
Anin yg dari tadi menahan tangisan nya langsung saja pergi menjauh dari Rian dan menangis didalam toilet
"mengapa saat aku mulai menyukai seseorg selalu saja ada masalah ,seakan akan diriku dilahirkan hanya untuk merasakan kesakitan"kata Anin dlm hati dgn keadaan menangis
Anin mmng sudah berapa kali menyukai seseorg tapi selalu saja ada yg tdk suka dgn hubungannya dan selalu mengancam Anin dgn begitu banyak ancaman sehingga Anin menjadi trauman .Anin yg mulai menyukai Rian pun juga tak tau mengapa dirinya tiba tiba menyukai Rian karna ia sudah lama tidak merasakan jatuh cinta
****
Flashback
Saat Anin baru masuk SMA ia adalh sosok yg sangat ceria,tidak sombong dan juga anak yg baik ,karna terlalu baik kepada orang orang disekitarnya sehingga ia menjadi bahan taruhan
"siapa yg mau taruhan denganku?" kata seorang pria yg tak lain dan tak bukan adalah pacarnya Anin yaitu Bram
ia dikenal karna ketampanannya,gayanya dan juga keahliannya dalam menggoda para wanita
"apa taruhannya?" tanya Pria yg bernama Fajar
ia dikenal karna kepintarannya dan juga gayanya yg cool,meskipun begitu ia tak terlalu memamerkannya beda dengan Bram
" Taruhannya terserah ,jika aku kalah kalian tinggal sebutin apa yg kalian inginkan aku akan mengkabulkanya" kata Bram dgn gayanya yg boleh boleh
Fajar yg mendengarkan itu langsung saja menyetujuinya
" oke.aku mau taruhan dgnmu tapi dgn satu syarat apapun yg aku minta nnti kau harus mengabulkannya,janji" kata Fajar dgn jari kelingkingnya
" janji" jawab Bram sambil menyambut jari kelingkingnya Fajar
Fajar yg mendengarkan Bram berjanji langsung saja ia bersemangat dan berusaha untuk mengalahkan Bram karna ia ingin mendapatkan hadiah yg sudah lama ia inginkan
" jadi apa lombanya?" tanya Fajar
" adu kekuatan tangan, kamu bisa?" tanya Bram dgn meremehkan Fajar
" tentu saja" jawab Fajar sambil mengangkatkan baju sekolahnya hingga otot ototnya nampak .para wanita yg melihat itu langsung saja berwow
"1 2 3 mulai" kata pria yg menjadi seorg wasitnya
beberapa menit saja Bram sudah tak mampu lagi menahan dorongan Fajar yg sangat kuat
" yes aku menang ,jdi kamu harus mengabulkan permintaanku" kata Fajar dgn gaya menang
" oke sebutkan saja " jawab Bram sambil mengelap keringa didahinya
"apa kamu yakin akan mengabulkannya?" tanya Fajar dgn sedikit berbisik
" tentu saja ,sebutin saja " jawab Bram
" aku mau dalam seminggu Pacarmu menjadi milik ku " kata Fajar dengan santuy
Bram yg mendengarkan itu langsung saja terkejut dan mengangkat gerah baju Fajar
" kamu pikir pacarku barang yg mudah dibagikan kesana sini" kata Bram dgn raut wajah marah
"tenang tenang .bukankah kau sudh berjanji akan mengabulkan semua permintaanku dan inilah permintaanku" kata Fajar dgn tersenyum licik
" bukan berarti Anin yg menjadi taruhannya" kata Bram marah
" tapi itu sudah menjadi perjanjian kita,kamu ingat" kata Fajar sambil mengeluarkan jari kelingkingnya utk mengingatkan Bram dgn janji yg ia buat
"tapi..." belum sempat Bram ngomong sudah dipotong oleh Fajar
" apa kamu tidak malu dgn mereka, seorg pria yg mudah sekali mengambil hati para Wanita mengikari janjinya" kata Fajar sambil mengeliling Bram dgn santuy
"tidak bisakh kau meminta hal yg lain selain pacarku?" tanya Bram sambil menahan amarahnya yg sudah memuncak
" tentu tidak karna hanya itu yg saat ini aku inginkan" jawab Fajar
" ah sial aku tidak mungkin memberikan Anin kepadanya meskipun dlm seminggu,Fajar sangatlh licik ia mengambil keuntungan dariku.bagaimana mungkin seorg kekasih memberikan kekasihnya kepada org lain aplgi itu dlam seminggu ,satu hari tak bertemu saja aku sudah tidak bisa" kata Bram dlm hati
