
Pantai Haeundae (해운대 해수욕장)
adalah sebuah pantai yang terletak di
distrik haeundae, kota Busan, Korea Selatan.
pantai ini merupakan objek wisata yang ramai dikunjungi pada musim panas oleh para wisatawan.Karena lokasinya berdekatan dengan pusat kota Busan, bangunan tinggi dan hotel-hotel berjajar di sepanjang pesisir pantai ini.Berbagai festival yang diselenggarakan di Pantai Haeundae sepanjang tahun antara lain perayaan perayaan Jeongwol Daeboreum (Februari), kompetisi berenang Polar Bear di musim dingin, membuat patung dari pasir (Juni), serta Festival Laut Busan (Agustus).Di dekat Pantai Haeundae terdapat objek wisata lain, yakni Pulau Dongbaek, Kepulauan Oryukdo, dan BEXCO (Busan Exhibition & Convention Center).
Usia kandungan hyunmi sudah memasuki
bulan ke 8, berhubung masih ada waktu sebelum lahiran,baekho mengajak hyunmi pergi ke busan untuk menikmati waktu baby
moon.hyunmi sangat antusias mengingat
ia mengidam ingin jalan-jalan di pinggir pantai, untungnya baekho mendapat libur
selama 3 hari sebelum come back
solo nya sehingga baekho segera mengajak
hyunmi menuju buasan.
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam mereka pun sampai di lotte hotel, hotel yang
lokasinya dekat demgan panatai heundae.
baekho memarkirkan mobil terlebih dahulu,
setelah itu baekho & hyunmi keluar dari mobil
lalu berjalan menuju hotel.
mereka menghampiri meja resepsionis, petugas resepsionis menyambut kedatangan
mereka dengan ramah.
"selamat datang di hotel lotte hotel, ada yang
bisa saya bantu?
"reservasi atas nama kang dongho"
"tunggu sebentar saya cek dulu"
Petugas resepsionis segera mengecek data reservasi pengunjung di komputer, setelah itu petugas respsionis memberikan kunci kamar.
"ini kunci kamar nya,ada yang bisa saya bantu lagi?
"tolong antarkan koper saya ke kamar saya,
ini kunci mobil ny"
"baik,nanti room service akan mengantarkan
koper nya ke kamar anda"
"kamsahamnida"
Setelah itu baekho & hyunmi pergi menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai atas,
sesampai di sana mereka pun segera memasuki kamar hotel. hyunmi terkagum saat melihat interior kamar, kamar itu cukup
luas dan nyaman, terdapat balkon yang menghadap langsung ke arah pantai.
"bagimana scharz, apa kau suka kamar nya?
"ne oppa choa, gomawo oppa"
"ne sscharz, kajja aku ingin menujukan
sesuatu padamu"
Baekho menggiring hyunmi menuju balkon,
mereka berdiri di dekat pagar pembatas. baekho memeluk hyunmi dari belakang,
hyunmi kembali berdecak kagum saat melihat
pemandangan pantai dari atas balkon hotel.
suasana pantai terlihat sepi, mengingat mereka berkujung bukan pada waktu liburan
sehingga tidak terlalu banyak orang yang berlalu lalang di pantai, hanya ada beberapa
nelayan yang sedang mencari ikan di laut.
"scharz"
"ne oppa weyo?
Baekho membalik badan hyunmi, sehingga posisi mereka saling berhadapan. baekho
menatap intens pada bibir cherry hyunmi.
baekho mendekatkan wajahnya, mengikis jarak di antara mereka. hyunmi memejamkan
mata saat bibir baekho menyapu permukaan
bibir hyunmi, ciuman baekho terasa lembut
dan memabukan.
"tok tok tok room service"
Gedoran pintu menyadarkan baekho & hyunmi, baekho pun segera melepas tautan
bibir mereka lalu berjalan kembali ke kamar.
sementara hyunmi masih berada di balkon
memandangi pantai.
"tuan,ini koper nya"
"ah ne kamsahamnida"
"apakah ada yang tuan butuhkan lagi?
"untuk saat ini tidak ada"
"baik tuan,jika butuh sesuatu hubungi
saja melalu telepon"
Baekho mengangguk mengerti, setelah itu room service pun pergi. baekho menarik
koper besar itu membawa nya kedalam kamar, setelah itu baekho kembali menghampiri hyumi yang masih berada
di balkon.
