
Mentari pagi kembali menyinari bumi,
pagi ini hyunmi kembali menjalani aktivitas
sebagai ibu rumah tangga, yaitu menyiapkan
sarapan. meskipun hanya menata makanan
di atas meja, karena usia kandungan hyunmi
yang sudah memasuki 9 bulan, baekho melarang hyunmi untuk memasak.
Senyum hyunmi terukir saat makanan sudah
tertata rapih di atas meja, tak lama sebuah
tangan melingkar di pinggang hyunmi. pelaku
nya tentu saja baekho, sudah menjadi kebiasaan. baekho selalu memeluk hyunmi
dari belakang, tangan nya terulur mengelus
perut buncit hyunmi.
"moorning scharz, bagaimana uri aegy?
"aegy baik baik saja oppa, kajja kita sarapan"
Hyunmi menggiring baekho menuju meja
makan, hyunmi menyiapkan nasi dan laluk
lalu memberikan pada baekho. baekho pun
tersenyum, lalu mulai menikmati sarapan.
selesai sarapan, hyunmi mengantarkan
baekho sampai kedepan pintu.
"scharz aku kerja dulu, ingat jangan kelelahan"
"ne oppa pergilah"
"kau melupakan sesuatu scharz"
"apakah ada yang ketinggalan?
"moorning kiss"
Baekho mendekatkan wajahnya, bibir baekho
mulai menyapu permukaan bibir cherry hyunmi. hyunmi memejamkan mata menikmati ciuman manis itu, baekho menekan tengkuk hyunmi memperdalam
ciuman mereka. saat dirasa sudah kehabisan
nafas, hyunmi memukul dada bidang baekho
baekho pun melepas tautan bibir mereka.
"scharz aku pergi dulu"
"ne oppa, hati hati"
Baekho berjalan menghampiri mobil audy hitam, tak lama mobil audy pun melaju meni ggalkan pekarangan mansion. setelah mobil
menghilang dari pandangan, hyunmi pun kemabli masuk kedalam mansion. hyunmi
berjalan pelan menuju kamarnya, semenjak
hamil besar hyunmi menempati kamar tamu
yang berada di lantai 1, karena baekho tak
ingin hyunmi kelelahan naik turun tangga.
Setiba di kamar, hyunmi berjalan menuju kamar mandi. saat akan menyalakan keran
tiba-tiba saja hyunmi merasa mulas, perut
nya terasa sakit. tak lama cairan putih keluar
membasahi dress hyunmi. hyunmi yang panik
segera memanggil han ahjumma.
"ahjuma tolong"
Teriak hyunmi dari kamar mandi, untung nya
han ahjuma sedang membersihkan guci di
dekat kamar hyunmi, sehingga han ahjuma
mendengar teriakan hyunmi. han ahjuma pun
segera memasuki kamar hyunmi, han ahjuma
terkejut saat melihat air ketubah hyunmi yang
sudah pecah, han ahjuma pun berteriak.
"tolong Ny hyunmi akan melahirkan"
Tak lama, supir, dan satpan memasuki kamar
hyunmi. mereka segera menagngkat hyunmi
menuju mobil, han ahjuma mencoba menenagkan hyunra karena hyunra mulai
merasakan kontraksi.
"agasshi bertahanlah"
"perutku sakit sekali ahjuma"
"coba tarik nafas, lalu hembuskan perlahan"
Hyunmi pun menuruti perkataan han ahjuma,
meskilun tidak mengurangi rasa saki tetapi
cukup membuat hyunmi tenang. tak lama
mereka pun sampai di rumah sakit, han ahjuma segera memanggil para mendis.
tak lama, tim medis datang membawa blankar. supir & satpam memindahkan
hyunra ke atas blankar, para medis segera
membawa hyunra kedalam rumah sakit
untuk segera di tangani.
"ahjuma aku takut, aku ingin baekho oppa"
"tunggu sebentar agasshi, ahjuma akan
mengabari tuan muda"
Han ahjuma keluar dari ruang bersalin, han
ahjuma segera menghubungi baekho. baekho
segera meluncur menuju rumah sakit, setengah jam kemudian baekho pun sampai.
"ahjuma, di mana hyunmi?
"agasshi ada di dalam tuan"
Baekho langsung memasuki ruang bersalin,
baekho menghampiri hyunmi yang berbaring
di atas balankar. wajah hyunmi terlihat pucat
keringat membasahi kening hyunmi, hyunmi
merintih kesakitan. baekho mengengam tangan hyunmi, mencoba memberi ketenagan.
"oppa, sakit hikiss"
"hyunmi, bertahanlah demi bayi kita"
Tak lama dokter menghampiri hyunmi, dokter
itu membimbing hyunmi untuk melakukan
pembukaan ke 2. hyunmi mengikuti itruksi
dokter itu, lama kelamaan rasa sakit di perut
hyunmi semakin menjadi. pegangan tangan
hyunmi pada baekho semakin kuat.
"bertahanlah scharz kamu pasti bisa"
Baekho terus merapalkan kata-kata penyemangat pada hyunmi, hyunmi
mencoba untuk kuat demi bayi nya.
setelah melewati beberapa pembukaan
sampailah pada pembukaan ke 8, itu artinya
tak lama lagi proses lahiran akan berlangsung
"oppa aku takut"
"kamu tak usah takut schrz
aku ada disini menemanimu"
Tak lama hyunmi kembali merasakan rasa sakit di sekitar perutnya, hyunmi menarik
nafas, menghembuskan nya secara perlahan
dan di saat gelombang itu datang, hyunmi
mengejen dengan sekuat tenaga.
"aaaaaaaaaaaah"
setelah mengejen selama beberpa kali, suara
tangisan bayi pun terdengar di seisi ruangan.
