
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa baby jisung sudah berusia 2 bulan. baby jisung semakin aktif, baby jisung dapat melakukan gerakan tangan dan kaki bersamaan, mengangkat kepalanya sendiri sekitar 45
derajat hingga 90 derajat, berceloteh ria dan menunjukan respon saat melihat orang di sekitarnya. Semenjak baby jisung semakin
aktif, hyunmi semakin ketat mengawasi jisung.
Hyunmi tidak terlalu repot mengurusi urusan rumah tangga, mengingat sudah ada kim ahjuma yang membantu mengurus rumah.
sehingga hyunmi hanya perlu fokus, mengurusi baby jisung dan keperluan baekho. mengenai kuliah hyunmi, hyunmi
sudah menyelesaikan sidang skripsinya,
berkat bantuan baekho hyunmi mendapat
nilai A dan mendapat gelar cumlaude.
Perjuangan hyunmi untuk meraih gelar sarjanatidak lah mudah, terlebih lagi saat itu hyunmi sedang mengandung baby jisung. tetapi berkan dukungan dari baekho dan kedua sahabatnya, hyunmi mampu menyelesaikan studi nya, sehingga kini
hyunmi tinggal menunggu wisuda saja.
Setelah kuliah nya selesai dan baby jisung lahir, hyunmi lebih banyak menghabiskan
waktu di rumah mengurusi baby jisung.
terkadang hyunmi bosan, tetapi berkat
kedua teman kuliah nya yang sering
berkunjung, hyunmi tidak terlalu bosan.
Saat ini hyunmi sedang berada di ruang tengah, menonton tv sambil mengawasi baby jisung yang sedang asik dengan mainan nya. meskipun belum bisa merangkak, baby jisung cukup aktif, baby jisung suka sekali menggigiti mainan nya, sesekali baby jisung berceloteh, membuat hyunmi gemas dan mendaratkan ciuman di pipi tembam jisung.
Saat sedang asik mton tv sambil memperhatikan baby jisung, ponsel hyunmi berdering. terlihat nama ...... dilayar ponsel.
hyunmi segera mengangkat telepon.
"yeobseo..... ada apa?
"hyumi, bolehkah kami main ke rumah mu?
"tentu saja, datanglah aku sangat
merindukan kalian"
"ok, kami berangkat sekarang"
Pip mereka menghairi telepon, hyunmi menaruh ponsel pintarnya di atas meja.
hyunmi bangkit dari duduknya lalu berjalan
menuju dapur, sesampai di sana hyunmi
menghampiri kim ahjuma.
"ahjuma, sebentar lagi teman-temanku datang
tolong diapkan camilan dan minuman"
"baik nona, nanti ahjuma antarkan ke ruang tengah"
"gomawo ahjuma"
Hyunmi kembali ke ruang tamu, kim ahjuma tersenyum. kim ahjuma sangat kagum pada hyunmi, mengingat hyunmi sangat sopan dan memperlakukanya dengan baik.
"ma ma ma ma"
"aigoo anak eomma pintar sekali"
Hyunmi sangat gemas saat mendengar baby jisung yang mulai berceloteh, hyunmi kembali menciumi pipi gembul jisung, jisung tertawa karena merasa geli. wajah jisung sangat mirip dengan baekho, sehingga jika hyunmi merindukan baekho, hyunmi tinggal memandangi wajah jisung saja.
Tak lama suara bel berbunyi, hyunmi bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju pintu. pintu terbuka, terlihat dua sahabatnya yang
berdiri di ambang pintu.
"yampun akhirnya datang juga"
Hyunmi berhambur memeluk kedua sahabatnya itu, hyunmi sangat merindukan
krdua sahabatnya, mengingat sudah lama sekali mereka tidak main ke rumah hyunmi.
terakhir kali mereka berkunjung, saat ulang tahun jisung yang ke 1 bualan.
"ayo masuk"
Hyunmi menggiring kedua sahabatnya memasuki rumah. mereka langsung menghampiri jisung di ruang tengah.