"apakah kamu tidak lelah scharz?
tanya baekho sambil memeluk dari belakng
"anio, oppa"
"kita istirahat dulu, nanti sore aku akan
menemani mu jalan-jalan"
"baiklah"
Baekho menggirin hyunmi kembali kekamar hotel, mereka berbaring di atas tempat tidur.
baekho mengelus perut buncit hyunmi yang
sudah membesar, sesekali ia mencium nya.
baekho sudah tak sabar menatikan kelahiran
buah hati mereka.
"aegy cepatlah lahir apa menunggu mu nak"
kata barkho sambil mengelus perut hyunmi
"ne appa bersabarlah"
jawab hyunmi menirukan suara anak kecil
"hyunmi apa kamu sudah menyiapkan
nama untuk bayi kita?
"ne oppa, jika bayi nya perempuan akan
ku beri nama kang hyena, jika laki-laki
aku belum memikirkan nya, apa oppa
ada ide?
"aku sudah menyiapkan nama untuk bayi
laki-laki kita,aku akan menamai nya kang
jinyoung"
"nama yang bagus oppa"
"ne scharz, aku harap bayi kita sehat
dan lahir selamat"
Baekho menarik hyunmi kedalam pelukan nya, perlahan mata mereka mulai terpejam
mereka tertidur dalam posisi saling berpelukan. sore harinya baekho mengajak hyunmi jalan-jalan di pinggir pantai heundae,hyunmi sangat antusias, jika saja dia sedang
tidak hamil besar mungkin hyunmi sudah
berlarian ke bibir pantai.
"scharz kajja kita kesana"
"ne oppa"
Mereka berjalan menuju bibir pantai, baekho
mengambil ranting lalu menuliskan nama mereka. "baekho hyunmi saranghe yeongwonhi" hyunmi mengeluarkan ponsel
pintarnya lalu memotret tulisan baekho di
atas pasir itu,tak lama ombak menerjang
sehingga tulisan itu pun tersapu ombak.
"weyo scharz?
"anio, oppa kajja kita cari kelomang"
"ne chagi, kajja"
Hyunmi & baekho kembali menyusuri pinggir
pantai mencari kelomang, tak terasa waktu
pun semakin sore,langit pun sudah berubah
warna menjadi jingga. tetapi mereka belum
menemukqn kelomang yang mereka cari.
"kemana pergi nya kelomang2x itu?
"kita tunggu saja sampai matahari terbenam,
biasnya kelomang akan mucul saat matahari
tenggelam"
"ne oppa"
Baekho mengggiring hyunmi menuju kursi
pantai, mereka menunggu di sana.waktu pun
berlalu, matahari pun hampir tenggelam hyunmi segera mengajak baekho ke bibir
pantai untuk mengambil foto berlatar belakng
sundown.
"hana dul set kimchi"
Baekho & hyunmi tersenyum ke arah kamera ponsel, mereka mengbil beberapa foto. setelah slesai, mereka bergegas kembali ke hotel mengingat langit mulai gelap.hyunmi menghentikan langkah nya saat melihat seekor kelomang yang melintas, hyunmi
berjongkok lalu mengambil kelomang itu.
krlomang itu pun bersembunyi ke dalam
cangkang nya.
"Weyo scharz?
"aku mendaptkanya oppa"
Jawab hyunmi senang sambil menujukan kelomang itu pada baekho, baekho tersenyum
menampilkan dimple nya. setelah itu mereka
kembali berjalan menuju hotel, baekho & hyunmi pergi ke restoran terlebih dahulu
mengingat hyunmi sudah lapar, padahal
baru jam 6 masih terlalu awal untuk makan
malam,tetapi baekho memaklumi nya mengingat itu merupakan keinginan sang
jabang bayi.
Sesampai di restoran hotel, baekho & hyunmi mencari tempat duduk,baekho memanggil witters. baekho memesan beberpa hidangan laut, witters itu mencatat pesanan lalu kembali menuju dapur. sambil meninggu,
barkho kembali membuka percakapan.
"hyunmi, jika lahiran nanti apakah orangtua
mu akan berkunjung kesini?
"entahlah oppa, aku tidak yakin
oppa tau sendirikan mereka sangat sibuk"
jawab hyunmi sedikit sedih"
"ne scharz, tenang saja meskipun tak ada orangtua mu ibuku akan membantu
mu mengurus bayi kita"
"tapi oppa, apakah tidak merepotkan?
"tentu saja tidak scharz, mereka sudah menantikan cucu mereka sejak lama
tentunya ibuku sangat antusias"
Tak lama witters pun datang menyajikan beberapa hidangan laut, serta es kelapa
muda. selesai menyajikan makanan witters
pun kembali ke dapur, hyunmi menelan ludah
saat melihat hidangan laut yang sangat
mengugah selera.
