My Second Wife Is My Fansgiril

My Second Wife Is My Fansgiril
Baby Room Decor



Hari berganti bulan, tak terasa usia kandungan hyunmi sudah memasuki


usia 8 bulan,tinggal menunggu 1 bulan


lagi, bayi mereka akan segera lahir.


baekho sangat antusias menyambut hari kelahiran sang buah hati, baekho sudah


menyiapkan kamar untuk bayi pertamanya.


Hari ini baekho akan mengajak hyunmi untuk berbelanja perabotan untuk kamar bayi mereka,saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju ikea mall yang khusus menjual berbagai furniture dan perabot rumah tangga. setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, mobil pun berhenti di parkiran pusat perbelanjaan itu.


Baekho-hyunmi turun dari mobil, mereka berjalan memasuki gedung pusat perbelanjaan. baekho-hyunmi menaiki


eskalator menuju lantai 4, tempat furniture


khusus bayi. beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di lantai 4. baekho-hyunmi, berjalan menuju salah satu toko


yang menjual furniture khusus kamar bayi.


"selamat datang di toko kami, ada yang bisa kami bantu?


tanya penjaga toko, menyambut kedatangan


baekho-hyunmi ramah.


"kami sedang mencari tempat tidur untuk bayi"


"kebetualn sekali, toko kami seda koleksi baru


mari ikut saya ke sebelah sana"


Baekho-hyunmi mengikuti petugas toko, untuk melihat koleksi tempat tidur bayi


terbaru. sesampai di sana, baekho-hyunmi


melihat-lihat tempat tidur untuk bayi itu.


baekho-hyunmi bingung menentukan pilihan,


karena hampir semua tempat tidur itu terlihat


lucu.






"bagimana tuan,nona mau pilih yang mana?


"tunggu sebentar, saya diakusikan dulu dengan istri saya"


Petugas toko mengangguk mengerti, baekho hyunmi berunding mendiskusikan tempat tidur mana yang akan mereka pilih, dan mereka sepakat untuk memilih tempat tidur


yang pertama. alasannya karena, tempat tidur


itu terlihat lucu meskipun desain nya simple.


"kami ambil tempat tidur yang pertama saja"


"baik tuan, mari ikut saya ke kasir"


Baekho-hyunmi mengikuti petugas toko menuju kasir, sesampai disana baekho memberikan kartu black card itu pada petugas toko. setelah pembayaran selesai,


petugas toko mengembalikan black card


itu kepada baekho.


"terimakasih atas kunjungannya, tempat tidur bayi nya akan langsung di kirim ke alamat anda hari ini juga"


"ah ne, kamsahamnida"


Setelah itu, baekho-hyunmi keluar dari toko itu. mereka kembali menaiki eskalator menuju lantai dasar, sesampai di sana baekho-hyunmi meneruskan langkah menuju pintu keluar dan berjalan menuju parkiran.


"scharz, sekarang mau kemana lagi?


"pusat perbelanjaan, aku ingin membeli


perlengkapan bayi"


Baekho kembali melajukan mobil menuju pusat perbelanjaan terlengkap yang berada di pusat kota seoul, setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam mereka pun


sampai. baekho-hyunmi turun dari mobil,


mereka berjalan memasuki pusat perbelanjaan.


"scharz sekarang kita kemana?


"lantai 5 oppa"


Baekho mengekori hyunmi yang berjalan mdmasuki lift, hyunmi menekan tombol


menuju lantai 5 pintu lift pun tertutup. lift


mulai berjalan menuju lantai 5, beberapa


menit kemudian lift kembali terbuka saat


sudah sampai di lantai 5. baekho-hyunmi


keluar dari lift, lalu berjalan menuju toko


yang menjual perlengkapan bayi.


Mata hyunmi berbinar saat melihat berbagai


pernak-pernik bayi yang terlihat lucu dan menggemaskan, hyunmi berjalan menuju


stand baju bayi, memilih beberapa baju bayi


yang cocok untuk bayi laki-laki.


"oppa lihat, mana yang lebih lucu?




"kedua nya lucu, belu saja semua"


"baiklah"


Hyunmi memasukan kedua baju itu kedalam tas bening,lalu ia beralih ke etalase lain melihat-lihat baju hangat bayi,yang lucu-lucu.


hyunmi mengambil dua setel baju hangat yang terlihat lucu, ia kembali bingung menentukan pilihan, hyunmi pun meminta


pendapat baekho.