"aigoo baby j lucu sekali"
"aduh semakin menggemaskan saja"
Kedua sahabat hyunmi sibuk bermain dengan baby j, tak lama kim ahjuma menghampiri ruang tengah menyajikan minuman dan camilan. setelah selesai, kim ahjuma kembali kedapur, karena masih banyak pekerjaan.
"ayo minum dulu"
"gimawo hyunmi"
Mereka mengambil gelas lalu meminum orang jus itu, orange jus itu sangat menyegarkan di nikmati saat cuaca panas
seperti ini. setelah menikmati orange jus,
mereka membuka sesi curhat.
"hyunmi aku ingin curhat"
"aku juga hyunmi"
"yakk kenapa kau malah ikut ikutan"
"aku tidak ikut-ikutan, dari tadi aku
sudah berniat ingin curhat pada hyunmi"
"sudah-sudah jangan bertengkar, klaian
suit saja yang menang yang curhat duluan"
Mereka menuruti perkataaan hyunmi, mereka bersuit dan ...... yang menang sehingga dia curhat terlibih dahulu.
"jadi apa yang ingin kamu ceritakan?
"ini tentang aron dan jonghyun"
"mwo? maksudmu member nuest?
"yakkk bisakah kau tidak menyela,
aku belum bercerita"
"aku kan hanya penasaran"
"sudah-sudah, lanjutkan ceritamu
aku akan menyimak"
.........mulai bercerita pada hyunmi, dia menceritakan tentang aron dan jonghyun yang gencar mendekatinya, mengingat
........ bekerja di pledis entertaiment sehingga
........ sering bertemu dengan aron dan jonghyun.
"aku rasa mereka tertarik padamu"
"pantas saja tingkah mereka sangat
aneh hyunmi"
"lalu mana yang kamu suka, aron atau
jonghyun?
"entahlah, aku bingung hyunmi"
"jangan terburu-buru dalam menentukan pilihan, kenali saja mereka terlebih dahulu
mana yang membuatmu nyaman itulah yang
kamu pilih"
"gomawo hyunmi, aku akan mengikuti saranmu"
"semangat semoga berhasil"
Setelah ....... selesai curhat, giliran ......... yang curhat pada hyunmi. dia menceritakan keluh kesahnya pada hyunmi, dia sangat kesal karena ibunya terus mengomel karena........
belum mendapat pekerjaan, ibunya mengancam jika dia terus menganggur
ibunya akan menjodhkan nya dengan
pria kaya. hyunmi dan....... tertawa terbahak
bahak saat mendengar keluhan........ yang
terdengar seperti cerita di drama-drama.
"yakkk tega sekali kalian menertawakanku"
"mianhe, habis kau lucu sekali sih"
"lalu aku harus bagaimana?
"carilah pekerjaan, agar ibumu berhenti
mengomelimu"
"hyunmi benar, kau jang terus terusan bermalas-malasan di rumah"
"yakk kau pikir aku di rumah hanya bermalas malasan hah? aku juga memiliki kerjaan sebagai penulis, biar pun baru pemula tetapi gaji nya lumayan"
"ne araseo, terserah padamu saja jika kau terus seperti itu, siap2x saja kau akan di jodohkan"
"hyunmi, aku harus bagaiman?
aku tak mau di jodohkan"
"nanti aku akan mencoba menghubungi
pamanku, siapatau pamanku ada lowongan
pekerjaan"
"gomawo hyunmi"
.......berhambur memeluk hyunmi, ...... beruntung memiliki teman seperti hyunmi
yang selalu setia menndengar curhatannya
dan memberi solusi antas permasalahannya.
waktu berlalu begitu cepat, langit sudah berwarna jinga menandakan jika sudah
memasuki sore hari, kedua sahabat hyunmi
pun pamit pulang.
"hyunmi terimakasih untuk hari ini,
kami pulang dulu ya"
"sama-sama, sering-seringlah main kesini
aku sangat kesepian"
"siap, lainkali kamu akan berkunjung lagi"
Hyunmi mengantarkan kedua sahabatnya sampai kedepan pintu, mereka memasuki mobil, tak lama mobil pun melaju meninggalkan pekarangan rumah.
