My Second Wife Is My Fansgiril

My Second Wife Is My Fansgiril
Baby J



Mentari pagi kembali menyinari bumi,


pagi ini hyunmi kembali menjalani aktivitas


sebagai ibu rumah tangga, yaitu menyiapkan


sarapan. meskipun hanya menata makanan


di atas meja, karena usia kandungan hyunmi


yang sudah memasuki 9 bulan, baekho melarang hyunmi untuk memasak.


Senyum hyunmi terukir saat makanan sudah


tertata rapih di atas meja, tak lama sebuah


tangan melingkar di pinggang hyunmi. pelaku


nya tentu saja baekho, sudah menjadi kebiasaan. baekho selalu memeluk hyunmi


dari belakang, tangan nya terulur mengelus


perut buncit hyunmi.


"moorning scharz, bagaimana uri aegy?


"aegy baik baik saja oppa, kajja kita sarapan"


Hyunmi menggiring baekho menuju meja


makan, hyunmi menyiapkan nasi dan laluk


lalu memberikan pada baekho. baekho pun


tersenyum, lalu mulai menikmati sarapan.


selesai sarapan, hyunmi mengantarkan


baekho sampai kedepan pintu.


"scharz aku kerja dulu, ingat jangan kelelahan"


"ne oppa pergilah"


"kau melupakan sesuatu scharz"


"apakah ada yang ketinggalan?


"moorning kiss"


Baekho mendekatkan wajahnya, bibir baekho


mulai menyapu permukaan bibir cherry hyunmi. hyunmi memejamkan mata menikmati ciuman manis itu, baekho menekan tengkuk hyunmi memperdalam


ciuman mereka. saat dirasa sudah kehabisan


nafas, hyunmi memukul dada bidang baekho


baekho pun melepas tautan bibir mereka.


"scharz aku pergi dulu"


"ne oppa, hati hati"


Baekho berjalan menghampiri mobil audy hitam, tak lama mobil audy pun melaju meni ggalkan pekarangan mansion. setelah mobil


menghilang dari pandangan, hyunmi pun kemabli masuk kedalam mansion. hyunmi


berjalan pelan menuju kamarnya, semenjak


hamil besar hyunmi menempati kamar tamu


yang berada di lantai 1, karena baekho tak


ingin hyunmi kelelahan naik turun tangga.


Setiba di kamar, hyunmi berjalan menuju kamar mandi. saat akan menyalakan keran


tiba-tiba saja hyunmi merasa mulas, perut


nya terasa sakit. tak lama cairan putih keluar


membasahi dress hyunmi. hyunmi yang panik


segera memanggil han ahjumma.


"ahjuma tolong"


Teriak hyunmi dari kamar mandi, untung nya


han ahjuma sedang membersihkan guci di


dekat kamar hyunmi, sehingga han ahjuma


mendengar teriakan hyunmi. han ahjuma pun


segera memasuki kamar hyunmi, han ahjuma


terkejut saat melihat air ketubah hyunmi yang


sudah pecah, han ahjuma pun berteriak.


"tolong Ny hyunmi akan melahirkan"


Tak lama, supir, dan satpan memasuki kamar


hyunmi. mereka segera menagngkat hyunmi


menuju mobil, han ahjuma mencoba menenagkan hyunra karena hyunra mulai


merasakan kontraksi.


"agasshi bertahanlah"


"perutku sakit sekali ahjuma"


"coba tarik nafas, lalu hembuskan perlahan"


Hyunmi pun menuruti perkataan han ahjuma,


meskilun tidak mengurangi rasa saki tetapi


cukup membuat hyunmi tenang. tak lama


mereka pun sampai di rumah sakit, han ahjuma segera memanggil para mendis.


tak lama, tim medis datang membawa blankar. supir & satpam memindahkan


hyunra ke atas blankar, para medis segera


membawa hyunra kedalam rumah sakit


untuk segera di tangani.


