
"Terima kasih bos " sambil turun dari mobil dan berlalu begitu saja
" iya " jawab Fandi cuek tanpa menoleh
"liburan aja kok senang bangat , padahal aku juga bisa bawa dia ketempat yang lebih Wow dari pada itu " keluh Fandi saat melihat raut wajah Anin yang gembira itu
* * *
"selamat pagi bos " kata karyawan dengan memberi hormat
"Pagi Bos " karyawan yang lain
"apa jadwal hari ini ?" tanya Fandi tanpa merespon sapaan karyawan dan lanjut jalan
" jadwalnya hari ini, bapak ada pertemuan " jawab asisten pribadinya
" baiklah " kata Fandi dan lanjut masuk ke ruangan nya
sifat dingin Fandi tidak membuat para karyawan putus harapan untuk mendpatkannya, wajah,gaya, + lagi dia adalah CEO siapa sih yang ngak mau dengan Fandi.
" jika Anin liburannya hanya berdua otomatis mereka akan banyak waktu berdua semuanya serba berdua dan tidur pun akan berdua ,astaga itu tidak akan terjadi bukan ,jika begitu itu sangat berbahaya untuk Anin ,aku tidak akan biarkan semuanya itu terjadi " batin Fandi sambil mengotak atik pikirannya
" atau aku ikut aja" kata Fandi saat mendapat ide
"ikut kemana?"tanya sosok wanita dengan membawa cangkir kopi
"astaga,ada apa?" kaget Fandi saat melihat Anin masuk kedalam ruangannya
" ini" sambil membawa cangkir kopi dimeja Fandi
"siapa yang suruh ?" tanya Fandi dengan tegas
"aku " jawab Anin selow
"jadi bos mau ikut kemna?" tanya Anin penasaran
"bukan urusan mu ,sekarang kerja sana " bentak Fandi
"baiklh " sambil berlalu pergi
"syukurlah " kata Fandi sambil mengelus elus dada dengan perasaan lega
* * *
Mall
" baiklah pak terima kasih untuk kerja samanya " sambil Mengulur kan tangan
" sama sama pak Fandi " sambil menerima uluran tangan Fandi dan menepuk pundak Fandi seperti seorang bapak Dan anak .
"Baiklah saya permisi dulu ya pak Fandi " sambil melangkah pergi
" silahkan pak"sambil mempersilahkan kliennya pergi
" setelah ini masih ada pertemuan?" tanya Fandi dengan asistennya
"jadwal hari ini hanya satu pertemuan saja pak setelah itu tidak ada lagi " jawab asisten Fandi deng Ramah
" baiklah " kata Fandi
" bukankah itu Anin,kenapa dia ada disini bukannya kerja malah asik pacaran " marah Fandi
"kau bisa pergi sekarang aku ada urusan lain " sambil beranjak berdiri dan berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari asistennya
"apa dia lupa klo dia itu masih dalam jam kerja " keluh Fandi dengan mengepal tangannya
" Anin " sambil membalikkan badan yang ia kira Anin
" maaf anda siapa ya " tanya sosok wanita itu
" owh maaf salah orang "kata Fandi
"kemana Anin tdi " batin Fandi sambil mencari cari keberadaan Anin setelah sosok yang ia kira Anin telah pergi
"awas saja kalo udah ketemu ,udah tau masih jam kerja malah asik pacaran "Kata Fandi dengan emosi dan berlalu pergi tanpa mencari keberadaan Anin yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari nya
* * *
"jadi kapan kita akan liburan " tanya Anin
" kamu kapan weekend nya ?" tanya Rian lagi
"minggu ini aku udah weekend " jawab Anin sambil memakan makanannya
"baiklah ,klo minggu ini langsung pergi gimna ?" tanya Rian lagi
" lebih cepat lebih baik ,aku udah lama juga ngak liburan " jawab Anin dengan semangat
"nanti kita akan liburan sepuas puasnya " sambil mencubit pipi Anin dengan gemes
"awwww sakit tau " keluh Anin sambil mengelus elus pipinya
"hahha maaf abisnya kamu gemesin " kata Rian dengan senyuman mengembang
"kau sangat tampan Rian " kata Anin tanpa beralih kearah lain
"kau juga sangat cantik "balas Rian sambil menatap Wajah Anin
" astaga sampai lupa jam makan siang udah mau abis " kaget Anin saat tersadar dari bucinnya itu
" yaudah ayo aku anterin " kata Rian sambil menarik lengan Anin dan berlari kecil
saat sudah sampai didalam mobil Rian langsung menancapkan gas nya denga kecepatan sedang.