"selamat bayi anda laki-laki"
"syukurlah, gomawo uisanim"
Baekho mencium kening hyunmi, suster memberikan bayi yang masih berlumuran
darah itu pada baekho, baekho menggendong
putra pertama nya dengan hati hati. air mata
membasahi pip baekho, baekho bersyukur
bayinya lahir dengan selamat tanpa ada
"tuan tolong keluar dulu, kami akan membersihkan bayi dan ibu nya"
"ne uisanim"
Bekho pun keluar dari ruangan bersalin,
setelah hyunmi & bayi nya di bersihkan.
hyunmi segera di pendah kan ke ruangan
inap, saat ini baekho sedang menunggu
hyunmi yang masih belum siuman.
"scharz, bangunlah putramu menunggumu"
Bisik baekho pada hyunmi, tiba-tiba baby kang menangis. baekho mengambil bayi
itu dari box bayi lalu menggendong ny,
suara tangisan itu membuat hyunmi terbangun, perlahan mata hyunmi mulai
terbuka. hyunmi melihat baekho yang
sedang duduk di dekat blankar, sambil
menggendong bayi.
"oppa, apa itu bayi ku?
"ne scharz, akhirnya kau sadar"
"kenapa dia menagis?
"aku tak tau scharz"
"mungkin dia lapar, sini biar aku gedong"
Baekho memberikan bayi mungil itu pada
hyunmi, hyunmi menggendongnya dengan
telaten. hyunmi membuka kancing baju rumah sakit, bayi munyil itu pun mulai menyusu. baekho tersenyum, ia bangga
pada hyunmi, meskipun hyunmi masih
terbilang muda, tetapi hyunmi sangat
cekatan dalam mengurus bayi.
"dia menangis karena lapar oppa"
" darimana kamu tau scharz?
"aku melihat dari youtube, penyebab bayi
menagis jika tidak pup berarti lapar"
"oh begitu"
"oppa, sudah menghubungi eommoni?
"belum scharz, sebentar aku akan menghubungi eomma"
Baekho segera menelepon ibu nya, memberitaukan jika putra pertama nya
sudah lahir. Ny kang sangat senang saat
mendapat kabar jika cucu pertama nya
telah lahir, akhirnya penantian nya selama
3 tahun terkabulkan. setengah jam kemudian
Ny kang pun datang, ny kang membawa banyak hadiah, buah buahan & perengkapan
bayi. Ny kang sangat antusias menyambut
cucu pertama mereka.
" menantuku, bagimana keadaanmu?
"tubuhku masih lemas eomonim, tapi
aku sudah lebih baik"
"eomma membawakanmu sup rumput
laut dan ramuan herbal ini akan membatu
pemulihanmu"
"gomawo eomma, maaf sudah merepotkan"
"tidak usah sungkan hyunmi, baekho tolong
suapi hyunmi, biar eomma yang menjag
cucuku"
"ne eommma"
Baekho memberikan bayi itu pada gendongan
Ny kang, ny kang tersenyum saat melihat bayi
mungil itu. bayi itu sangat mirip dengan baekho, bayi itu mewarsi wajah baekho ia
persis seperti baekho saat bayi.
"hyunmi, siapa nama bayi ini nak?
"nama nya kang jisung"
"nama yang indah"
Tak lama Tn kang datang, Tn kang tak kalah
heboh dengan Ny kang. beliau datang sambil
membawa banyak mainan, orang tua baekho
samgat antusias menyambut cucu pertama
mereka.
"menantu ku, bagimana keadaanmu?
"kedaanku sudah mulai baik appanim"
"syukurlah, ini appa membawa buah buahan
dan maianan untuk aegy"
"gomawo appa"
Tn kang menghampiri Ny kang, ny kang pun
memberikan bayi baekho pada Tn kang. tn
kang menggendong bayi muyil itu dengan
hati-hati, senyum Tn kang terbit saat melihat
bayi mungil yang sangat mirip dengan baekho.
"siapa nama bayimu nak?
"nama nya kang jisung"
"nama yang bagus"
Tn kang menaruh bayi mungil itu kedalam box
bayi, mengingat bayi itu sudah tertidur pulas.
berhubung waktu kunjungan sudah habis, Tn
& Ny kang pamit pulang, mereka akan kembali menengok hyunmi saat hyunmi
sudah pulang ke mansion. sepulang orangtua
baekho, hyunmi segera mengabari orangtua
nya melalui panggilan video call.
Orang tua hyunmi terkejut saat melihat hyunmi yang memakai seragam rumah sakit.
"hyunmi apa kamu sakit nak?
"tidak appa, aku sudah lahiran"
"apa? bayimu sudah lahir nak?
"ia eomma, bayi nya laki laki"
"selamat hyunmi, appa & eomma
akan segera mengunjungimu"
"gomawo appa, eomma"
"kamu pasti lelah, beristirahatlah"
"ne appa, eomma sudah dulu ya dah"
Hyunmi mengakhiri panggilan telepon,
hyunmi menaruh kembali ponsel pintarnya
di atas nakas.
"oppa, aku ingin pulang"
"tidak bisa scharz, kondisimu belum pulih"
"lalu kapan, aku bisa pulang"
"3 hari lagi, kamu bisa pulang"
"lama sekali"
"bersabarlah, ini demi kebaikanmu scharz"
"oppa aku ngantuk"
"tidurlah, aku akan menemanimu"
Bekho menarik kursi agar lebih dekat dengan
blankar, tangan baekho terulur mengelus
surai kecoklatak hyunmi. perlahan mata hyunmi mulai terpejam, tak lama hyunmi
pun tertidur. baekho mencium kening hyunmi
menyakurkan rasa terimaksih dan rasa cinta
nya pada hyunmi. To be continue..............