My sister Is My Wife

My sister Is My Wife
EPISODE 14(NEW EPS)



HAPPY READING


ENJOYY...


jangan lupa vote dan follow instagram kami yah @author_idn biar Qiee makin semangat dalam berkaya.


______________@@@@@______________


NEXT EPISODE


Kami berdua Ahdi pun bergegas untuk mencari tempat duduk yang strategis.karna hanya tempat duduk itu yang bisa memperlancar jalannya misi kami hari ini.


Pertama-tama,kami akan mengawasi setiap pergerakan semua murid dikantin tersebut.


"Tuh ndree kosong tempat duduknya," ujar Ahdi sambil menunjuknya mata.


"Iya tuh bener," balasku kepada Ahdi


Kami pun segera duduk ditempat seperti biasa,yaitu tempat paling pojok menghadap kelas membelakangi dinding disebelah kiri,tempat kantin itu berada didepan sebelah kanan kami.


Kami akhirnya bisa duduk dengan tenang dan tak ada gangguan dari siapa pun.


"Mie goreng dengan es tehnya sudah siap..." ucap abang kantin kepada gadis super dingin tersebut.


Gadis super dingin itu lalu membayar tagihan makanannya ke kasir pembayaran.setelah itu dia langsung melihat ke seluruh meja yang ada di kantin waktu.


Terlihat semua meja hampir di penuhi oleh murid-murid lain dan hanya tersisa 2 meja yang kosong.meja yang didepanku dengan meja kamu dengan Ahdi saja.


Awalnya dia bingung ingin menepati tempat duduk yang mana,namun beberapa kemudian dia langsung menuju tempat duduk kami dengan santainya.


"Ndree,itu cewek datang lagi kesini." ucap Ahdi dengan rasa khawatir.


"Gak mungkin dia ke sini untuk memarahi kita...kita kan ngak ada masalah sama dia,mungkin dia kesini cuman untuk makan saja." pikirku dalam hati sambil memperhatikan gadis super dingin itu menuju tempatku.


"Gimana ini ndree?" tanya Ahdi kebingungan.


"Yaudah lu diam aja," balasku seraih memegang bahu Ahdi.


Gadis super dingin itu pun langsung duduk menghadap dinding,lebih tepatnya kami berdua sedang berhadapan.


Ahdi dengan penuh rasa takut langsung beralasan pergi ke toilet.


Dan meninggalkanku berduaan dengan gadis super dingin itu dikantin tanpa berucap sepatah kata kepadaku.


Suasana pada saat itu sedang ramai ketika istirahat,namun disekitaran meja yang kami duduki terlihat sepi karna adanya gadis super dingin tersebut.


Aku pun memakan mie yang ku beli tadi...


"Ehemm..." gumam gadis super dingin tersebut.


Sontak aku melihat gadis super dingin itu.ia pun juga melihatku namun dengan tatapan yang biasa.


"Ada apa ya?" tanyaku kepada gadis super dingin itu.


Wajah gadis itu pun langsung memerah tersipu malu ketika aku bertanya.


"Anu...hmm...gak papa..." balas gadis super dingin itu.


Baru kali ini aku melihat gadis yang dinginnya minta ampun tersipu malu ketika aku bertanya.


Tak lama aku melihat Ahdi dari kejauhan berisyarat supaya cepat menjauh dari situ.


Aku pun mempercepat lajui makanku,tanpa melihat ke arah gadis super dingin itu.lagi pula kami sehabis makan ingin cepat-cepat menjalankan misi.


Setelah beberapa lama,makananku pun habos dan langsung ke tempat Ahdi berada tanpa menghiraukan gadis dingin itu.


*tap..tap..tap..


Suara langkah kaki ku meninggalkan meja makan menuju tempat Ahdi berada.


"Kenapa ****?" tanyaku ke Ahdi dengan rasa penasaran.


"Lo ngak apa-apa ndree?" tanya balik Ahdi seraih mengecek badanku.


"Ngak apa-apa ****," jawabku dengan menghindari rabaan Ahdi tadi.


"Lu ngak di apa-apain kan?" tanya lagi Ahdi dengan cemas.


"Udah ah mending kita jalankan misinya," balasku ke Ahdi


"Yosh,ayo ndree!!" ucap Ahdi dengan penuh semangat.


Kami berdua Ahdi mendiskusikan tempat untuk menjalankan misi,dan sudah diputuskan untuk kelas ke 2nya bertempat di kelas 10 bahasa.