"ahjuma aku takut, aku ingin baekho oppa"


"tunggu sebentar agasshi, ahjuma akan


mengabari tuan muda"


Han ahjuma keluar dari ruang bersalin, han


ahjuma segera menghubungi baekho. baekho


segera meluncur menuju rumah sakit, setengah jam kemudian baekho pun sampai.


"ahjuma, di mana hyunmi?


"agasshi ada di dalam tuan"


Baekho langsung memasuki ruang bersalin,


baekho menghampiri hyunmi yang berbaring


di atas balankar. wajah hyunmi terlihat pucat


keringat membasahi kening hyunmi, hyunmi


merintih kesakitan. baekho mengengam tangan hyunmi, mencoba memberi ketenagan.


"oppa, sakit hikiss"


"hyunmi, bertahanlah demi bayi kita"


Tak lama dokter menghampiri hyunmi, dokter


itu membimbing hyunmi untuk melakukan


pembukaan ke 2. hyunmi mengikuti itruksi


dokter itu, lama kelamaan rasa sakit di perut


hyunmi semakin menjadi. pegangan tangan


hyunmi pada baekho semakin kuat.


"bertahanlah scharz kamu pasti bisa"


Baekho terus merapalkan kata-kata penyemangat pada hyunmi, hyunmi


mencoba untuk kuat demi bayi nya.


setelah melewati beberapa pembukaan


sampailah pada pembukaan ke 8, itu artinya


tak lama lagi proses lahiran akan berlangsung


"oppa aku takut"


"kamu tak usah takut schrz


aku ada disini menemanimu"


Tak lama hyunmi kembali merasakan rasa sakit di sekitar perutnya, hyunmi menarik


nafas, menghembuskan nya secara perlahan


dan di saat gelombang itu datang, hyunmi


mengejen dengan sekuat tenaga.


"aaaaaaaaaaaah"


setelah mengejen selama beberpa kali, suara


tangisan bayi pun terdengar di seisi ruangan.


"selamat bayi anda laki-laki"


"syukurlah, gomawo uisanim"


Baekho mencium kening hyunmi, suster memberikan bayi yang masih berlumuran


darah itu pada baekho, baekho menggendong


putra pertama nya dengan hati hati. air mata


membasahi pip baekho, baekho bersyukur


bayinya lahir dengan selamat tanpa ada


"tuan tolong keluar dulu, kami akan membersihkan bayi dan ibu nya"


"ne uisanim"


Bekho pun keluar dari ruangan bersalin,


setelah hyunmi & bayi nya di bersihkan.


hyunmi segera di pendah kan ke ruangan


inap, saat ini baekho sedang menunggu


hyunmi yang masih belum siuman.


"scharz, bangunlah putramu menunggumu"


Bisik baekho pada hyunmi, tiba-tiba baby kang menangis. baekho mengambil bayi


itu dari box bayi lalu menggendong ny,


suara tangisan itu membuat hyunmi terbangun, perlahan mata hyunmi mulai


terbuka. hyunmi melihat baekho yang


sedang duduk di dekat blankar, sambil


menggendong bayi.


"oppa, apa itu bayi ku?


"ne scharz, akhirnya kau sadar"


"kenapa dia menagis?


"aku tak tau scharz"


"mungkin dia lapar, sini biar aku gedong"


Baekho memberikan bayi mungil itu pada


hyunmi, hyunmi menggendongnya dengan


telaten. hyunmi membuka kancing baju rumah sakit, bayi munyil itu pun mulai menyusu. baekho tersenyum, ia bangga


pada hyunmi, meskipun hyunmi masih


terbilang muda, tetapi hyunmi sangat


cekatan dalam mengurus bayi.


"dia menangis karena lapar oppa"


" darimana kamu tau scharz?


"aku melihat dari youtube, penyebab bayi


menagis jika tidak pup berarti lapar"


"oh begitu"


"oppa, sudah menghubungi eommoni?