"oppa, lihat lah mana yang lebih lucu?



r


"kalo aku pilih yang pertama scharz"


"tapi aku lebih suka yang ke dua oppa"


"ya sudah,ambil yg kedua saja"


Hyunmi memasukan jaket pilihan nya ke dalam tas bening, mereka kembali menerusakan kegiatan belanja nya.


"scharz aku ke toilet dulu, tidak apa kan


aku tinggal sebentar?


"ne oppa, gwaenchana"


Baekho pun melenggang pergi meninggalkan hyunmi yang masih betah berada di dalam toko baju bayi itu, hyunmi menghentikan langkah nya saat melihat kaos kaki bayi yang


terpajang di etalase toko.



Saat hyunmi akan mengambil kaus kaki bayi


itu, tiba-tiba saja seorang wanita etah datang nya dari mana langaung mengambil kaus kaki bayi itu dari etalase. hal itu tentu saja membuat hyunmi kesal, hyunmi pun angkat


bicara.


"maaf nona,itu kaus kaki pilihan ku


aku yang lebih dulu melihat nya"


"memang nya kau sudah membeli nya?


tidak kan?itu artinya aku bisa memiliki nya"


"bukankah tidak sopan, jika mengambil barang pilihan orang lain?


tanya hyunmi sedikit menyundir, wanita itu


terpancing emosi ia mencengkram pergelangan tangan hyunmi dengan kasar.


"apa kau mencari masalah denganku?


hyunmi meringis saat wanita itu mencengkram pergelangan tangannya,


dari kejauhan baekho melihat hyunmi yang


sedng bersiteru dengan wanita lain, baekho


pun segera menghampiri hyunmi.


"ada apa ini?apa yang kau lakukan pada istriku?


"dia yang mulai duluan"


"lepaskan tangan istriku!


Wanita itu pun melepaskan cengkramannya,


baekho menatap wanita iti dengan tatapan


tajamnya.


"bisakah kau bersikap lembut pada wanita hamil?


"aku tidak akan bersikap kasar jika


istrimu tak memulai nya"


"sudahlah oppa,lebih baik kita pergi"


Baekho pun menurut, baekho menggiring


hyunmi menuju kasir. setelah pembayaran


selesai, baekho-hyunmi meninggalkan toko


itu menuju restoran burger king, mengingat


mereka belum sempat makan siang.


"scharz kamu pasti lelah, duduklah"


"ah ne, oppa"


Hyunmi pun duduk, baekho segera memanggil witters untuk memesan


makanan dan minuman, sambil memunggu


pesanan datang, baekho kembali membuka


obrolan.


"kita berebut kaus kaki bayi, padahal aku yang


lebih dulu melihat nya, tapi dia langsung mengambilnya"


"astaga,hanya masalah sepele seperti itu


kenapa dia kasar sekali"


"sudahlah oppa, aku tidak ingin membahasnya membuat kesal saja"


Tak lama,witters datang menyajikan burger


dan minuman di atas meja.


"selamat menikmati"


setelah menyajikan makanan dan minuman,


witters pun kembali ke dapur. mata hyunmi


berbinar saat melihat burger yang terlihat


sangat menggugah selera, membuat hyunmi


menelan ludah nya.



"oppa, bolehkah aku makan sekarang?


"ne scharz, habiskanlah aku sengaja memesan banyak"


"gomawo oppa"


Hyunmi pun mulai menyantap burger king itu dengan lahap, baekho tersenyum saat melihat pipi hyunmi yang menggembung karena menelan makanan, hyunmi terlihat sangat menggemaskan. semenjak hamil, nafsu makan hyunmi meningkat. hyunmi sering


terbangun di malam hari karena lapar, mungkin karena bawaan si jabang bayi.


"ah kenyang sekali, oppa ayo kita pulang


aku mengantuk"


"chakaman,kita bayar dulu"


Baekho memanggil witters, tak lama seorang witters menghampiri meja mereka. baekho memberikan beberapa lembar uang won pada


witters itu, selesai membayar baekho-hyunmi


meninggalkan restoran burger king dan melanjutkan perjalanan menuju mansion.


Selama dalam perjalanan pulang, tidak ada yang membuka percakapan. baekho fokus


menyetir, sementara hyunmi tertidur pulas.


sesekali baekho tersenyum saat melihat wajah cantik hyunmi melalui kaca spion.


setelah menempuh perjalanan selama 2jam


mobil pun berhenti di pekarangan mansion,


baekho turun dari mobil,ia menggendong


hyunmi ala bridal style membawanya


memasuki mansion.


