MY PERFECT LOVE

MY PERFECT LOVE
Kamu & Aku



***


Karna Anin terlalu capek sehingga dirinya ketiduran didalam kantor dalam keadaan yg sudah gelap gulita, hanya laptopnya saja lh yang menjadi penerang untuknya.


" tok tok tok " suara langkah sepatu seseorang yang semakin mendekat kearah Anin,karna Anin yang sudah tertidur sehingga ia tidak mengetahui bahwa ada sosok pria yang sedang mendekati dirinya hingga akhirnya sudah ada dibelakang Anin.


" sungguh menyedihkan" kata sosok itu


" akan ku bawa kau kedalam neraka untuk selama lamanya " lanjutnya sambil mengangkat tubuh Anin yang mungil itu


diujung lorong lain ,ternyata masih ada sosok pria yang berada di ruangan kerja nya,siapa lagi kalo bukan Fandi yang sengaja menunggu Anin sambil memutar mutarkan kursinya ,sampai ia mendengar langkah kaki.


" langkah kaki siapa itu" batinnya sambil mencari tau


" mungkin langkah kaki Anin ,disini kan sekarang cuman kami berdua"tebakan Fandi dan melanjutkan ke gabutannya hingga akhirnya Fandi mulai bosan dan berniat melihat Anin apakah sudah selesai .


"Anin " panggil Fandi sambil mendekati tempat kerja Anin


"kemana dia pergi ,tas ,laptop,semua nya masih ada disini,tidak mungkin ia pergi tanpa membawa barang barangnya ini sepertinya tidak beres " kata Fandi dengan curiga


Satu persatu Fandi mengecek ruangan, hingga ruangan terakhir ia tidak menemukan keberadaan Anin sama sekali.


"kemana kau Anin " Batin Fandi bersedih


***


Sosok perempuan yang sudah dalam terikat mulai bangun dari tidurnya dan menerka nerka tempat ia berada.


"dimana aku" kata Anin sambil melihat seisi ruangan


"ini tanganku kenapa diikat" lanjut Anin saat menyadari tangannya terikat dalam posisi duduk di kursi


"Ya Tuhan, ada apa lagi ini,mengapa tak habis habisnya diriku dibuat seperti ini ,kesalahan apa lagi yang telah kuperbuat" kata Anin sambil menangis


" kau mau tau kesalahan mu apa?"tanya sosok wanita yang sudah masuk didalam ruangan itu


Mata Anin langsung saja terbukan lebar tak percaya dengan yang ia lihat .


"Claudia, bukankah kau...."teriak Anin tak percaya


" ya, aku masih hidup" jawab Claudia menghampiri Anin


"apa kau kira kau bisa hidup tenang setelah kematian ku,tentu saja tidak aku tidak akan mati sebelum puas melihatmu menderita di tanganku" Kata Claudia


menarik rambut Anin dengan kuat


"awwww,sakit " jerit Anin


" sakit ya,tapi itu belum cukup untuk membalas perbuatanmu kepadaku" kata Claudia


"aku tidak bersalah kaulh yang bersalah atas penderitaan yang kau alami sendiri"Kata Anin memberanikan diri


"apa aku yang salah ,benarkah itu ,sepertinya kau yang salah atas semuanya ini " kata Claudia dengan gaya seperti siap menerkam musuhnya


"tidak kau salah,aku tidak bersalah dalam semuanya ini,kaulh yang membuatnya menjadi seperti ini ,kau menggunakan kelicikanmu sendiri,jika kau menyukai Rian ambil saja aku tidak menyukainya tapi kumohon lepas kan aku " kata Anin sambil memohon dengan sakit yg ia rasakan sekarang .


" apa lepaskan mu,kamu pikir aku bodoh melepaskan orang yang membuatku menderita dan hampir saja membuatku mati" Kata Claudia dengan senyuman mematikan


" apa kau sadar,yang kau lakukan sekarang tidak akan mengubah sesuatu yang sudah terjadi" kata Anin


" jika kau mati itu semuanya akan bisa mengubah segalanya " kata Claudia dengan tawa mengema


" apa kau sudah gila,kau tidak akan bisa membunuh ku" kata Anin lancang


Satu tamparan meleset di pipi Anin


" awww" jerit Anin


"kau pikir aku tidak bisa membunuh mu" teriak Claudia dengan amarahnya


"Tidak akan bisa " jawab Anin dengan lancang


Anin tidak mau kelihatan lemah didepan Claudia yang sudah seperti iblis itu.