Tanpa menunggu lama Anin sudah sampai dikantornya
" makasih Ya Rian " kata Anin sambil keluar dalam mobil
" iya sama sama " jawab Rian dengan ramah
Rian yang dari tadi memperhatikan Anin masuk kedalam kantornya sampai tidak terlihat lagi langsung di kaget kan dengan panggil yang masuk
" Hallo " kata Rain
"........." suara dalam telfon
" baiklah aku datang " jawab Rian dan berlalu pergi dengan kecepatan sedang
* * *
"ehemmm " deheman seseorang membuat Anin terkejut
"eh bos ,ada yang bisa saya bantu ?" kata Anin dengan mengaruk kepalanya yg tidak gatal
" dari mna?" tanya Sosok pria yang dari tadi menunggu kedatangannya
"abis makan siang bos"jawab Anin
"benarkah kau makan siang atau malah pacaran ?" tanya nya dengan tegas
" makan siang dong bos " jawab Anin dengan sedikit kesal tapi di tutupin dengan senyuman dibuat buat nya
"makan siangnya dimna?" tanya nya lagi
"iss ,kepo bangat sih ,terserah aku dong mau makan dimna toh dia bukan siapa siapa aku selain bos tempat aku kerja,emangnya harus lapor dulu karyawannya klo mau makan dimna ,enggak kan ?"batin Anin dengan kesal
"ehemmm " dehemannya lagi
" eh iya bos tadi makan siangnya di..." belum juga selesai ngomong udah kepotong duluan
"mall " kata Sosok pria itu yang tak lain dan tak bukan Fandi
" loh kok bos tau ?" tanya Anin dengan kaget
Fandi tak merespon pertanyaan Anin
" tolong kerja dengan sungguh sungguh jika tidak gajimu aku potong dua kali lipat ,kau mengerti " tegas Fandi dan berlalu begitu saja
"iss sungguh menakutkan ternyata bukan hanya hantu saja yang bisa tau keberadaan ku ternyata dia juga tau ,atau jangan jangan dia hantu ,isss takut" kata Anin dengan merinding
Bukannya pikirin gajinya dipotong Anin malah mikirin yang aneh aneh ,sungguh keterlaluan kau Anin😅
* * *
"ada apa mah ?" tanya Rian dengan malas
" sayang kenapa mukamu dibuat begitu ,tersenyum lh sedikit"kata ibu Rian
"sudahlah mah to the point aja " keluh Rian
" sayang mamah mau..." kata ibu Rian kepotong
"mau jodohin Rian " kata Rian tanya basa basi
" kamu sungguh tau mamah sayang " kata ibu Rian dengan senang
"maaf mah Rian gak bisa " kata Rian dengan tegas dan berlalu pergi tanpa berpamitan kepada kedua orang tuanya
" Rian" teriak ibu Rian
Rian yang mendengar tak merespon sama sekali dan tetap melangkah pergi
" Sudah lh mah,Rian kan sudah besar sudah tau mencari pendamping hidupnya sendiri tanpa campur tangan kita " bujuk ayah Rian
" tapi pah..." kata ibu Rian terpotong.
" mah,Rian anak kita satu satunya ,mamah mau lihat Rian menikah dengan pilihan mamah tapi Riannya tidak bahagia ,enggak kan mah ?" kata ayah Rian membujuk
"iya juga sih pah,tapi mamah takut Rian nanti tidak mempunyai pendamping hidup pah " kata ibu Rian dengan sedih
" mah anak kita itu baik pasti banyak yang mau sama dia ,jodoh sudah Tuhan atur mah kita tinggal jalanin " jelas ayah Rian sambil menenangkan ibu Rian
" baiklah pah ,mamah juga ngak bisa maksa Rian " jawab Ibu Rian
" gitu dong mah " kata ayah Rian dan merangkul ibu Rian dalam pelukannya