"oeek oeek"
Hyunmi menutup pintu, lalu menghampiri baby jisung. hyunmi menggendong baby jisung, lalu memberikan asi. tangis baby
jisung pun berhenti, setelah baby jisung selesai menyusu. hyunmi membawa baby
jisung menuju lantai 2, hyunmi meletakan
baby jisung di atas tempat tidur, hyunmi
meletakan bantal guling sebagai penghalang
agar baby jisung tidak jatuh.
Hyunmi berjalan menuju kamar mandi, menyiapakan air hangat untuk memandikan baby jisung, setelah selesai hyunmi keluar dari kamar mandi, membawa handuk sambil
menggendong baby jisung menuju kamar mandi. Hyunmi meletakan baby jisung di tempat mandi khusus bayi, baby jisung tertawa sambil memainkan bebek karet. baby jisung sangat suka bermain air,
sehingga tidak terlalu sulit saat di mandikan.
Hyunmi menuangkan sabun cair pada telapak tanganya, dengan gerakan lembut hyunmi menyabuni baby jisung, baby jisung malah
tertawa karena merasa geli. selesai mandi,
hyunmi membalut baby jisung dengan handuk, hyumi menggendong baby jisung
membawa nya keluar dari kamar mandi.
Hyunmi meletakan baby jisung di atas tempat tidur, hyunmi menuangakan minyak telon pada telapak tangan, lalu mengoleskan pada perut jisung, lagi-lagi jisung tertawa karena
merasa geli. hyunmi menuangankan bedak bayi, lalu mengolesekan pada tubuh baby
jisung. setelah selesai, hyunmi menerapkan
popok, dan memakaikan baby jisung baju.
Hyunmi tersenyum puas saat melihat baby jisung yang sudah wangi, dan mengenakan
baju yang sangat lucu.
Hyunmi mengambil ponsel pintarnya di atas nakas, lalu memotret baby jisung. hyunmi
mengirinkan foto itu pada baekho, hyunmi
menaruh kembali ponselnya di atas nakas,
hyunmi kemabli membentengi baby jisung
dengan bantal guling, mengingat hyunmi
akan meninggalkannya sebentar untuk mandi.
Hyunmi mengisi bathub terlebih dahulu dengan air hangat, tubuh hyunmi terasa
pegal, sehingga hyunmi butuh air hangat
untuk merileks kan otot-ototnya. sambil
menunggu air bathub penuh, hyunmi
mengambil lulur beraroma bunga rose,
hyunmi pun memulai ritual luluranya.
Meskipun sudah memiliki bayi, hyunmi
tak pernah absen untuk merawat diri.
mengingat ia memiliki suami tampan
seperti baekho, hyunmi harus menjaga
penampilan agar baekho tak tergoda
dengan wanita di luaran sana.
Selesai luluran, hyunmi masuk kedalam air hangat yang sudah berisi busa beraroma
mawar. airi hangat dan aroma mawar membuat hyumi merasa rileks. 30 menit
kemudian, hyunmi telah selesai dengan
kegiatan mandinya, hyunmi keluar dari
kamar mandi, lalu memeriksa baby jisung.
Hyunmi bernafas lega, saat melihat baby jisung yang sedang anteng memainkan
mainannya. hyunmi mengambil ponsel
dari atas nakas, lalu hyunmi melenggang
menuju dressing room. hyunmi mengecek
kembali ponselnya, hyunmi kecewa saat
baekho tidak membalas pesannya.
tiba-tiba sebuah ide muncul di benaknya.
hyunmi memakai lingerie berwarna merah
menantang, hyunmi berpose dengan gaya
sensual.hyunmi mengambil beberapa foto,
lalu mengirimkan foto itu pada baekho.
Tak lama ponsel hyunmi bergetar, hyunmi
tersenyum saat melihat balasan
pesan dari baekho.
"apa kamu mencoba menggoda ku scharz?
"kamu harus menerima hukuman malam ini"
"memangnya malam ini oppa pulang kerumah?
"malam ini aku tidak menginap di dorm,
tunggu saja scharz"
Hyunmi sangat senang, saat baekho mengabari jika akan pulang ke rumah.
mengingat sudah hampir seminggu baekho
tidak pulang ke rumah, baekho sangat sibuk
mengingat nuest baru saja come back,
sehingga baekho menginap di dorm nuest.
