My Second Wife Is My Fansgiril

My Second Wife Is My Fansgiril
Trendding Topic Kelahiran Baby J



Berita kelahiran anak pertama baekho menjadi trending topik, mengingat saat


hyunmi keluar dari rumah sakit, dispatch


sudah stand by di rumah sakit. sehingga


kabar kelahiran putra pertama baekho


menyebar begitu cepat di sosial media.


Pihak agensi telah mengfonfirmasi berita


kelahiran putra pertama baekho, para fans


sangat antusias, mereka ikut bahagia mendapat kabar itu. banyak fans yang


mendoa kan yang terbaik untuk putra


pertama baekho & hyunmi.


Baekho sangat lega, ia bersyukur banyak


fans yang mendukungnya. saham agensi


pun semakin meroket, setelah berita


kelahiran putra pertama nya beredar luas.


baekho bersyukur, karena para fans nya


berhati besar menerima kenyataan jika


dia sudah memiliki istri dan anak, tetapi


fans baekho tetap setia, tidak berpaling


ke grup lain, meskipun saat ini banyak


boygrup baru yang bermunculan.


Saat ini, baekho & hyunmi sedang berada


di rumah orangtua baekho. Ny kang bersikeras agar hyunmi tinggal di masion


utama untuk sementara waktu, mengingat


baekho hanya di beri waktu cuti selama 5


hari. setelah itu, baekho akan kembali sibuk


dengan pekerjaan, mengingat nuest sedang


promosi album terbaru mereka.


Baekho tersenyum saat melihat hyunmi


yang sedaang menyusui jisung, baekho menghampiri hyunmi sambil membawakan


nampan berisi makanan, mengingat hyunmi


belum sempat makan siang, karena terlalu


fokus mengurusi jisung.


"scharz makan siang dulu"


"sebentar oppa, aku tidurkan jisung dulu"


"biar aku saja scharz"


Setelah menyusui jisung, hyunmi memberikan jisung pada baekho.


baekho menggendong jisung dengan


hati-hati,beakho memindahkan jisung


pada box bayi. setelah selesai, baekho


kembali menghampiri hyunmi.


"kenapa tidak dimakan scharz?


"aku tak berselera oppa"


"scharz, mau oppa masakkan?


Hyunmi mengangguk, baekho tersenyum


tangannya terulur mengelus surai kecoklatan


hyunmi.


"tunggu sebentar, aku masakkan dulu"


"oppa, aku ingin makan di dapur saja"


"baiklah, mau aku gendong?


Hyunmi kembali mengangguk, baekho terkekeh melihat sifat manja hyunmi yang


sedari hamil terbawa sampai sekarang.


tapi baekho tidak mempermadalahkannya,


justru ia senang hyunmi semakin menempel


dan manja padanya.


Baekho menggendong hyunmi, hyunmi mengalungkan tangan nya pada leher


baekho. mereka meninggalkan kamar,


menuju dapur. sesampai disana, baekho


meletakan hyunmi di kursi dekat kitchen


bar, sementara baekho mulai berkutat


dengan peralatan dapur.


Hyunmi menopang wajahnya, ia memperhatikan baekho yang sedang


memasak. baekho terlihat lebih sexy


saat sedang memasak, otot otot lengan


nya terlihat kekar, karena bekho menggulung


lengan baju sebatas siku.


"mengaggumi ketampananku eoh?


Hyunmi tersadar dari lamunannya, ia tersenyum kikuk. baekho terkekeh melihat


hyunmi yang salah tingkah.


"cha makanlah"


"gomawo oppa"


Hyunmi mengambil sumpit, ia mulai menikmati masakan baekho dengan lahap.


selesai makan, hyunmi mengajak baekho


untuk menonton film di ruang tengah. baekho


tentu tak menolak keinginan hyunmi, mereka


segera menuju home theater.


"scharz kamu mau nonton film apa?


"film horor saja oppa"


"memangnya kamu berani?


"tentu saja berani"


Baekho memilih salah satu kaset film horor,


lalu memplay nya. hyunmi mulai serius


menyaksikan film horor itu dengan santai nya, sementara baekho bergidik ngeri.


mengingat suasana di ruangan yang gelap


terasa semakin mencekam.


Saat tiba-tiba hantu muncul di layar LED baekho berteriak ketakutan, baekho menutupi


wajahnnya dengan bantal sofa. hyunmi terkekeh melihat tingkah baekho, hyunmi kembali menatap ke arah layar LCD melanjutkan acara menonton film horor itu.


1 jam kemudian film pun usai, baekho bernafas legasaat film horor itu berakhir.


hyunmi membuka tirai, chanya dari luar


masuk menerangi ruangan itu. hyunmi


mengambil tissu, lalu membersihkan


keringat yang membanjiri kening baekho.


