My Second Wife Is My Fansgiril

My Second Wife Is My Fansgiril
Makan Malam Di Kediaman Baekho




Tiga hari setelah hyunmi bertemu dengan hyunhi,hyunmi mendapat undangan makan malam melalui pesan singkat yang hyunhi kirimkan.hyunmi terkejut saat mendapatkan pesan singkat dari hyunhi,karena seingat nya hyunmi tidak pernah memberikan nomor ponsel nya pada hyunhi.


Hyumi memutuskan untuk datang ke acara makan malam itu,yang di adakan di rumah hyunhi.tujuan hyunmi datang ke makan malam itu,untuk menolak tawaran menikah dengan baekho.setelah menempuh perjalanan kurang lebihselama 2 jam,


hyunmi sampai di komplek perumahan elit.hyunmi turun dari taxi,lalu berjalan menuju pos satpam untuk menanyakan kediaman baekho-hyunhi.


‘’ada yang bisa saya bantu agasshi?


‘’kediaman baekho-hyunhi sebelah mana?


‘’dari sini lurus saja,rumahnya berada diujung’’


‘’kamsahamnida’’


Setelah itu hyunmi kembali meneruskan langkahnya menuju kediaman baekho-hyunhi,sesampai di sana hyunhi menekan bel.tak lama seorang pembantu membukakan pintu,dan mempersilahkan hyunmi masuk.


‘’anda pasti tamu Ny hyunmi"


‘’ne,saya mendapat udangan makan malam’’


‘’mari,saya antar ke ruang makan’’


Hyunmi berjalan mengikuti pembantu itu menuju ruang makan,sesampai di sana hyunmi di sambut hangat oleh hyunhi.



‘’hyunmi akhirnya datang juga,silahkan duduk’’


‘’ah ne eonnie kamsahamnida’’


‘’tunggu sebentar,baekho masih dalam perjalanan pulang’’


‘’ah,ne eonnie’’


Tak lama,suara kelakson mobil terdengar menandakan jika baekho telah sampai dirumah.baekho langsung pulang setelah meneriama telepon dari hyunhi,jika mereka kedatangan tamu sepesial.dengan langkah terburu-buru baekho berjalan memasuki rumah,menuju ke ruang makan.


baekho terkejut saat melihat keberadaan hyunmi di meja makan,baekho terpesona pada kecantikan hyunmi,hyunmi terlihat anggun mengenakan dress berwarna coklat.



‘’oppa,akhirnya pulang"


Hyunhi bangkit dari duduknya lalu berhambur memeluk baekho,entah mengapa hyunmi merasa sesak saat melihat kemesraan pasangan suami istri itu.



Hyunhi melepas pelukannya,lalu ia menggiring baekho duduk di kursiyang berada di samping nya.


Mereka mulai menyantap makan malam.selesai makan malam,hyunhi memberitahukan tujuan mengundang hyunmi.


‘’oppa,ada yang ingin aku sampaikan’’


‘’ne chagi,katakanlah’’


‘’oppa,kenalkan ini hyunmi calon istrimu’’


Bagaikan tersambar petir di siang bolong,baekho terkejut saat mendengar perkataan hyunhi.apa dia tidak salah dengar?batin baekho bertanya-tanya.


‘’chagi kamu bercandakan?


‘’aku serius oppa,menikahlah dengan hyunmi’’


‘’aku tidak bisa membagi cinta dengan wanita lain"


‘’oppa jangan egois,ini demi kebaikan kita’’


‘’tidak chagia,aku tidak bisa’’


‘’hyunmi bisa memberikan mu keturunan,sedangkan aku tidak bisa hikksss’’


‘’kita masih masih bisa mengadopisi anak’’


‘’CUKUP CHAGI! AKU TIDAK BISA MENIKAHI GADIS ITU!


Amarah baekho meledak,baekho marah besarsaat mengetahui tujuan hyunhi mengundang salah satu fans nya ke rumah mereka.baekho tak habis pikir kenpa hyunhi sangat bersikeras menyuruhnya untuk menikahi hyunmi,gadis belia yang merupakan fansnya sendiri.


Hyunmi terdiam,ia terkejut menyaksikan pertengkaran pasangan suami istri itu.wajah baekho merah padam menahan amarah,ia melenggang pergi meninggalkan ruang makan.


Hyunhi segera menyusul baekho,saat akan


menaiki anak tangga hyumi terpeleset hingga terjatuh dari atas tangga.darah segar keluar dari kening hyunhi.


‘’hyunhiii’’


Teriak baekho saat melihat hyunhi yang sudah terjatuh dari tangga,dengan ter


buru-buru baekho menuruni anak tangga menghampiri hyunhi yang terkulai lemas,tak sadarkan diri.


