
Sinar matahari pagi membangun kan seorang gadis dalam tidurnya siapa lagi klo bukan Anin dengan keadaan berantak Anin bangun dari tempat tidurnya dan duduk sebentar didepan meja riasnya memperhatikan wajahnya yang berantakan itu ,meskipun begitu ia tetap terlihat cantik .
Anin beranjak dari tempat duduknya dan memasuki kamar mandinya dengan gaya malas nya ,gara gara kejadian semalam membuat dirinya kurang tidur tentu saja itu dapat menganggu dirinya nnti saat bekerja ,meskipun begitu ia tetap memaksa kan dirinya untuk bekerja ,Anin buka wanita yang mudah menyerah saat keadaan masih bisa ia hadapain meskipun ia selalu terlihat manja didepann ibunya tak membuat dewasanya pudar .
Tak menunggu lama Anin sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah berseri seri berbeda dengan keadaanya sebelum mandi ,ditambah lagi dengan rambut yang sudah dalam keadaan basah membuat nya tambah lebih segar dipagi hari ini .
Sambil meraih handphonenya Anin melihat jam yang tertera didalam hpnya dan mengotkak atik sebentar hpnya dan menaruhnya kembali .Anin mempersiapkan segala keperluan yang ia butuhkan sekarang dengan balutan handuk putihnya itu.
"Tumben mamah ngak bangunin aku biasanya jam segini udh teriak teriak aja " kata Anin sambil berpikir Sejenak dan kembali memakai pakaian.
Tampak wajah wanita yang sekarang sedang berdandan ringan sudah kelihatan sempurna dengan gaya elegannya dan wajahnya yang sangatlah cantik itu.
" akhirnya selesai juga " kata Anin saat melihat dirinya sudah tertata rapi .
"Sungguh malam yang malang " sambil memperlihatkan matanya yang agak menghitam itu didepan cermin
' syukur bisa aku tutupin dengan riasanku ini "
"Anin sayang apa kamu sudah bangun ?" Teriakan ibu Anin mengagetkan Anin
" iya mah Anin udah bangun " Jawab Anin dari bilik kamarnya dan segera ia mengambil keprluanya yg sudah ia siapkan barusan dan langsung keluar dari kamar dengan wajah mempesona.
"Wah wah wah Anak mamah cantik sekali hari ini "Puji ibu Anin saat melihat Anak kesayangannya itu keluar dari kamar .
" ah mamah bisa aja buat anin senang " kata Anin sambil tersipu malu
"yaudh sekarang kamu makan ya sayang ,nnti keburu dingin makanannya " kata Ibu Anin membuyarkan Anin yang sedang tersipu malu itu.
Meskipun sudah bekerja, Anin tetaplah Anin yang akan selalu terlihat manja didepan ibu tercintanya itu apalgi ibunya juga memperlakukan kan nya seperti anak kecil jdi wajar wajar saja sampai sekarang Anin masih dimanjain Ibunya.
" Fandinya mana mah ?" tanya Anin sambil duduk dikursi makan
" Nak Fandi masih mandi kayaknya " jawab ibu Anin
" owhhh " Jawab Anin owh Ria
Tak menunggu lama oranh yang dicari cari akhirnya keluar juga dari kamarnya itu dengan keadaan yang sudah tertata rapi ditambah lagi dengan wajahnya yang tampan itu .
" pagi " kat Fandi sambil menghampiri meja makan
" Pagi Nak Fandi " sahut ibu Anin
Anin sama sekali tak menjawab sapaan Dari Fandi ,ia lebih memilih menyantap sarapannya itu saja dari pada harus membalas Sapaan dari Fandi ,makanan nya yg enak itu membuat Anin tidak bisa berhenti menyuapkan satu persatu makananya itu kedalam mulutnya padahal mulutnya itu sudah penuh.
" Anin sayang makannya pelan sedikit itu mulutnya udh penuh dikunyah dulu baru masukin lagi makannya " ingat ibu Anin kepada Anin karna melihat mulut Anaknya itu sudah ke isi penuh.