Setelah puas menggoda baekho, hyunmi kembali mengganti pakaian. hyunmi memilih piama berwarna pink yang cukup sopan.
selesai berganti pakaian, hyunmi keluar dari
dressing room. hyunmi menghampiri tempat
tidur, hyunmi menggendong baby jisung
membawanya menuju lantai1.
Hyunmi berjalan menuju dapur, hyunmi ingin memasak makan malam untuk baekho. untuk menyambut kepulangan baekho.
"kim ahjuma, tolong jaga jisung sebentar
aku ingin memasak untuk baekho"
"baik nona"
Hyunmi memberikan baby jisung pada kim ahjuma, kim ahjuma pergi keruang tengah
karena tak ingin menganggu kegiatan memasak hyunmi. Hyunmi mengambil apron,
lalu mengenakan apron terlbih dahulu agar
baju tidur nya tidak kotor.
Hyunmi mengambil bahan-bahan segar dan bumbu dari dalam kulkas, hyunmi mencuci sayur dan daging terlebih dahulu, setelah itu
hyunmi mulai berkutat dengan peralatan dapur memasak makan malam untuk baekho.
dua jam kemudian, hyunmi pun selesai.
hyunmi menata masakannya di atas meja,
hyunmi tersenyum puas saat melihat
masakannya yang tersaji di atas meja.
Hyunmi harap, dengan cara ini baekho akan
semakin betah di rumah. sehingga baekho
tidak sering menginao di dorm nuest. selesai
memasak, hyunmi berjalan menuju ruang
tengah. hyunmi menghampiri kim ahjuma,
kim ahjuma memberikan jisung pada
gendongan hyunmi.
"ahjuma pulang saja, hari ini tidak usah menginap"
"tapi nona, apa nona berani sendirian di rumah?
"tenang saja ahjuma, malam ini baekho pulang"
"syukurlah kalau begitu"
"ahjuma aku memasak banyak,
aku sudah menyiapakn untuk ahjuma"
"yampun nona, padahal tidak usah repot-repot"
"tidak apa-apa ahjuma, aku senang berbagi
lagi pula ahjumakan belum pernah mecicipi
masakanku"
"ia nona, tqpi ahjuma yakin masakan nona
pasti lezat"
"terimakasih pujian nya ahjuma,
ahjuma ambil saja tempat makan nya ada
di atas meja makan"
"baik nona terimakasih"
Ahjuma kim melenggang pergi menuju dapur, setelah mengambil rantang, kim ahjuma pun
pulang. kini suasana rumah menjadi sepi,
mengingat hanya ada hyunmidan jisung di
dalam rumah itu. hyunmi menyalakan tv,
lalu duduk di sofa yang ada di ruang tengah.
Hyunmi mengambil ponsel pintar nya di atas meja, hyunmi kemabali mengirimi pesan menayakan kapan baekho pulang.
"oppa kapan pulang?
"aku sedang dalam perjalanan,
sebentar lagi sampai"
"baiklah aku menunggu"
Hyunmi menaruh ponsel di atas nakas, hyunmi membawa jisung ke dekat tv mengingat jisung tidak diam di gendongan
nya, hyunmi meletakan baby jidung di atas
karpet berbulu. baby jisung tertawa, sambil
menggerakan kedua kaki nya. baby jisung
sangat menggemaskan, hyunmi menciumi
kedua pipi chubby baby jisung.
Tak lama bel berbunyi, hyunmi bangkit dari duduknya lalu berlari membuka kan pintu.
nampaklah sosok baekho yang berdiri di ambang pintu, hyunmi berhambur memeluk
baekho.mencium aroma maskulin, yang sangat hyunmi rindukan.
"merindukanku scharz?
"sangat"
"dimana baby j?
"diruang tengah, kajja oppa"
Hyunmi menggiring baekho memasuki rumah,baekho segera menggendong baby
jisung yang sedang berbaring di ruang tengah, baekho mendaratkan ciuman di kedua
pipi chubby baby jisung, hal itu membuat
baby jisung tertawa.
"baby wangi sekali, pasti sudah mandi?