Karna menurut petunjuk dalam whatsapp tersebut memakai kata "kakak" dan bahasanya bisa di bilang formal.alhasil kelas yang menjadi incaran kami adalah kelas bahasa yang lebih rendah tingkatnya.


Aku dan Ahdi pun langsung menuju tempat lokasi yang jaraknya cukup dekat dengan kantin sekolah.kurang lebih jarak antara kelas 10 bahasa dengan kantin sekitar 45 meter.


*tapp...tap...tap..


Setelah cukup lama akhirnya kami sampai di kelas 10 bahasa.kelas 10 bahasa yang katanya salah satu muridnya mendapat nilai tertinggi ketika melaksanakan ujian masuk SMA kami.


SMA negeri 1 palangka raya,SMA yang bertujuan untuk mendidik siswa berpontensi.sekolah yang terdiri dari banyaknya jurusan dan banyak yang gugur ketika seleksi ujian masuk.


Hanya sedikit yang berhasil masuk ke dalam sekolah ini,dan banyak juga orang yang berani mengeluarkan uang untuk mendidik anak-anaknya supaya lebih mahir dalam berkarya.


Dilengkapi fasilitas-fasilitas yang canggih serta modern.oleh karna itu,tak sedikit siswa yang mau masuk ke sekolah favorit tersebut.


Sekolah yang menjamin kesuksesannya dimasa yang akan mendatang.tentu saja tergantung siswanya yang berjuang mati-matian ketika berada disekolah itu.


"Lu yakin kalau di kelas 10 ada orangnya?," tanya Ahdi.


"Semoga saja!" jawabku dengan semangat.


"Yosh,sudah diputuskan." ucap Ahdi membuatku bingung.


"Apaan?" tanyaku dengan bingung.


"Mau ke wc bentar hehe..." jawab Ahdi tertawa kecil.


"Lu tadi kan habis ke wc ****," ujarku dengan muka datar.


"Ngak,tadi aku ke wc cuman main login game doang." jawab Ahdi dengan santainya.


"Hmm..." gumamku dengan wajar datar.


"Yaudah cepat balik tapinya," ucapku ke Ahdi.


"Oke tunggu yah..."


5 menit kemudian...


"Wah lega juga rasanya sehabis panggilan alam..." ucap Ahdi seraih memperbaiki baju seragamnya yang tidak rapi.


"Udah?" kata ku.


"Udah ndree..." jawab Ahdi sambil duduk disampingku.


Pada saat itu suasan kelas 10 bahasa sangat sunyi,karna para murid dikelas itu berbicara dengan pelan.tapi terkadang ada yang keras itu pun diperingati oleh teman sekitarnya.


"Eh itu kan anak kelas 12 Mipa??"


"Mana?...mana?"


Ucap murid yang ada didalam kelas tersebut.


Seketika,para murid perempuan yang ada didalam kelas itu pun langsung melihat kami.


"Wah ganteng!!"


"Iya ganteng banget yah..."


"Dia udah punya pacar belum ya??"


Ucap para murid perempuan dikelas tersebut.


"Perasaan kita cuman jadi tontonan mereka ndree??" ucap Ahdi dengan nada bertanya.


"Biarin aja,kita harus tetap fokus ke misi kita yang sekarang." jawabku dengan wajah serius.


"Oke baiklah ndree," ujar Ahdi dengan kembali melakukan pencarian pelaku.


Kami pun kembali fokus melakukan misi,tanpa menghiraukan murid-murid yang menatap kami.


Aku dikelas terkenal sebagai murid yang suka terlambat,banyak melakukan kesalahan dan ngak suka keluar kelas ketika istirahat.


Jika keluar kelas itu pun karna makan dikantin atau pergi ke toilet untuk panggilan alam.ditambah aku tidak suka bergaul dengan kelompok-kelompok yang dibentuk oleh murid kelas.oleh karna itu aku dijuluki sebagai murid yang misterius.


Tapi aku tetap santai saja menghadapi julukan itu,atau lebih tepatnya kalau orang nolep bilang "bodo amat".


Bersambung...


_____________@@@@@_______________


Mau tau kelanjutannya seperti apa??


Nantikan di chapter selanjutnya


Jangan lupa like komen dan share ke teman-teman kalian,follow dan beri rating cerita author


jika kalian menganggap nya menarik


See you next time


Byee...bye...