"gomawo scharz"


"ne oppa, oppa aku ngantuk"


"kita tidur disini saja ya, sofanya


cukup luas, untuk kita berdua"


Hyunmi mengangguk setuju, baekho menarik


hyunmi kedalam pelukkan nya. perlahan mata


mereka tertutup, mereka pun tertidur. baekho


terbangun saat mendengar suara ketukan


pintu. dengan gerakan pelan, baekho bangkit


dari tidurnya, ia tak ingin membangunkan hyunmi. lalu baekho bergegas menuju pintu.


"ada apa ahjuma?


"ada yang berkujung tuan, mereka


menunggu di ruang tamu"


"tolong siapkan minuman dan camilan


untuk mereka, aku akan menyusul"


"baik tuan muda"


Ahjuma itu melenggang pergi, baekho kembali menghampiri hyunmi yang masih


tertidur di sofa. baekho menelan ludahnya,


saat melihat hyunmi yang terlihat sexy.


hyunmi hanya mengenakan daster sebatas


lutut, memperlihatkan kaki jenjang nya.


kancing teratas nya terbuka, memperlihatkan


gunung kembar yang menyembul.


Baekho mencoba menahan gairahnya, mengingat hyunmi masih belum bersih


sehingga ia belum bisa menyentuh hyunmi.


hyunmi, mengelus kening hyunmi. perlahan


mata hyunmi mulai terbuka, ia menatap


baekho yang duduk di ujung sofa.


"ada apa oppa?


"kita kedatangan tamu,kita harus


bersiap"


Hyunmi mengikuti baekho menuju kamar


mereka, sesampai disana mereka segera


mengambil handuk lalu memasuki kamar


mandi.


"oppa duluan saja yang mandi,


aku keluar saja"


"jika kita mandi terpisah, itu akan lama


scharz, aku janji tak akan macam macam"


"baiklah"


baekho dengan santai nya membuka handuk


kimono di depan hyunmi, lalu dengan sanatai


nya melangkah memasuki bathub. hyunmi


segera membalikan badan lalu menyalakan


shower, hyunmi memulai ritual mandinya


mengabaikan baekho yang sedang berndam


di dalam bathub.


"scharz, kamu tak ingin bergabung?


air nya hangat dan wangi loh"


"tidak oppa, aku takut darahku


mengotori bathub"


Hyunmi kembali menyabuni dirnya.dengan sabun cair, ia sedikit kekusahaan saat akan


menjangkau bagian pungunggung. menyadari


hyunmi yang kesulitan, baekho segera bangkit lalu menghampiri hyunmi.


Baekho mengambil sabun cair, dengan gerakan lembut ia menyabuni punggung


hyunmi. hyunmi terasa seperti tersengat


listrik saat tangan baekho menyentuh permukaan kulitnya, baekho tak kalah


gugup. ia menelan ludahnya kasar saat


melihat tubuh polos hyunmi yang semakin


berisi, punggung nya terlihat putih dan


mulus, bokong hyunmi semakin berisi.


Pemmandangan seperti itu tentu sangat


menggoda bagi baekho, wajar saja dia pria normal, pria mana yang tak tergoda melihat


penmpilan seperti itu. hyunmi mengernyit bingung, saat baekho menghentikan kegiatan menyabuninya. baekho membalikan badan


hyunmi, sehingga posisi mereka saling


berhadapan.


Wajah hyunmi berubah menjadi merah


padam saat melihat baekho yang full naked, meskipun hyunmi sering melihatnya, tetap


saja pemandangan seperti itu membuat


jantung hyunmi berdebar tak karuan.


"scharz, aku tak tahan lagi bolehkah


aku menyentuhmu?


"ne oppa, tapi bagian atas saja"


"ne scharz araseo"


Baekho tersenyum menampilkan seringian nya, baekho mendekatkan wajahnya perlahan


bibir tebal baekho menyapu permukaan bibir


tipis hyunmi, hyunmi memejamkan mata menikmati ciuman panas baekho, setelah puas menyesap bibir cherry hyunmi, baekho


beralih ke leher putih hyunmi.


Baekho mendaratkan ciumannya, membuat


beberapa kiss mark di sana. suara lenguhan


"oppahh stpohh"


Baekho pun menghentikan kehiatannya, lalu berjalan menuju shower. hyunmi pun kembalu melanjutkan kehiatan mandi nya yang sempat tertunda. baekho selesi lebih dulu, ia meninggalkan kamar mandi


menghindari amukan hyunmi, tak lama hyunmi selesai, ia keluar dari kamar


mandi lalu menuju dressing room.