"sudah dong, aku yang memandikannya"
"aku jadi iri, aku juga ingin di mandikan scharz"
"oppa sudah besar, mandi saja sendiri"
"kau jahat sekali scharz"
"oppa mandi dulu, setelah itu kita makan
malam aku sudah memasak untukmu"
"baiklah, aku mandi dulu tapi kalo
kamu mau bergabung aku takkan
mengunci pintu kamar mandi nya"
"yakkk oppa dasar byuntae"
Baekho segera menghindar saat hyunmi melemparkan bantal padanya, baekho berlari
terbirit birit menuju lantai dua. selesai mandi
dan berganti pakaian,baekho kembali menghampiri hyunmi yang sudah menunggu
di ruang makan bersama baby jisung.
Hyunmi meletakan baby jisung dinkursi bayi,
sehingga hyunmi tidak perlu repot menggendong baby jisung saat akan makan.
mata baekho berbinar, saat melihat berbagai
hidangan khas indonesia yang tersaji di atas
meja. hyunmi sengaja memasak beberpa makanan indonesia, mengingat baekho sangat menyukainya.
"wahh sepertinya sangat lezat, aku sangat
tak sabat scharz"
"kajja oppa, kita nikmati makan malam nya"
"ne schartz kajja"
Hyunmi menyiapkan nasi dan lauk, lalu memberikan mangkuk nasi pada baekho,
baekho memaknnya dengan lahap, baekho
sangat merindukan masakan hyunmi.
"kenapa hanya menatapku?
kamu juga makan scharz, kamu butuh
tenaga untuk petualangan kita malam ini"
"ne oppa araseo"
Hyunmi mengambil sumpit lalu mulai menikmati makan malam, selesai makan malam, hyunmi membereskan meja terlebih
dahulu, sementara baekho mengendong jisung, mengingat jisung sudah tertidur.
"scharz tidak usah cuci piring,
biar kim ahjuma saja"
"baiklah"
Hyunmi meletakan piring kotor kedalam bak pencucian, setelah itu hyunmi mengikuti baekho menuju kamar mereka yang berada
di lantai dua. baekho menaruh baby jisung
kedalam box bayi, setelah itu baekho menghampiri, hyunmi yqng sedang memakai
skin care malam nya.
"sedang apa scharz?
"makai skin care"
"apa masih lama?
"sebentar lagi selesai oppa"
Selesai memakai skin care, hyunmi membalikan badan. sehingga posisinya,
saling berhadapan dengan baekho.
"ada apa oppa?
"hyunmi apa kamu tidak akan berganti
baju tidur?
"haruskah aku menggantinya?
"ne scharz, kamu terlihat lebih cantik
saat mengetakan lingerie merah itu"
"baiklah, tunggu sebentar aku ganti dulu"
Hyunmi bangkit dari duduknya, ia berjalan menuju dressing room. hyunmi membuka lemari lalu mengambil lingerie merah itu,
lalu segera menganakanya. hyunmi merapalkan doa, hyunmi harap baekho
tak benar-benar menghabisi nya semalaman.
Selesai berganti, hyunmi keluar dari dressing room lalu menghampiri baekho. baekho tak berkedip saat melihat penampilan hyunmi yang terlihat sexy dan sangat menantang.
baekho mendekatkan wajahnya, hyunmi
memejamkan mata saat, baekho mulai
menciumnya.
Ciuman baekho yang lembut, berubah menjadi ciuman panas dan liar. hyunmi,
memukul dada bidang baekho, ciuman
mereka pun terlepas.
"ada apa scharz?
"jangan disini oppa, aku takut jisung terbangun"
"baiklah, kita pindah ke kamar sebelah saja"
Baekho menggendong hyunmi, hyunmi mengalungkan lengan nya pada leher baekho.
baekho pun kembali menciumi hyunmi, dengan ciuman panas dan menggebu-gebu.
mereka berpindah ke kamar sebelah, sesampai di sana, baekho mebaringakan
hyunmi di atas tempat tidur.
Tubuh baekho menindih tubuh hyunmi,
malam itu menjadi malam yang panjang
bagi baekho dan hyunmi. To be continue......