
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa baby jisung sudah berusia 1 bulan. rasanya baru
kemarin hyunmi melahirkan, kini jisung mulai
katiif. jisung mulai menjawab kata-kata hyunmi dengan ocehan dan mengikuti
objek dengan matanya. hal itu membuat
hyunmi semakin gemas pada jisung, hyunmi
sering menciumi pipi gembul jisung.
Saat ini hyunmi sedang memakaikan baju bayi karakter beruang, jisung terlihat menggemaskan mengenakan baju itu.
setelah selesai, hyunmi segera membawa
jisung menuju halaman belakang. mengingat
orang-orang sudah menunggunya.
Hyunmi tidak terlalu mengundang banyak orang, hanya mengundang teman dan kerabat
dekat saja. hyunmi berjalan menaiki panggung, menghampiri baekho yang sudah menunggu disana.
"sini scharz, biar aku saja yang gendung"
"ah ne, oppa"
Hyunmi menyerahkan jisung pada baekho,
tak lama ren mengintrupsikan agar para tamu
undangan menyanyikan lagu ulang tahun,
mengingat tak lama lagi akan memasuki
sesi potong kue.
"Saengil chukha hamnida, saengil chukha hamnida, saranghaneun uri jisung saengil
chukha hamnida"
"ayo baekho tiup lilinya" ren
Baekho pun meniup lilin, mwewakili jisung
maklum aaja jisung masih balita belum
mengerti apa apa, suara tepuk tangan terdengar meriah.
"potong kue nya hyung" ren"
Baekho memindahkan jisung pada hyunmi terlebih dahulu, lalu ia memberikannya pada
hyunmi.
"anggap saja ini dari jisung scharz"
"ne oppa, gomawo"
Hyunmi mengambil kue itu, bekho mendekatkan wajahnya lalu mencium
kening hyunmi, seketika keluarga baekho
pun menjadi heboh, hyunmi menundukan
kepala karena malu. tak lama, aron naik
ke pangguung sambil membawa kamera.
"berfose lah, aku akan mengambil foto kalian"
"ah ne"
Baekho & hyunmi mencium pipi gembul jisung, aron segera mengabadikan moment
manis keluarga kecil itu. aron mengambil
beberapa foto dengan pose yang berbeda,
setelah selesai, ia turun dari atas panggung.
tak lama, orang tua baekho naik ke atas panggung.
"Selamat ulang tahun cucu tampan ku
semoga kamu menjadi jagoan appa &
eommamu" Tn kang
kata tuan kang sambil menggendong jisung,
jisung tertawa saat tn kang menciumi kedua
pipi gembul jisung.
"aigoo cucu ku tampan sekali"Tn kang
"sudah sudah, giliranku" Ny kang
Ny kang mengambil jisung dari gendongan
tn kang, jisung tertawa saat melihat wajah
ny kang.
"Selamat ulang tahun cucuku, semoga kelak
menjadi anak yang membanggakan orang tuamu"Ny kang
Ny kang mencium pipi gembul jisung, jisung tertawa karena merasa geli. baekho & hyunmi
terharu melihat kedekatan Tn kang & Ny kang
dengan jisung, mereka sangat menyukai jisung, maklum saja kedua orangtua baekho
sudah menantikan cucu srlama 1 tahun, dan
kini penantian mereka terbayarkan, sehingga
mereka mencurahkan kasih sayang pada jisung.
"sini sayang sama eomma, nenek mu pasti pegal"
" ma ma ma ma" jisung
"aigoo, kamu pandai sekali nak" Ny kang
"jisung, sudah mulai aktif eomma"
"oh begitu, hyunmi appa & eomma tidak akan
lama, "
"kenapa terburu-buru eomma?
"kami akan terbang ke jeju siang ini" Ny kang
"sayang sekali, mian kami tidak bisa mengantar ke bandara"
"tidak apa-apa, kalian lanjutkan saja pestanya"
"ne eomma"
Setelah berpamitan, Tn kang & Ny kang turun dari panggung. baekho mengantarkan mereka
sampai ke pekarangan mansion, kini hanya
hyunmi yang masih berada di atas panggung,
tak lama, aron,ren,minhyun, & jonghyun naik
ke atas panggung menghampiri hyunmi.
"happy birth day boy, ini kado untukmu" aron
"gomawo paman"
jawab hyunmi menirukan suara anak kecil
"sini mau paman gendong?
Jisung malah. menggeleng, member nuest yang lain tertawa melihat penolalan jisung,
hyunmi tersenyum kikuk, hyunmi merasa
tak enak pada aron.
"mian, jisung memang seperti itu jika
bertemu demgan orang baru"
"gwaenchana, namanya juga anak kecil
oh ia ini ada kado untuk jisung"
"gomawo, padahal tidak usah repot repot"
"tidak usah singkan"
Setelah itu, giliran jonghyun yang menyapa jisung dan memberikan kado.
"selamat ulang tahun baby j, ini ada kado dari paman" jonghyun
"gomawo paman" kata hyunmi menirukan
suara anak kecil
"sama sama baby j, cepat besar ya
nanti main dengan paman"
Kata jonghyun sambil mengelus rambut jisung, jisung tertawa kecil hal itu membuat
jonghyun merasa gemas.tak lama, giliran ren
yang menyapa jisung.