Baekho cukup kewalahan, mengingat hyunmi cukup berat. baekho membawa hyunmi menuju kamar tamu yang berada di lantai 1,


semenjak hyumi hamil besar,baekho memutuskan pindah kamar, karena ia tak tega melihat hyunmi kelelahan harus naik turun tangga.


Baekho memabringkan hyunmi di atas kasur king size, baekho menarik selimut menutupi


sebatas dada. baekho melenggang pergi keluar dari kamar menuju kamar bayi. sesampai di sana,terlihat ren,jonghyun,aron


dan minhyun yang menunggu kamar bayi.


"akhirnya tuan rumah datang juga"


"baiklah,kita mulai saja mendekornya


selagi hyunmi masih tidur"


"siap bos"


Baekho membagi-bagi tugas pada member nuest, ren mendapat tugas memasang gorden, minhyun mendapat tugas menghias


dinding dengan pernak-pernik,aron mendapat


tugas memasang karpet dan merapihak sofa


sementara baekho memasang tempat tidur


bayi. beberapa jam kemudian, member nuest


telah menyelesaikan dekorasi kamar bayi itu.


mereka cukup puas dengan hasilnya, yang


melebihi ekspetasi.



"bagaimana baekho?


"kerja bagus kawan,aku yakin hyunmi suka"


"syukurlah,anggap saja ini hadiah dari kami


untuk bayi kalian"


"gomawo,brother"


Setelah itu, member nuest pamit pulang karena sudah sangat sore. baekho menawari


mereka untuk ikut makan malam, tetapi mereka menolaknya dengan alasan tidak


ingin menganggu baekho-hyunmi, baekho


pun membiarkan member nuest pulang.


baekho kembali menuju kamarnya, terlihat


hyunmi yang baru saja keluar dari kamar


mandi.


"oppa dari mana saja?


"aku tadi pergi ke dorm sebentar"


"oh begitu,oppa aku sudah menyiapkan


air hangat"


"baiklah,aku mandi dulu"


Baekho pun melenggang pergi menuju kamar mandi, sambil menunggu baekho selesai mandi, hyunmi menyiapkan pakaian ganti


untuk baekho,lalu hyunmi pergi ke dapur


untuk membantu han ahjuma menyiapkan


makan malam. selesai makan malam,


baekho mengajak hyunmi menuju kamar bayi.


"oppa,kenapa kamar nya gelap sekali"


"chakaman,aku nyalakan lampu nya"


Lampu pun menyala, hyunmi terkejut saat melihat dekorasi kamar bayi mereka yang


sesuai dengan ekspetasi, hyunmi tak menyangka jika baekho bisa mendekor


kamar bayi itu dengan waktu yang singkat.



"bagimana scharz, apa kamu suka?


"aku sangat suka, tapi bagaimana bisa


oppa mendekor nya dalam waktu yang singkat?


"member nuest membantu"


"aku berhutang budi pada mereka"


"tadi aku menawari mereka makan malam


tapi mereka menolaknya"


"kenapa?


"katanya,tidak ingin menganggu kita"


"aigoo ada-ada saja"


"ah pegal sekali"


"aku bantu scharz"


Baekho menggiring hyunmi untuk duduk di sofa yang tak jauh dari tempat tidur bayi,


hyunmi bersandar pada bahu lebar baekho,


hyunmi menatap pada tempat tidur bayi itu.


sebuah senyuman terukir di wajah cantik


hyunmi, membuat baekho bertanya tanya.


"weyo scharz?


"aku sedang membayangkan, bayi kita jika sudah mendmpati kamar ini, suara tangisan nya akan memenuhi kamar ini, aku sudah tidak sabar menunggu kelahiran bayi kita"


"ne scharz aku pun begitu, aku sangat menantikan kelahiran jagoan kita, aku tak sabar mendengar tangisannya, rasa nya


aku ingin segera menjadi seorang ayah"


"oppa, jika anak kita lahir apa oppa akan mengumumkan nya pada para fans?


"tentu saja scharz, mereka pasti akan ikut


senang mendengar kabar kelahiran bayi kita"


"lalu bagaimana dengan sesaeng fans?


"kau tidak usah memikirkanya, mereka tidak akan berani mengusik mu, karena aku sudah


memperketat keamanan"


"gomawo oppa"


"ne scharz"


Baekho mengecup kening hyunmi, lalu ia menggendong hyunmi menibggalkan kamar


bayi menuju kamar mereka. mengingat waktu


sudah cukup malam,hyunmi butuh istirahat.


To be continue...................