi hawa panas pada siang hari.


"Ah...yoo andre..." sapa ayah ketika melihatku datang.


"Yo ayah..." sapa balikku kepada ayah.


"Gimana??,udah dapet sate ayamnya??" tanya ayah seraih melihatku membawa plastik yang berisi sate ayam itu.


"Ahh...iya yah,ini satenya udah andre beli." jawabku seraih memberikan sate ayam itu kepada ayah.


"Oke terima kasih ndree" ujar ayah dengan tersenyum.


"Iya sama-sama yah..." balasku dengan tersenyum pula.


Aku pun langsung bergegas masuk kamar,karna aku juga sudah kelelahan akibat jalan-jalan ditaman tadi.


Malamnya...


"Ahh...besok ujian lagi..." ucapku dengan rasa mager tingkat tinggi.


Aku pun memutuskan untuk belajar sebentar sebelum tidur.yah untuk jaga-jaga aja buat ujian tadi.


Dan pahadal aku sudah bilang ke Ahdi bahwa aku mau mengincar peringkat 1 pada hasil ujian semester ganjil nanti.tapi mau gimana lagi,jika aku tidak jalan-jalan bersama putri,putri pasti akan marah kepadaku karna tidak menepati janjiku.


Besoknya...


*cringg..cringg!!!


Suara alarm jam berbunyi.


Bersambung...


_____________@@@@@_______________


Mau tau kelanjutannya seperti apa??


Nantikan di chapter selanjutnya


Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author


jika kalian menganggapnya menarik


See you next time


Byee...bye...