
" menjengkelkan sekali" ketus Anin
"kenapa harus ketemu sama Rian sih,aku bknnya takut sama ancaman mereka, tapi aku ngk mau ambil risiko" sambung Anin
" tapi bagaimana pun jga aku bakalan ketemu sama Rian ,kan dia satu jurusan denganku"sambil berjalan dgn rasa kesal
" Ehmmmmm" demeh seseorg didepan
" mau apa klian?" tanya Anin
"bukankah kamu sudah tau apa tujuan kami datang kesini" jawab salah satu dari mereka
"Aku sudah menjauh darinya ,jdi apa mau kalian lgi ,bukankah sudah cukup?" tanya Anin
" tentu saja belum cukup" jawab salah satu dari mereka
"jdi,mau kalian apa?" Tanya Anin
" ikutin kami" Ajak Meraka
Anin yg mendengar pun tak bisa berbuat apa apa dan mengikuti apa yg mereka perintah
" kamu lihat pria itu,dia adalh salah satu siswa dikampus kita yg sangat terkenal dgn kehebatannya bermain basket ditambah dgn gayanya yg cool,nama dia adalh Bryan ,kamu taukn kamu harus apa?" kata Nya
"tidak" jawab Anin singkat
"dasar perempuan bodoh" satu tamparan meleset di pipi Anin
" awww" jerit Anin menahan rasa sakit
" kamu harus mendekati dia,buat dia jatuh cinta kepadamu setelah itu putusin" jelas Nya dengan kesal
" mengapa kamu menyuruh ku? apakah kamu kurang cantik sehingga menggunakan diriku?" kata Anin dengan lantang
"itu tak penting,yg ku mau kau harus membuat di jatuh cinta kepadamu" kata Nya dgn marah
" maaf diriku tidak bisa" sahut Anin
" kau berani menantangku,akan ku buat kau menyesal" sambil menarik baju Anin dgn amarahnya
"diriku tidak takut" jawab Anin
" Oke" kataNya sambil memerintah temannya untuk mengambil handphone nya
"bukankah ini ibumu?" Katanya sambil mengarahkan ponsel kepada Anin
Anin yg melihat itu langsung saja terkejut
"jangan kau Apa-apakan ibuku" bentak Anin
" tenang saja ,jika kau mengikuti perintahku ibumu tidak ku apa apakn" Katanya dgn senyuman licik
Anin yg tak mau ibunya terluka pun lgsung mengiyakan perintah mereka
"baik akanku lakukan " jawab Anin
" anak pintar" kataNya sambil menurunkan baju Anin yg ia angkat
" sekarang lakukan" kataNya sambil membentak
" apakah harus skrng? aku harus kuliah dulu" jawab Anin
"maaf tak ada tawar penawaran " kataNya
"apakah kamu bisa?,jika tidak ,kamu taukn apa yg akan terjadi " Katanya setengah berbisik dan berlalu pergi
Anin yg kebingungan, hanya bisa menatap Bryan yg sedang bermain basket, ia berusaha mencari cara agar bisa berkenalan dengan Bryan.melihat Bryan beristirahat Anin langsung menghampiri Bryan
" hay...apakah boleh kenalan?" kata Anin sambil menyapa Bryan
" tentu'?" jawab Bryan
"perkenalkan aku Anin" sambil mengulurkan tangan
" Bryan" sambil membalas uluran tangan Anin
"apakah kamu kuliah disini?" tanya Anin
"aku juga kuliah disini,kamu ambil jurusan apa" tanya Anin
"Administrasi perkantoran" jawab Bryan yg agak aneh dgn pertanyaan yg di lontar kn Anin
" owhhhh,perkantoran tpi kok suka olahraga" tanya Anin
Bryan yg mendengarkan pertanyaan pertanyaan yg dilontarkan Anin kepadanya sedikit tertawa karna merasa lucu dgn pertanyaan Anin , padahal baru kenalan
"mengapa kamu bertanya seperti itu?,apakah kamu sedang bercanda?" tanya Bryan sambil ketawa
" owh..tidak,apakah pertanyaan ku lucu?" tanya Anin dgn raut wajah mengemaskan
" tentu saja"jawab Bryan