"cha makanlah"
Hyunmi pum mulai menyantap hidangan laut,
mulai dari kepiting saus madu, cumi pedas
manis,ikan bakar, baby gurita pedas,sup ikan
dan hidangan lainnya.sementara baekho
hanya memperhatikan hyunmi,yang makan
dengan lahap nya.
"oppa kenapa tidak makan?
"aku belum lapar scharz, habiskan saja"
"baiklah"
Hyunmi kembali menyantap hidangan laut itu,
sementara barkho menyeruput es kelapa muda sambil memperhatikan hyunmi yang
sedang makan, beberpa menit kemudian
hyunmi telah selesai makan. semua hidangan
habis tak tersisa, membuat baekho melongo
baekho & hyunmi pun bergegas menuju kasir
baekho memberikan black card nya, setelah
pembayaran selesai, mereka pun kembali ke
kamar hotel.
"scharz aku mandi dulu ya"
"ne oppa"
Baekho pun melenggang memasuki kamar mandi, sementara hyunmi segera merapihkan
baju dan memasukan nya kedalam lemari.
beberapa menit kemudian baekho pun keluar
dari kamar mandi, ia berjalan menuju lemari
yang letak nya berada di samping tempat tidur. hyunmi menelan ludahnya kasar, saat
melihat penampilan baekho, yang hanya mengenakan haduk yang menutipi bagian
bawahnya, sehingga abs nya terpampang jelas.
"apa yang ada di otak cantik mu scharz?
hyunmi tersadar dari lamunan nya,
baekho duduk di tepi ranjang, baekho
sudah rapi mengenakan baju tidur.
"anio, aku mandi dulu oppa"
Hyunmi bangkit dari duduknya, ia membuka
lemari lalu mengambil handuk dan pakaian
secara asal, hyunmi pun memasuki kamar
mandi.hyunmi berendam di bathub, lilin aroma membuat hyunmi rilex, hyunmi tertidur
beberpa menit. tetapi hyunmi kembali tersadar saat m3ndengar gedoran pintu.
"scharz, apa kamu baik-baik saja?
"ne oppa, sebentar lagi aku selesai"
Hyunmi pun segera menyelesaikan kegiatan
mandi nya, lalu berganti pakaian. hyunmi merutuki kebodohannya, ia salah membawa
baju. terpakasa ia memakai lingerie berwarna
hitam itu, hyunmi keluar dari kamar mandi
dengan ragu ia berjalan menuju tempat tidur.
baekho terkejut saat melihat hyunmi mengenakan pakaian transparan itu, badan
hyunmi yang sedang berisi membuat hyunmi
terlihat semakin sexy. baekho mencoba menahan gairahnya, semenjak hamil besar
ia tak berani menyentuh hyunmi, karena takut
menyakiti si jabang bayi.
Baekho berbalik memunggungi hyunmi, hal itu membuqt hyunmi berpikir jika baekho
marah pada nya. mata hyunmi berkaca-kaca
ia lun mulai terisak, baekho membalikan badan, dia cukup terkejut saat melihat mata
hyunmi yang sembab.
"kenapa kau menangis scharz?
"oppa menghindariku hikss,apa oppa marah
karena tadi aku makan banyak?
"anio, bukan seperti itu scharz
uljima, jika kau sedih aegy akan ikut sedih"
Perlahan tangis hyunmibpun mulai berhenti,
baekho mendekap hyunmi kedalam pelukannya, ia mengelus rambut hyunmi
dengan gerakan lembut. perlahan nafas
hyunmi mulai teratur, hyunmi pun tertidur.
baekho melepas pelukannya, ia turun dari
tempat tidur lalu berjalan menuju kichen bar.
Bekho membuka kulkas, ia mengambil bebrapa bahan makanan lalu mulai memasak.
setelah selesai, baekho pun menikmati makan malam nya. selesai makan baekho
mencuci peralatan dapur lalu, menaruh kembali ke tempat semula. setelah selesai
baekho pun kembali ketempat tidur.
barkho memandangi wajah cantik hyunmi
yang sedang tertidur, hyunmi terlihat cantik
seperti bidadari yang turun dari kayangan.
jika saja hyunmi sedang tidak mengandung
mungkin saat ini, baekho sudah menerkam
nya habis-habisan,tetapi baekho mencoba
menahan diri. tangan barkho mengelus wajah
hyunmi dengan gerakan lembut, tiba-tiba saja
mata hyunmi terbuka.