"lancang sekali kau " kata Claudia sambil melayangkan Tanganya di pipi Anin


"jangan pernah kau sentuh Anin " kata sosok pria yang sudah menangkap tangan Claudi yang sudah siap ingin menampar Anin lagi


Anin yang merasa dirinya akan ditampar menutup mata hingga ia mendengar suara pria yang sudah lama ia rindukan dan langsung ia membuka mata dan mendapatkan Sosok pria yang benar benar ia rindukan.


"Fandi " teriak Anin lagi saat mendapati Fandi dibelakang Rian


"Rian ,biar aku saja yang memberinya pelajaran ,kamu bawa saja Anin pergi dari sini " kata Fandi dan dianggukin Rian


"Rian" kata Anin berbinar saat melihat Rian yang sudah ada didepan matanya membuka ikatan ditangannya.


" Ayo " kata Rian sambil mengangkat tubuh Anin dan membawanya keluar,Anin hanya bisa menatap wajah Rian yang ia rindukan sekarang.


"Fandi kenapa kau membawa Rian bukankah kau menyukai Anin ,kenapa kau membiarkan Anin bersama Rian kembali ?" tanya Claudia tidak percaya dengan tindakan Fandi


" memangnya kenapa?" tanya Fandi sambil mengikat tangan Claudia


"eh kau mau apa?" tanya Claudia sambil memberontak


" membawa mu ketempat yang seharusnya " jawab Fandi dan menarik Claudia dengan paksa


" awas,sakit fandi sakit " jerit Claudia sambil berjalan dipaksa


" apa kau sudah gila " kata Claudia denga marah


" kaulh yang sebenarnya gila " kata Fandi dan memasukan Claudia didalam mobil polisi.


" Fandi" teriak Claudia saat sudah dibawa oleh polisi


"by" kata Fandi melambaikan tanganya


***


" Apa kamu baik baik saja ?" tanya Rian sambil menurunkan tubuh Anin


Anin hanya mengangguk menandakan dirinya baik baik saja tanpa beralih kearah lain dan masih saja menatap wajah Rian


"mengapa melihatku?" tanya Rian


" karna Aku merindukanmu" kata Anin dan memeluk kaki rian


Anin tak perduli lagi mengatakan Apa pun yang ia rasakan sekarang ,rasa malu yang biasa ia rasakan ditambah dengan ancaman ancaman dulu tidak lagi menjadi alasan Anin untuk menjauh dari Rian karna semuanya sudah selesai.


Rian langsung mengangkat tubuh Anin dan memeluknya dengan hangat ,seperti seorang kekasih yang sudah lama tidak bertemu.


"ada apa dengan pipimu?" tanya Rian yang sudah melepas pelukannya


"tidak apa apa" jawab Anin tersenyum


" apa kamu ditampar oleh Manusia licik itu?" tanya Rian


"Claudia " kata Anin membenarkan perkataan Rian


"terserah ,dia emang licik " kata Rian dengan emosi kepada Claudia


"sudah lah" kata Anin dan memeluk Rian lagi dan dibalas oleh Rian


"apa kamu lapar?' tanya Rian


Anin menganggukkan kepalanya


"mari kita makan " ajak Rian sambil mengandeng tangan Anin


satu pemandangan yang sangat romantis bukan,belum ada ikatan pacaran tapi itu semua sudah terjawab semua dengan adegan mereka ini.


Hingga mereka memasuki sebuah restoran yang amat romantis untuk seseorang yang sedang bucin.


" apa kamu suka dengan makananya?" tanya Rian saat melihat Anin melahap makanannya dengan nikmat


Anin mengangguk kepalanya sekali lagi menandakan dirinya sangat menikmati hidang itu dan Rian langsung mengusap lembut pucuk rambut Anin ,Anin langsung terteguk dan diam sebentar merasakan usapan tangan Rian kepadanya.


"apa kamu sudah kenyang?"tanya Rian menyadarkan Anin dan Anin melanjutkan makannya hingga tak tersisa lagi .


Rian yang menyadari Makanan Anin sudah habis langsung tersenyum manis


" mau nambah " tanya Rian


" ah ,aku sudah kenyang " jawab Anin sambil mengusap perutnya yg sudah kelihatan buncit sedikit.


" baiklah " kata Rian


didalam restoran susah kelihatan mereka yang sedang asyik bercanda ,tertawa ,hingga tak tau waktu lagi.