" bagaimana? apakah kamu siap mengabulkan permintaanku?" tanya Fajar
Bram yg masih merasa bingung harus memilih yg mna akhirnya pun memberanikan diri untuk menjawab
" tentu saja .akan ku kabulkan" jawab Bram sambil menahan emosinya
" Dil" jawab Bram smbil membalas uluran tangan Fajar dan memeluknya dgn berbisik
" awas saja Anin kenapa napa ,kamu yg duluan aku cari" kata Bram dgn sedikit berbisik
"tentu saja Anin akan baik baik saja jika bersama ku" jawab Fajar sambil berbisik
"dasar pria bajingan" kaya Bram dlm hati dgn emosi
setelah semua psrjanjian Bram dan Fajar telah selesai .waktu yg ditunggu tunggu Fajar pun tiba ia mulai mendekatin Anin dan mengajaknya ngobrol
" hay Anin" kata Fajar
" oh. hay kak Fajar" Jawab Anin dgn santun
"nnti malam kamu ada waktu ngk ?aku mau ajak kamu Dinner" kata Fajar
Anin yg mendengar ajakan Fajar langsung saja terkejut dan berfikir "Bagaimna mungkin aku makan malam dgn dia aku kan udh ada kak Bram,bisa bisa kak Bram cemburu" kata Anin dalam hati
" tenang saja aku sudah meminta izin kepada Bram,jadi dia tidak akan cemburu" kata Fajar
" owh .oke klo gitu kak" jawab Anin dgn bingung.
" masa sih kak Bram izinin aku Dinner dgn org lain,biasanya dia yg duluan ngelarang klo aku jalan dgn pria lain ini kok diizinin" kata Anin dalam hati
"nnti kita ketemuan dikafe dekat sini ,jam 5 sore " kata Fajar dgn senang
" owh .oke kak" kata Anin
" yaudh kk tinggal dulu ya .by" kata Fajar berlalu pergi
"iya. by" sahut Anin
" ini gk beres aku harus ketemuan dulu sama Kak Bram dan minta penjelasan darinya" kata Anin
" tapi ko kak Bram dari tadi ngk nongol ya kan dia sekelas dgn ka Fajar seharunyakn dia juga sudah pulang " kata Anin sambil melihat disekitarnya mencari keberadaan Bram
Bram yg dari tadi melihat Anin dari jarak jauh mengobrol dengan Fajar hanya bisa diam dalam amarahnya
" maafkan aku nin ,aku jadikan kamu barang taruhan" kata Bram sambil berlalu pergi
Anin yg dari tadi menunggu Bram keluar pun merasa lelah dan ia memutuskan untuk pergi dan akan mengabari Bram bahwa ia duluan
" kak Bram Anin duluan pulang,abisnya Anin nungguin kak Bram ngk datang datang juga " sms dari Anin
Bram yg merasa handphonenya berbunyi pun mengeceknya dan melihat nama Anin disana. karna Bram ingin menjauh dari Anin utk sementara waktu pun memutuskan utk tidak membalasnya sms dari Anin
Anin yg sudah sampai dirumah pun buru buru mengecek handphonenya berharap sms yg ia kirim kepada Bram terbalas tapi malah kebalikannya
" kok kak Bram sampai sekarang belum balas ,ngk biasanya,mungkin kak Bram lagi sibuk kali ya " kata Anin dgn positif Thingkingnya
selang beberapa jam Anin yg sudah ada janjian dgn Fajar pun langsung mandi dan memakai pakaian yg tertutup ditambah dgn polesan make up yg tidak terlalu mencolok menambah kecantikannya .
" mah .. Anin ada janjian dgn teman Anin utk makan malam jdi mamah gk perlu masak buat Anin ya mah" kata Anin
"janjian dgn siapa sih sayang? dgn Bram?" tanya ibu
" bukan mah ,dgn kak Fajar " sahut anin
" Fajar .itu lelaki atau bukan?" kata ibu dgn penasaran
" laki dong mah.namanya aja Fajar "jawab Anin
" lo kok kamu tumben tumbenan pergi janjian dgn pria ,biasanyakan dgn Bram.Apa Bram ngk marah?" tanya ibu ingin tahu
" karna kak Bramlh yg mengizini Anin utk keluar dgn pria lain makanya Anin mau mah .
,klo kak Bram ngk izinin mana Anin mau mah " jawab anin
" owh gitu ..yasudah sayang hati hati ya dijalan" kata ibu
" iya mah .Anin berangkat dulu ya mah" kata Anin sambil menyium tangan ibunya
" by mah" sambil melambaikan tangannya