Mendengar suara keributan yang berasal dari ruang tengah,hyunmi segera menuju ke ruang tengah,hyunmi terkejut saat melihat hyunhi yang tak sadarkan diri.baekho menagisi keadaan hyunhi,hyunmi menghampiri baekho mencoba menenangkan baekho yang sedang kalut.


‘’oppa,kita harus segera membawa hyunhi eonni ke rumah sakit’’


Baekho menoleh kea rah hyunmi,raut khawatir terlihat jelas di wajah hyunhi.tanpa pikir panjang,baekhobangkit,ia membopong hyunhi membawanya keluar dari rumah.hyunmi mengikutidari belakang,sesampai di parkiran baekho memasukan hyunhi kedalam mobil.


‘’oppa,biar aku saja yang menjaga hyunhi eonni’’


Baekho mengangguk,hyunmi masuk ke


dalam mobil ia duduk di jok belakang.


hyunmi menyandarkan kepala hyunhi pada pangkuannya,hyunmi merobek ujung dress yang ia gunakan lalu ia menutupi luka di kening hyunhi,mencoba menghentikan darah yang terus keluar.


Tak lama,baekho mulai menjalankan mobil menuju ke rumah sakit terdekat.setelah menempuh perjalanan selama 1 jam,mereka pun sampaidi rumah sakit. Hangang mirae.


Baekho membopong hyunhi lalu membawa nya memasuki rumah sakit,hyunmi mengekor dari belakang.baekho berteriak memanggil petugas rumah sakit,tak lama petugas rumah sakit datang sambil membawa blankar.baekho menaruh hyunhi di atas blankar,petugas rumah sakit mendorong blankar menuju ruang ugd.


‘’maaf tuan,anda tidak boleh masuk’’


Baekho-hyunmi menunggu di luar ruang ugd,baekho tertunduk lemas dilantai. Ia mulai terisak,baekho merasa bersalah karena telah membentak istrinya sehingga membuat hyunhi celaka.


Hati hyunmi sakit melihat,baekho menangisi wanita lain.hyunmi sadar tidak seharusnya ia seperti ini,tapi entah mengapa hatinya sakit saat melihat baekho bersama hyunhi.


hyunmi menahan agar tangisnanya tak jatuh,ia memberanikan diri menghampiri baekho.


‘’oppa,mianhae semua ini salahku’’


‘’saat ini bukan waktunya,untuk saling menyalahkan’’


Perkataaan dingin baekho menusuk hati hyunmi,tak lama pintu ugd terbuka.baekho bangkit,lalu ia segera menghampiri dokter untuk menanyakan keadaan hyunhi,


‘’uisanim,bagaimana keadaan istri saya?


‘’kami berhasil menghentikan pendarahan pasien,pasien akan di pindahkan ke ruang inap’’


‘’kamsahamnida uisanim’’


Dokter melenggang pergi,tak lama suster mendorong blankar membawa blankar itu menuju ruang inap.baekho-hyunmi mengikuti suster itu menuju ruang inap.setelah memasangkan infus,suster pamit karena harus menjaga pasien yang lain.


‘’jikabutuh sesuatu panggil saja suster jaga’’


‘’ne,kamsahamnida’’


Suster melenggang pergi meninggalkan ruang inap,suasana terasa canggung karena hanya ada baekho-hyunmi yang berada di ruangan itu.baekho menarik kursi,ia duduk di samping blankar.tangannya mengengam tangan hyunhi yang terpasang selang infus.


Baekho terlihat sangat mencintai hyunhi,hyunmi tak ingin merusak rumah tangga mereka.menyadari keberadaannya tidak dibutuhkan,hyunmi pun pamit pulang mengingat waktu sudah menunjukan pukul 22.00 KST.


‘’oppa aku pamit dulu,sampaikan salam ku untuk hyunhi eonnie’’


‘’ne,nanti akusampaikan’’


Hyunmi melenggang pergi meninggalkan ruangan itu,baekho menatap punggung hyunmi yang menghilang di balik pintu.baekho merasa bersalah karena bersikap dingin terhadap hyunmi,baekho tidak bermaksud bersikap seperti itu dia terlalu kalut.


Jujur baekho senang karena bisa bertemu kembali dengan hyunmi,tapi dia tidak bisa menerima jika ia harus menikahi hyunmi.karena baekho sangat mencintai hyunhi,dia tidak bisa membagi cinta dengan wanita lain.meskipun jauh di dalam hatinya ia menginginkan keturunan.To be continue..........