"belum scharz, sebentar aku akan menghubungi eomma"


Baekho segera menelepon ibu nya, memberitaukan jika putra pertama nya


sudah lahir. Ny kang sangat senang saat


mendapat kabar jika cucu pertama nya


telah lahir, akhirnya penantian nya selama


3 tahun terkabulkan. setengah jam kemudian


Ny kang pun datang, ny kang membawa banyak hadiah, buah buahan & perengkapan


bayi. Ny kang sangat antusias menyambut


cucu pertama mereka.


" menantuku, bagimana keadaanmu?


"tubuhku masih lemas eomonim, tapi


aku sudah lebih baik"


"eomma membawakanmu sup rumput


laut dan ramuan herbal ini akan membatu


pemulihanmu"


"gomawo eomma, maaf sudah merepotkan"


"tidak usah sungkan hyunmi, baekho tolong


suapi hyunmi, biar eomma yang menjag


cucuku"


"ne eommma"


Baekho memberikan bayi itu pada gendongan


Ny kang, ny kang tersenyum saat melihat bayi


mungil itu. bayi itu sangat mirip dengan baekho, bayi itu mewarsi wajah baekho ia


persis seperti baekho saat bayi.


"hyunmi, siapa nama bayi ini nak?


"nama nya kang jisung"


"nama yang indah"


Tak lama Tn kang datang, Tn kang tak kalah


heboh dengan Ny kang. beliau datang sambil


membawa banyak mainan, orang tua baekho


samgat antusias menyambut cucu pertama


mereka.


"menantu ku, bagimana keadaanmu?


"kedaanku sudah mulai baik appanim"


"syukurlah, ini appa membawa buah buahan


dan maianan untuk aegy"


"gomawo appa"


Tn kang menghampiri Ny kang, ny kang pun


memberikan bayi baekho pada Tn kang. tn


kang menggendong bayi muyil itu dengan


hati-hati, senyum Tn kang terbit saat melihat


bayi mungil yang sangat mirip dengan baekho.


"siapa nama bayimu nak?


"nama nya kang jisung"


"nama yang bagus"


Tn kang menaruh bayi mungil itu kedalam box


bayi, mengingat bayi itu sudah tertidur pulas.


berhubung waktu kunjungan sudah habis, Tn


& Ny kang pamit pulang, mereka akan kembali menengok hyunmi saat hyunmi


sudah pulang ke mansion. sepulang orangtua


baekho, hyunmi segera mengabari orangtua


nya melalui panggilan video call.


Orang tua hyunmi terkejut saat melihat hyunmi yang memakai seragam rumah sakit.


"hyunmi apa kamu sakit nak?


"tidak appa, aku sudah lahiran"


"apa? bayimu sudah lahir nak?


"ia eomma, bayi nya laki laki"


"selamat hyunmi, appa & eomma


akan segera mengunjungimu"


"gomawo appa, eomma"


"kamu pasti lelah, beristirahatlah"


"ne appa, eomma sudah dulu ya dah"


Hyunmi mengakhiri panggilan telepon,


hyunmi menaruh kembali ponsel pintarnya


di atas nakas.


"oppa, aku ingin pulang"


"tidak bisa scharz, kondisimu belum pulih"


"lalu kapan, aku bisa pulang"


"3 hari lagi, kamu bisa pulang"


"lama sekali"


"bersabarlah, ini demi kebaikanmu scharz"


"oppa aku ngantuk"


"tidurlah, aku akan menemanimu"


Bekho menarik kursi agar lebih dekat dengan


blankar, tangan baekho terulur mengelus


surai kecoklatak hyunmi. perlahan mata hyunmi mulai terpejam, tak lama hyunmi


pun tertidur. baekho mencium kening hyunmi


menyakurkan rasa terimaksih dan rasa cinta


nya pada hyunmi. To be continue..............