Anin yang tersadar langsung saja mengunyak makananaya itu dengan pela pela apalgi dalam keadaan penuh jdi agak susah untuk mengunyah dengan baik dan akhirnya pun semua makanan yg ada di mulut Anin sudah habis di mulut nya .
Fandi yang melihat kelakuan Anin hanya tertawa kecil sambil menggeleng gelengkan kepalanya tanpa diketahui oleh Anin dan ibu Anin.
" apa kamu takut aku menghabiskan semua makanan ini ?" tanya Fandi sambil ikut duduk di kursi makan disusul dengan ibu Anin
Fandi yg mendengar jawaban dari Anin bukannya kesal atau marah tapi malah tersenyum sendiri tanpa mengalih pandanganya dari Anin .
"kenapa kau tertaws ?"tanya Anin dengan wajah marahanya
"Tidak " jawab Fandi selow dan berhenti tersenyum
"Bukankah aku tersenyum bukan tertawa?" tanya Fandi sambil menatap Anin dengan tatapan mengejek
"sama saja itu ,kau pasti tertawain aku kan ?" kata Anin kesal
"beda ,tertawa ya tertawa,tersenyum ya tersenyum " jawab Fandi lagi berusaha membuat Anin marah kepadanya.
"Sama "kata Anin sambil memukul meja makan dengan emosi menyala nyala.
(Pagi pagi sudah membuat keributan saja kau Fandi π .)
Ibu Anin yang sedari tadi memperhatikan perdebatan Anaknya dengan Fandi tersenyum senyum sendiri ,entah apa yang ada didalam pikirannya itu sekarang, Hingga tiba tiba saja ia terhentak kaget saat Anin memukul Meja makan Dengan sangat keras .
"Anin sayang apa yang kamu lakukan barusan?mamah tidak pernah mengajarmu seperti itu .Ayo sekarang kamu minta maaf sama Nak Fandi "kata ibu Anin sambil menarik lengan Anin dengan lembut ,berusaha menyuruh Anin meminta maaf .
"tapi mah bukan Anin yang duluan tapi Fandi "kata Anin sambil menarik lengannya yg Ibunya tarik sekarang dan menunjuk Fandi yang bersalah atas kekacauan ini tepat diwajah Fandi dengan emosi yang masih membara.
Fandi tak berkutif ia masih saja diam Dengn santuynya tanpa merasa bersalah atas kekacauan ini .
"Anin ,jangan seperti itu ,itu tidak baik " kata ibu Anin sambil menurunkan tangan Anin dihadapan Fandi itu Dengan Wajah isyarat agar tak berulah .
" iya mah Anin minta maaf " sambil menurunkan tanganya dengan wajah bersalah saat melihat tatapan ibunya itu .
Ibunya yang mendengar Anin meminta maaf langsung bernafas lega.
"Anin sekarang harus minta maaf sama Nak Fandi Bukan sama mamah " jawab ibu Anin dengan wajah tenangnya dan Senyuman yang tersungging dibibirnya.
Seakan akan memberi keberanian untuk Anin meminta maaf tanpa ada rasa kesal lagi ,tentu saja meminta maaf dengan tulus.
Anin yg tak mau membuat ibunya bersedih karna kelakuan dirinya hanya bisa pasrah dan menganggukkan kepalanya menandakan ia mau.Ibunya yang melihat itu tersenyum gembira .
"Fan Aku minta maaf "Kata Anin sambil mengulurkn tangannya .
" yang benar dong sayang " kata ibu Anin mengingatkan Anin
" iya mah "jawab Anin pasrah
"Fandi aku minta maaf karna telah membuatmu dengan pukulan yang aku lakukan barusan ,apa kamu. mau memaafkan ku ?Kata Anin dengan muka seolah telah menyesal.
Tentu saja Fandi tak bisa termakan oleh kata kata Anin barusan tapi mau gimana pun ia harus memaafkan Anin Didepan ibu Anin agar ia juga tak enak hati ,walaupun begitu ia Tetap belum memaafkan Anin sepenuhnya.
(Tau lah ya Fandi itu gimn orangnya ,meskipun dia yang salah tetap saja orang lain yg lebih salah daripada diaπ )