" yaampun Anin kamu kok bodoh sekali sih ,skrg bagaimana ?kata kata sudah habis,meminta kontaknya tidak mungkin, Anin kamu kok bodoh sekali" kata Anin dalam hati sambil merutuki kebodohannya
"hello" kata Bryan menyadarkn Anin dalam lamuan nya
" ah iya ,maaf saya permisi dulu" kata Anin sambil berlalu pergi sambil menundukkan kepalanya karna merasa malu
" itu anak kenapa" kata Bryan sambil minum
" owh iya sampai lupa nanyain namanya" sambung Bryan
Anin yg masih berjalan dgn menundukkan kepalanya tidak sengaja menabrak Rian yg ber pas pasan
"maaf ,saya tidak sengaja" kata Anin sambil menundukkn kepalanya tanpa melihat syapa yg ia tabrak dan berlalu ingin pergi
"eitss mau kemna?" tanya Rian sambil menarik lengan Anin
"maaf saya benar benar tidak sengaja" jawab Anin
" jika tidak sengaja, kenapa selalu bertabrakan dgnku?" tanya Rian
"kok kyk kenal ya dgn suara barusan" kata Anin dalam hati
saat Anin melihat syapa yg ia tabrak lgsung saja ia kaget
" astaga" kata Anin sambil mengelus elus dadanya
" kenapa terkejut?ah" tanya Rian
" lepasin ngk " kata Anin sambil berusaha melepaskan genggaman Rian
"kamu harus tanggung jawab ,udh 2 kali kamu tabrak aku" kata Rian sambil menggenggam tanga Anin lebih kuat
" awwwww" rintisan Anin
Rian yg melihat Anin kesakitan lgsung saja melepaskan genggamannya
" maaf " kata Rian
"tidak bisakh kau menghilang dari hadapanku" bentak Anin kepada Rian
siswa/i yg melihat adegan itupun lgsung saja menghampiri mereka dan mengambil gambar ereka utk diupload disosial media mereka.Rian yg melihat itu langsung saja menutupi Anin dgn tubuhnya dan membawa Anin pergi menjauh dari siswa/i.Abin yg frustasi langsung saja mengikuti Rian yg menarik lenganya dan membawanya pergi sampai ke suatu tempat yg sepi
" Anin aku minta maaf jika itu menyakitimu " kata Rian sambil memeluk Anin yg sedikit demi sedikit menetaskan air matanya
"jika kamu mau marah ,marah aja Nin.pukul aku sampai puas itu semua tidaklh menyakitkan dibandingkan dgn sifatmu kepada ku .kumohon" kata Rian sambil memukul dirinya sendiri karna merasa frustasi ,baru kali ini ia melakukan hal yg benar benar menurut dirinya itu sangatlah gila saat bertemu dgn Anin ,seakan akan ia takut kehilangan Anin sifatnya yg dulu pun telah berubah saat bertemu dgn Anin
Anin yg melihat itu lgsung menarik tangan Rian yg masih saja memukul dirinya sendiri
" Cukup Rian,ada apa dgn dirimu" bentak Anin
"Aku menyukaimu ,tpi apakh kamu menerimanya?tidak kamu tau bagaimana perasaanku skrng?sakit ,sakit sekali,aku sama skli tdk pernah merasakan jatuh cinta apalgi melakukan hak gila seperti ini tpi semenjak mengenalmu semuanya berubah " kata Rian dgn rasa frustasinya
" bagaimna aku bisa menerima cintamu sedangkan aku saja TIDAK MENYUKAImu " jawab Anin sambil berteriak disambut dengan suara petir .
Anin yg merasa Frustasi dgn semua kebohongan yg ia berikan kepada Rian dan merasa bersalah langsung saja ia meninggalkan Rian
"jangan lagi menyukaimu" kata terakhir Anin saat meninggalkan Rian
Rian yg menderkan kata Anin langsung saja berteriak
" Aku akan TETAP MENYUKAIMU Sampai kapan pun" Teriak Rian dgn keras ,karna mereka diatas gedung kuliah sehingga tidak membuat orang lain mendengarkan teriakan nya kecuali orang yang benar benar ingin menguping