"Apa aku menganggu tidurmu?
"anio, aku haus oppa"
Baekho mengambil air dari atas nakas,lalu
memberikan nya pada hyunmi. hyunmi meneguk air itu hingga tersisa setengah ny.
baekho pun kembali menaruh gelas itu ke
atas nakas.
"ingin tidur lagi scharz?
"anio, aku ingin makan anggur"
"chakaman, aku ambil kan"
Baekho bangkit dari tempat tidur, ia berjalan
menuju mini kitchen. baekho mengambil anggur dalam kulkas, baekho mencuci terlebih dahulu, menaruh ny di piring
baekho pun kembali menuju tempat tidur.
"ini scharz anggur nya"
"aku ingin menikmati ny melalu bibirmu"
kata hyunmi sambil menunduk malu
"apa kau mencoba menggodaku scharz?
tanya baekho sambil menampilkan smirik ny
"ini bukan keinginanku, tapi aegy"
"baiklah, aku akan menuruti keinginanmu"
Baekho mengambil sebutir anggur lalu memasukan kedalam mulutnya, baekho
menempelkan bibirnya pada bibir hyunmi
mengoper buah angggur itu. hyunmi melepas
tautan bibir mereka, lalu mengunyah anggur itu.
"bagimana scharz ingin lagi?
"aku sudah tak ingin makan anggur
aku mengantuk"
Hyunmi menarik selimut memunggungi baekho, baekho menghela nafas mencoba
bersabar. baekho mengambil ponsel pintar
nya, lalu ia mulai memainkan game online
yang sedang trend, ia sudah membuat grup
sehingga bisa bermain bersama member nuest,waktu berlalu begitu cepat, tak terasa
jam sudah menujukan pukul 00.01 malam
permainan pun telah usai, baekho mematikan
ponsel lalu mengisi daya.
Baekho memejamkan mata mencoba untuk
tertidur, tetapi saat baekho akan terlelap. baekho meraskan hembuasan di sekitar leher
nya, hal itu sukses membuat baekho merinding. baekho mencoba untuk tertidur,
ia tak berani membuka mata, tetapi lama kelamaan bukan hanya sekedar hembuasan
nafas yang meniupi lehernya, baekho merasa
kan seperti ada yang menciumi leher nya.
Hal itu membuat baekho semakin ketakutan,
jujur saja baekho dibalik sifat pemberani nya
bekho menyimpan rahasia, yaitu takut terhadap mahluk gaib, karena saat baekho
kecil ia sempat melihat penampakan di rumah neneknya. baekho memaksakan diri.untuk tertidur, tetapi lama kelamaan ia merasakan jika elusan di sekitar perutnya.
Hal itu tentu saja membuat baekho trun on,
baekho menyingkirkan rasa takutnya. baekho
membuka mata, baekho sangat terkujut saat
melihat hyunmi yang sedang mengelus abs ny.
"apa yang kau lakukan scharz?
"aku merindukan mu oppa"
"tapi scharz aku takut menyakitimu"
"aku sudah bertanya pada dokter, kita
boleh melakukan ny, asal dengan lembut"
"baiklah aku tidak akan kasar"
Baekho menindih tubuh hyunmi, baekho mendekatakn wajah nya. bibir baekho menyapu permukaan bibir hyunmi, perlahan
hyunmi mulai membalas ciuman baekho
mencoba mengimbangi permainan baekho.
dengan gerakan lihai, jari-jari hyunmi membuka kancing baju tidur baekho, lalu
membuang nya asal. kini abs baekho terpam
pang dengan jelas membuat hyunmi kembali
menelan ludah. hyunmi mengelus abs baekho
dengan geran sensual, baekho melepas tautan bibir mereka lalu tersenyum menampil
kan seringaian nya.
"kau sudah membangunkan singa yang
lapar, jangan salahkan aku jika malam
ini aku menerkam mu habis2x san"
Hyunmi bergidik ngeri, setelah itu baekho
kembali melanjutkan kegiatan nya yang
sempat tertunda. setelah beberpa kali mencapai klimas, baekho pun berhenti
karena tak tega melihat hyunmi yang kelelahan. baekho menarik hyunmi kedalam
pelukannya, menyalurkan rasa hangat melalui
tubuh nya. baekho enggan mengambil selimut yang teronggok di lantai, perlahan
mata baekho mulai terpejam ia pun mulai
menyelami alam mimpi.To be continue