"saengil chukhae baby j, cepat besar ya
nanti paman ajak jalan-jalan" ren
"gomawo paman"
jawab hyunmi menirukam suara anak kecil
"sini paman gedong ya" ren
Jisung tersenyum, hyunmi memberikan jisung pada ren. dengan telaten ren menggendong jisung, jisung tertawa
saat melihat wajah lucu ren. dan yang
terakhir, giliran minhyun.
"selamat ulang tahun baby j, cepat besar ya
ini kado untukmu" minhyun
"gomawo paman minhyun"
jawab hyunmi menirukan suara anak kecil
"sini paman gendong"
Minhyun menawarkan diri untuk menggendong jisung, tetapi jisung tak
mau lepas dari ren.
"mian oppa, jisung memang suka sperti itu jika sudah kenal dengan seseorang"
"gwaenchana"
jawab minhyun sambil tersenyum
Tak lama, baekho kembali naik ke atas panggung bersama member nuest lainnya.
"scharz, kajja kita foto bersama
fotografer nya susah datang"
"ah ne"
Mereka berkumpul di tengah panggung,
menghadap ke depan kue ulang tahun.
ren memberikan jisung pada hyunmi,
ren minhyun betdiri di sebelah kanan baekho
sementara jonghyun & minhyun berdiri di
sebelah kiri hyunmi. mereka tersenyum ke arah kamera.
"hana dul set cekrek"
Fotografer mengambil beberapa foto kebersamaan mereka, selesai berfoto
member nuest pamit pulang, mengingat
mereka ada jadwal wawancara radio.
"huyunmi, kami pamit dulua" jonghyun
"kenapa buru-buru? makan siang saja dulu"
"kami ada jadwal wawancara radio"
"oh begitu, ya sudah hati-hati jangan
lupa makan siang" hyunmi
"ne hyunmi gomawo, kami pergi dulu"
Member nuest turun dari panggung, baekho
mengantarkan mereka sampai ke depan
teras mansion. sementara hyunmi masih
berada di atas panggung menggendong jisung, tiba-tiba saja jisung menangis.
hyunmi turun dari panggung, ia bergegas
menuju mansion. sesampai disana, hyunmi
langangaung membawa jiaung menuju kamar
menggendong jisung, ia duduk di tepi ranjang. hyunmi membuka kancing dressnya,
jisung pun mulai menyusu dengan lahap.
"aigoo, rupanya kamu lapar"
Gumam hyunmi sambil memberaihkan kening jisung yang berkeringat, rasa kantuk
mulai hyunmi rasakan, hyunmi bergerak perlahan lalu berbaring di tempat tidur.
tak lama, hyunmi pun tertidur.
Sementara itu di halaman belakang, pesta sudah selesai. para maid sedang merapihkan
meja & kursi, baekho menghampiri salah satu
maid menanyakan keberadaan hyunmi.
"ahjuma, hyunmi dimana?
"nona hyunmi di dalam mansion tuan,"
"ah ne, aku kedalam dulu"
Baekho pun melenggang pergi memasuki mabsion, baekho berjalan menuju kamar mereka yang berada di lantai 1, mengingat
saat hyunmi hamil besar sangat beresiko
jika naik turun tangga, sehingga baekho
memindahkan kamar mereka di lantai 1.
baekho membuka pintu kamar dengan pelan, ia berjalan memasuki kamar.
Senyum baekho terukir, saat melihat istri dan
buah hatinya yang tertidur pulas. wajah damai
mereka membuat baekho tenang, baekho
menggendong jisung memindahkan jisung
kedalam box bayi. setelah itu, baekho membenarkan posisi tidur hyinmi. baekho
menelan ludah, saat melihat kacing dress
hyunmi yang terbuka. kedua gunung kembar
hyunmi menyembul di balik bra, baekho mati
matian menahan gairahnya. tetapi usaha nya
gagal, kali ini baekho tidak bisa menahan diri
lagi, mengingat baekho sudah menahanya
selama 1 bulan, tidak bisa menyetuh hyunmi
tentu sangat membuat baekho tersiksa.
Jadi kali ini baekho memutuskan untuk mengalah pada egonya, dengaan tergesa-
gesa baekho melepas seluruh pakaian yang
ia kenakan, kini baekho sudah shirt less.
baekho menindih tubuh mungil hyunmi,
dengan gerakan pelan, baekho melepas
dress hyunmi, lalu membuangnya asal.
Ciuman baekho yang semula lembut berubah menjadi ciuaman panas & liar, setelah puas
menikmati bibir manis hyunmi, baekho beralih
pada leher jenjang hyunmi. bibir panas baekho menyapu permukaan kulit leher hyunmi yang terasa lembut & wangi,
baekho membuat beberapa kiss mark disana.
Baekho.menggempur hyunmi habis-habisan menyalurkan hasrat yang ia pendam, baekho
menyudahi kigiatannya saat menyadari jika
waktu sudah menunjukan pukul 4sore
baekho menghabiskan waktu bercinta selama
3 jam, sampai melupakan makan siang.