Selesai berganti pakaian, baekho & hyunmi


segera menuju ruang tamu. terlihat ren,


jonghyun, minhyun dan aron yang sedang


mengobrol di ruang tamu. percakapan terhenti saat melihat kedatangan si tuan ruamh.


"kalian lama sekali, aku hampir


jamuran karena terlalu lama menunggu" aron


"mianhe, tadi kami mandi dulu he he" baekho


"aigoo kau sangat tidak sabaran rupanya,


bayi mu masih kecil bung, tetapi kau sangat


bersemangat menambah anak" jonghyun


Seketika hyunmi menunduk malu, baekho


menoyor kepla jaonghyun. terkadang baekho


kesal dengan dengan perkataan jonghyun


yang ceplas ceplos.


"sudah-sudah,jangan ribut kedatangan


kita kesini untuk berkunjung"ren


"oh ia hyunmi, ini ada bingkisan dari kami"


Ujar minhyun sambil menyerahkan bingkisan


besar pada hyunmi, dengan gerakan canggung, hyunmi menerima bingkisan itu.


"gomawo oppa, maaf merepotkan"


"tidak usah sungkan" minhyun


Setelah memberikan bingkisan member nuest melihat baby jisung di kamar yang berada di kantai 2. terlihat bayi mungil


yang terlihat lucu yqng sedang tertidur


di dalam box bayi. mereka terkejut saat tiba-tiba baby jisung menangis, minhun yang


posisi nya dekat dengan box bayi tu segera


mengambil jisung lalu menggendongnya.


Seketika tangis baby jisung pun berhenti,


member nuest terkagum saat melihat


minhyun yang begitu telaten mengurus


bayi.


"woah daebak kau sangat telaten bung" aron


"drimana kau mempelajarinya hyung? ren


"noona ku memiliki bayi, aku di ajarkan oleh


nya" minhyun


Member nuest ber oh ria, setelah jisung cukup pulas, minhyun meletakan kembali


jisung kedalam box bayi. setelah itu mereka


keluar dari kamar bayi, berhubung waktu


sudah menjelang sore, member nuest pamit


pulang. baekho & hyunmi mengantarkan


mereka sampai ke teras mansion.


"baekho, hyunmi kami pamit dulu" aron


"ah ne, terimakasih atas kunjunganya"


"lain kali boleh kan kami main kesini lagi? ren


"tentu saja boleh, pintu rumah ini akan


selalu terbuka untuk kalian"


"gomawo hyunmi" ren


"hey bung, ku tunggu kabar baiknya


semoga jisung cepat mendapat adik" jonghyun


"aissh jaga bicaramu, sialan" baekho


"aku bercanda hyung" jonghyun


"pergi sana, sebelum ke sabaranku habis"


"hyunmi kami pamit dulu" aron


"ah ne, hati-hati di jalan"


Member nuest memasuki mobil audy hitam,


tak lama mobil audy itu melaju meninggalkan


pekarangan mansion, setelah itu baekho &


hyunmi kembali memasuki mansion. berhubung hari sudah petang, baekho & hyunmi pergi ke balkon untuk melihat sunset.


Hyunmi berdiri di dekat balkon, menatap langit yang mulai berubah warna menjadi


warna orange. baekho memeluk hyunmi


dari belakang, posisi itu menjadi posisi


paling nyaman bagi hyunmi, pelukan hangat


baekho selalu membuat hyunmi tenang.


"scharz, setelah jisung skolah tk nanti


apa rencana mu?


"jika keadaannya memungkinkan, aku


ingin melanjutkan S2"


"scharz, bagimana jika setelah jisung


5 tahun, kita menambah anak lagi?


"entahlah, aku belum memikirkannya oppa


saat ini prioritas ku adalah jisung"


"lalu bagaimana dengan sidang skripsimu


apakah kamu akan menunda nya?


"aku sudah membicarakan nya dengan rektor


untungnya, rektor memberi kelonggaran


jadi aku bisa ikut sidang susulan"


"syukurlah, scharz jika kamu mengalami


kesukitan beritahu aku, aku akan berusaha


membantu mu"


"ne oppa gomawo"


Baekho membalikan tubuh hyunmi, sehingga


posisi mereka kini saling berhadapan. dan


tepat saat matahari tenggelam, baekho mendekatkan wajahnya, menyatukan bibir


mereka. hyunmi memejamkan mata, menikmati ciuman lembut baekho yang


menuntut. hyunmi mengalungkan tangan


nya oada leher baekho, baekho menekan


tengkuk hyunmi memoerdalam ciuman mereka. To be continue.............