Baekho segera membangunkan hyunmi,
tak lama hyumi pun terbangun.
"weyo oppa? aku masih ngantuk
"bangun scharz sudah sore, kamu belum makan"
"memangnya sekarang jam berapa?
"4 sore"
"astaga, kau benar-benar tidak tau waktu
pantas saja badan ku terasa remuk
"mian, aku terlalu bersemangat"
"oppa aku ingin mandi, tapi aku tak
bisa berjalan"
"cha oppa gendong"
Hyunmi menarik selimut menutupi tubuh polosnya, baekho menggendong hyunmi
membawanya menuju kamar mandi.
"oppa keluar lah"
"weyo? kenapa kamu masih malu malu hmm?
"sudah keluar saja sana"
"baiklah"
Bekho pun keluar dari kamar mandi, hyunmi
segera memulai ritual mandinya. aroma sabun lavender membuat hyunmi rilex,
air hangat sangat ampuh mengurangi
pegal pegal yang hyunmi rasakan. selesai
mandi, hyunmi kembali memanggil baekho
mengingat hyunmi benar2x tak bisa berjalan
gara-gara ulah baekho.
"oppa aku selesai"
"ne scharz"
Baekho kembali memasuki kamar mandi, baekho menggendong hyunmi ala bridal style
hyunmi mengalungkan lengannya pada leher
baekho, baekho membawa hyunmi menuju
dressing room, sesampai disana baekho
mendudukan hyunmi pada kursi yang mengahadp ke arah meja rias.
"hyunmi kau wangi sekali"
Baekho meng edus endus leher hyunmi, hyunmi segera menghentikan baekho ia
tak mau kembali berakhir di atas ranjang.
"geumahae oppa, cepat pergi mandi sana!
"aigoo kamu galak sekali"
Baekho pun keluar dari dressing room lalu
bergegas menuju kamar mandi, selesai
mandi, baekho kembali ke dressing room.
dengan santainya, baekho berganti pakaian
mengabaikan keberadaan hyunmi.
"yakkk kenapa oppa berganti pakaian di depanku?
"memangnya kenapa? lagi pula kau sering
melihatku seperti ini"
Seketika hyunmi menunduk malu, baekho tertawa melihat wajah hyunmi yan merah
padam. selesai berganti pakian, baekho
kembali menggendong hyunmi, membawanya
menuju dapur. sesampai disana, baekho mendudukan hyunmi di kursi dekat kitchen bar.
"oppa, para maid kemana?
"aku menyuruh mereka pulang sebelum
kita bercinta"
"astaga oppa, kenpa kau menjadi mesum sekali eoh?
"aku menjadi mesum karena ulahmu, setelah
melahirkan jisung, kau semakin sexy scharz aku tidak bisa menahan diri untuk menyentuhmu"
"ah sudahlah, aku lapar cepat buatkan makanan"
"ne scharz, tunggu sebentar"
Baekho mulai berkutat dengan peralatan dapur, memasak makanan untuk hyunmi.
sementara hyunmi hanya menopang dagu,
sambil memperhatikan baekho yang sedang
memasak. tak lama baekho pun selesai, baekho menyajikan makanan di kitchen bar
hyunmi mengambil sumpit lalu segera menyantap makanan itu, maklum saja hyunmi
sangat kelaparan mengingat melewatkan
waktu makan siang.
Saat sedang makan, terdengar suara
tangisan jisung dari dalam kamar. hyunmi menghentikan kegiatan maknnya, bergegas
untuk pergi ke kamar, tetapi baekho mencegahnya.
"habiskan makananya, biar aku saja"
"ah ne oppa"
Baekho melenggang pergi menuju kamar mereka, sesampai disana baekho mengambil
jisung dari box bayi, lalu meletakan jisung
di tempat tidur. baekho memeriksa pampers
jisung, ternyata jisung pup. tampa rasa jijik
baekho segera mengganti popok jisung,
setelah selesai, baekho menggendong jisung
lalu membawanya menuju dapur.
"aigoo anak eomma, kenapa menangis heum?
"dia poop"
"kenapa oppa tidak memberitahuku?
"tenang saja, aku bisa mengatasinya"
"oppa makan dulu, sini berikan jisung
padaku"
"ah ne scharz"
Baekho memberikan jisung pada hyunmi,
lalu baekho pun menyantap makan sorenya.
hyunmi menggendong jisung, tiba-tiba saja
jisung menangis.
"aigoo jagoan eomma kenapa?
"mungkin dia lapar scharz"
Hyunmi membuka kancing baju tidurnya,
jisung pun kembali menyusu, hyunmi kembali
memperhatikan baekho yang sedang makan.
hyunmi bersyukur, tuhan menitipkan jisung
di dalam pernikahannya, meskipun pernikahan mereka tidak di dasari dengan cinta tetapi, sekarang keadaanya berubah
kini baekho sangat mencintainya, hyunmi
harap ia bisa terus menghabiskan waktu
dengan baekho sampai tua nanti.
To be continue........